Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Edukasi Pemberian Makanan Pendamping Asi (MPASI) Sehat Bergizi Berbahan Pangan Lokal Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan Rahmawati, Selvi; Wulan, Anggraeni Janar; Utami, Nurul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2953

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi stunting di Indonesia adalah 30,8%. Angka tersebut masih cukup jauh dari target WHO yaitu sebesar 20%. Penyebab stunting diketahui adalah karena kurangnya asupan yang diserap oleh tubuh, baik asupan sejak dalam kandungan maupun setelah lahir, sehingga dapat menyebabkan gizi buruk. Faktor yang berpengaruh terhadap gizi buruk salah satunya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi optimal. Salah satu upaya pemenuhan gizi yang baik sejak dini adalah dengan pemberian MPASI di usia 6-24 bulan secara tepat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi wanita usia reproduktif dan ibu bayi mengenai pemberian MPASI yang tepat, murah, dan bergizi berbasis pangan lokal untukpencegahan stunting. Sasaran dalam kegiatan ini adalah 45 orang ibu yang memiliki anak usia 6 bulan – 2 tahun atau wanita usia reproduktif di Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Metode yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan tentang MPASI dan cara pemberiannya; 2) penyuluhan tentang MPASI; 3) diskusi dan tanya jawab; 4) evaluasi akhir. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 8 September 2021. Penyuluhan tentang pemberian MPASI dan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber MPASI yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting perlu diadakan secara rutin, agar pengetahuan para ibu tentang pemberian MPASI dan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber MPASI yang tepat sebagai upaya pencegahan stunting dapat terus meningkat dan dapatdipertahankan. Meningkatnya pengetahuan para ibu tentang MPASI dan cara pemberian yang tepat diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting. Kata kunci : bahan pangan lokal, MPASI, stunting
Peningkatan Keterampilan Penanganan Pertama Pada Cedera Akibat Kecelakaan Rumah Tangga Di Desa Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan Rahmawati, Selvi; Rudiyanto, Waluyo; Utami, Nurul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2972

Abstract

Kecelakaan rumah tangga adalah kecelakaan yang terjadi akibat kegiatan di rumah dan terjadi di lingkungan rumah tangga. Jenis cedera yang terjadi akibat kecelakaan rumah tangga berupa luka bakar, luka tersayat, luka memar dan keseleo atau patah tulang. Penanganan pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan kepada korban dengan tujuan mencegah bertambahnya kondisi buruk sebelum perawatan dari tenaga medis. Pertolongan ini harus diberikan secara cepat dan tepat, sebab penanganan yang salah dapat menimbulkan kecacatan bahkan kematian pada korban. Meskipun demikian, tingkat pengetahuan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama dalam kecelakaan rumah tangga masih cukup rendah, yaitu hanya sebesar 4,3%. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyampaikan informasi mengenai cara penanganan pertama pada cedera akibat kecelakaan rumah tangga melalui penyuluhan. Peserta kegiatan ini adalah 25 orang masyarakat usia produktif di Desa Sidosari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Metode yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan tentang cedera akibat kecelakaan rumah tangga dan penanganannya; 2) penyuluhan tentang cedera akibat kecelakaan rumah tangga dan penanganannya; 3) diskusi dan tanya jawab; 4) evaluasi akhir. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 1 September 2021 di Balai Desa Sidosari. penyuluhan yang dilanjutkan diskusi terbukti efektif meningkatkan pemahaman warga Desa Sidosari mengenai teknik pertolongan pertama yang tepat pada kecelakaan rumah tangga. Kegiatan penyuluhan ini perlu diadakan secara rutin, agar pengetahuan masyarakat dapat terus meningkat dan dapat dipertahankan. Peningkatan pengetahuan penanganan yang tepat pada cedera akibat kecelakaan rumah tangga ke depannya diharapkan dapat meminimalisir komplikasi penyakit atau derajat keparahan luka akibat penanganan pertama yang tidak tepat pada cedera. Kata kunci : cedera, kecelakaan rumah tangga, penanganan pertama
Pelatihan Manajemen Laktasi “Kiat Sukses Asi Eksklusif 6 Bulan’’ sebagai Salah Satu Strategi Cegah Stunting Bagi Masyarakat Desa Jatisari Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraeni Janar; Rahmawati, Selvi; Kurniati, Intanri; Tjiptaningrum, Agustyas; Mustofa, Syazili
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3038

Abstract

Angka stunting di Indonesia hingga tahun 2021 masih sebesar 24,4 %. Angka ini masih di bawah batas yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu sebesar 20%. Salah satu upaya  percepatan pencegahan stunting adalah intervensi pada kelompok sasaran prioritas yang mencakup ibu hamil dan ibu menyusui melalui promosi dan konseling pemberian ASI eksklusif. Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif penuh 6 bulan di Indonesia berdasarkan data WHO baru mencapai angka 49,8%, angka ini belum mencapai target dari World Health Assembly (WHA), yaitu minimal 50%. Persentase ASI eksklusif 6 bulan menurun seiring dengan pertambahan usia anak di mana terendah pada rentang usia 4-5 bulan. Kesuksesan pemberian ASI eksklusif 6 bulan dipengaruhi oleh pengetahuan tentang persiapan sebelum laktasi, selama laktasi (proses, cara, dan posisi menyusui yang benar) dan faktor sosial (dukungan dari suami, keluarga, maupun organisasi peduli ASI). Survey menunjukkan ibu-ibu di Desa Jatisari belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terkait pemberian ASI. Maka perlu dilakukan upaya peningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai laktasi melalui penyuluhan manajemen laktasi. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Juli 2022. Kegiatan ini melibatkan tim dokter, mahasiswa FK Unila 4 orang, dan tokoh masyarakat Desa Jatisari. Peserta sebanyak 22 orang. Kegiatan meliputi penyuluhan dan demontrasi anatomi payudara, posisi menyusui yang benar, dan cara memerah ASI. Pemberian penyuluhan meningkatkan pengetahuan diketahui dari hasil pretest dan posttest. Pada pretest didapatkan bahwa 9 peserta (40,9 %) memiliki tingkat pengetahuan kurang paham mengenai manajemen laktasi dan 13 peserta (59,1%) sudah cukup paham mengenai manajemen laktasi. Pada hasil posttest didapatkan hampir seluruh peserta kegiatan atau 20 peserta (90,9%) sudah sangatpaham mengenai manajemen laktasi dan hanya 2 peserta (9,1%) yang cukup paham dengan manajemen laktasi.Disimpulkan bahwa setelah mendapatkan penyuluhan mengenai manajemen laktasi, maka pengetahuan masyarakat mengenai laktasi meningkat. Adanya peningkatan pengetahuan diharapkan akan meningkatkan kesuksesan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan.Kata kunci: ASI eksklusif, manajemen laktasi, stunting
Optimalisasi Peran Palang Merah Remaja Sebagai Peer Educator Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Dasar Bagi Siswa SMPN 13 Kemiling Bandar Lampung Rahmawati, Selvi; Utami, Nurul; Rudiyanto, Waluyo; Alifia, Syafira; Puspita, Dian; Ali, Muhammad Chaidar; Zain, Muhammad Fathurrahman
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 7 No. 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v7i2.3050

Abstract

Pertolongan pertama adalah melakukan penanganan medis pertama secara cepat dan bersifat sementara waktu yang dapat diberikan pada seseorang pada kondisi gawat darurat. Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) menjad solusi terpilih terbaik untuk memberi bantuan bagi seseorang dengan kriteria “gawat darurat”. Pengetahuan tentangpertolongan pertama di antara para siswa sangatlah penting sehingga mereka dapat membantu mereka sendiri atau orang lain jika terjadi cedera di lingkungan sekolah. Kedudukan tenaga PMR di sekolah yang terlatih di tahap prahospital di dalam SPGDT memiliki posisi sangat strategis. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi dan pelatihan mengenai teknik penanganan kegawatdaruratan dasar pada kelompok siswa Palang Merah Remaja (PMR) di SMPN 13 Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 21 Juli 2022 bertempat di Aula SMPN 13 Bandar Lampung. Peserta pada kegiatan ini sesuai dengan kelompok sasaran yaitu 22 orang siswa kelompok PMR SMPN 13 Bandar Lampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah promosi kesehatan melalui penyuluhan yang dilanjutkan dengan diskusi dan praktik mengenai teknik kegawatdaruratan dasar seperti teknik evakuasi korban, teknik RJP dan bidai. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test sebelum pemberian materi dan post-test setelah pemberian materi. Tim kegiatan melibatkan tenaga ahli yang berpengalaman dalam memberikan edukasi mengenai ilmu dasar kesehatan, teknik kegawatdaruratan dasar dan praktik lapangan. Secaraumum, hasil evaluasi menunjukan terdapat peningkatan pada pemahaman dan keterampilan menerapkan teknik kegawatdaruratan oleh kelompok sasaran. Ke depannya, kelompok sasaran diharapkan dapat menerapkan keterampilan yang dilatih dan mampu menjadi peer educator bagi lingkungan di sekitarnya. Kata kunci : kegawatdaruratan dasar, palang merah remaja, peer educator