Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Dosis Kapur Dolomt yang Berbeda Terhadap Kualitas Air Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Sakti, Bima; Afriani, Dwi Tika; Batubara, Pebry Aisyah Putri; Manullang, Hellentina Marriance
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i2.4822

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapur dolomit terhadap kualitas air dan kandungan logam berat pada air budidaya penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2024 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis sidik ragam Sgr (Laju Pertumbuhan Ikan Lele) menggunakan aplikasi SPSS Versi 22 melihat pengaruh kapur dolomit, menunjukkan F Hitung < F Tabel ( SGR 3,87<4,07), (Panjang 4,00<4,07), (SR 0,833<4,07), ( FCR 0,778<4,07) pada taraf uji 5% yaitu tidak berpengaruh nyata terhadap SGR, Panjang, Sr dan FCR. Sedangkan pada kualitas air, kapur dolomit memberikan pengaruh terhadap peningkatan Ph air dari air sebelum penelitian dan sesudah penelitian hal ini menunjukkan kandungan sidolomit nya mempengaruhi kualtitas air, pada uji kandungan logam berat menyatakan perlakuan yang paling optimal memberikan kapur dolomit ialah pada perlakuan p2 (10 gr/40 ltr air) terdapat beberapa jenis yang paling banyak dan mengurangi kandungan logam yang toksik ialah kandungan besi (Fe): 0,09 mg, Mangan (Mn) : 0,33 mg, Alumunium (AI) : <0,00019* mg dan Timbal (Pb) : <0,003* mg
Optimalisasi Dosis EM4 untuk Meningkatkan Efisiensi Pakan dan Laju Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) Hutabarat, Andreas; Afriani, Dwi Tika; Manullang, Hellentina Mariance
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i2.4821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis EM4 terhadap efisiensi pakan dan laju pertumbuhan ikan Nila: Ikan Nila merupakan ikan yang banyak dibudidayakan karena mudah dipelihara, serta laju pertumbuhan dan perkembangbiakannya cepat. Kualitas pakan yang dikonsumsi mempengaruhi pertumbuhan ikan. Probiotik dapat mengoptimalkan pertumbuhan ikan. Salah satu contoh probiotik adalah EM4. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian EM4 pada pakan ikan terhadap pertumbuhan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan di laboratorium basah Universitas Dharmawangsa Medan. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu konsentrasi EM4 15 ml/kg pakan (P1), 20 ml/kg pakan (P2), 25 ml/kg pakan (P3) dan kontrol atau tanpa penambahan EM4 (PC). Pertumbuhan ikan yang diukur adalah rata-rata berat dan panjang total ikan setiap 7 hari. Untuk mengetahui pengaruh pemberian EM4 pada pakan ikan terhadap pertumbuhan ikan Nila (Oreochromis niloticus) digunakan analisis ANAVA đan Uji Duncan. Berdasarkan pengamatan dan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian EM4 pada pakan ikan terthadap berat dan panjang total ikan Nila. Konsentrasi EM4 yang optimal untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25 ml/kg pakan. Uji ANAVA memberikan hasil signifikan. Berdasarkan uji Duncan, perlakuan yang paling baik adalah P3
Pemberdayaan Masyarakat Bukit Lawang dalam Upaya Penghijauan melalui Penanaman Pohon Buah Lokal Antoro, Budi; Rahmah, Sabrina Aulia; Afriani, Dwi Tika; Suhariyanti, Suhariyanti; Marviana, Ratna Dina; Nasution, Sarah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.757

Abstract

Upaya penghijauan menjadi strategi penting dalam mengatasi degradasi lingkungan, perubahan iklim, serta hilangnya keanekaragaman hayati di Indonesia. Pemberdayaan masyarakat lokal memegang peran strategis dalam keberhasilan program konservasi, termasuk kegiatan penanaman pohon pada kawasan permukiman dan ruang terbuka desa. Bukit Lawang, sebagai kawasan ekowisata berbasis konservasi di tepi Taman Nasional Gunung Leuser, memiliki potensi besar untuk mengembangkan praktik penghijauan berkelanjutan yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat Bukit Lawang dalam program penghijauan melalui penanaman pohon buah lokal, tingkat partisipasi warga, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaan program. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman pohon buah lokal tidak hanya berkontribusi pada perbaikan ekologi kawasan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dukungan lembaga lokal, komunitas konservasi, serta adanya kesadaran lingkungan menjadi faktor pendorong utama keberhasilan program. Sementara itu, keterbatasan bibit, kurangnya pendampingan berkelanjutan, dan minimnya fasilitas penyiraman menjadi kendala yang masih ditemui. Penelitian ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui penanaman pohon buah lokal merupakan strategi penghijauan yang efektif, multifungsi, dan berpotensi direplikasi pada kawasan ekowisata lainnya.
Peningkatan Perekonomian Kelompok Wanita Kelurahan Tanjung Selamat Kabupaten Deli Serdang Melalui Pengembangan Produk Berbahan Dasar Ikan Afriani, Dwi Tika; Syafitri, Emmy; Amalia, Mekar Meilisa
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.172 KB) | DOI: 10.29407/ja.v3i1.12701

Abstract

Community partnership program in Tanjung Selamat Village, Deli Serdang Regency, North Sumatra is motivated by the economic life of some housewives which are in the middle to lower class of economic life. The purpose of this training is to help the problems from the partnership through improving the economic life and family standard living by making a fish sauce. The methods of activities carried out to achieve the objectives of community partnership are: (1) lecture method; (2) discussion method, and (3) practical demonstration method. The practical demonstration method is carried out by training all service participants through the practice of making fish sauce directly to the group of housewives. The results of the activities that have been carried out are the increase in knowledge and skills of housewives in the diversification of processing fisheries food so that they are expected to contribute to improving the family economy.
Peningkatan Kapasitas RLI Melalui Diversifikasi Produk Maggot dan Peningkatan Pemasaran Digital Berbasis Ekonomi Sirkular Syafitri, Emmy; Afriani, Dwi Tika; Rahman, M Arif
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7639

Abstract

Rumah Larva Indonesia (RLI) sebagai unit usaha mikro menghadapi kendala keterbatasan diversifikasi produk dan lemahnya strategi pemasaran. Sebelum program, RLI hanya memproduksi maggot BSF (Hermetia illucens) segar (10-15 kg/minggu) tanpa pengolahan lanjutan, kemasan berlabel, maupun akses pasar digital. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas RLI melalui diversifikasi produk berbasis pengolahan maggot menjadi tepung dan pelet pakan alternatif, serta penguatan pemasaran digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif meliputi koordinasi dan pemetaan kebutuhan, sosialisasi program, pelatihan teknis (pengolahan maggot menjadi tepung dan pelet, formulasi pakan, pemasaran digital), penerapan teknologi tepat guna (mesin penepung kapasitas 50-60 kg/jam, pencetak pelet 10-20 kg/jam, biopond dengan sistem migrasi otomatis), dan pendampingan intensif. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas produksi dengan terciptanya produk baru berupa tepung maggot (5-7 kg/minggu) dan pelet maggot (10 kg/minggu), sementara produksi maggot segar tetap stabil (10-15 kg/minggu). Peningkatan kapasitas mitra mencapai rata-rata 80,1% meliputi pengetahuan teknis produksi (74,6%), keterampilan teknis produksi (83,3%), manajemen usaha (91,3%), dan pemasaran-branding (94,7%). Transformasi pemasaran ditandai dengan tersedianya kemasan berlabel, identitas merek, akun media sosial aktif (Instagram, Facebook), dan toko daring Shopee yang mulai menerima pesanan dari luar wilayah lokal. Dampak ekonomi meliputi peningkatan nilai jual produk 20-30% dan proyeksi pendapatan 1,5-2 kali lipat. Program menghasilkan luaran publikasi ilmiah, artikel media massa, video dokumentasi, dan SOP produksi. Model usaha berkelanjutan berbasis pemanfaatan limbah organik ini dapat direplikasi sebagai solusi ekonomi sirkular yang mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi
Integrasi Teknologi Budidaya Maggot (BSF) dan Digital Marketing: Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Desa Pasar Baru Afriani, Dwi Tika; Siswoyo, Bambang Hendra; Syah, Dedy Husrizal; Rahman, M Arif; Sumekar, Aried
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7897

Abstract

Pokdakan Teratai Baru di Desa Pasar Baru, Kabupaten Serdang Bedagai menghadapi ketergantungan tinggi terhadap pakan komersial yang menyerap 68% biaya produksi dengan volatilitas harga 15–20% per tahun, sementara terdapat potensi limbah organik 2–3 ton per hari yang belum termanfaatkan. Karang Taruna dengan 25 anggota muda memiliki akses teknologi tinggi (94% pengguna smartphone), namun belum mengoptimalkan kemampuan digitalnya untuk aktivitas ekonomi produktif. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas teknis Pokdakan dalam produksi pakan mandiri berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly hingga mencapai minimal 70% kemampuan operasional, serta meningkatkan keterampilan digital marketing Karang Taruna sebesar 100% melalui kolaborasi lintas generasi.Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Sequential Capacity Building dengan prinsip Start Small, Scale Smart, berbasis model University–Community–Government Partnership dan metode Participatory Action Research (PAR). Program dilakukan melalui lima tahapan: sosialisasi, pelatihan teknis, pembangunan infrastruktur produksi, implementasi terbatas, serta monitoring dan evaluasi partisipatif. Hasil tahun pertama menunjukkan partisipasi pelatihan 100% pada budidaya maggot dan 96% pada digital marketing dengan peningkatan pengetahuan masing-masing 83% dan 107%. Infrastruktur produksi mencapai 75% penyelesaian, menghasilkan tepung maggot berkualitas dengan protein 42,3%. Program juga menghasilkan 52 konten promosi digital, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dari 30% menjadi 78%, serta memperkuat kolaborasi antara Pokdakan dan Karang Taruna. Program ini telah membangun fondasi kuat untuk kemandirian pakan ikan dan transformasi ekonomi desa berbasis ekonomi sirkular
SCREENING AND ENZYMATIC–BIOCHEMICAL CHARACTERIZATION OF PROBIOTIC CANDIDATE BACTERIA ISOLATED FROM THE DIGESTIVE TRACT OF LAKE TOBA NILE TILAPIA (Oreochromis niloticus) Syafitri, Emmy; Afriani, Dwi Tika
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 4 (2025): Desember (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.4.2025.355-367

Abstract

Intensive Nile tilapia (Oreochromis niloticus) culture in floating net cages in Lake Toba has increased organic waste accumulation due to uneaten fish feed, contributing to water quality degradation, eutrophication, and mass fish mortality. Probiotics are considered a potential solution to improve feed digestibility to mitigate eutrophication and high concentration of dissolved organic matter. However, information on indigenous probiotic bacteria from the digestive tract of tilapia cultured in Lake Toba is limited, particularly regarding their enzymatic and biochemical characteristics. This study aimed to isolate, screen, and characterize enzyme-producing bacteria from the digestive tract of Lake Toba Nile tilapia as early probiotic candidates. Bacterial isolation was performed using serial dilution and culture on tryptic soy agar, followed by purification and morphological characterization. Enzymatic screening for amylolytic, proteolytic, and lipolytic activities was conducted using substrate-specific agar media, and selected isolates were identified using biochemical tests. Seven bacterial isolates were obtained, of which three exhibited extracellular enzymatic activity. Two isolates showed proteolytic activity with clear-zone diameters ranging from 17.4 ± 0.7 to 22.6 ± 0.7 mm, while one isolate demonstrated amylolytic activity with a clear-zone diameter of 1.57 ± 0.5 mm. No lipolytic activity was detected. Based on morphological and biochemical characteristics, the enzyme-producing isolates were identified as belonging to the genera Micrococcus, Staphylococcus, and Streptococcus. These results indicate that the digestive tract of Lake Toba Nile tilapia harbors indigenous enzyme-producing bacteria with potential as probiotic candidates. Further molecular identification, safety evaluation, and in vivo assessment are required prior to their application in aquaculture. Budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) secara intensif dalam sistem keramba jaring apung di Danau Toba telah meningkatkan akumulasi limbah organik akibat adanya pakan yang tidak termakan, sehingga berkontribusi terhadap penurunan kualitas perairan, eutrofikasi, dan terjadinya kematian ikan secara massal. Probiotik dipandang sebagai salah satu solusi potensial untuk meningkatkan kecernaan pakan untuk mitigasi terjadinya eutrofikasi dan tingginya konsentrasi bahan organik terlarut. Namun, informasi mengenai bakteri probiotik indigenous yang berasal dari saluran pencernaan ikan nila yang dibudidayakan di Danau Toba masih terbatas, khususnya terkait karakteristik enzimatik dan biokimianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, menyeleksi, dan mengkarakterisasi bakteri penghasil enzim dari saluran pencernaan ikan nila Danau Toba sebagai kandidat probiotik tahap awal. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan metode pengenceran bertingkat dan penanaman pada media tryptic soy agar, diikuti dengan pemurnian dan karakterisasi morfologi. Skrining aktivitas enzimatik meliputi aktivitas amilolitik, proteolitik, dan lipolitik menggunakan media agar dengan substrat spesifik, sedangkan isolat terpilih diidentifikasi melalui uji biokimia. Sebanyak tujuh isolat bakteri berhasil diperoleh, dengan tiga isolat menunjukkan aktivitas enzim ekstraseluler. Dua isolat menunjukkan aktivitas proteolitik dengan diameter zona bening berkisar antara 17,4 ± 0,7 hingga 22,6 ± 0,7 mm, sedangkan satu isolat menunjukkan aktivitas amilolitik dengan diameter zona bening sebesar 1,57 ± 0,5 mm. Aktivitas lipolitik tidak terdeteksi. Berdasarkan karakteristik morfologi dan biokimia, isolat penghasil enzim tersebut diidentifikasi berasal dari genus Micrococcus, Staphylococcus, dan Streptococcus. Hasil ini menunjukkan bahwa saluran pencernaan ikan nila Danau Toba mengandung bakteri indigenous penghasil enzim yang berpotensi sebagai kandidat probiotik. Identifikasi molekuler lebih lanjut, evaluasi keamanan, dan pengujian in vivo diperlukan sebelum aplikasinya dalam sistem akuakultur.
The Effects of Different Aquaponic System Designs (NFT and DWC) on Water Quality, Growth, and Survival of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Lubis, Kaisa Alhani; Siswoyo, Bambang Hendra; Afriani, Dwi Tika
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 1 (2026): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i1.20014

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of different aquaponic system designs, namely Nutrient Film Technique (NFT) and Deep Water Culture (DWC), on water quality, growth, survival rate, and feed efficiency of Nile tilapia (Oreochromis niloticus). The experiment was conducted for 30 days in the Wet Laboratory of the Aquaculture Study Program, Faculty of Fisheries, Dharmawangsa University, using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and three replicates: control (without hydroponics), DWC, and NFT. The observed parameters included absolute weight gain, absolute length gain, specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and water quality (temperature and pH). Data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that differences in aquaponic system design had a significant effect (P < 0.05) on the growth and survival of Nile tilapia. The DWC treatment produced the highest absolute weight gain of 8.5 g with a survival rate of 100%, whereas the NFT system resulted in a weight gain of 5.8 g with a survival rate of 80%. The lowest FCR was recorded in the DWC system (1.00), compared with NFT (1.07) and the control (1.25). Water quality remained within the optimal range throughout the study, with temperatures of 26–31°C and pH values of 6.6–7.2. It can be concluded that the DWC system was more effective than the NFT system and the control in improving the growth and survival of Nile tilapia.
Effect of Supplementing Feed with Kepok Banana Peel Extract (Musa balbisiana Colla) on the Growth and Survival Rate of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fry Rahmatillah, Nur Putih; Syafitri, Emmy; Afriani, Dwi Tika
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 1 (2026): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i1.20015

Abstract

This study aimed to analyze the effect of kepok banana peel extract (Musa balbisiana Colla) as a feed additive on the growth and survival of Nile tilapia (Oreochromis niloticus) fry, as well as to identify the optimum dosage. The study was motivated by the high cost of feed and the underutilization of agricultural waste as a functional feed ingredient. An experimental method employing a completely randomized design (CRD) was used, consisting of four treatments and three replicates: feed without extract (control) and feed supplemented with kepok banana peel extract at doses of 150, 200, and 250 g/kg feed. The experiment involved 12 experimental units stocked with Nile tilapia fry with an initial average size of ±3 cm and reared for 28 days. The observed parameters included absolute weight gain, absolute length gain, and survival rate. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by the least significant difference (LSD) test at the 5% significance level. The results showed that supplementation with kepok banana peel extract had a highly significant effect (P<0.01), indicating that the treatments produced statistically significant differences at a 99% confidence level. Further analysis revealed that each treatment differed significantly, with growth increasing in line with increasing extract dosage. The treatment at a dose of 25% per kg feed produced the highest growth, with an absolute weight gain of 5.43 g, an absolute length gain of 4.43 cm, and a survival rate of 86.6%. Water quality remained within the optimal range throughout the study. These findings indicate that kepok banana peel extract has potential as a natural feed additive that supports waste utilization and the sustainability of Nile tilapia aquaculture.
Effects of Garlic (Allium sativum) Extract on the Growth and Survival of Nile Tilapia (Oreochromis niloticus) Fingerlings at High Stocking Density Anggriani, Dinda Shafira; Afriani, Dwi Tika; Syafitri, Emmy
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 14 No. 1 (2026): March
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v14i1.20016

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of garlic extract supplementation as an immunostimulant and feed additive on the survival of Nile tilapia fry reared in an intensive aquaculture system under high stocking density, and to determine the most effective dosage. The study employed an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments with three replicates: no extract, 5 g/kg, 10 g/kg, and 15 g/kg of feed administered over a 28-day rearing period. The primary parameter observed was survival rate, supported by growth data. Data were analyzed using ANOVA at a 95% confidence level, followed by the Least Significant Difference (LSD) test. The results showed that garlic extract supplementation improved survival compared with the control, with values of 53.3%, 61.7%, 70.0%, and 65.0%, respectively. The treatment with 10 g/kg feed produced the highest and most optimal survival rate. A higher dose did not result in further improvement, presumably because of reduced feed palatability and the physiological response of the fish. It can be concluded that garlic extract supplementation significantly affected the performance of Nile tilapia fry, with 10 g/kg identified as the most effective dose for enhancing resistance to environmental stress. This study also provides a practical contribution by recommending an optimal dose of natural feed additive for intensive aquaculture systems.