Claim Missing Document
Check
Articles

Pola Komunikasi Organisasi Languages Learning Club Usereel Syahputra Oktova; Siti Nursanti; Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 6 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7790177

Abstract

Research on "Language Learning Club Organizational Communication Patterns (Virtual Ethnographic Study of Languages ​​Learning Club Organizational Communication Patterns)" aims to study and analyze Languages ​​Learning Club organizational communication patterns. The theory used in this study is Mead's symbolic interaction theory concept in which there are three dimensional variables namely mind, self and society. The method used in this study is a descriptive qualitative research method using a virtual ethnographic analysis knife. The results of the research and discussion show that in the dimensions of the mind, organizational communication patterns of the Languages ​​Learning Club use two types of messages, namely two types of messages, namely persuasive and informative, while the dimensions of self do not run optimally due to the lack of participation from outsiders of the Languages ​​Learning Club and the variable dimensions of the community's communication patterns. organizations built by members of the Languages ​​Learning Club can give a positive color to the existence of the Languages ​​Learning Club
Pola Komunikasi Masyarakat Di Desa Sancang Kabupaten Garut Nurul Suhartin Hasni; Fardiah Oktariani Lubis; Luluatu Nayiroh
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 8 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.7898063

Abstract

The purpose of this study was to determine the verbal and nonverbal communication used in the interaction of the Sancang Village community and to determine the pattern of communication that occurs between members of the Sancang Village community. The method used in this study is a descriptive qualitative method. Data collection techniques used are observation, interviews, documentation and literature studies. Data analysis techniques using data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that the communication used by the people of Sancang Village is dominantly using verbal communication. With verbal symbols that are often used, namely language. The language used by the people of Sancang Village is using smooth Sundanese and tends to use low intonation. In the procession of taking kaboa trees there are several verbal symbols including: 1. Tawasulan, a prayer ritual that is generally carried out by Muslims to pray for people who have died. 2. Ngidung, is an activity of singing poetry using Sundanese, with the aim of asking permission from the Creator and the owner of the kaboa tree (which is believed by the local community, the owner of the kaboa tree is King Siliwangi) to take the kaboa tree. Nonverbal communication found in the procession of taking kaboa trees is when burning incense. Where the burning of incense has the meaning of conveying a letter to Allah SWT and to the universe to inform that we (who burn incense) have a specific purpose or intention. The communication pattern formed in the communication activities of the Sancang Village community uses two communication patterns, namely, 1. Primary Communication Pattern, the majority of the Sancang Village community communicates face to face through verbal and nonverbal communication. 2. Circular Communication Patterns, the people of Sancang Village routinely hold light discussions almost every day after the sunset call to prayer and use continuous communication patterns to establish good communication. This is done not only to build good communication, but also to build harmony and strengthen relations between the people of Sancang Village. The author uses Symbolic Interaction Theory as the main theory to translate the symbols created as a result of social interactio
Analisis Resepsi Mahasiswa Saat Menonton Video Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) Cutting Soap Meirisa Nurul Insan; Fardiah Oktariani Lubis; Rastri Kusumaningrum
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.282 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8578

Abstract

ASMR ialah sebuah sensasi yang dirasakan, seperti rasa kesemutan dan menyenangkan. Sensasi ini dimulai dari puncak kepala yang akan menyebar ke seluruh tubuh, dengan disertai perasaan tenang dan rileks. ASMR juga terjadi secara tidak sadar sebagai respons terhadap pemicu eksternal. Bahkan suara kertas bergesekan pun bisa menghadirkan memori personal bagi pendengarnya. ASMR memang fenomena yang tak dipahami semua orang, dan sangat sedikit diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketertarikan orang-orang menonton video asmr cutting soap. Untuk mengetahui pesan komunikator menonton video asmr cutting soap.Untuk mengetahui resepsi mahasiswa terhadap tayangan ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) cutting soap. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pendekatan kualitatif yang berjudul “Analisis Resepsi Mahasiswa saat Menonton Video Autonomous Sensory Meridian Response (ASMR) Cutting Soap”. Alasan peneliti mengajukan judul ini dikarenakan adanya fenomena unik yaitu asmr dan masyarakat awam belum mengetahuinya. Penelitian kualitatif pada hakikatnya merupakan pengamatan orang terhadap lingkungannya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami mereka dengan dunia yang ada di sekitarnya.
Pengaruh Penggunaan Akun Instagram @pocketnihongo.id terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi followers Seputar Bahasa Jepang Cut Clara Sinta Kharisma; Fardiah Oktariani Lubis; Flori Mardiani Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan akun Instagram @pocketnihongo.id terhadap pemenuhan kebutuhan informasi followers seputar bahasa Jepang. Teori yang digunakan adalah teori uses and gratification dan model pencarian kepuasan dan aktivitas audiens milik Windahl dan Levy yang membahas faktor keterlibatan dan selektifitas dalam usaha memenuhi kebutuhan informasi. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode survei eksplanatori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media melalui keterlibatan tidak berpengaruh signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi, sedangkan penggunaan media melalui selektifitas berpengaruh signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi.
Strategi komunikasi panitia sebelas dalam sosialisasi PILKADES di masa pandemic covid 19 Muhamad Reza Prasetya; Fardiah Oktariani Lubis; Luluatu Nayiroh
JURNAL MANAJEMEN Vol 15, No 1 (2023): Maret
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jmmn.v15i1.12895

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dalam penyelenggaran sosialisasi pilkades di desa Waringinkarya Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus dan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Plan, Do, Check, Act (PDCA) walter Shewhart. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa sosialisasi yang dilakukan dari tahap perencanaan sudah berjalan berdasarkan acuan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah karawang walaupun pada pada faktanya ada pelanggaran terkait penggunaan protokol Kesehatan pada saat pelaksanaan sosialisasi dan pemungutan suara, namun hal itu ditindaklanjuti oleh panitita penyelenggara  dengan memodifikasi masalah dan proses pelaksanaan pilkades berjalan dengan lancar dan sukses tanpa adanya ekses.
Strategi Komunikasi Program Generasi Berencana Dalam Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini Pada Remaja di DKI Jakarta Canny Alfianita Priscilla; Firdaus Yuni Dharta; Fardiah Oktariani Lubis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 19 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8388303

Abstract

Di tahun 2020 Indonesia mengalami kenaikan yang tinggi untuk pernikahan dini dengan kasus sebanyak 63.382. Kenaikan ini sangat jauh dibanding tahun sebelumnya (2019) yakni 23.145 kasus. Hal ini membuat pemerintah dan BKKBN bekerja sama untuk mengatasi persoalan ini khususnya di DKI Jakarta. Pemerintah dan BKKBN membuat program Generasi Berencana untuk membantu mensosialisasikan dampak negatif pernikahan dini untuk remaja. Artikel ini membahas strategi komunikasi Program Generasi Berencana dalam sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Dalam penelitian ini digunakan teori perencanaan oleh Charles Berger dimana konsep pada teori ini adalah penetapan tujuan sosial, meta-goals, dan ingatan kerja. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Setelah melakukan penelitian didapatkan hasil penelitian yakni Program Generasi Berencana dalam strategi komunikasi pelaksanaan sosialisasi melalui 5 tahapan yakni penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan.
Strategi Komunikasi Pemasaran Pondok Pesantren di Kabupaten Karawang Ramadhan, Fikry Azis; Ana Fitriana Poerana; Fardiah Oktariani Lubis
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 11 No. 2 (2023): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 11 No. 2 Desember 2023
Publisher : Sarjana Terapan Prodi Humas dan Komunikasi Digital Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/COMM.1102.10

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui startegi pemasaran pondok pesantren annihayah rawamerta kabupaten karawang. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini ditetapkan subjek penelitian yaitu Dewan guru/pengurus Ponpes, Divisi Publikasi dan Marketing Media Sosial, Alumni Ponpes Annahayah, dan Santri Ponpes Annahayah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam pengumpulan data adalah Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber, dimana penulis melakukan pengecekan dan konfirmasi kepada Pondok Pesantren Annihayah bahwa data strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Annihayah Rawamerta Karawang. Hasil penelitian yang di dapat adalah Strategi Advertising (iklan) yang dilakukan Pondok Pesantren Annihayah adalah menggunakan media cetak dan media sosial. Media cetak tersebut berupa brosur yang dibagikan kepada jamaah di lembaga dan kegiatan-kegiatan di pondok pesantren. Dalam strategi personal selling, tim manajemen Annihayah tidak membentuk tim pemasar khusus atau sales person dalam mencari kostumer baru. Personal selling dilakukan saat adanya event turnamen, kemudian ke jamaah di lembaga KBIH. Strategi Sales Promotion yang dilakukan PonPes Annihayah adalah program diskon kepada anak yatim yang tidak dibebani biaya uang makan, program pendidikan gratis bagi anak Habib, serta adanya event. Dalam kegiatan Public Relations, PonPes Annihayah memiliki branding yang kuat dari sang pendiri pondok pesantren yang merupakan seorang tokoh ulama yang dikenal masyarakat Karawang. Strategi Word of Mouth menjadi salah satu strategi yang berpengaruh dalam strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan PonPes Annihayah. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pemasaran, Pondok Pesantren.
Komunikasi Antarbudaya Tenaga Pendidik dan Siswa Asal Indonesia Timur di Sekolah Berasrama Yubelina Iconela Apomserip Ningdana; Fardiah Oktariani Lubis; Tri Widya Budhiharti
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendidentifikasi komunikasi antarbudaya antara tenaga pendidik dan siswa asal Indonesia Timur di lingkungan sekolah berasrama, dengan fokus pada Sekolah GenIUS Kabupaten Tangerang, Banten. Sekolah ini merupakan lembaga pendidikan yang menampung siswa dari wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) seperti Papua dan Maluku, dengan tenaga pendidik yang mayoritas berasal dari luar wilayah tersebut. Perbedaan latar belakang budaya, bahasa, dan cara pandang antara guru dan siswa menciptakan tantangan tersendiri dalam proses interaksi dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivisme. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi komunikasi verbal yang adaptif, seperti menyederhanakan bahasa dan menggunakan kosakata lokal. Komunikasi nonverbal seperti gestur dan ekspresi wajah juga penting untuk membangun kedekatan. Pola komunikasi yang terbentuk bersifat dua arah dan interaktif. Hambatan komunikasi muncul akibat perbedaan budaya, bahasa, dan pemahaman terhadap istilah akademik. Namun, interaksi yang intensif di lingkungan sekolah dan asrama membantu membangun komunikasi yang efektif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kompetensi antarbudaya dalam pendidikan multikultural.
THE COMMUNICATION STRATEGY OF THE TELEGRAM CHANNEL ‘KAZAKHS IN BALI’ THE ROLE OF DIGITAL MEDIA IN STRATEGIC CULTURAL COMMUNICATION AMONG DIASPORAS Aruzhan Tleuman; Fardiah Oktariani Lubis; Rastri Kusumaningrum
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the communication strategy of the ‘Kazakh in Bali’ Telegram channel using the circular S.O.M.E (Share, Optimize, Manage, Engage) model as its theoretical framework. Through a qualitative approach, including interviews with the channel’s founder and content analysis, the research examines how the channel facilitates engagement and interaction within the Kazakhstani diaspora in Indonesia, particularly Bali. The findings reveal that the channel effectively shares relevant content, optimizes Telegram’s platform features, maintains organized management, and fosters member-led engagement, resulting in both virtual and real-world impacts. Activities initiated through the channel—such as cultural gatherings, domestic tourism, environmental volunteering, and charity work—not only strengthen community ties but also contribute positively to Indonesia. This research contributes to understanding how digital diaspora communities can serve as agents of cultural exchange and social contribution through strategic communication practices.
Marriage Is Scary Dalam Konstruksi Kecemasan Pernikahan: Analisis Wacana Kritis Sara Mills Film Little Women Aurora, Ken Shania; Fardiah Oktariani Lubis; Khairul Arief Rahman
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.10623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana representasi marriage is scary dalam film Little Women (2019) melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis, serta mendalamibagaimana karakter dalam film diposisikan sebagai subjek-objek dan audiens direpresentasikan dalam film. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Sara Mills. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi non-partisipan dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data yang digunakan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan film Little Women tidak hnya merepresentasikan pernikahan sebagai ruang tarik-ulur antara kebebasan individu dan tekanan struktural berbasis gender dan ekonomi. Tokoh-tokoh perempuan digambarkan secara kompleks sebagai subjek yang aktif dalam menentukan pilihan hidupnya. Narasi film membongkar stereotip mengenai perempuan dan pernikahan, serta mengarahkan penonton, khususnya perempuan modern untuk melihat pernikahan sebagai pilihan, bukan kewajiban, dalam konteks sosial yang luas.