Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Hak Waris Terhadap Janin dalam Kandungan: perspektif Fiqh Mawaris Islam Salpiah, Salpiah; Ina Zulfatullailah; Novi Wulandari; Hikmatullah, Hikmatullah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i3.14899

Abstract

Hak waris adalah salah satu aspek penting dalam hukum islam, mengatur tentang pembagian harta waris kepada ahli waris yang berhak menerimanya. hak waris tidak hanya diberikan kepada orang yang sudah lahir, tetapi juga kepada janin yang masih dalam kandungan, hal ini sudah dijelaskan dalam fiqh mawaris. Namun kenyataannya masih banyak perbedaan pendapat mengenai hak waris janin dalam kandungan ini, Kitab Hukum Islam (KHI) memiliki beberapa persyaratan meskipun Al-Qur'an dan Hadits umumnya menetapkan janin sebagai ahli waris. Dengan penekanan pada mazhab Syafi'i dan Hanafi, penelitian ini berupaya untuk mengkaji kedudukan hukum dan prosedur pembagian warisan anak yang belum lahir (Mairuts al-Hamli) sesuai dengan hukum Islam.. Metode penelitian yang digunakan yaitu normatif-komparatif dengan pendekatan studi Pustaka untuk menganalisis dan membandingkan berbagai konsep serta teori dari sebagian pendapat ulama mengenai hak waris janin menurut fiqh mawaris. Hasil penelitian menunjukan bahwa janin memiliki keperibadian hukum terbatas (dzimmah maliyyah naqishah) yang sah dalam menerima warisan dengan dua syarat utama: janin sudah ada dalam kandungan saat pewaris wafat dan lahir dalam keadaan hidup. Selain itu, adapula perbedaan mendasar terletak pada teknis pembagian: Mazhab Syafi’I lebih mengutamakan prinsip kehati-hatian dengan menyarankan penundaan pembagian harta hingga bayi lahir, sedangkan Mazhab Hanafi memberikan fleksibilitas dengan memperbolehkan pembagian harta lebih awal melalui penyisihan porsi tertentu, guna menghindari kemudaratan bagi ahli waris lain. Dapat disimpulkan bahwa perlindungan hak waris janin merupakan bentuk keadilan syariat yang selaras dengan semangat undang-undang perlindungan anak di Indonesia.  
The Empirical Analysis of Family Maintenance Dynamics in Fiqh Munākaḥāt: A Socio-Legal Study of Muslim Families in Pekanbaru Hikmatullah, Hikmatullah; Bon, Abdul Talib
Islamica: Jurnal Studi Keislaman Vol. 20 No. 2 (2026): March
Publisher : Postgraduate Studies of UIN Sunan Ampel Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/islamica.2026.20.2.265-285

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of livelihood prac­tices in Muslim families in Pekanbaru City and explain the relationship between the norms of fiqh munakahat and social reality through a so­cio legal approach. The study used a qualitative method with data col­lection techniques including in depth interviews, observation, and documentation. The results show that livelihood practices in Muslim families are dynamic and divided into three main patterns: normative, collaborative, and collective. Economic factors are the main determi­nant driving changes in livelihood practices, especially in the context of the pressures of life’s needs in urban areas. Meanwhile, educational and social factors play a role in shaping perspectives and relationship patterns within the family. These findings indicate that livelihood practices are the result of the interaction between fiqh norms and so­cial reality. Conceptually, this study confirms that fiqh munakahat has an adaptive capacity to respond to social change through the princi­ples of justice, benefit, and propriety. Therefore, variations in mainte­nance practices cannot be understood as deviations, but rather as a contextualization of sharia values in contemporary Muslim family life. This research contributes to the development of Islamic family law studies that are more contextual, empirical, and responsive to social dynamics.