Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Kualitas Diet dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta: Hubungan Kualitas Diet dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta Wahyuni, Bierliana Rieska; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia; Hariawan, Muhammad Hafizh
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.252-260

Abstract

Background: Diet quality is an important component in blood sugar regulation. Effective blood sugar regulation can effectively reduce the risk of developing additional complications and chronic diseases. The number of people suffering from type 2 diabetes mellitus (T2DM) in Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta (DIY) in 2021 will be 10,635 people and in 2022 it will be 15,588 people. Objectives: This study aims to determine the correlation between diet quality and blood glucose levels in Type 2 Diabetes Mellitus patients living in Yogyakarta, Indonesia. Methods: This research applied a cross-sectional design and is an analytical observational study. Purposive sampling was used to select participants, resulting in a sample size of 63 individuals. Blood glucose levels obtained from secondary sources at the Community Health Center were used as the dependent variable. The Diet Quality Index-International Questionnaire (DQI-I Q) and the Semi-Qualitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) were used to assess the independent variables of food quality. The data was statistically analyzed using STATA version 14 and the Chi-Square test. Results: 35.38% of respondents who reported eating healthy food had normal blood glucose levels (current blood glucose levels below 200 mg/dL), while 12.3% of respondents who reported eating poor food reported hyperglycemic blood glucose levels (current blood glucose levels exceeding 200 mg/dL). In T2DM patients, there was no association between dietary quality and blood glucose levels (p-value=0.397). However, correlations could be observed between blood glucose levels and DQI-I variation components (p-value=0.000) and overall balance (p-value=0.018). Conclusions: In contrast to transient blood glucose levels, the overall component of variation and balance was related to diet quality.
Pemberdayaan Komunitas Ibu Swabantu Stunting Sebagai Upaya Penanganan Stunting Suryani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dyorita, Andhita
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.199

Abstract

Stunting, sebagai permasalahan gizi kronis, menjadi fokus perhatian di sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Anak-anak dapat mencapai potensi pertumbuhan optimal jika dibesarkan dalam lingkungan yang sehat dan para pengasuhnya mengikuti praktik kesehatan, gizi, dan perawatan yang dianjurkan. Stunting menjadi permasalahan gizi yang rawan menyebabkan gangguan psikologis orang tua (Ibu). Tujuan PKM ini adalah membantu pemberdayaan kelompok ibu swabantu stunting dengan program KISS Moyudan , mengembangkan panduan gizi tidak hanya terkait jenis menu tetapi juga cara pengolahan yang benar dan penyajian yang sehat untuk mengoptimalkan penyerapan gizi anak, melatih pola asuh dan manajemen stress sehingga peran dan ketahanan Ibu lebih optimal, dan menfasilitasi penataan lingkungan sekolah anak yang sehat dan mendukung atmosfir positif untuk anak dan orang tua. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Learning and Action (PLA). Metode ini sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat (empowerment) dan  partisipasi masyarakat  (community  participation) yaitu kelompok swabantu Ibu balita stunting binaan Majelis Kesehatan Aisyiyah Moyudan sejumlah 25 orang. Hasil kegiatan ini adalah pelatihan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari dari 6 Ibu dengan gizi balita baik sebagai kader Ibu Swabantu stunting, 12 Ibu dengan balita stunting, 6 pengurus Majelis Kesehatan Moyudan dan 1 Pengelola KB Ananda. Peserta antusias dalam menyimak materi, diskusi, dan membrakterkkan langsung konseling dengan sesama ibu  balita stunting. Terdapat peningkatan kemampuan menangai stunting sebesar 73% dalam hal pengenalan masalah gizi, kemampuan mengolah gizi, kemampuan manajemen emosi, dan perencanaan menu berbasis pangan lokal. Kegiatan ini meningkatkan produktifitas peran Ibu sebagai kelompok pendukung dan meningkatkan kemampuan Ibu dalam mengelola masalah stunting.
Family Support and Dietary Adherence in Individuals with Type 2 Diabetes Mellitus in Banten, Indonesia Ridwan, Ramadhanty Khoirunnisa Salim; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 19 No. Supp.1 (2024)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2024.19.Supp.1.27-34

Abstract

The aim of this study was to determine the correlation between family support and dietary compliance in diabetes patients. This observational, crossectional study was conducted among 92 Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) patients age 20–70 years in Citangkil Public Health Center, Cilegon, Banten, Indonesia. Data were collected using self administered questionnaire to measure the dietary adherence and family support. Data was analyzed using Fisher Exact Test. Among 92 respondents that participated in the study, 84 (91.30%) reported having good family support, while 8 (8.70%) reported having inadequate family support. Family support associated with dietary adherence in individuals with T2DM (p<0.05) in the Citangkil I Public Health Center area, Cilegon I, Banten, Indonesia. Good family support is expectedto increase dietary adherence in T2DM patients.
Hubungan Tingkat Stress dan Kualitas Tidur dengan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji di Yogyakarta Adristi, Nabila Marella; Khoirun Nisa Alfitri; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025): Nov-Des
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v2i6.556

Abstract

Di Yogyakarta sebanyak 44,2% mahasiswa sering mengonsumsi makanan cepat saji. Beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya kualitas tidur yang buruk serta tingkat stress yang tinggi dikarenakan beban tugas. Tujuan penelitian ini menelaah kaitan tingkat stress dan kualitas tidur dengan kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji pada mahasiswa Yogyakarta. Metode pada penelitian ini yaitu kuantitatif observasional serta pendekatan cross-sectional menggunakan purposive sampling. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner PSS-10 untuk stress, PSQI untuk kualitas tidur dan Q-FFQ untuk makanan cepat secara online dengan menggunakan media google form yang disebar ke seluruh mahasiswa yang menempuh pendidikan di Yogyakarta. Hasil dianalisis menggunakan korelasi pearson. Kriteria inklusi penelitian ini adalah mahasiswa aktif di Yogyakarta yang bersedia menjadi responden. Kriteria eksluksi yaitu mahasiswa yang memiliki anak dan terdiagnosis stres oleh dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69,5% mahasiswa memiliki tingkat stress sedang, sebanyak 95,8% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk, dan sebanyak 73,7% mahasiswa sering mengonsumsi makanan cepat saji. Dari hasil analisis tingkat stress dengan frekuensi makanan cepat saji didapatkan p-value sebesar 0.2785, didapatkan p-value sebesar 0.9229 dari analisis kualitas tidur dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji. Disimpulkan tingkat stres dan kualitas tidur tidak menunjukkan keterkaitan yang signifikan dengan frekuensi konsumsi makanan cepat saji pada mahasiswa di Yogyakarta. Peneliti menyarankan diadakannya workshop coping skills untuk pengelolaan stress akademik dan penyediaan makanan sehat di lingkungan kampus.
Identifikasi Kandungan Formalin Dan Boraks Pada Bakso Tusuk Di Area SD Muhammadiyah Dan TK ABA Kota Yogyakarta Aufa Nurfiana Rahman; Diah Puspitasari; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.201

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan dasar dan pra-sekolah, yaitu SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan lokasi didasarkan pada kepadatan penduduk dengan aktivitas pendidikan yang tinggi serta tingginya peredaran jajanan kaki lima yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah, salah satunya yaitu bakso tusuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya formalin dan boraks pada produk bakso tusuk yang dijajakan di sekitar area SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode uji laboratorium, serta teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat terhadap 25 sampel bakso tusuk yang diperoleh dari 10 kecamatan dan 2 institusi pendidikan (SD Muhammadiyah dan TK ABA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung formalin, sedangkan tidak ditemukan kandungan boraks pada seluruh sampel. Distribusi sampel positif formalin tertinggi ditemukan di Kecamatan Kotagede (20%), diikuti Mergangsan (16%), serta Tegalrejo, Mantrijeron, dan Wirobrajan (masing-masing 12%). Kecamatan lainnya menyumbang 1-2 sampel (4-8%). Sebanyak 68% sampel positif formalin berasal dari SD Muhammadiyah dan 32% dari TK ABA. Kesimpulannya, seluruh sampel yang diuji terbukti mengandung formalin, sementara tidak ditemukan adanya kandungan boraks pada seluruh sampel yang diteliti.