Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Stressors affected emotional and physiological exhaustion among volunteers during second wave of covid-19 pandemic Oda Debora; Sulistyono
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v7iSpecial Edition.263

Abstract

Aims: Our government summon up many resources during combating Covid-19 pandemic, including volunteers which has many backgrounds. Their domain mainly at pre-hospital area, but remain at high risk contracted by covid-19 virus. The purpose of this study was to analyze dominant threat which was perceived by volunteers which could affected emotional exhaustion and physiological stress in volunteers during second wave Covid-19 pandemic. Design: This research was descriptive study using cross-sectional design. Methdos: Respondents were taken by simple random sampling technique and 100 respondents were obtained during early December 2020 to end of January 2021. Smart Partial Least Square 3.0 was used as multivariate analysis. Results : The analysis showed that t stat 8,766 (>1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and emotional exhaustion.  The second result showed that t stat 8,078 (> 1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and physiological anxiety. Conclusions : This study showed that perceived emotional threat was the main stressor which affect emotional exhaustion and physiological anxiety .This stressors are mental health issues among volunteer during Covid-19 pandemic and need to be handled as it can increase body vulnerability to SARS-COV-19 virus. This research sampling technique was accidental sampling, so the result of this study mainly represent the condition of Malang Covid-19 volunteers. A better sampling technique might be required to get a better result and population generalization
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG Anisa, Sabrina Rizky; Debora, Oda; Sulartri, Anastasia Sri
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.763

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang bersifat kronis dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, otak, dan mata. Gaya hidup, termasuk aktivitas fisik, merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 146 responden yang merupakan penderita hipertensi di Puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Spearman rank. Hasil: Sebanyak 82 responden (56,2%) memiliki aktivitas sedang, 44 responden (30,1%) aktivitas ringan, dan 20 responden (13,7%) aktivitas berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,0013 (p < 0,05), dan uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,013 (p < 0,05) dengan arah hubungan negatif, yang berarti semakin tinggi aktivitas fisik, tekanan darah cenderung lebih baik. Diskusi: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah, dengan kecenderungan bahwa peningkatan aktivitas fisik berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah. Intervensi berbasis komunitas seperti senam pagi, jalan sehat, atau olahraga kelompok dapat menjadi strategi efektif dan terjangkau untuk pengendalian hipertensi di tingkat layanan primer. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan kausal dan mempertimbangkan faktor risiko lain yang memengaruhi hipertensi. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Aktivitas fisik
Internal, Eksternal, Bencana FAKTOR INTERNAL YANG BERPENGARUH TERHADAP FAKTOR EKSTERNAL PRA-BENCANA DI DUSUN PANDANSARI KRAJAN, DESA PANDANSARI KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG: INTERNAL FACTORS THAT INFLUENCE THE PRE-DISASTER EXTERNAL FACTORS IN THE PANDANSARI KRAJAN, DESA PANDANSARI KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG debora, oda
Jurnal Keperawatan Malang Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v2i2.28

Abstract

Abstract Resilliency and community independence are two important factors in the pre-disaster phase as it is one of the forms of disaster preparedness. Resilliency was formed from the internal society factors as well as external environmental conditions. This research aim was to find the influence of internal factors on four components of pre-disaster phase. Analysis using Partial Least Square. Result of inner estimation model for direct influence of internal factor to external showed t-statistic value equal to 3,495 (? = 0,05), so there was a significant direct positive influence between internal factor to external. The external factor with the largest loading factor was population protection (0.380). Wheareas the largest factor loading factor internal was experience repetition (0.602). The village authorized credibillity among public processed significant role in relation to the disaster management program. Experience had succeeded in changing public perception of disaster, so that disaster risk reduction program could be well implemented. Programs and activities based on community experiences and government credibillity can be developed in order to reduce disaster vulnerability. Keywords: community resilliency, natural disaster, disaster risk reduction
Hubungan beban dengan kualitas hidup caregiver informal yang merawat lansia penderita Diabetes Melitus: The relationship between burden and quality of life of informal caregivers who care for elderly people with Diabetes Mellitus Josefin, Jesika Maria; Debora, Oda; Ati, Maria Prieska Putri Panglipur; Sipollo, Berliany Venny
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2797

Abstract

Lansia penderita diabetes melitus (DM) sering mengalami keterbatasan dalam menjalankan perawatan mandiri, sehingga memerlukan pendampingan dari caregiver informal. Peran ini menuntut keterlibatan yang intens dan berkelanjutan, yang dapat menimbulkan beban fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup caregiver. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban yang dirasakan dengan kualitas hidup caregiver informal yang merawat lansia penderita diabetes melitus. Jenis penelitian kuantitatif, dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah caregiver informal berusia >19 tahun, dengan sampel sebanyak 62 responden menggunakan teknik simpel random sampling. Penelitian ini dilakukan di Dusun Argomulyo Desa Gunungronggo, wilayah kerja puskesmas Tajinan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) untuk mengukur beban dan kuesioner Adult Carer Quality of Life (AC-QOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisa data menggunakan uji statistik sperman rank. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan antara beban yang dirasakan dengan kualitas hidup caregiver informal. Terdapat korelasi yang bermakna dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah.
HUBUNGAN MOTIVASI INTERNAL DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAH ANTI HIPERTENSI (OAH) PADA LANSIA Safitri, Rahmaning; Debora, Oda; Handini, Febrina Secsaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i1.1431

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik mencapai ≥90 mmHg. Salah satu cara untuk menangani hipertensi adalah dengan patuh terhadap konsumsi obat antihipertensi (OAH). Motivasi internal merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi internal dan kepatuhan dalam mengonsumsi OAH pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis dan dikorelasikan menggunakan uji korelasi Spearman. Populasi penelitian terdiri dari 75 lansia dan sampel yang digunakan juga berjumlah 75 responden karena menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bareng, Kota Malang. Instrumen yang digunakan meliputi data umum responden, kuesioner TMQ, kuesioner ASK-10, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi internal dan kepatuhan mengonsumsi OAH, dengan nilai p=0,002 (p<0,05) pada uji korelasi Spearman. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi internal mempengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi OAH. Semakin tinggi motivasi internal seseorang, semakin besar pula kemauan mereka untuk mencapai kesembuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi internal dan kepatuhan dalam konsumsi OAH pada lansia. Untuk pasien, penting untuk memiliki motivasi internal agar terapi antihipertensi dapat mencapai hasil yang diinginkan. Bagi tenaga kesehatan, memberikan motivasi eksternal kepada pasien hipertensi dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harapan pasien untuk sembuh.
Faktor Internal Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Mahmadiariska, Theresia Daniela Ody; Debora, Oda; Putri, Maria Prieska; Ariesti, Ellia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): EDITION MARCH 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i1.4825

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that can significantly impair the quality of life. Individuals with this condition often experience physical and mental disturbances, affecting their activities, medical therapy, rest, and pain perception, all of which are dimensions of quality of life. Factors that can influence the quality of life of individuals with Diabetes Mellitus include their level of knowledge about the disease, economic status, and duration of illness. This study aims to investigate the internal factors related to the quality of life of individuals with Diabetes Mellitus at the Janti Public Health Center in Malang. The research design employed is descriptive correlational with a cross-sectional approach. The study sample consists of 93 respondents selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using ANOVA, with the instruments used are the World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF and the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ24). The analysis results indicate a significant correlation between knowledge (p=0.003 0.05), economic status (p=0.007 0.05), duration of illness (p=0.008 0.05) to the quality of life. The most influential factor is the duration of illness, as respondents who have been suffering for more than 10 years tend to feel that their activities are disrupted by Diabetes Mellitus and may develop complications in other organs, significantly affecting their quality of life. This study can serve as a reference for further scholarly development, thereby facilitating ongoing exploration of factors associated with quality of life.      
Stressors affected emotional and physiological exhaustion among volunteers during second wave of covid-19 pandemic Oda Debora; Sulistyono
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v7iSpecial Edition.263

Abstract

Aims: Our government summon up many resources during combating Covid-19 pandemic, including volunteers which has many backgrounds. Their domain mainly at pre-hospital area, but remain at high risk contracted by covid-19 virus. The purpose of this study was to analyze dominant threat which was perceived by volunteers which could affected emotional exhaustion and physiological stress in volunteers during second wave Covid-19 pandemic. Design: This research was descriptive study using cross-sectional design. Methdos: Respondents were taken by simple random sampling technique and 100 respondents were obtained during early December 2020 to end of January 2021. Smart Partial Least Square 3.0 was used as multivariate analysis. Results : The analysis showed that t stat 8,766 (>1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and emotional exhaustion.  The second result showed that t stat 8,078 (> 1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and physiological anxiety. Conclusions : This study showed that perceived emotional threat was the main stressor which affect emotional exhaustion and physiological anxiety .This stressors are mental health issues among volunteer during Covid-19 pandemic and need to be handled as it can increase body vulnerability to SARS-COV-19 virus. This research sampling technique was accidental sampling, so the result of this study mainly represent the condition of Malang Covid-19 volunteers. A better sampling technique might be required to get a better result and population generalization
Pendampingan Caregiver Formal dalam Pengenalan Kondisi Gawat Darurat pada Lansia dan Penghitungan Early Warning System Score Debora, Oda; Sulartri , Anastasia Sri; Diatanti, Narita
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.666

Abstract

Introduction: The old people who lives in nursing home received health care services, which is provided by formal caregivers. Most caregivers do not received health education about emergency, and therefore may not be able to recognize the signs and symptoms of emergencies in old people. When an emergency occurs, the assistance cannot be properly delivered and delay the referral decission. Objective: The purpose of this community service was to provide education about emergency in older people and improved ability to calculate Early Warning System Score (EWSS). Method: This public service was carried out by team form STIKes Panti Waluya Malang. This activity was conducted over three session. To increase caregiver knowledge, the community service team provided education through lecture and discussion. In order to improve caregiver’s skill, case based learning method was used to calculate EWSS score. Result: There was an increase in caregiver’s knowledge about 25%. Additionally, 86% caregivers were able to calculate and interpreted EWSS score. Conclusion: Providing education about older people emergency condition through lectures and discussion could improve caregiver’s knowledge. Furthermore, EWSS scoring can be applied in old people nursing home to provide objective assessment during referral.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
Pemberdayaan kader dalam upaya menurunkan Caregiver Burden melalui tindakan massage dengan metode M Technique di RW 01 kelurahan Sukoharjo wilayah kerja puskesmas Bareng kota Malang Setyobudi, Yustina Emi; Debora, Oda; Indriyani, Oktavia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25198

Abstract

Abstrak Lansia mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya. Perubahan yang dialami oleh lansia menyebabkan lansia mengalami penurunan fungsi dan rentan mengalami perubahan status kesehatan, menderita penyakit yang bersifat akut dan kronis. Perawatan lansia dengan penyakit kronis merupakan perawatan jangka panjang dan berkelanjutan. Keluarga adalah sumber daya terbesar untuk perawatan individu dengan penyakit kronis, sebab keluarga adalah pemberi perawatan yang paling tahan lama, dan menawarkan perawatan yang konstan dan berkelanjutan sepanjang waktu. Beban akibat kegiatan perawatan, perlu ditatalaksana guna meminimalkan dampak negatif pada caregiver informal. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di RW 01 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, pada bulan Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM ini adalah kader posyandu lansia, sebanyak 19 orang. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dalam pengelolaan caregiver burden melalui tindakan massage dengan Metode M Technique; meningkatkan kemampuan/keterampilan kader dalam pengelolaan caregiver burden melalui teknik hand massage. Kegiatan dalam PkM ini yaitu memberikan edukasi dengan topik: pengelolaan caregiver burden yang dirasakan caregiver lansia menggunakan metode M Technique; serta pelatihan tentang pengelolaan caregiver burden melalui tindakan massage dengan Metode M Technique. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah dengan Problem Based Learning (PBL). Hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan caregiver burden dari nilai rata-rata 53,0 menjadi 70,0, dan kemampuan melakukan pemijatan dengan nilai rata-rata 70,8. Kegiatan terlaksana dengan baik, dengan jumlah kehadiran kader lansia >70%. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khsususnya para kader terkait dengan pengelolaan caregiver burden. Kata kunci: beban pengasuhan; kader lansia; pijat tangan Abstract Elderly people go through various changes in their lives, leading to decreased function and increased susceptibility to acute and chronic diseases. Long-term care for the elderly with chronic diseases is typically provided by the family, as they serve as the most enduring caregivers, offering constant and continuous care over time. Managing the burden of care is essential to minimize the negative impact on informal caregivers. This Community Service initiative took place in RW 01, Sukoharjo Village, Klojen District, on May. 2024, targeting 19 elderly Posyandu cadres. The goal was to enhance cadres' knowledge in managing caregiver burden through massage using the M Technique Method and improve their skills in this area. The activities included providing education on managing caregiver burden using the M Technique method and training on massage techniques. Problem-Based Learning (PBL) was the chosen empowerment method for this initiative. Evaluation results indicated an increase in knowledge about caregiver burden management from an average score of 53.0 to 70.0 and the ability to perform massage with an average score of 70.8. The event had a good turnout, with over 70% of elderly cadres attending. The results of this initiative are expected to educate the community, particularly the cadres, about caregiver burden management. Keywords: caregiver burden; elderly cadres; hand massage