Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ASAS LARANGAN PERKAWINAN MENURUT HUKUM ISLAM Shaliha Baraqbah, Syarifah; Rodliyah, Nunung; Kasmawati, Kasmawati; Kurniawati, Eka; Nurlaili, Elly; Sekar Dewi Kulsum, Sayyidah
Jurnal Perbankan Syariah Indonesia (JPSI) Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jpsi.v4i2.296

Abstract

Pelaksanaan perkawinan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, salah satunya dengan memenuhi asas larangan perkawinan untuk perkawinan. Asas tersebut tidak hanya menjadi bagian dari syarat sahnya perkawinan, tetapi juga menjadi aspek penting dalam pertimbangan hakim ketika memutus perkara dispensasi kawin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna asas larangan perkawinan dalam perspektif hukum Islam serta bagaimana penerapannya oleh hakim dalam kasus dispensasi kawin di Pengadilan Agama Tanjung Karang. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif-empiris dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan temuan, asas ini mencakup larangan tetap seperti nasab, radha'ah (persusuan), dan mushāharah (persemendaan). Sedangkan larangan sementara mencakup perkawinan dua saudara sekaligus, wanita dalam iddah, dan perbedaan agama. Dalam praktik, penerapan asas ini dilakukan melalui pemeriksaan identitas, verifikasi saksi, dan koordinasi dengan KUA serta pihak medis. Hakim juga mempertimbangkan kematangan fisik dan psikologis calon mempelai, khususnya dalam perkara dispensasi kawin, sebagai bentuk perluasan interpretasi asas.
LANGUAGE VARIATIONS USED BY TRANSGENDER INDIVIDUALS AS LANGUAGE IDENTITY IN DENPASAR, BALI Anwari, Anwari; Kurniawati, Eka; Isnina, Fathimah
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 4 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i4.438-444

Abstract

This study aims to describe the kinds of language variations used by transgender individuals in Jl. Bungtomo Denpasar, Bali. This research applied field observation and was supported by interviews and recording techniques. The result shows that transgender language in Denpasar, Bali, can be categorized into singular subject, question word, demonstrative pronoun, noun, verb, adjective, and adverb. The phenomenon of language used by transgender individuals as their language variation to convey wishes in their social community. They also addressed it in code language to communicate with their social gender. On the other hand, they felt comfortable with their transvestite relationship in daily communication rather than standard language. They also considered that their variation of language is their own language that other people will not understand what is being said by them. This language was not born in the safe space of an intergovernmental association, but it was used in the dark area of transvestite prostitution. According to them, this jargon can only be used if it is used by speakers of the language. There are two conditions for encouraging the birth of this language. First, they sold themselves and were afraid of being harassed by their consumers. Second, before the pornography law existed, they realized that their sexuality was deviant.