Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Intensi Berwirausaha Mahasiswa Universitas Swasta di Tangerang Putra, Jonathan; Soelaiman, Lydiawati
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 4 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/xwv94m03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efikasi diri, motivasi berwirausaha, pengambilan risiko, dukungan keluarga, dan pendidikan kewirausahaan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa universitas swasta di Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 268 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri, motivasi berwirausaha, pengambilan risiko, dukungan keluarga, dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan faktor internal dan eksternal untuk meningkatkan intensi berwirausaha. Penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi untuk merancang program kewirausahaan strategis yang mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa, serta mendorong mereka untuk aktif mengasah kemampuan dan keberanian mengambil risiko dalam memulai usaha. This study aims to examine the influence of self-efficacy, entrepreneurial motivation, risk-taking, family support, and entrepreneurship education on entrepreneurial intentions among students at private universities in Tangerang. Using a descriptive quantitative approach, this research involved 268 students selected through purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS. The results indicate that self-efficacy, entrepreneurial motivation, risk-taking, family support, and entrepreneurship education positively and significantly affect student’s entrepreneurial intentions. These findings highlight the importance of strengthening internal and external factors to foster entrepreneurial intentions. The study recommends that universities develop strategic entrepreneurship programs to enhance students' entrepreneurial skills and encourage them to actively improve their abilities and willingness to take risks in starting a business.
DETERMINANTS OF BLOCKCHAIN ADOPTION INTENTION AMONG TECHNOPRENEURIAL SMEs IN INDONESIA Jerico, Hernando; Soelaiman, Lydiawati; Pamungkas, Ary Satria
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ttvdmg80

Abstract

Blockchain semakin diakui sebagai pendorong utama transformasi digital dan sumber keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha modern. Namun, tingkat adopsi Blockchain di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya dukungan ekosistem teknologi. Meskipun demikian, teknologi ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan perlindungan data, yang sangat menguntungkan bagi para pelaku usaha berbasis teknologi. Tujuan dari penelitian adalah mengkaji pengaruh ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi pendukung terhadap niat UMKM technopreneur di Jakarta mengadopsi teknologi blockchain. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan melibatkan 98 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui survei daring terstruktur dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat konstruk yang diuji berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat adopsi blockchain. Temuan ini memperkuat relevansi model UTAUT dalam konteks UMKM technopreneur di negara berkembang, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan penyedia teknologi dalam membangun ekosistem digital yang inklusif untuk memperkuat kinerja operasional dan daya saing UMKM di Indonesia.   Blockchain has increasingly been recognized as a key driver of digital transformation and a source of competitive advantage for modern businesses. However, the adoption rate of blockchain in Indonesia remains relatively low due to limited digital literacy, inadequate infrastructure, and insufficient technological ecosystem support. Despite these challenges, blockchain technology holds great potential to enhance efficiency, transparency, and data security that offering significant benefits for technology-based enterprises. This study aims to examine the influence of performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions on the intention among technopreneurial MSMEs in Jakarta to adopt blockchain. A quantitative approach was employed, involving 98 purposively selected respondents. Data were collected through a structured online survey and analyzed using PLS-SEM. The findings reveal that all four constructs have a positive and significant effect on the behavioral intention to adopt blockchain technology. These results reinforce the applicability of the UTAUT model in the context of technopreneurial MSMEs in developing countries. Furthermore, the study provides practical implications for policymakers and technology providers to foster an inclusive digital ecosystem that supports innovation and adoption for enhancing the operational performance and competitiveness of Indonesian MSMEs in the digital era.
Pengaruh Pemanfaatan AI dan Tiktok sebagai Pendorong Kinerja UMKM Kuliner di Jakarta Melalui Pengetahuan Kewirausahaan Ferando, Ferando; Soelaiman, Lydiawati; Turangan, Joyce Angelique
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i1.36945

Abstract

UMKM merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia karena berperan dalam peningkatan pendapatan nasional, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan ekonomi lokal. Namun, tingginya persaingan bisnis dan perubahan perilaku konsumen di era digital menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan teknologi, termasuk AI dan media sosial TikTok sebagai alat pemasaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan AI dan pemanfaatan TikTok terhadap kinerja UMKM kuliner di Jakarta dengan pengetahuan kewirausahaan sebagai variabel mediasi pada pengaruh pemanfaatan AI dan pemanfaatan TikTok terhadap pengaruh kinerja UMKM tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria berupa pelaku UMKM kuliner di Jakarta yang memiliki akun TikTok dan telah menjalankan usahanya selama minimal satu tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis Google Forms dan dianalisis dengan menggunakan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengetahuan kewirausahaan, sedangkan pemanfaatan TikTok memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Selain itu, pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis. Kemudian, pengetahuan kewirausahaan mampu memediasi hubungan antara pemanfaatan AI terhadap kinerja bisnis, namun tidak mampu memediasi hubungan antara pemanfaatan TikTok terhadap kinerja bisnis. MSMEs are a strategic sector in the Indonesian economy because they play a role in increasing national income, absorbing labor, and strengthening the local economy. However, high business competition and changes in consumer behavior in the digital era require businesses to adapt to technology, including AI and TikTok social media as a digital marketing tool. This study aims to analyze the influence of the use of AI and the use of TikTok on the performance of culinary MSMEs in Jakarta with entrepreneurial knowledge as a mediating variable on the influence of the use of AI and the use of TikTok toward the MSMEs’ performance. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. The sampling technique used is purposive sampling with the criteria being culinary MSME actors in Jakarta who have a TikTok account and have been running the business for at least one year. Data collection was carried out through a Google Form-based questionnaire and the collected data was analyzed by using SmartPLS 4 software. The results show that the use of AI has a positive and significant influence on entrepreneurial knowledge, while the use of TikTok has a positive but insignificant influence. In addition, entrepreneurial knowledge has a positive and significant effect on business performance. Then, entrepreneurial knowledge is able to mediate the relationship between the use of AI and business performance, but it is unable to mediate the relationship between the use of TikTok and business performance.
Perbedaan Persepsi Keinginan dan Kelayakan terhadap Intensi Wirausaha Sosial Generasi Z Berdasarkan Gender Foe, Geraldo Benedick; Soelaiman, Lydiawati
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i1.36949

Abstract

Kewirausahaan sosial dipandang sebagai salah satu solusi strategis yang menjembatani tujuan ekonomi dan sosial dengan menempatkan penciptaan nilai sosial sebagai misi utama dalam mengatasi permasalahan di masyarakat. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa wanita lebih memiliki nilai alturistik lebih tinggi dibanding pria sehingga lebih tertarik pada kewirausahaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat perbedaan pengaruh persepsi keinginan dan persepsi kelayakan terhadap intensi kewirausahaan sosial pada generasi Z antar gender. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian adalah mahasiswa di Jakarta. Data yang berhasil dikumpulkan sebesar 155 responden. Data diolah menggunakan PLS-SEM dan PLS-MGA. Hasil penelitian ini menunjukkan persepsi keinginan tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi berwirausaha sosial pada laki-laki, namun positif dan signifikan pada perempuan. Kemudian persepsi kelayakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi berwirausaha sosial pada kedua kelompok gender. Terakhir, tidak terdapat perbedaan signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam pengaruh persepsi keinginan dan persepsi kelayakan terhadap intensi berwirausaha sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menunjukkan adanya konvergensi gender pada Generasi Z, dimana gender tidak memengaruhi kewirausahaan sosial pada masyarkat urban. Social entrepreneurship is regarded as a strategic solution that bridges economic and social objectives by placing social value creation as its primary mission in addressing societal problems. Several studies suggest that women tend to have higher altruistic values than men, making them more inclined toward social entrepreneurship. This study aims to examine whether there are differences in the effects of perceived desirability and perceived feasibility on social entrepreneurial intention among Generation Z across gender. This study employed a purposive sampling technique, with university students in Jakarta as the research sample. A total of 155 valid responses were collected. The data were analyzed using PLS-SEM and PLS-MGA. The results indicate that perceived desirability does not have a significant effect on social entrepreneurial intention among males, but it has a positive and significant effect among females. Meanwhile, perceived feasibility has a positive and significant effect on social entrepreneurial intention for both gender groups. Furthermore, no significant differences were found between males and females in the effects of perceived desirability and perceived feasibility on social entrepreneurial intention. This study provides empirical evidence of gender convergence among Generation Z, indicating that gender does not significantly influence social entrepreneurship in urban communities.
Pelatihan Membatik Berbasis Pendekatan Inklusif sebagai Upaya Pemberdayaan dan Pengembangan Kreativitas bagi Penyandang Disabilitas Soelaiman, Lydiawati; Suparman, Meiske Yunithree; Yusianto, Yusi
Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abdiekbis.v6i1.11986

Abstract

Pelatihan membatik berbasis pendekatan inklusif dilaksanakan untuk memberdayakan penyandang disabilitas melalui peningkatan keterampilan seni, kepercayaan diri, serta partisipasi sosial. Kondisi kedifabelan tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi ruang gerak, karena setiap individu memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila didukung oleh lingkungan dan sumber daya yang tepat. Metode pelaksanaan kegiatan ini dirancang melalui empat tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan mentor batik dan psikolog untuk memastikan proses kegiatan yang digunakan sensitif terhadap kebutuhan peserta, adaptif dengan tingkat kemampuan serta mendukung kenyamanan emosional. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari beragam disabiltas dan hasil evaluasi menunjukkan antusiasme dan kemampuan beradaptasi dari peserta dalam menyelesaikan karya batik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa keterampilan membatik peserta berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,14, sedangkan kepercayaan diri dan kemandirian peserta juga berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 3,46. Dari aspek partisipasi sosial, hampir seluruh peserta (95%) aktif merespons instruksi pendamping dan menunjukkan karya mereka kepada orang lain, 80% terlibat aktif selama kegiatan, dan 75% mampu melakukan interaksi dengan peserta lain. Metode pengajaran inklusif efektif meningkatkan pemahaman dan membantu peserta dengan hambatan sensorik. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan seni berbasis kearifan lokal dapat menjadi media efektif dalam mendorong inklusi sosial dan kemandirian penyandang disabilitas.