Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KACANG KEDELAI MUDA UNTUK KELANCARAN ASI Juliani, Sri; Nurrahmaton, Nurrahmaton
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4428

Abstract

Background Breast milk is the first natural food for babies. Breast milk provides all the energy and nutrients a baby needs for the first months of life. Lack of breast milk production results in the practice of breastfeeding in infants is not met. The purpose of this study was to find out the effect of edamame beans on the production of breast milk in postpartum mothers at the Pratama Clinic Yuliana Suci in East Simeulue Subdistrict of Aceh Province.Methods This research uses Quasy Eksperiment Design using one Group Pretest-Postest Design. The population in this study is all postpartum mothers day 2-7 amounted to 6 people and a sample of 6 people. this research uses purposive sampling technique with univariate and bivariate analysis. The results of the study obtained from data analysis with Wilcoxon test showed in mothers who postpartum can be concluded pre-test and post-test edamame beans. The results in the table are known that the value of P- value (0.025) < α0.05 then H0 rejected Ha received which means there is an influence of pre-test and post-test on the administration of edamame beans on the production of breast milk in postpartum mothers in the Pratama Clinic Yuliana Suci District East Simeulue Aceh Province Year 2020.The conclusions in this study showed the results that there is an influence of edamame beans on the production of breast milk in postpartum mothers. Suggestion It is expected that at the pratama clinic to provide information to breastfeeding mothers in increasing milk production, they can consume young soybeans. Keywords: Edamame Beans, Breast milk Production, Mrs. Postpartum ABSTRAK Latar Belakang : ASI adalah makanan pertama yang alami untuk bayi. ASI menyediakan semua energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk bulan-bulan pertama kehidupan. Kurangnya produksi ASI mengakibatkan praktik pemberian ASI pada bayi tidak terpenuhi.Tujuan Penelitian : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang kedelai muda (kacang edamame) terhadap produksi asi pada ibu postpartum di Klinik Pratama Suci Yuliana Kecamatan Simeulue Timur Provinsi Aceh.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperiment Design (Rancangan Eksperiment Semu) dengan menggunakan rancangan one Group Pretest-Postest Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum hari ke 2-7  berjumlah 6 orang dan sampel 6 orang.Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian yang didapatkan dari analisa data dengan uji Wilcoxon menunjukkan pada ibu yang postpartum dapat disimpulkan pemberian kacang kedelai muda (kacang edamame) pre-test dan post-test. Hasil pada tabel diketahui bahwa nilai P- value (0.025) < α0.05 maka H0 ditolak Ha diterima yang artinya terdapat pengaruh pre-test dan post-test pada pemberian kacang kedelai muda (kacang edamame) terhadap produksi ASI pada ibu postpartum di Klinik Pratama Suci Yuliana Kecamatan Simeulue Timur Provinsi Aceh.Kesimpulan : dalam penelitian ini menunjukan hasil bahwa ada pengaruh kacang kedelai muda (kacang edamame) terhadap produksi ASI pada ibu postpartum.Saran : diharapkan pada klinik agar memberikan informasi pada ibu menyusui dalam meningkatkan produksi ASI dapt mengkonsumsi kacang kedelai. Kata kunci : Kacang Kedelai Muda (kacang edamame), Produksi ASI, Ibu Postpartum 
Vulva Hygiene Dalam Pencegahan Keputihan Di SMA Al-Amjad Medan Nurrahmaton, Nurrahmaton; Juliani, Sri
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 2 (2021): Vol.1 No.2 Juni 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i2.4429

Abstract

Background: Leucorrhoea is one of the reproductive health experienced by young women. Many teenagers do not know about vaginal discharge, vaginal discharge occurs due to poor hygiene practices, to improve the knowledge and attitudes of young women, for this chance the students is tought about health education about vulva hygiene in the prevention of vaginal discharge. Objective: This study aims to find out the effect of health education on vulva hygiene on the knowledge and attitudes of young women in the prevention of vaginal discharge in SMA Al-Amjad. Method: This research is a quantitative study that used pre-experimental design with one group pre-test and pot-test design approach. Data was collected by using a questionnaire. The sample of this study were female teenagers of SMAAl-Amjad which were obtained through 85 stratified random sampling. Data analysis used the Wilcoxon signed rank test. Results: The showed that the knowledge of young women before being given health education had an average value of 53.85, an increase to 82.06 after being given health education. The same results showed the attitude of young women before being given health education with an average value of 68.24 an increase to 77.05 after being given health education. Statistical test results obtained p value = .000 (<.05). Conclusion: of this study is the influence of health education on vulva hygiene on the knowledge and attitudes of young women in the prevention of vaginal discharge. SuggestionThis counseling will help adolescents obtain information and increase their knowledge about reproductive health. Keywords: Health Education, Leucorrhoea, Knowledge, Youth, Attitude, Vulva Hygiene ABSTRAK Latar Belakang : Keputihan adalah salah satu kesehatan reproduksi yang dialami remaja wanita. Banyak remaja tidak mengetahui tentang keputihan. Keputihanterjadi dikarenakan praktik hygiene yang buruk. Keputihan normal tidak memerlukan pengobatan khusus dan akan membaik dengan sendirinya dengan hygiene yang benar. Namun, bila ternyata yang dialami adalah keputihan yang tidak normal, dapatberpotensi mengganggu fungsi organ kewanitaan dan mengancam kesuburan para remaja saat mereka dewasa nanti.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh health education tentang vulva hygiene terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan keputihan di SMA Al-Amjad. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan design pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test pot-test design. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian ini adalah remaja putri SMA Al-Amjad yang diperoleh melaui stratified random sampling berjumlah 85 orang. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: penelitian menunjukkan pengetahuan remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan memiliki nilai rata-rata 53,85 terjadi peningkatan menjadi 82,06 setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil yang sama  menunjukkan sikap remaja putri sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan nilai rata-rata 68,24 terjadi peningkatan menjadi 77,05 setelah diberikan pendidikan kesehatan.  Hasil uji statistic didapatkan nilai p=0,000 (<0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh health education tentang vulva hygiene terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam pencegahan keputihan. Saran Penyuluhan ini akan membantu remaja memperoleh informasi dan menambah wawasan mereka tentang kesehatan reproduksi. Kata Kunci : Health Education, Keputihan, Pengetahuan, Remaja, Sikap, Vulva Hygiene
Effectiveness giving cookies Effect Of Moringa Oleifera Leaves On Increasing Hemoglobin Levels In Adolescent Girls At Private High School Pab 6 Helvetia Medan Juliani, Sri; Sibero, Jitasari Tarigan; Wulan, Mayang; Fahra, Munawatun
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i2.7678

Abstract

Moringa leaf cookies are a food preparation from moringa leaves which contain many nutrients so that they can provide effectiveness for the hematopoiesis process, and the nutrients needed in the process of forming red blood cells so that they can overcome the decrease in hemoglobin levels in iron deficiency anemia for female adolescents. This study aims to determine the effect of giving moringa leaf cookies (moringa oleifera) on increasing hemoglobin levels in female adolescents at PAB 6 Private High School Helvetia Medan in 2025. The design of this study used a Quasi-Experiment with a one group pretest and posttest design. The population in this study were 16 female adolescents, the sampling technique in this study was total sampling where the number of samples equal to the number of population which were 16 respondents. Giving moringa leaf cookies were done for 7 consecutive days as many as 4 pieces in one day. Data analysis in this study used univariate and bivariate analysis. The bivariate analysis used was the paired T-Test. The results of the study showed the average hemoglobin level before the test was (12.2 g/dl) and the result after the test was (12.4 g/dl), with a difference of (0.2 g/dl). Based on the results of the paired sample t-test, a sig value of (0.000) < 0.05 was obtained, so it can be concluded that Ha is accepted. The conclusion in this study, there is an effect of giving moringa leaf cookies on increasing hemoglobin levels in female adolescents at PAB 6 Private High School Helvetia Medan. It is suggested that female adolescents can consume moringa leaf cookies as a non-pharmacological alternative to increase hemoglobin levels.
Hubungan Jenis Kelamin, Usia Dan Jumlah Leukosit Pada Pasien Apendisitis Perforasi Dan Apendisitis Non Perforasi Bima, Irmayanti Johar; Syamsu, Rachmat Faisal; Pramono, Sigit Dwi; Purnamasari, Reeny; Juliani, Sri; Nasruddin, Hermiaty; Rizki Salsabilah R, Andi Fatihah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.379 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.56

Abstract

Apendisitis adalah salah satu kasus kegawatdaruratan. Diagnosis ditegakkan dengan mengenal gejala penyakit ini sejak dini untuk menghindari perburukan dari apendisitis akut menjadi apendisitis perforasi. Mengetahui hubungan jenis kelamin, usia dan jumlah leukosit dengan pasien apendisitis non perforasi dan pasien apendisitis perforasi di RS.Ibnu Sina Makassar tahun 2014 – 2018. Penelitian ini dengan rancangan penelitian cross sectional yaitu pengambilan sampel total sampling dengan total 125 sampel. Analisis data menggunakan uji chi square dengan p value hubungan jenis kelamin dengan apendisitis : 0.01, hubungan usia dengan apendisitis : 0.02 dan hubungan jumlah leukosit dengan apendisitis : 0.00 menggunakan program SPSS. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar pada bulan September-November 2019. Hasil penelitian menunjukkan sampel apendistis perforasi pada laki-laki 39 orang (65%) sedangkan pada perempuan 21 orang (35%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square nilai signifikan 0.01 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis Sampel apendisitis perforasi usia 0-11 8 orang (13.3%), pada usia 12-25 18 orang (30%), pada usia 26-45 13 (21.7%) dan pada usia ≥46 21 (35%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square nilai signifikan 0.02 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis. Sampel apendisitis perforasi dan leukosit kurang dari 11.000 1 orang (1.3%) dan pada ≥11.000 59 orang (98.7%). Hasil análisis menggunakan uji Chi-Square nilai signifikan 0.00 (p kurang dari 0.05) yang secara statistik menunjukkan terdapat hubungan antara suhu tubuh dan jumlah leukosit pada pasien appendisitis. Terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian apendistis perforasi, terdapat hubungan antara usia dengan kejadian apendistis perforasi dan terdapat hubungan antara jumlah leukosit dengan kejadian apendistis perforasi.
Effectiveness Of Giving Rosella Drink To Reduce Dysminore In Adolescent Girls at Amanah 1 Middle School Medan Wulan, Mayang; Juliani, Sri; Nabilla, Nabilla
Jurnal Maternitas Kebidanan Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Maternitas Kebidanan
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jumkep.v10i1.6801

Abstract

The World Health Organization (WHO) estimates that in 2020, the incidence of dysmenorrhea will be 1,769,425 (90%) women suffering from dysmenorrhea, with 10-16% suffering from severe dysmenorrhea. The purpose of the study was to determine the effectiveness of providing rosella drinks in reducing dysmenorrhea in adolescent girls at SMP Amanah 1 Medan. The research method was a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The population was all teenage girls in grades VII and VIII who experienced dysmenorrhea, totaling 32 people. The sample used a purposive sampling of 15 people. Data were collected through observation sheets and numerical rating scales. Data analysis was carried out univariately and bivariately using the sample T test. The study's results showed Frequency distribution of the dysmenorrhea pain scale at the time of the pre-test was eight people (53.3%) with a moderate pain scale, while the dysmenorrhea pain scale after giving rosella drink was 11 people (73.3%) with a mild pain scale. The results of the T-Test statistical test showed a p-value of 0.000 <0.05. The conclusion is that there is effectiveness of giving rosella drinks in reducing dysmenorrhea in female adolescents at SMP Amanah 1 Medan. It is recommended that health workers be more proactive in providing counseling on dysmenorrhea and women's reproductive health to students the education office adds a curriculum on reproductive health and schools should prepare rest areas for adolescents who experience dysmenorrhea.  
Pengaruh Pemberian Susu Kedelai terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat Juliani, Sri; Listiarini, Utary Dwi; Wulan, Mayang; Keresnawati, Evi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.645 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i4.10097

Abstract

ABSTRACT Global Breastfeeding evaluates 194 countries, and only 40% of babies get exclusive Breastfeeding. Soy milk contains acids, polyphenols, steroids, and flavonoids which can stimulate oxytocin and prolactin hormonally to produce breast milk. This study aimed to determine the effect of soy milk on increasing milk production in postpartum mothers in the Work Area of the Johan Pahlawan Health Center.The research design in this study was to use a Quasy Experimental approach design with the form of One Group Pre-test and Post-test. The sampling technique in this study was a purposive sampling technique with criteria, namely postpartum mothers who were willing to be respondents, postpartum mothers who were three until seven days, not sick, did not use breast milk boosters, and the sample size was 15 people, the bivariate test used in this study was the paired t-test. The data obtained are the pre-test minimum value of 25, a maximum of 55, and a standard deviation of 0.9804, while the post-test minimum of 50 has a maximum of 67 and a standard deviation of 0.5632. From the statistical test results, namely the paired t-test with a confidence level of 95%, it is known that the P-value = 0.000 <0.05. This study concludes that giving soy milk increases milk production in postpartum mothers in the Working Area of the Johan Pahlawan Health Center. It is hoped that the results of this study can be a choice for postpartum mothers to expedite Breastfeeding in a non-pharmacological way, namely by using soy milk. Keywords: Soybeans, Breast Milk Production, Postpartum Mothers  ABSTRAK The Global Breastfeeding mengevaluasi 194 negara, hanya 40% bayi yang mendapatkan ASI ekslusif. Susu kedelai mengandung alkoid, polifenol, steroid, flavonoid yang dapat merangsang oksitosin dan prolaktin secara hormonal untuk memproduksi ASI.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan desain pendekatan Quasy Eksperiment dengan bentuk One Group Pre-test and Post-test. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu ibu nifas yang bersedia menjadi responden, ibu nifas 3-7 hari, tidak sedang sakit, tidak menggunakan pelancar ASI jumlah sampel sebanyak 15 orang, uji bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji paired t test. Data yang diperoleh yaitu pre-test nilai minimum 25 maksimum 55 dan standard deviasi 0,9804 sedangkan post-test minimum 50 maksimum 67 dan standard deviasi sebesar 0,5632. Dari hasil uji statisik yaitu dengan uji uji paired t test dengan tingkat kepercayaan 95%, diketahui nilai P-value= 0,000 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh pemberian susu kedelai terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pilihan ibu nifas untuk melancarkan ASI dengan cara non farmakologi yaitu menggunakan susu kedelai. Kata Kunci: Kacang Kedelai, Produksi ASI, Ibu Nifas
Efektivitas Pemberian Olahan Daun Bayam Terhadap Peningkatan Kadar Haemoglobin pada Ibu Hamil di Klinik Selamat Medan Juliani, Sri; Sibero, Jitasari Taringan; Wulan, Mayang; Tampubolon, Erni Satria Darma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12986

Abstract

ABSTRACT In pregnancy, nutritional status is something that needs to be considered, because if there is a nutritional deficiency in pregnant women, it will cause risks and complications including anemia, bleeding and others. Anemia is a condition in which the number of red blood cells decreases and results in insufficient oxygen-carrying capacity to meet the physiological needs of the body. The incidence of anemia in pregnant women is 20% in the first trimester of pregnancy, 70% in the second trimester, and 70% in the third trimester. This study aims to determine the effectiveness of giving spinach extract to increase haemoglobin levels in pregnant women with mild anemia at the Selamat Medan Clinic. The research design used was a one group pre-test-post-test design, namely by measuring haemoglobin levels before (pre-test) and after (post-test) was given. The sample in this study was 8 people. The results showed that the results of the Statistical Paired sample T-test obtained a T value = -2.646 with p-value = 0.033 <0.05, so that the hypothesis decision was accepted that there was an effectiveness of giving spinach extract to increase haemoglobin.The conclusion of the study is that there is an effectiveness of giving spinach extract to increase haemoglobin levels in pregnant women with mild anemia at the Selamat Medan Clinic. It is recommended that respondents or pregnant women who are anemic can consume spinach extract to help increase haemoglobin levels. Keywords: Pregnancy, Anemia, Green Spinach   ABSTRAK Anemia yang terjadi pada ibu hamil akan berdampak pada ibu dan bayinya. Dampak yang ditimbulkan antara lain, abortus, kurang tenaga saat  melahirkan sehingga partus lama dan infeksi pada ibu dan bayinya, perdarahan pada waktu melahirkan, kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat lahir rendah serta janin mengalami kekurangan gizi saat dalam kandungan intra uterine growth retardation IUGR). Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%, dan trimester III sebesar 70%. Dalam kehamilan status gizi merupakan hal yang perlu diperhatikan, kekurangan gizi pada ibu hamil akan menyebabkan risiko dan komplikasi diantaranya yaitu anemia, pendarahan dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui Efektifitas Pemberian Ekstrak Bayam Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Klinik Selamat Medan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rencangan one group pre test-pos test yaitu dengan melakukan pengukuran kadar haemoglobin sebelum dan sesudah diberikan. Sampel dalam penelitian ini 8 orang menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Statistic Paired Sample T-test. Hasil Uji Statistic Paired Sample T-test didapat nilai T=-2.646 dengan pvalue=0,033< 0,05, sehingga keputusan hipotesis diterima bahwa ada pengaruh pemberian Olahan bayam untuk meningkatkan Haemoglobin. Kesimpulan penelitian ada Efektifitas Pemberian Ekstrak Bayam Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada ibu Hamil Dengan Anemia Ringan Di Klinik Selamat Medan. Disarankan kepada responden atau agar ibu hamil yang anemia dapat mengkonsumsi ektrak bayam dalam membantu meningkatkan kada hemoglobin. Kata Kunci: Kehamilan, Anemia, Bayam
PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA BAHAGIA, KELUARGA SEJAHTERA MELALUI PENDEKATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF Syari, Mila; Nurrahmaton, Nurrahmaton; Rauda, Rauda; Juliani, Sri; Harahap, Novy Ramini
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan individu yang berusia 60 tahun keatas yang mengalami proses penuaan yang ditandai dengan penurunan fungsi organ dan kerentanan terhadap penyakit. Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, sehingga diperlukan Upaya promotive dan preventif untuk menjaga kualitas hidup mereka. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah rendahnya pengetahuan lansia terkait pola makan sehat,aktifitas fisik dan menajemen stress lanisa. Untuk mengurangi kesakitan dan meningkatkan kesejahteraan lansia di perlukan Upaya promotive dan preventif pada lansia untuk hidup lebih baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan di Desa Brahrang, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Sasaran kegiatan adalah lansia sejumlah 41. Bentuk pengabdian dilakukan dengan memberikan informasi dan edukasi kepada lansia. Informasi tentang tentang pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mngurangi rasa kesakitan yang dialami, penyuluhan tentang asupan makanan yang bergizi, olahraga ringan yang dilakukan minimal satu minggu sekali dan manajemen stress untuk mengurangi beban hidup lansia. Pemeriksaan kesehatan lansia dapat dilakukan secara rutin melalui posyandu lansia yang diadakan puskesmas setempat untuk dapat memeriksakan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, imunisasi lansia dan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap jika diperlukan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit, serta meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Diharapkan intervensi ini dapat memicu perubahan perilaku dan meningkatkan derajat kesehatan lansia di desa tersebut.
EDUKASI GAYA HIDUP SEHAT DAN DETEKSI DINI PENYAKIT BAGI LANSIA Harahap, Novy Ramini; Rauda, Rauda; Nurrahmaton, Nurrahmaton; Juliani, Sri; Syari, Mila
EBIMA : Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat Vol 6 No 2 (2025): Ebima: Jurnal Edukasi Bidan di Masyarakat
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap penyakit tidak menular, sehingga diperlukan upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada lansia usia ≥ 55 tahun mencapai hingga 55,2 %, dan prevalensi diabetes melitus pada kelompok lansia berkisar 6,29 %, di Kabupaten Langkat sendiri, data menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 26,36 %. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Sasaran kegiatan adalah lansia sejumlah 35 orang. Bentuk pengabdian meliputi edukasi mengenai gaya hidup sehat (pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, manajemen stres) dan pemeriksaan deteksi dini (tekanan darah, gula darah). Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung pemeriksaan kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan lansia tentang gaya hidup sehat dan deteksi dini penyakit, serta meningkatnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Diharapkan intervensi ini dapat memicu perubahan perilaku dan meningkatkan derajat kesehatan lansia di desa tersebut.