Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PEMBINAAN KEROHANIAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KEAGAMAAN MELALUI PENGAJIAN UMUM DI DESA KEBONTUNGGUL GONDANG MOJOKERTO JAWA TIMUR Mufaizah; Siti Kholidatur Rodiyah; Mochammad Ikwan; Laila Badriyah
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 1 (2025): Vol. 2 No. 1 Edisi Januari 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i1.533

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas keagamaan di masyarakat adalah pembinaan kerohanian. Pengajian umum, yang memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai agama, adalah salah satu bentuk pembinaan yang paling sering dilakukan di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana pengajian umum berdampak pada kualitas keagamaan di Desa Kebontunggul Gondang, Mojokerto Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data tentang pengajian umum di Desa Kebontunggul Gondang. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi tentang bagaimana pengajian umum dilakukan di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian umum telah meningkatkan pemahaman agama masyarakat, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan ketakwaan masyarakat. Akibatnya, pengajian umum menjadi alat penting untuk meningkatkan kerohanian dan kualitas keagamaan masyarakat.
Pengembangan Desain Instruksional Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Ibtida’iyah Siti Kholidatur Rodiyah
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2021): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Islamic Sharia Coll

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.411 KB) | DOI: 10.55606/ay.v3i2.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model pengembangan desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan oleh Walter Dick & Lou Carey dengan 9 langkah pengembangan rancangan pembelajaran: (1) Mengidentifikasi tujuan pengajaran; (2) Melakukan analisis instruksional; (3) Mengidentifikasi perilaku/karakteristik awal siswa; (4) Merumuskan tujuan kinerja; (5) Pengembangan tes referensi benchmark; (6) Pengembangan strategi pengajaran; (7) Pengembangan atau memilih untuk mengajar; (8) Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif; dan (9) Pengajaran revisi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan desain pembelajaran menuntut tercapainya kompetensi abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Berdasarkan tuntutan tersebut, pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam harus berbasis multimedia.
Membangun Mental Eduprenership melalui Mata Pelajaran Prakarya Siti Kholidatur Rodiyah; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 29 No. 02 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i02.510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana membangun mental edupreneurship melalui mata pelajaran prakarya di SMA Jati Agung Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode Library Research atau kepustakaan. Data yang diambil berasal dari sumber sekunder. Acuan sekunder yang dipakai dalam penelitian ini adalah sejumlah buku yang masih ada kaitannya dengan objek penelitian, seperti buku-buku baik cetak maupun digital, dan bahan rujukan lain yang relevan dengan pokok masalah yang dibahas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Proses pembentukan mental kewirausahan yang lebih alami/ natural harus dilakukan ketika peserta didik mulai masuk Lembaga pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Sikap mental positif seperti memiliki motivasi tingggi, berani mengambil resiko dan berorentasi ke depan merupakan sikap mental yang dimiliki wirausahawan. Pendidikan SMA Jati Agung mengutamakan mental skill dari pada job skill. Ini berbeda dengan sekolah-sekolah umum di luar yang lebih mengutamakan job skill. Keberhasilan dan keunggulan suatu Lembaga sekolah menengah atas, termasuk juga di SMA Jati Agung Sidoarjo diukur dari seberapa mampu memberdayakan peserta didiknya untuk menjadi orang sukses dan menyumbang kesuksesan pada sekolahnya. Hal ini dapat terwujud melalui edupreneurship dalam mata pelajaran prakarya. Melalui edupreneurship, Lembaga sekolah dapat membekali lulusan mereka supaya memilki daya saing yang tinggi dengan meningkatkan potensi dan skill mereka, baik berupa inovasi, kreatifitas, dan jiwa kewirausahaan khusunya dibidang Pendidikan.
Peran Partisipasi Mahasiswa dalam Mewujudkan Lingkungan Kampus yang Bersih dan Nyaman Siti Kholidatur Rodiyah; Istiqomah, Nur; Masnawati, Eli; Mardikaningsih, Rahayu; Hariani, Mila
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan kampus yang bersih dan nyaman merupakan indicator penting dalam menunjang kualitas Pendidikan tinggi. Karena kondisi fisik yang terjaga tidak hanya memengaruhi kenyamanan pelajar, tetapi juga kesehatan, produktivitas, dan iklim akademik secara keseluruhan. Penilitian ini bertujuan menganalisis secara komperehensif peran partisipasi mahasiswa dalam mewujudkan lingkungan kampus yang bersih dan nyaman melalui berbagai bentuk keterlibatan aktif maupum pasif yang muncul dalam aktivitas sehari–hari. Pendekatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menggunkan metode participatory Action Research (PAR), yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam setiap tahapan melalui kegiatan survey kondisi lingkungan, aksi bersih–bersih, edukasi, sosialisasi, setra dokumentasi aktivitas sebagai bagian dari proses reflekdi dan evaluasi. Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menunjukan bahwa mahasiswa dengan kesadaran ekologis tinggi lebih cenderung terlibat dalam kegiatan kebersihan rutin, mematuhi aturan pengelolaan sampah, dan berpartisipasi dalam program kampus hijau yang diselenggarakan oleh lembaga maupun organisasi kemahasiswaan, selain itu, perilaku menjaga keberihan dipengaruhi tidak hanya oleh factor individu, tetapi juga oleh dukungan institusional, ketersediaan fasilitas, dan budaya lingkungan kampus yang terbentuk dari kebiasaan kolektif. Secara keseluruhan, penilitian ini menegaskan bahwa partisipasi mahasiswa merupakan elemen strategis dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan lingkungan kampus yang bersih, tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh sivitas akdemika. Upaya ini juga memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya perilaku ramah lingkuangan di kampus setiap hari.