Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Gizi Dengan Pola Makan Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskemas Pandak II Bantul Melati Abd. Azis; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiarasari
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 9 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v9i1.504

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) adalah penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat. Pada 2022, terdapat sekitar 830 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit diabetes melitus. Di DIY, prevalensi DM pada 2023 mencapai 2,9%, dengan Kabupaten Bantul menempati posisi kedua tertinggi (2,57%). Rendahnya pengetahuan dan pendidikan berkontribusi terhadap pola makan tidak sehat, yang meningkatkan risiko DM tipe 2. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dengan pola makan pada penderita diabates melitus tipe 2. Metode penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cross sectional analitik observasional. Populasi penelitian ini adalah semua pasien DM yang menjalani rawat jalan. Sampel ditentukan dengan teknik non-probability sampling menggunakan rumus Lemeshow diperoleh 107 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Pengetahuan tentang pola makan DM dan Food Frequency Questionnaire (FFQ menggunakan metode wawancara dan data primer. Analisis data dilakukan dengan uji Fisher's exact menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 107 responden penderita Diabetes Melitus tipe 2, sebanyak 5,61% memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sementara 12,15% memiliki pengetahuan cukup, dan 82,24% memiliki pengetahuan kurang. Pola makan yang baik ditemukan pada 76,64% responden sedangkan 23,36% memiliki pola makan kurang baik. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan pola makan penderita Diabates Melitus tipe 2 dengan p-value 0,000 (p <0,05) Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan gizi dengan pola makan pada penderita Diabetes Melitus tipe 2.
Hubungan Kualitas Diet dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta: Hubungan Kualitas Diet dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta Wahyuni, Bierliana Rieska; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia; Hariawan, Muhammad Hafizh
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.252-260

Abstract

Background: Diet quality is an important component in blood sugar regulation. Effective blood sugar regulation can effectively reduce the risk of developing additional complications and chronic diseases. The number of people suffering from type 2 diabetes mellitus (T2DM) in Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta (DIY) in 2021 will be 10,635 people and in 2022 it will be 15,588 people. Objectives: This study aims to determine the correlation between diet quality and blood glucose levels in Type 2 Diabetes Mellitus patients living in Yogyakarta, Indonesia. Methods: This research applied a cross-sectional design and is an analytical observational study. Purposive sampling was used to select participants, resulting in a sample size of 63 individuals. Blood glucose levels obtained from secondary sources at the Community Health Center were used as the dependent variable. The Diet Quality Index-International Questionnaire (DQI-I Q) and the Semi-Qualitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) were used to assess the independent variables of food quality. The data was statistically analyzed using STATA version 14 and the Chi-Square test. Results: 35.38% of respondents who reported eating healthy food had normal blood glucose levels (current blood glucose levels below 200 mg/dL), while 12.3% of respondents who reported eating poor food reported hyperglycemic blood glucose levels (current blood glucose levels exceeding 200 mg/dL). In T2DM patients, there was no association between dietary quality and blood glucose levels (p-value=0.397). However, correlations could be observed between blood glucose levels and DQI-I variation components (p-value=0.000) and overall balance (p-value=0.018). Conclusions: In contrast to transient blood glucose levels, the overall component of variation and balance was related to diet quality.
Pemberdayaan Komunitas Ibu Swabantu Stunting Sebagai Upaya Penanganan Stunting Suryani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dyorita, Andhita
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.199

Abstract

Stunting, sebagai permasalahan gizi kronis, menjadi fokus perhatian di sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Anak-anak dapat mencapai potensi pertumbuhan optimal jika dibesarkan dalam lingkungan yang sehat dan para pengasuhnya mengikuti praktik kesehatan, gizi, dan perawatan yang dianjurkan. Stunting menjadi permasalahan gizi yang rawan menyebabkan gangguan psikologis orang tua (Ibu). Tujuan PKM ini adalah membantu pemberdayaan kelompok ibu swabantu stunting dengan program KISS Moyudan , mengembangkan panduan gizi tidak hanya terkait jenis menu tetapi juga cara pengolahan yang benar dan penyajian yang sehat untuk mengoptimalkan penyerapan gizi anak, melatih pola asuh dan manajemen stress sehingga peran dan ketahanan Ibu lebih optimal, dan menfasilitasi penataan lingkungan sekolah anak yang sehat dan mendukung atmosfir positif untuk anak dan orang tua. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Learning and Action (PLA). Metode ini sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat (empowerment) dan  partisipasi masyarakat  (community  participation) yaitu kelompok swabantu Ibu balita stunting binaan Majelis Kesehatan Aisyiyah Moyudan sejumlah 25 orang. Hasil kegiatan ini adalah pelatihan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari dari 6 Ibu dengan gizi balita baik sebagai kader Ibu Swabantu stunting, 12 Ibu dengan balita stunting, 6 pengurus Majelis Kesehatan Moyudan dan 1 Pengelola KB Ananda. Peserta antusias dalam menyimak materi, diskusi, dan membrakterkkan langsung konseling dengan sesama ibu  balita stunting. Terdapat peningkatan kemampuan menangai stunting sebesar 73% dalam hal pengenalan masalah gizi, kemampuan mengolah gizi, kemampuan manajemen emosi, dan perencanaan menu berbasis pangan lokal. Kegiatan ini meningkatkan produktifitas peran Ibu sebagai kelompok pendukung dan meningkatkan kemampuan Ibu dalam mengelola masalah stunting.
Family Support and Dietary Adherence in Individuals with Type 2 Diabetes Mellitus in Banten, Indonesia Ridwan, Ramadhanty Khoirunnisa Salim; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 19 No. Supp.1 (2024)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2024.19.Supp.1.27-34

Abstract

The aim of this study was to determine the correlation between family support and dietary compliance in diabetes patients. This observational, crossectional study was conducted among 92 Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) patients age 20–70 years in Citangkil Public Health Center, Cilegon, Banten, Indonesia. Data were collected using self administered questionnaire to measure the dietary adherence and family support. Data was analyzed using Fisher Exact Test. Among 92 respondents that participated in the study, 84 (91.30%) reported having good family support, while 8 (8.70%) reported having inadequate family support. Family support associated with dietary adherence in individuals with T2DM (p<0.05) in the Citangkil I Public Health Center area, Cilegon I, Banten, Indonesia. Good family support is expectedto increase dietary adherence in T2DM patients.