Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perluasan Kewenangan Mahkamah Konstitusi RI untuk Mengadili Pengaduan Konstitusi (Constitutional Complaint) dalam Upaya Pemenuhan Hak Konstitusional Warga Negara Erham*, Erham; Wutsqah, Urwatul
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 9, No 1 (2024): Februari, Educational Studies, History of Education and Social Science
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v9i1.28967

Abstract

Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan lembaga yudikatif yang merdeka, mandiri dan bersifat final dalam putusannya merupakan bagian dari penyelenggara peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, namun melihat kondisi saat ini MK dirasa masih kurang efektif dalam melindungi hak-hak konstitusional warga negara dalam rangka menjalankan negara hukum yang demokratis, besar harapan dari pembentukan MK RI awalnya sebagai Lembaga Negara pelindung konstitusi (the guardian of the constitution), terutama untuk melindungi hak-hak asasi manusia dan hak-hak konstitusional warga negara, serta untuk mewujudkan negara Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis maka dari itu penulis merasa perlu mengkaji perihal ini dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah penelitian hukum normatif atau dikenal dengan penelitian hukum doktrinal (doctrinal research), diharapkan melalui penelitian ini upaya pemenuhan hak constitutional warga negara dapat dipenuhi melalui pembentukan mekanisme Constitutional Complaint yang juga menjadi esensi dasar pembentukan MK yaitu adanya perlindungan fundamental law yang meliputi hak asasi manusia sebagai natural justice ataKKonstitusi (MK) merupakan lembaga yudikatif yang merdeka, mandiri dan bersifat final dalam putusannya merupakan bagian dari penyelenggara peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan, namun melihat kondisi saat ini MK dirasa masih kurang efektif dalam melindungi hak-hak konstitusional warga negara dalam rangka menjalankan negara hukum yang demokratis, besar harapan dari pembentukan MKRI awalnyasebagai Lembaga Negara pelindung konstitusi (the guardian of the constitution), terutama untuk melindungi hak-hak asasi manusia dan hak-hak konstitusional warga negara, serta untuk mewujudkan negara Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis maka dari itu penulis merasa perlu mengkaji perihal ini dengan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah penelitian hukum normatif atau dikenal dengan penelitian hukum doktrinal (doctrinal research), diharapkan melalui penelitian ini upaya pemenuhan hak constitutional warga negara dapat dipenuhi melalui pembentukan mekanisme Constitutional Complaint yang juga menjadi esensi dasar pembentukan MK yaitu adanya perlindungan fundamental law yang meliputi hak asasi manusia sebagai natural justice atau natural law.
Membangun Karakter di Era AI (Menggabungkan Teknologi dan Nilai Kemanusiaan dalam Pendidikan) muqorrobin, syamsul; Risma Fahrul Amin; Urwatul Wutsqah; Zakaria Bintang Pamungkas
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Membangun Karakter di Era AI (Menggabungkan Teknologi dan Nilai Kemanusiaan dalam Pendidikan). Jenis penelitian ini adalah iiterature reviw. Teknik pengambilan data dengan dokumentasi. Hasil penelitin adalah di era AI, membangun karakter dalam pendidikan memerlukan keseimbangan antara teknologi canggih dan nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi AI menawarkan banyak keuntungan dalam proses pembelajaran, namun penting untuk memastikan bahwa penggunaannya tidak mengesampingkan nilai-nilai etika, empati, dan moralitas. Pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga siswa tidak hanya menjadi cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berintegritas. Dengan menggabungkan AI dan nilai-nilai kemanusiaan, kita dapat menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bijaksana dan berperilaku etis
STRATEGI MANAJEMEN PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN EKONOMI PEMUDA DI PERKOTAAN Siahaan, Trioksa; Chairunnisa, Chairunnisa; Oktapiani, Marliza; Wutsqah, Urwatul; Arifannisa, Arifannisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen pendidikan kewirausahaan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi pemuda di perkotaan. Menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif, data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola dan praktik terbaik dari program-program kewirausahaan yang relevan. Data diambil dari Google Scholar dengan cakupan tahun 2012-2024, menghasilkan 16 artikel terpilih dari 27 artikel awal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan yang efektif harus mencakup pendekatan berbasis praktik, pemanfaatan teknologi digital, dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, serta sektor swasta. Studi kasus seperti Jakpreneur di Jakarta dan Pahlawan Ekonomi di Surabaya membuktikan bahwa pendidikan kewirausahaan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan akses pemuda ke sumber daya ekonomi yang lebih luas. Namun, keberhasilan implementasi strategi ini menghadapi tantangan seperti relevansi kurikulum, keterbatasan infrastruktur, dan kesenjangan akses bagi pemuda dari latar belakang sosial ekonomi rendah. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya evaluasi berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pendidikan Karakter Pancawaluya: Integrasi Nilai-Nilai Budaya Sunda dalam Penguatan Generasi Unggul di Jawa Barat Sofyan, Fitri Silvia; Sundawa, Dadang; Wutsqah, Urwatul
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 11 No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v11i1.12851

Abstract

Moral degradation and character crisis among students are serious challenges in the contemporary Indonesian education system. The phenomenon of violence in school environments, intolerance, and declining social empathy demonstrate the urgency of strengthening contextual character education based on local wisdom. This article examines the implementation of Pancawaluya Character Education as a character development model based on Sundanese cultural values in West Java. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this study analyzes Pancawaluya integrated into five core values: Cageur (physically and mentally healthy), Bageur (noble character), Bener (honest and responsible), Pinter (intelligent and wise), and Singer (creative and innovative). The results of the study indicate that Pancawaluya has strong coherence with the competency framework of the Global Inner Development Goals (IDGs) and the Four Pillars of Education of UNESCO, while maintaining local cultural identity through the principles of silih asih, silih asah, silih asuh. The implementation of Pancawaluya through strategies within educational units, classrooms, and family-community partnerships demonstrates significant potential in shaping "Manusa Waluya," a complete, character-driven, and globally competitive generation, while remaining rooted in the noble values of Sundanese culture.