Claim Missing Document
Check
Articles

Central Station: Road Movie and Transnational Film Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.321 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i2.1650

Abstract

A certain genre of film generally has certain formulas, that is codes and conventions that is used to represent its elements. In addition, a film could and mostly belong to more than one genre. Road movie generally tells story of people “on the road” or on journey to places, while transnational film can be described as film that is capable to bring about story that can be rooted on any national culture. This study is then attempt to attest Central Station as a road movie as well as a transnational film, which arguably can be done by identifying elements of the film, such as narrative and mode of production, that constitute to a certain genre.Key words : Film, Genre, Road Movie, Transnational Movie, Central Station 
Aktivitas Komunikasi Komunitas Pokemon Go Club Karawang Fardiah Oktariani Lubis; Flori Mardiani Lubis; Weni Adityasning Arindawati
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3229

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki naluri untuk hidup secara berkelompok. Kelompok  jugaterbentuk karena anggota-anggotanya mempunyai tujuan bersama dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama dan mengenal satu sama lainnya Komunitas merupakan salah satu bentuk dari kelompok, dan di dalam komunitas saling terjadi pertukaran pesan, dan pertukaran pesan tersebut membentuk suatu aktivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas komunikasi dari komunitas pemain game augmented reality Pokemon Go yang berada di Karawang, yaitu Pokemon Go Club Karawang (PCK). Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif melalui proses wawancara dengan nara sumber, yaitu koordinator-koordinator lapangan dari komunitas PCK, observasi, dan juga studi pustaka. Dari penelitian diperoleh bahwa komunitas PCK melakukan aktivitas komunikasi hampir setiap hari dalam bentuk komunikasi verbal dan nonverbal. Komunikasi verbal mendominasi keseharian interaksi diantara anggota-anggotanya, dan sebagian besar interaksi terjadi dengan menggunakan whatsapp. Fitur-fitur dari game Pokemon itu sendiri menghasilkan istilah-istilah khusus yang dipahami bersama maknanya oleh para anggota. Aktivitas komunikasi nonverbal diidentifikasi pada gerakan tangan pemain dan juga atribut-atribut yang menjadi identitas dari komunitas.Kata Kunci: Pokemon Go, Komunikasi Kelompok, Aktivitas Komunikasi
Representasi Culture Shock pada Film Bollywood Queen: Studi Semiotika Roland Barthes Tentang Representasi Culture Shock Pada Film Bollywood Queen Flori Mardiani Lubis; Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v4i2.3231

Abstract

Culture shock dapat terjadi pada individu yang mengalami perpindahan budaya dari suatu kondisi yang dikenalnya kemudian memasuki lingkup budaya baru yang tidak familiar. Realitas seperti ini juga digambarkan dalam film, yang merupakan bentuk dari komunikasi massa. Salah satu film yang dapat digunakan untuk mengamati representasi culture shock adalah film Bollywood Queen, dimana tokoh utama dalam film tersebut menghadapi berbagai benturan budaya yang membuat karakter utama dalam film tersebut dapat diargumentasikan mengalami culture shock. Karakter dan unsur-unsur film memiliki kaitan erat dengan dengan semiotika. Semiotika adalah ilmu mengenai tanda-tanda. Roland Barthes adalah salah seorang tokoh semiotika yang berpendapat bahwa semiotika mempelajari bagaimana kemanusiaan memaknai hal-hal melalui konsep denotasi, konotasi dan mitos dalam suatu teks. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes dengan menggunakan data tekstual berupafilm yaitu film Bollywood berjudul Queen.Kata Kunci:  Culture Shock, Film Bollywood Queen, Semiotika
Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya pada Mahasiswa Jefriyanto Jefriyanto; Mayasari Mayasari; Fardiah Oktariani Lubis; Kusrin Kusrin
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v5i1.3740

Abstract

Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Etnis Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang (Analisis Deskriptif Mengenai Culture Shock dalam Komunikasi Lintas Budaya pada komunitas Ikatan Mahasiswa Etnis Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang), Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti untung mengangkat culture shock dalam komunikasi lintas budaya yang dialami mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang yang menuntut ilmu di Universitas Singaperbangsa Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan culture shock yang dihadapi mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang sertaapa saja hambatan yang dialami dalam komunikasi lintas budaya. Hasil dari penelitian menunjukan tahapan culture shock yang dihadapi mahasiswa etnis Minangkabau pada komunitas Ikatan Mahasiswa Minangkabau Universitas Singaperbangsa Karawang serta apa saja hambatan yang dialami dalam komunikasi lintas budaya.Kata Kunci: Culture Shock, Hambatan Komunikasi Lintas Budaya, Etnis Minangkabau
Culture Shock Relawan Asing di Kabupaten Karawang, Jawa Barat Satria Ali Syamsuri; Fajar Hariyanto; Fardiah Oktariani Lubis
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.854 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7804

Abstract

Culture shock is pyschology name to describe the circumstance and feeling of someone facing different socio-culture environmental condition. This research examines the phenomenon of culture shock in the foreign volunteers in Karawang Regency, they are incorporated in an official government agency from United States namely Peace Corps. The foreign volunteers who become research informants in Indonesia are in teaching program for two years in school, in Batu Jaya and Cilamaya, Karawang Regency. This research using descriptive qualitative method to observe social phenomenon which produces descriptive data on the phenomenon that occurs in the foreign volunteers related to culture shock they experienced. The result of this research shows that the foreign volunteers experiencing level of culture shock on their new cultural environment in Indonesia, where the optimistic phase, the cultural problem phase, and the recovery phase are experienced by them. Until now, the foreign volunteers have entered the adjustment phase. Culture shock atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gegar budaya merupakan istilah psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Penelitian ini mengkaji fenomena culture shock pada relawan asing yang berada di Kabupaten Karawang, para relawan asing dalam penelitian ini tergabung dalam suatu lembaga resmi pemerintah yang berasal dari negara Amerika yaitu Peace Corps. Para relawan asing yang menjadi informan penelitian berada di Indonesia dalam program mengajar selama dua tahun di sekolah yang berada di Batu Jaya dan Cilamaya, Kabupaten Karawang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekriptif kualitatif untuk mengamati fenomena sosial yang menghasilkan data deksriptif atas fenomena yang terjadi pada para relawan asing terkait gegar budaya atau culture shock yang dialaminya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para relawan asing mengalami tingkatan culture shock pada lingkungan budaya barunya di Indonesia, dimana fase optimistik, fase masalah kultural dan fase recovery dialami oleh para relawan asing, hingga pada saat ini para relawan asing memasuki fase penyesuaian.
MULTIKULTURAL PADA PASANGAN BEDA WARGA NEGARA INDONESIA – KOREA SELATAN Dinda Aulia; Fardiah Oktariani Lubis; Rastri Kusumaningrum
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 9 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i9.2022.3279-3285

Abstract

Multikultural pada Pasangan Beda Warga Negara Indonesia – Korea Selatan ini sudah cukup banyak terjadi. Namun hambatan dalam sebuah hubungan dengan pasangan yang satu negara pun akan selalu ada, begitu pula pada pasangan warga negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengalaman multikulturalisme yang dilakukan oleh pasangan beda warga negara Indonesia – Korea Selatan. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah menggunakan metode penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Informan dalam penelitian ini juga ditentukan dengan purposive sampling, yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh peneliti. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa hambatan dalam pasangan beda warga negara Indonesia – Korea Selatan ini selalu ada, seperti perbedaan bahasa, budaya dan pola pikir dapat terjadi dan menyebabkan sebuah hambatan dalam sebuah hubungan dan dapat mengakibatkan sebuah konflik.
Konstruksi Sosial Stereotip Laki-Laki Feminin Noer Khavifah; Fardiah Oktariani Lubis; Oky Oxcygentri
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 22 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.833 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.7356981

Abstract

Indonesian society has stereotypes that differentiate between men and women. Women are required to behave in a feminine manner, and men are required to behave in a masculine manner. Even though there have been stereotypes in society, in reality there are still men who have more dominant feminine traits or are referred to as feminine men. The existence of a feminine male is of course not in accordance with the behavior expected by society. The existence of this discrepancy resulted in a stigma as social control in society. The purpose of this study was to determine the views of feminine men on masculinity stereotypes and stereotypes as feminine men. This research method is qualitative with a case study approach with a multi-case design, data collection techniques with in-depth interviews, observation and documentation. The results of this study are feminine men view that the concept of masculinity which has been used as a standard to define a person as an ideal man and to conform to society's expectations, is still very rigid and still based on the values ​​of masculinity and strength and the view that This suggests that feminine men have a more fluid view when explaining the concept of masculinity. In choosing himself to be a feminine man, the feminine man in the results of this study still applies some existing masculinity values, but once again does not have to depend on or rely on the stereotypes that have been set by society
ANALISIS SEMIOTIK MAKNA RASA PENYESALAN PADA LIRIK LAGU K-POP NCT DREAM “SORRY, HEART” Nirmala Sapta Nirwana; Weni Adityasning Arindawati; Fardiah Oktariani Lubis
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 10 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i10.2022.3719-3730

Abstract

NCT Dream merupakan salah satu boygroup asal Korea Selatan yang telah berhasil mencapai kesuksesan di kancah internasional. Selain merangkul anak-anak remaja yang kehilangan semangat hidupnya, NCT Dream juga merangkul NCTzen (penggemar NCT) yang galau dan sedih akibat dari akhir sebuah hubungan. NCT Dream mengungkapkan perasaan tersebut kepada NCTzen melalui lagu-lagu mereka. Selanjutnya Penelitian ini berjudul Analisis Semiotik Makna Rasa Penyesalan Lirik Lagu “Sorry, Heart” karya NCT Dream. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam lirik lagu tersebut dan mengkaji bagaimana penanda dan petandanya. Teori semiotika yang digunakan untuk mengupas lirik lagu NCT Dream dengan judul “Sorry, Heart” dan relevan adalah teori Ferdinand De Saussure. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan bahwa lirik lagu Sorry, Heart milik NCT Dream mengandung makna pesan rasa penyesalan. Selain itu, penelitian ini mampu memberikan makna lain dari perumpamaan yang digambarkan melalui teori analisis semiotik Ferdinand De Saussure
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Lazatto Unsika 2 Dalam Mempromosikan Produk Kepada Konsumen Intan Awalia; Fardiah Oktariani Lubis; Made Panji Teguh Santoso
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol 3 No 1 (2023): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.099 KB) | DOI: 10.47467/dawatuna.v3i1.2559

Abstract

\\\\This study aims to analyze the marketing communication strategy used by Lazatto Unsika 2, in promoting its products to consumers. The development process of globalization was initially marked by advances in information and communication technology, which gradually increased rapidly until finally humans were increasingly spoiled by all existing technology. Likewise in the culinary business world, the promotion and transaction process is easier and more practical to do with digital technology. This has led to an increase in consumer interest in culinary products, and has made the culinary industry one of the most profitable industries and has led to more and more entrepreneurs in this field. The results showed that the marketing communication strategy carried out by Lazatto Unsika 2 in promoting products to its customers in Karawang was very well done. The messages and information conveyed by Lazatto Unsika 2 in increasing customer interest in Karawang are carried out with various interesting and unique promos. The promotion process was also quite successful in attracting a lot of customer interest. Keywords: Strategy; Marketing Communication; Promotion
Perang Tagar Di Ruang Virtual Diskursus Politik Capres Pasca Debat Putaran Kedua Ana Fitriana P; Ema Ema; Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jk.v12i1.5622

Abstract

This study aims to uncover the political discourse of the Presidential Candidates after the second round of debates, Jokowi VS Prabowo in virtual space. The background of the political discourse of the 2019 Presidential Election debate in the virtual space gave rise to various responses and sentiments among the supporters. After the Presidential Election debate, the hashtag war between #BohongLagiJokowi and # 02GagapUnicorn on social media Twitter became the main discussion. The aim is to disperse the power, ideology, and interests behind the presidential political discourse through the Fairclough Critical Discourse Analysis. The research method uses qualitative methods to parse the problem in research, using critical thinking as a basis for research. The results showed the tweet of Prabowo supporters trying to show stunts through language. The use of subject pronouns such as the word Mukidi to dwarf the subject, also uses the hashtags #DeletJokowi, #UnistallJokowi, and #BohongLagiJokowi as symbols of virtual communication. In contrast, the tweet of Jokowi's supporters sent a stuttering sentiment because they didn't understand the e-comer business. Hashtag # 02GagapUnicorn as a virtual symbol for organizing texts. In the order of messo or the production of text, the two supporters make a virtual symbol through the hashtag to become a topic of discussion on Twitter. In the situational or macro aspects are influenced by the post-truth phenomenon that is vague information whose source is unclear, have an impact on the inclusion of opinions on the assassination of certain characters. The advice, wise social media, understand and thoroughly source of information, is not affected by the use of certain metaphors, and at the stage of text, production needs to pay attention to the effects that will impact on the influence of social psychology of each supporter.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap diskursus politik Capres pasca debat putaran kedua, Jokowi VS Prabowo di ruang virtual. Dilatarbelakangi oleh lanskap diskursus politik debat Pilpres 2019 di ruang virtual yang menimbulkan berbagai tanggapan dan sentimen di antara kedua kubu pendukung. Pasca debat Pilpres perang tagar antara #BohongLagiJokowi dan #02GagapUnicorn di Twitter menjadi pembahasan utama. Tujuannya untuk membongkar kuasa, ideologi dan kepentingan di balik wacana politik Pilpres melalui analisis wacana kritis Fairclough. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif untuk mengurai masalah dalam penelitian, dengan menggunakan pemikiran kritis sebagai dasar pijakan penelitian. Hasil penelitian menunjukan tweet warganet pendukung Prabowo berusaha menunjukkan pengkerdilan melalui Bahasa. Penggunaan kata ganti subjek seperti kata Mukidi untuk mengkerdilkan subjek, juga menggunakan tagar #DeletJokowi, #UninstallJokowi dan #BohongLagiJokowi sebagai simbol komunikasi virtual. Namun sebaliknya, tweet warganet pendukung Jokowi membuat sentimen dengan kata-kata gagap karena tidak memahami bisnis milenial (e-commerce). Tagar #02GagapUnicorn sebagai simbol virtual untuk pengorganisasin teks, sedangkan di tahapan produksi teks (messo) kedua pendukung membuat simbol virtual melalui tagar (#) untuk menjadi tren topik pembahasan di Twitter. Pada aspek situasional (makro) dipengaruhi oleh fenomena post-truth yaitu informasi-informasi samar yang tidak jelas sumbernya, berdampak terhadap penggiringan opini terhadap pembunuhan karakter tertentu. Sarannya, bijak bermedia sosial, pahami dan teliti sumber informasinya, tidak terpengaruh terhadap penggunaaan metafora tertentu, serta pada tahap produksi teks perlu memperhatikan efeknya yang akan berdampak pada pengaruh psikologi sosial masing-masing pendukung.