Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Upaya Guru Bimbingan Konseling dalam Pembinaan Karakter Siswa Ratna Musnida Sari; Sar'an
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2022): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i1.12

Abstract

Seiring perubahan zaman yang semakin maju, berubah pula tatanan kehidupan masyarakat. Dari hal yang paling kecil misalnya tegur sapa dengan guru. Dahulu setiap kali bertemu dengan orang, yang muda menyapa yang tua, akan tetapi sekarang adat yang seperti itu telah menurun. Fenomena kemerosotan akhlak anak seperti melawan kepada guru, bolos pada jam mata pelajaran, tidak shalat dan terlambat datang ke sekolah. Peningkatan kualitas akhlak penting ditanamkan kepada peserta didik MADRASAH ALIYAH MUHAMMADIYAH TAMIANG UJUNG GADING, agar akhlak yang kurang baik dapat ditanggulangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru Bimbingan Konseling dalam membina karakter siswa dan kendala yang di hadapi dalam membina karakter siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; 1) Upaya guru Bimbingan Konseling dalam membina karakter siswa sudah maksimal dan terlaksana dengan baik. Karena dapat kita lihat guru bimbingan konseling dapat menerapkan kedisiplinan terhadap diri sendiri maupun peserta didik. 2) Guru Bimbingan Konseling bisa memotivasi, menasehati dan memberi contoh kepada peserta didik agar memiliki akhlak yang baik dan mampu menerapkannya dilingkungan masyarakat.3) Faktor Penghambat guru Bimbingan Konseling  Dalam Membina karakter Siswa adalah dari didikan orang tua dan lingkungan yang ia tinggali.
Effectiveness of Implementing Trauma Healing on Students' Learning Motivation Post-Earthquake Sar'an, Sar'an; Fadlan, Amul Husni; Fuadi, Afif; Hartini, Sri
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 1 (2026): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v12i1.355

Abstract

Trauma is a life experience that disrupts the biochemical balance of the brain's psychological information processing system. Trauma is caused by various cruel things that befall a person and deeply imprint their memory. To eliminate it, recovery efforts are carried out. These efforts are often termed trauma healing. The purpose of this study was to determine the effectiveness of trauma healing in dealing with trauma experienced by children aged 18 years in the area closest to the West Pasaman earthquake. The method used in this study was the Action Research Method, a research method used to test, develop, discover, and create new actions. So that when these actions are applied in work, the work process will be easier, faster, and produce more and quality results. In this study, the researcher directly acted as the trauma healing actor from planning to implementation. The results of this study showed that the trauma healing program in schools made children cheerful and more enthusiastic about going to school, studying, and worship. During the post-earthquake period, school learning was carried out in groups during the day, while in the morning, learning and trauma healing were carried out at school.
Pembukaan Pembelajaran sebagai Strategi Membangun Motivasi dan Partisipasi Siswa Mailiza Putri; Iswandi Iswandi; Aditia Pratama; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembukaan pembelajaran sebagai strategi membangun motivasi dan partisipasi siswa. Pembukaan pembelajaran merupakan tahap awal yang memiliki peran penting dalam menyiapkan kondisi mental, emosional, dan kognitif siswa sebelum memasuki kegiatan inti. Namun, dalam praktiknya, pembukaan pembelajaran masih sering dilakukan secara rutin dan administratif, seperti salam, doa, presensi, serta penyampaian materi, tanpa dioptimalkan sebagai strategi untuk membangkitkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan mengenai pembukaan pembelajaran, motivasi belajar, apersepsi, dan partisipasi siswa. Literatur dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan sintesis temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembukaan pembelajaran yang efektif dapat membangun motivasi siswa melalui kegiatan menarik perhatian, menghubungkan materi dengan pengalaman siswa, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran, serta menciptakan suasana kelas yang positif. Selain itu, pembukaan pembelajaran juga dapat meningkatkan partisipasi siswa melalui pertanyaan pemantik, apersepsi kontekstual, penggunaan media visual, cerita singkat, dan aktivitas awal yang interaktif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pembukaan pembelajaran bukan sekadar kegiatan pendahuluan, melainkan strategi pedagogis yang menentukan kesiapan, minat, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembukaan pembelajaran secara kreatif, kontekstual, dan partisipatif agar proses belajar menjadi lebih aktif, bermakna, dan menyenangkan.
Seni Memberikan Penguatan dalam Proses Pembelajaran Rimi Mawati; Sar'an; Salman; Roiz Zulhadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Al Karim Edisi September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v10i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, prinsip, efektivitas, serta dampak pemberian penguatan dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan mengacu pada tahapan PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas penguatan positif, pujian guru, penguatan verbal dan nonverbal, behavior-specific praise, motivasi, keterlibatan, perilaku, serta hasil belajar peserta didik. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan merupakan keterampilan pedagogis yang berperan penting dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, kepercayaan diri, efikasi diri, perilaku positif, dan kualitas hubungan antara guru dan peserta didik. Penguatan verbal dan nonverbal menjadi bentuk yang paling banyak digunakan, sedangkan pujian yang spesifik terhadap perilaku, usaha, strategi, dan proses dinilai lebih efektif dibandingkan pujian umum atau pujian yang hanya berorientasi pada kemampuan pribadi. Efektivitas penguatan ditentukan oleh ketepatan waktu, ketulusan, keadilan, relevansi, proporsionalitas, dan kesesuaiannya dengan karakter peserta didik. Namun, penguatan yang diberikan secara berlebihan, tidak autentik, tidak adil, atau terlalu berorientasi pada hadiah dapat menimbulkan ketergantungan terhadap motivasi eksternal dan mengurangi motivasi intrinsik. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan lima karakter utama penguatan yang efektif, yaitu spesifik, autentik, kontekstual, proporsional, dan berorientasi pada perkembangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa seni memberikan penguatan bukan sekadar tindakan memuji, melainkan kemampuan guru dalam merancang respons pedagogis yang mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik.
Normalizing Abusive Language on Social Media: Prevention Strategies and Islamic Education Approaches Iswandi Iswandi; Taufik Hidayat; Sar'an
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of social media has significantly changed people's communication patterns, but at the same time, it has given rise to issues of language ethics, particularly the widespread use of offensive language, which has undergone a process of normalization. Abusive language is no longer viewed as a violation but rather as part of a normal digital communication culture, particularly among children and adolescents. This phenomenon has the potential to influence character formation, reduce politeness, and weaken social empathy. This study aims to analyze the normalization of offensive language on social media, identify influencing factors, and examine prevention strategies through an Islamic education approach. This research used a qualitative approach with a case study approach. The subjects consisted of adolescents who actively use social media, their parents, and Islamic Religious Education teachers. Data were collected through in-depth observation of social media activity, semi-structured interviews, and documentation studies. Data analysis was conducted interactively through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, applying triangulation of sources and methods to ensure data validity. The results indicate that the normalization of offensive language occurs through repeated exposure, digital social pressure, and minimal guidance on language ethics from families and schools. Harsh language normalized in digital spaces carries over into everyday social interactions. However, Islamic education has proven to play a strategic role in preventing this phenomenon through internalizing the values ​​of language etiquette, leading by example, and strengthening noble morals. This research emphasizes the importance of integrating Islamic education into digital literacy to foster a culture of polite and responsible communication on social media.
PENGARUH KONTEN DIGITAL TERHADAP MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI ERA MODERN Idrus Salam; Hamdan; Sahara; Ikhsan Candra Suhada; Sar'an
Journal of Scientech Research and Development Vol 8 No 2 (2026): JSRD, December 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v8i2.1672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konten digital terhadap manajemen pendidikan Islam di era modern. Konten digital seperti media pembelajaran berbasis video, e-learning, platform digital, dan sistem informasi manajemen pendidikan menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah library research (studi kepustakaan) dengan mengkaji berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep yang berkaitan dengan digitalisasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa konten digital memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan Islam, khususnya dalam aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan. Selain memberikan kemudahan akses informasi dan komunikasi, konten digital juga mampu meningkatkan inovasi dan kualitas layanan pendidikan Islam. Namun demikian, implementasinya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan literasi digital tenaga pendidik, kesenjangan infrastruktur teknologi, serta kebutuhan penguatan kebijakan kelembagaan. Diperlukan strategi manajemen yang adaptif dan berbasis nilai-nilai Islam agar transformasi digital dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.