Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PERBEDAAN KOMPETENSI DAN KOMPENSASI PADA SMP NEGERI 4 KAYUAGUNG DAN SMP NEGERI 6 KAYUAGUNG Megi Diana; Wani Fitriah; Randy Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): APRIL - MEI 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian adalah, Untuk mengetahui Perbedaan Kompetensi Dan Kompensasi pada SMP Negeri 4 Kayuagung Dan SMP Negeri 6 Kayuagung, Untuk mengetahui Perbedaan Kompensasi pada SMP Negeri 4 Kayuagung Dan SMP Negeri 6 Kayuagung. Populasi Penelitian ini adalah 113 Pegawai (guru) dengan sampel berjumlah 54 Pegawai (guru) dengan menggunakan teknik Probability Sampling. Data yang digunakan adalah data Primer. Teknik analisis dengan One Sampel t -test, uji hipotesis (t). Hasil uji One Sampel t- test menunjukkan Ada perbedaan Signifikan antara kompetensi dan kompensasi pada SMP Negeri 4 Kayuagung Dan SMP Negeri 6 Kayuagung, X1 = 63, 801 + 57, 602 X2.. Hasil uji hipotesis menunjukkan, Ada perbedaan Signifikan variabel kompetensi pada SMP Negeri 4 Kayuagung Dan SMP Negeri 6 Kayuagung, hasil ini dibuktikan dengan hasil uji thitung 63, 801 > ttabel 1, 29773 dan sig sebesar 0, 000 < 0, 10. ada perbedaan variabel Kompensasi pada SMP Negeri 4 Kayuagung Dan SMP Negeri 6 Kayuagung. Hasil ini dibuktikan dengan hasil uji thitung 63, 801 > ttabel 1, 29773 dan sig sebesar 0,000 > 0, 10. Artinya Ada Perbedaan variabel Kompensasi pada SMP Negeri 4 Kayuagung Dan SMP Negeri 6 Kayuagung.
Reaksi Pasar Modal Terhadap Pengumuman Pandemi Covid-19 dan Pengumuman PPKM Level 4 Pada Indeks LQ45 Basyith, Abdul; Ningsih, Aliya; Hidayat, Randy
Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/nusamba.v7i2.17621

Abstract

T This study aims to identify and analyze the impact of COVID-19 and the implementation of PPKM level-4 on abnormal returns and stock trading on the LQ-45 with 3 time periods, namely 5, 30 and 60 days before after the announcement. The analytical technique used is a different test independent samples. The results of this study are based on 3 time window periods showing the announcement of covid-19 does not show any difference in abnormal returns. The existence of PPKM level-4 indicates an influence on abnormal returns for all windows. The announcement of the presence of covid has an effect for a period of 30 and 60 days, but for 5 days, it does not affect trading volume activity. PPKM level-4 has no impact on trading volume activity for 30 days but does affect 5 and 60 days. Announcement of the existence of covid-19 without tightening activities does not affect abnormal returns and trading volume, but the fact of activity restrictions through PPKM level-4 affects abnormal returns
Peningkatan Literasi Green Finance melalui Edukasi dan Proyek Siswa SMK Muhammadiyah 2 Palembang Kalsum, Ummi; Fitria, Primasari; Syahputri, Ayu Geby Gisela; Hidayat, Randy; Permana, Arradytia; Febriani, Yunita
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 5, No 1: February 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v5i1.35458

Abstract

The Community Service Program (PKM) conducted at SMK Muhammadiyah 2 Palembang was designed to enhance students’ green finance literacy as part of efforts to strengthen environmentally responsible financial behavior in the school setting. The program implemented several learning activities, including seminars on green finance concepts, training on sustainable financial management, and project-based assignments in which students designed simple green finance initiatives relevant to their vocational fields. A total of 35 students from grades X and XI participated under the guidance of supervising teachers. The results of the program show a marked improvement in students’ knowledge. The average pre-test score of 69.73 increased to an average post-test score of 99.46. This improvement indicates that the learning activities effectively strengthened students’ understanding of green finance. In addition to the quantitative gains, students also produced creative and practical ideas for integrating green finance principles into daily school practices. This PKM contributes to the development of a practical and replicable model for integrating green financial literacy into vocational education. It is expected that the approach used in this program can serve as a sustainable learning model that supports the promotion of green finance awareness and environmentally conscious behavior among vocational school students.
PENGARUH IKLAN DIGITAL DAN PROMOSI PENJUALAN TERHADAP MINAT BELI MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG PADA SEPATU CONVERSE Widi Samsudin; Rz Muhammad Rahman; Muhammad Syahril; Randy Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh iklan digital dan promosi penjualan terhadap minat beli mahasiswa pada produk sepatu. Latar belakang penelitian didasari transformasi pemasaran digital dan perlunya pemahaman efektivitas strategi komunikasi pemasaran terhadap konsumen muda. Metode kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 responden mahasiswa, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua variabel independen. Iklan digital terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (β=0.688, p=0.0005), sementara promosi penjualan meskipun menunjukkan arah positif tidak signifikan secara statistik (β=0.260, p=0.1949). Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam konteks mahasiswa sebagai konsumen produk sepatu, strategi komunikasi pemasaran yang berfokus pada pembangunan citra dan pengalaman melalui kanal digital jauh lebih efektif membangkitkan minat beli dibandingkan strategi insentif finansial konvensional. Kesimpulan penelitian menekankan urgensi reorientasi strategi pemasaran digital yang memprioritaskan kualitas konten dan pengalaman brand dalam iklan digital, serta perlunya reinvensi format promosi penjualan agar lebih relevan dengan nilai-nilai konsumen muda. Implikasi teoritis memperkaya literatur perilaku konsumen generasi Z, sedangkan implikasi praktis memberikan panduan strategis bagi pelaku industri fashion dalam mengalokasikan sumber daya pemasaran digital.
Pengaruh Green Banking, Corporate Social Responsibility, Dan Efisiensi Bank Terhadap Nilai Perusahaan Di Indeks Infobank 15 Tia Afrianti; Fadhil Yamaly; Randy Hidayat
TOMAN: Jurnal Topik Manajemen Vol. 2 No. 2 (2025): TOMAN: Jurnal Topik Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/toman.v2i2.240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Green Banking, Corporate Social Responsibility, dan Efisiensi Bank terhadap Nilai Perusahaan di Indeks InfoBank15. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif. Sampel yang digunakan adalah 12 perusahaan perbankan di Indeks InfoBank15 priode 2019 2023. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi www.idx.co.id atau melalui website perusahaan yang diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dokumen. Teknis analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif digunakan untuk menguji Green Banking, Corporate Social Responsibility, dan Efisiensi Bank. Kemudian dilakukan analisis statistic dengan menggunakan Analisis Keuangan, Uji Asumsi Klasik, Regresi Linear Berganda dan Uji Hipotesis yang meliputi Uji F dan Uji t. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan Green Banking, Corporate Social Responsibility, dan Efisiensi Bank secara simultan terhadap Nilai Perusahaan, tidak berpengaruh signifikan Green Banking secara parsial terhadap Nilai Perusahaan, Tidak ada pengaruh signifikan Corporate Social Responsibility secara parsial terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan Efisiensi Bank berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan di Indeks InfoBank15.
Do E-Money Transactions Affect Consumer Credit Growth, with PayLater as a Moderator? Randy Hidayat; Abid Djazuli; Ummi Kalsum
International Journal of Applied Business and International Management Vol 10, No 3 (2025): December 2025
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/ijabim.v10i3.4547

Abstract

This study examines the effect of electronic money transactions on consumer credit growth in Indonesian banking, with paylater as a moderating variable. Using monthly secondary data from Bank Indonesia and the Financial Services Authority (OJK), this research employs Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) via SmartPLS 4 to test the proposed hypotheses. The findings reveal that electronic money transactions have a significant negative effect on consumer credit growth, indicating a substitution effect where increased digital payment adoption reduces reliance on bank credit. Conversely, paylater demonstrates a significant positive effect on consumer credit growth, suggesting that buy now pay later services function as a complement to formal banking by creating credit histories that facilitate access to larger bank loans. However, paylater does not significantly moderate the relationship between electronic money transactions and consumer credit growth, implying that the interaction between these two digital financial services is not yet strong enough to alter the direction of influence. These findings contribute to the development of digital financial intermediation theory and offer practical implications for regulators and banking institutions in formulating policies that ensure harmonious development between digital payment ecosystems and formal banking systems
Dampak Otomatisasi FinTech terhadap Redundansi dan Reskilling Tenaga Kerja: Sebuah Systematic Literature Review dari Perspektif Manajemen Risiko SDM Randy Hidayat; Widi Samsudin; Rz Muhammad Rahman; Bora Alviolesa
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Financial Technology (FinTech) dan kecerdasan buatan telah mentransformasi industri jasa keuangan serta berdampak signifikan terhadap ketenagakerjaan. Otomatisasi yang didorong FinTech menciptakan redundansi tenaga kerja di satu sisi, namun di sisi lain mendorong kebutuhan mendesak akan reskilling. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti empiris mengenai dampak otomatisasi FinTech terhadap redundansi dan reskilling tenaga kerja, serta merumuskan kerangka manajemen risiko sumber daya manusia (SDM). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA 2020. Pencarian dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci terkait FinTech, otomatisasi, redundansi, reskilling, dan manajemen risiko SDM. Kriteria inklusi meliputi artikel jurnal peer-review terindeks SINTA 1-4 atau Scopus/WoS Q1-Q4, terbit 2020-2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otomatisasi FinTech secara nyata menyebabkan redundansi, dengan lebih dari 63.000 pekerjaan terpangkas di sektor perbankan global pada 2026 dan proyeksi hingga 200.000 pekerjaan dalam tiga hingga lima tahun ke depan, terutama menyasar pekerja berketerampilan rendah serta fungsi operasional dan manajemen menengah. Strategi reskilling terbukti efektif sebagai mitigasi risiko SDM, sebagaimana praktik terbaik di bank UOB (melatih 20.000 karyawan dalam Generative AI) dan kebijakan OJK mewajibkan alokasi 2,5% biaya tenaga kerja untuk pelatihan. Namun, kesenjangan antara niat dan eksekusi reskilling (hanya 57% perusahaan memiliki jalur reskilling bermakna) serta ancaman experience gap tetap menjadi tantangan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen risiko SDM di era FinTech harus mengintegrasikan identifikasi risiko redundansi, investasi pelatihan berkelanjutan, dan pendekatan transisi tenaga kerja yang seimbang.