Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Kualitas Diet dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta: Hubungan Kualitas Diet dengan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kota Yogyakarta Wahyuni, Bierliana Rieska; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia; Hariawan, Muhammad Hafizh
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.252-260

Abstract

Background: Diet quality is an important component in blood sugar regulation. Effective blood sugar regulation can effectively reduce the risk of developing additional complications and chronic diseases. The number of people suffering from type 2 diabetes mellitus (T2DM) in Yogyakarta City, Special Region of Yogyakarta (DIY) in 2021 will be 10,635 people and in 2022 it will be 15,588 people. Objectives: This study aims to determine the correlation between diet quality and blood glucose levels in Type 2 Diabetes Mellitus patients living in Yogyakarta, Indonesia. Methods: This research applied a cross-sectional design and is an analytical observational study. Purposive sampling was used to select participants, resulting in a sample size of 63 individuals. Blood glucose levels obtained from secondary sources at the Community Health Center were used as the dependent variable. The Diet Quality Index-International Questionnaire (DQI-I Q) and the Semi-Qualitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) were used to assess the independent variables of food quality. The data was statistically analyzed using STATA version 14 and the Chi-Square test. Results: 35.38% of respondents who reported eating healthy food had normal blood glucose levels (current blood glucose levels below 200 mg/dL), while 12.3% of respondents who reported eating poor food reported hyperglycemic blood glucose levels (current blood glucose levels exceeding 200 mg/dL). In T2DM patients, there was no association between dietary quality and blood glucose levels (p-value=0.397). However, correlations could be observed between blood glucose levels and DQI-I variation components (p-value=0.000) and overall balance (p-value=0.018). Conclusions: In contrast to transient blood glucose levels, the overall component of variation and balance was related to diet quality.
Pemberdayaan Komunitas Ibu Swabantu Stunting Sebagai Upaya Penanganan Stunting Suryani; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dyorita, Andhita
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.199

Abstract

Stunting, sebagai permasalahan gizi kronis, menjadi fokus perhatian di sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Anak-anak dapat mencapai potensi pertumbuhan optimal jika dibesarkan dalam lingkungan yang sehat dan para pengasuhnya mengikuti praktik kesehatan, gizi, dan perawatan yang dianjurkan. Stunting menjadi permasalahan gizi yang rawan menyebabkan gangguan psikologis orang tua (Ibu). Tujuan PKM ini adalah membantu pemberdayaan kelompok ibu swabantu stunting dengan program KISS Moyudan , mengembangkan panduan gizi tidak hanya terkait jenis menu tetapi juga cara pengolahan yang benar dan penyajian yang sehat untuk mengoptimalkan penyerapan gizi anak, melatih pola asuh dan manajemen stress sehingga peran dan ketahanan Ibu lebih optimal, dan menfasilitasi penataan lingkungan sekolah anak yang sehat dan mendukung atmosfir positif untuk anak dan orang tua. Metode yang digunakan adalah metode Participatory Learning and Action (PLA). Metode ini sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat (empowerment) dan  partisipasi masyarakat  (community  participation) yaitu kelompok swabantu Ibu balita stunting binaan Majelis Kesehatan Aisyiyah Moyudan sejumlah 25 orang. Hasil kegiatan ini adalah pelatihan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri dari dari 6 Ibu dengan gizi balita baik sebagai kader Ibu Swabantu stunting, 12 Ibu dengan balita stunting, 6 pengurus Majelis Kesehatan Moyudan dan 1 Pengelola KB Ananda. Peserta antusias dalam menyimak materi, diskusi, dan membrakterkkan langsung konseling dengan sesama ibu  balita stunting. Terdapat peningkatan kemampuan menangai stunting sebesar 73% dalam hal pengenalan masalah gizi, kemampuan mengolah gizi, kemampuan manajemen emosi, dan perencanaan menu berbasis pangan lokal. Kegiatan ini meningkatkan produktifitas peran Ibu sebagai kelompok pendukung dan meningkatkan kemampuan Ibu dalam mengelola masalah stunting.
Family Support and Dietary Adherence in Individuals with Type 2 Diabetes Mellitus in Banten, Indonesia Ridwan, Ramadhanty Khoirunnisa Salim; Dewi, Agil Dhiemitra Aulia
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 19 No. Supp.1 (2024)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2024.19.Supp.1.27-34

Abstract

The aim of this study was to determine the correlation between family support and dietary compliance in diabetes patients. This observational, crossectional study was conducted among 92 Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) patients age 20–70 years in Citangkil Public Health Center, Cilegon, Banten, Indonesia. Data were collected using self administered questionnaire to measure the dietary adherence and family support. Data was analyzed using Fisher Exact Test. Among 92 respondents that participated in the study, 84 (91.30%) reported having good family support, while 8 (8.70%) reported having inadequate family support. Family support associated with dietary adherence in individuals with T2DM (p<0.05) in the Citangkil I Public Health Center area, Cilegon I, Banten, Indonesia. Good family support is expectedto increase dietary adherence in T2DM patients.
Identifikasi Kandungan Formalin Dan Boraks Pada Bakso Tusuk Di Area SD Muhammadiyah Dan TK ABA Kota Yogyakarta Aufa Nurfiana Rahman; Diah Puspitasari; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.201

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan pendidikan dasar dan pra-sekolah, yaitu SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemilihan lokasi didasarkan pada kepadatan penduduk dengan aktivitas pendidikan yang tinggi serta tingginya peredaran jajanan kaki lima yang dikonsumsi oleh anak-anak sekolah, salah satunya yaitu bakso tusuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya formalin dan boraks pada produk bakso tusuk yang dijajakan di sekitar area SD Muhammadiyah dan TK ABA yang berada di wilayah Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode uji laboratorium, serta teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat terhadap 25 sampel bakso tusuk yang diperoleh dari 10 kecamatan dan 2 institusi pendidikan (SD Muhammadiyah dan TK ABA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung formalin, sedangkan tidak ditemukan kandungan boraks pada seluruh sampel. Distribusi sampel positif formalin tertinggi ditemukan di Kecamatan Kotagede (20%), diikuti Mergangsan (16%), serta Tegalrejo, Mantrijeron, dan Wirobrajan (masing-masing 12%). Kecamatan lainnya menyumbang 1-2 sampel (4-8%). Sebanyak 68% sampel positif formalin berasal dari SD Muhammadiyah dan 32% dari TK ABA. Kesimpulannya, seluruh sampel yang diuji terbukti mengandung formalin, sementara tidak ditemukan adanya kandungan boraks pada seluruh sampel yang diteliti.
The Relationship Between Academic Stress And Eating Habits In Students Generation Z Meisa Isna Nursiva; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Nor Eka Noviani
Journal of Food and Culinary Vol. 9 No. 1 [June 2026]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v9i1.16759

Abstract

Academic stress is a response to academic demands that may affect students’ psychological conditions and eating habits. This study aimed to determine the relationship between academic stress and eating habits among Generation Z university students. A quantitative study with a descriptive-analytic and cross-sectional design was conducted online in Indonesia from March to April 2026. A total of 132 respondents were selected using quota sampling. Academic stress was measured using the Academic Stress Inventory (ASI), while eating habits were assessed using the Adolescent Food Habit Checklist (AFHC). Data were analyzed using descriptive statistics and Fisher’s Exact test. The results showed that all respondents experienced academic stress, with 81.06% categorized as severe and 18.94% as moderate. Severe academic stress was most frequently found among eighth-semester students (40.19%). Most respondents had good eating habits (62.12%), although unhealthy behaviors such as frequent consumption of fried foods and difficulties maintaining a healthy diet were still observed. Statistical analysis showed a significant relationship between academic stress and eating habits among Generation Z students (p = 0.043). These findings indicate that academic stress is associated with eating habits, although the direction of its influence may vary among individuals. Further studies are recommended to examine other factors that may influence eating habits, such as emotional eating, sleep quality, physical activity, and socioeconomic conditions.
Hubungan Konsumsi Makanan Ultra Processed Food Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotagede I Sabrina Puspita Ayu; Dewi Rizzky Mutiarasari; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1154

Abstract

Hipertensi merupakan sillent killer yang prevalesinya terus meningkat khususnya pada usia lebih dari 30 tahun. Salah satu faktor risiko yang mulai banyak diperhatikan adalah konsumsi Ultra Processed Food (UPF) yang tinggi natrium dan lemak jenuh, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.Prevalensi hipertensi di Puskemas Kotagede I, Kota Yogyakarta dalam 3 bulan terkahir cukup tinggi. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan konsumsi Ultra Processed Food (UPF) dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kotagede I, Kota Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan consecutive sampling dengan total sampel 47 responden. Data kebiasaan konsumsi Ultra Processed Food diukur menggunakan kuesioner Q-FFQ dalam periode waktu 1 bulan. Data tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital. Analisis data menggunakan STATA dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 47 responden, sebanyak (55,32%) sering mengonsumsi Ultra Processed Food (UPF) dan (51,06%) mengalami hipertensi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi Ultra Processed Food (UPF) dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Kotagede I Kota Yogyakarta.
Hubungan Konsumsi Minuman Berkafein dengan Fungsi Kognitif Pekerja di Yogyakarta Jihan Ranaa Faicha; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiarasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1181

Abstract

Latar Belakang: Selama masa kerja fungsi kognitif yang optimal sangat penting untuk menunjang kinerja. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan peningkatan angka kecelakaan kerja di Indonesia, yaitu 234.371 kasus pada tahun 2021 menjadi 370.747 kasus pada tahun 2023. Untuk mempertahankan konsentrasi dan kewaspadaan, beberapa pekerja cenderung mengandalkan konsumsi kafein. Di Yogyakarta, konsumsi minuman berkafein meningkat yang dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, dan pribadi melalui tersebarnya tradisi angkringan serta meningkatnya kedai modern saat ini. Tujuan Penelitian: Mengetahui bagaimana hubungan antara konsumsi minuman berkafein dengan tingkat fungsi kognitif pada pekerja. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional melalui pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah pekerja, sampel ditentukan dengan quota sampling menggunakan rumus Stanley Lemeshow (1997) satu proporsi diperoleh 83 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner FFQ untuk mengukur frekuensi konsumsi kafein serta kuesioner Cognitive Failures Questionnaire (CFQ) untuk mengukur fungsi kognitif. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk melihat kekuatan hubungan variabel dan chi-square untuk melihat perbandingan sistem jam kerja dengan kedua variabel. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dengan nomor No.5417/KEP-UNISA/IV/2026. Hasil Penelitian: Pada variabel konsumsi minuman berkafein dari 82 responden sebagian besar responden termasuk dalam kategori sering konsumsi minuman berkafein sebanyak 42 responden (51,22%) sedangkan kategori jarang konsumsi minuman berkafein sebanyak 40 responden (48,78%) Sementara pada variabel kegagalan fungsi kognitif sebagian besar responden berada pada kategori rendah sebanyak 42 responden (51,22%), sedangkan kategori tinggi sebanyak 40 responden (48,78%). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman berkafein dengan fungsi kognitif pekerja di Yogyakarta (p = 0,241) Kata Kunci: Minuman berkafein, fungsi kognitif, pekerja
Hubungan Antara Aktivitas Sedentari Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotagede I Juliati; Dewi Rizzky Mutiarasari; Agil Dhiemitra Aulia Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1184

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok lanjut usia (lansia). Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah aktivitas sedentari. Aktivitas sedentari yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan darah melalui penurunan fungsi kardiovaskular dan peningkatan resistensi pembuluh darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara aktivitas sedentari dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kotagede I. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 lansia (≥60 tahun) yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data aktivitas sedentari diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner (MOST) dengan metode 24 recall, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter digital Omron yang telah terkalibrasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan perangkat STATA. Hasil sebagian besar responden memiliki aktivitas sedentari sedang (58,33%) dan mengalami hipertensi (61,11%). Proporsi hipertensi lebih tinggi pada kelompok dengan aktivitas sedentari tinggi (86,66%) dibandingkan kelompok dengan aktivitas sedentari sedang (42,85%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan kejadian hipertensi (p=0,008).
Hubungan Tingkat Stres dengan Perilaku Makan Emosional Pada Mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Aida Akmalia Wafiq; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Ibtidau Niamilah
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v5i1.66829

Abstract

Stres merupakan respon tubuh terhadap ketidaksesuaian antara situasi yang diinginkan dengan kenyataan yang sering dialami oleh siswa karena faktor interpersonal, intrapersonal, akademik dan lingkungan. Salah satu cara siswa mengatasi dan menghilangkan stres (coping stress) adalah dengan melakukan perilaku makan emosional. Jika perilaku makan emosional terus berlanjut maka akan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perilaku makan emosional pada mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasinya adalah seluruh mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta dan 112 mahasiswa dipilih sebagai responden dengan menggunakan teknik kuota sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat stres adalah Perceived Stress Scale dan untuk mengukur perilaku makan emosional menggunakan Dutch Eating Behavior. Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square menggunakan STATA 17. Berdasarkan data penelitian diperoleh mayoritas responden mengalami stres sedang, yaitu 46 responden (41%) dan 58 responden yang mengalami emosional makan tinggi (51,8%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square diperoleh p-value sebesar 0,025. Stres berhubungan dengan perilaku makan emosional pada mahasiswa Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta.
HUBUNGAN ANTARA BODY DISSATISFACTION DENGAN PERILAKU MAKAN PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Anggita Pramestya Adrianto Putri; Agil Dhiemitra Aulia Dewi; Dewi Rizzky Mutiarasari
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): EDISI JULI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v5i1.66830

Abstract

Body dissatisfaction disebut juga ketidakpuasan tubuh adalah evaluasi subjek individu yang negatif terhadap bentuk tubuh yang dimiliki seseorang. Individu yang beranggapan bahwa kondisi fisiknya tidak sesuai dengan konsep tubuh ideal seperti putih, tinggi, kurus, ada juga yang beranggapan bahwa tubuh ideal seperti berkulit gelap dan sedikit gemuk maka individu tersebut akan merasa kurang secara fisik. Perubahan perilaku makan dengan mengurangi makan dengan ekstrem, makan terlalu banyak, dan perasaan menderita atau keprihatinan tentang berat badan yang dimiliki merupakan pengaruh dari body dissatisfaction. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara body dissatisfaction dengan perilaku makan pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dan metode pengambilan sampel quota sampling, pengambilan data responden pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta dilakukan menggunakan kuesioner Figure Rating Scale dan Eatting Attitude test. Hasil penelitian diperoeh respnden sebanyak 105. Data kemudian dianalisis secara statistik dengan uji chi-square menggunakan STATA 14. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 55% responden mengalami body image negatif atau body dissatisfaction sedangkan 45% lainnya mengalami body image positif, 48% responden mengalami perilaku makan normal dan 58% lainnya mengalami perilaku makan abnormal. Didapatkan OR sebesar 2,5 yang artinya individu yang mengalami body dissatisfaction memiliki peluang 2,5 kali lebih besar mengalami perubahan perilaku makan. Terdapat hubungan antara body dissatisfaction dengan perilaku makan dengan hasil p-value 0,02 (<0,05). Body dissatisfaction berhubungan dengan perilaku makan pada mahasiswa di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.