Mochammad Indra Yumanto
Sekolah Tinggi Agama Islam Al Akbar Surabaya, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendidikan Akhlak dalam Q.S. Al-Balad: 11-16 dan Pembiasaan Etika Sosial di Kelas Madrasah Ibdtidaiyah (MI) Nuriyah Fahma, Mirza; Kurrotul A’yun Aisyah Nabila; Mochammad Indra Yumanto
Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/miftahulilmi.v2i4.337

Abstract

Artikel ini membahas nilai-nilai pendidikan akhlak dalam QS. Al-Balad ayat 11–16 serta implementasinya dalam pembiasaan etika sosial di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Dalam konteks pendidikan dasar Islam, penanaman akhlak sosial memiliki urgensi yang tinggi karena menjadi dasar pembentukan karakter dan perilaku peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir tarbawi dengan mengkaji makna ayat berdasarkan tafsir Ibn Kathir, Al-Maraghi, dan Al-Misbah. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mengandung nilai empati, kepedulian sosial, tolong-menolong, kasih sayang, dan kesabaran. Nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan melalui pembiasaan di kelas MI seperti kegiatan tolong-menolong, berbagi, kerja kelompok, serta metode keteladanan guru. Penelitian ini merekomendasikan agar guru MI mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam setiap aspek pembelajaran dan menumbuhkan kultur sosial yang berkarakter Islami.
نمذجة إبستمولوجية لثنائية الاندماج-الانصهار في المقال السوسيوتداولي لمحمد ناصر (2019): نحو تأصيل صلة النظرية بالتطبيق في تعليم اللغة العربية: An Epistemological Modeling of the Merger–Smelting Dyad in M. Naser’s Sociopragmatic Article (2019): Toward Grounding the Theory–Practice Nexus in Arabic Language Education Yumanto, Mochammad Indra; Efendi, Nasikul Mustofa; Muzakki, Akh.; Zainiyati, Husniyatus Salamah; Zuhri, Achmad Muhibin; Affan, Mohammad
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2025.9.2.102-121

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis integrasi lintas disiplin dalam tulisan M. Naser Al-tadāwuliyyah al-ijtima‘iyyah wa uslūb ta‘allumiha fī al-ḥiqbah al-zamāniyyah al-mu‘āṣirah (2019) dengan menempatkannya dalam kerangka sintesis epistemologis pembelajaran bahasa Arab. Analisis dilakukan melalui conceptual content analysis yang memadukan perspektif pragmatik, sosiolinguistik, dan pedagogi bahasa untuk menelusuri cara teori dirangkai dan dioperasionalkan. Hasil kajian menunjukkan dua pola integrasi yang bekerja secara berlapis, yakni Merger-Smelting, di mana penggabungan teori tampak dominan pada tataran konseptual, sementara peleburan konseptual muncul pada tataran aplikatif dalam desain pembelajaran. Temuan ini menegaskan adanya transisi dari integrasi interdisipliner menuju orientasi transdisipliner yang lebih praksis, sehingga memperkaya kajian sosiopragmatik dan menawarkan landasan bagi pengembangan pembelajaran bahasa Arab yang kontekstual, komunikatif, dan relevan secara sosial. Kata kunci: sosiopragmatik, integrasi keilmuan, Merger-Smelting, pembelajaran bahasa Arab.
Reconceptualizing Classroom Immersion in Arabic as a Foreign Language: A Pedagogically Engineered Model in a Non-Residential Context Mochammad Indra Yumanto; Ibnu Mas'ud Luthfi; Kamal Yusuf; Nasaruddin; Muflihah; Hasyim Asyari
Al-Muyassar: Journal of Arabic Education Vol 5 No 1 (2026): Al-Muyassar: Journal of Arabic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/al-muyassar.v5i1.16073

Abstract

Language immersion has traditionally been associated with native-speaker environments or residential systems, a view that has limited the pedagogical imagination of Arabic as a Foreign Language (AFL) instruction in non-residential contexts. Addressing this gap, the present study reconceptualizes classroom immersion as a pedagogically constructed, classroom-centered model. Using a qualitative case study design at Madrasatul Alsun in Sidoarjo, the study draws on interviews with institutional leaders, teachers, and students, classroom observation, document analysis, and field notes. The findings show that classroom immersion is constructed through the integration of Arabic as the primary medium of instruction, the staged organization of comprehensible input, interactional design, the prioritization of acquisition over explicit learning, and the extension of language exposure through institutionally supported semi-immersive practices. The study concludes that this model does not constitute full or natural immersion; rather, it is best understood as a pedagogically designed semi-classroom immersion model that can be built, sustained, and adapted in non-residential contexts beyond reliance on a pre-existing natural language environment.
Amanah dalam QS Al-Ahzab Ayat 72 Membentuk Fondasi Karakter Guru Madrasah Ibtidaiyah: Analisis Tafsir Tarbawi menurut Ibn Katsir Kharisma Adityanugroho; Ramadhan Dwi Prasetyo; Muhammad Indra Yumanto
EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy Vol. 3 No. 2 (2026): EDUSHOPIA: JOURNAL OF PROGRESSIVE PEDAGOGY
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Sayid Mohammad Alawi Al Maliki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/edushopia.v3i2.531

Abstract

Pembentukan karakter masih menjadi agenda mendesak bagi pendidikan Islam di Indonesia, terutama ketika berbagai persoalan moral semakin mewarnai kehidupan publik. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) untuk menelaah ulang QS Al-Ahzab ayat 72 melalui pendekatan tafsir tarbawi, dengan menelusuri bagaimana Al-Thabari, Ibn Katsir, Sayyid Qutb, Hamka, dan M. Quraish Shihab memaknai tawaran amanah dari Allah yang ditolak oleh langit, bumi, dan gunung gunung, namun justru diterima oleh manusia dengan predikat zaluman jahula. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa amanah dalam ayat tersebut memuat tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu tanggung jawab kepada Allah, akuntabilitas kepada sesama, dan integritas terhadap diri sendiri. Ketiga dimensi ini selanjutnya dihubungkan dengan praktik pedagogis yang konkret, meliputi integrasi nilai dalam kurikulum, keteladanan guru, dan pembentukan budaya kelembagaan madrasah. Penelitian ini menegaskan bahwa mahasiswa calon guru Madrasah Ibtidaiyah memegang posisi strategis dalam menumbuhkan amanah pada peserta didik, mengingat pengaruh mereka yang besar pada masa pembentukan karakter usia dini, sehingga pendidikan amanah tidak dapat berdiri sebagai materi tambahan, melainkan harus menjiwai seluruh proses pembelajaran di madrasah.  
Insights from Madrosatul Alsun: A Communicative Vocabulary Learning in Non-Formal Education | Nadzaraat min Madrasah Alsun: Ta'liim Al-Mufradaat Al-Ittishaaliy fiy Ta'liim Ghair Al-Rasmiyy Muhammad Thohir; Mochammad Indra Yumanto
AL-TA'RIB : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab IAIN Palangka Raya Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/altarib.v11i2.7026

Abstract

The use of communicative context, repetition, visual associations, and accurate pronunciation are essential elements contributing to Arabic vocabulary learning. This study investigates how communicative vocabulary learning and its contributing elements are implemented at Madrosatul Alsun in the context of non-formal education. The research method used is a qualitative approach with a case study. Data was collected through in-depth interviews, participant observation in the classroom, and documentation. The obtained data is qualitatively analyzed in three phases: first, through condensation involving data selection, purification, simplification, summarization, and transformation; second, through data display to facilitate understanding of the issues; and third, drawing conclusions, where data interpretation is performed. The results indicate that vocabulary learning is conducted by integrating it with other skills, using various techniques, including direct conjugation, definitions, synonyms, antonyms, and visual references, and translating only under specific conditions. The discussion of these findings provides new insights into the model of "meaningful words in meaningful learning," a pattern of vocabulary learning within a communicative approach in a course classroom context distinct from the formal education classroom context.