Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pemberdayaan kader kesehatan melalui pelatihan caregiver informal dalam Perawatan Jangka Panjang (PJP) lansia Debora, Oda; Andika, Venny Kurnia; Handini, Febrina Secsaria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27449

Abstract

Abstrak Saat ini Indonesia sedang menghadapi peningkatan morbiditas akibat penyakit tidak menular dan penyakit degeneratif. Menurut Riskesdas 2018, penyakit tidak menular terbanyak yang dialami lansia adalah tekanan darah tinggi (hipertensi). Sama halnya di Kota Malang, hipertensi dan diabetes mellitus adalah penyakit tidak menular yang paling banyak ditemukan. Menurut survei yang dilakukan tahun 2028, 74,3% lansia masih tergolong mampu melakukan aktivitas secara mandiri, sedangkan sisanya memiliki tingkat ketergantungan ringan hingga berat. Kondisi ini juga ditemukan di salah satu wilayah kerja Puskesmas Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yaitu Kelurahan Sukoharjo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalahan terkait penyakit tidak menular di Sukoharjo. Kegiatan ini bermitra dengan kader kesehatan Kelurahan Sukoharjo, kecamatan Klojen, kota Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi edukasi, praktik, demonstrasi, dan pelatihan yang terbagi kedalam 9 kali pertemuan tatap muka. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kader kesehatan yang semula banyak berpengetahuan kurang sebesar 84,2%, setelah dilakukan kegiatan meningkat menjadi baik sebesar 100%. Begitupun dengan praktik dan demonstrasi yang dilakukan, seluruh kader kesehatan memahami dan dapat melakukan demonstrasi secara mandiri. Dengan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kader dapat menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan kepada caregiver informal di wilayahnya masing-masing. Kata kunci: caregiver informal; lansia; perawatan jangka panjang Abstract Currently, Indonesia is facing an increase in morbidity due to non-communicable diseases and degenerative diseases. According to Riskesdas 2018, the most non-communicable disease experienced by the elderly is high blood pressure (hypertension). Similarly in Malang, hypertension and diabetes mellitus are the most common non-communicable diseases. According to a survey conducted in 2028, 74.3% of the elderly are still classified as able to carry out activities independently, while the rest have a mild to severe dependency rate. This condition was also found in one of the working areas of the Bersama Health Center, Klojen District, Malang City, namely Sukoharjo Village. The purpose of this activity is to solve problems related to non-communicable diseases in Sukoharjo. This activity partners with health cadres of Sukoharjo Village, Klojen District, Malang City. Methods used in this activity include education, practice, demonstration, and training divided into 9 face-to-face meetings. The results of this activity show that there is an increase in the knowledge and ability of health cadres who originally had a lot of knowledge, which was less than 84.2%, after the activity was carried out, it increased to a good level of 100%. Along with the practices and demonstrations carried out, all health cadres understand and can carry out demonstrations independently. With the implementation of this community service activity, it is hoped that cadres can disseminate the knowledge that has been obtained to informal caregivers in their respective regions. Keywords: elderly; informal caregiver; long-term caregiving
HUBUNGAN TINGKAT STRES PSIKOLOGIS DENGAN DERMATITIS ATOPIK PADA LANSIA Wibowo .; Oda Debora
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v3i1.170

Abstract

Pada fase usia lanjut jika lansia tidak menemukan keadan yang sesuai dengan harapan yang diharapkan maka akan memicu timbulnya stres. Stres merupakan salah satu faktor yang memicu terjadinya Dermatitis Atopik (DA). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan tingkat stres psikologis terhadap peningkatan risiko  terjadinya dermatitis pada lansia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 lansia yang tinggal di panti werdha. Sampel berjumlah 48 responden yang diambil menggunakan tehnik Purposive Sampling. Berdasarkan analisa data dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, didapatkan nilai p sebesar 1,000 (p>0,005), dapat disimpulkan bahwa  tidak ada hubungan antara stress psikologi  yang dirasakan dengan munculnya Dermatitis Atopik (DA) pada lansia di panti werdha. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat stres bukan menjadi faktor utama sebagai faktor pencetus kekambuhan Dermatitis Atopik (DA). Beberapa factor yang mempengaruhi yaitu genetik dan faktor lingkungan fisik.
Stressors affected emotional and physiological exhaustion among volunteers during second wave of covid-19 pandemic Oda Debora; Sulistyono
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v7iSpecial Edition.263

Abstract

Aims: Our government summon up many resources during combating Covid-19 pandemic, including volunteers which has many backgrounds. Their domain mainly at pre-hospital area, but remain at high risk contracted by covid-19 virus. The purpose of this study was to analyze dominant threat which was perceived by volunteers which could affected emotional exhaustion and physiological stress in volunteers during second wave Covid-19 pandemic. Design: This research was descriptive study using cross-sectional design. Methdos: Respondents were taken by simple random sampling technique and 100 respondents were obtained during early December 2020 to end of January 2021. Smart Partial Least Square 3.0 was used as multivariate analysis. Results : The analysis showed that t stat 8,766 (>1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and emotional exhaustion.  The second result showed that t stat 8,078 (> 1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and physiological anxiety. Conclusions : This study showed that perceived emotional threat was the main stressor which affect emotional exhaustion and physiological anxiety .This stressors are mental health issues among volunteer during Covid-19 pandemic and need to be handled as it can increase body vulnerability to SARS-COV-19 virus. This research sampling technique was accidental sampling, so the result of this study mainly represent the condition of Malang Covid-19 volunteers. A better sampling technique might be required to get a better result and population generalization
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS BARENG KOTA MALANG Anisa, Sabrina Rizky; Debora, Oda; Sulartri, Anastasia Sri
coba Vol 13 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v13i2.763

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah yang bersifat kronis dan dapat menyebabkan kerusakan organ seperti ginjal, jantung, otak, dan mata. Gaya hidup, termasuk aktivitas fisik, merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 146 responden yang merupakan penderita hipertensi di Puskesmas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Spearman rank. Hasil: Sebanyak 82 responden (56,2%) memiliki aktivitas sedang, 44 responden (30,1%) aktivitas ringan, dan 20 responden (13,7%) aktivitas berat. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,0013 (p < 0,05), dan uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,013 (p < 0,05) dengan arah hubungan negatif, yang berarti semakin tinggi aktivitas fisik, tekanan darah cenderung lebih baik. Diskusi: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tekanan darah, dengan kecenderungan bahwa peningkatan aktivitas fisik berkontribusi terhadap pengendalian tekanan darah. Intervensi berbasis komunitas seperti senam pagi, jalan sehat, atau olahraga kelompok dapat menjadi strategi efektif dan terjangkau untuk pengendalian hipertensi di tingkat layanan primer. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi hubungan kausal dan mempertimbangkan faktor risiko lain yang memengaruhi hipertensi. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Aktivitas fisik
Internal, Eksternal, Bencana FAKTOR INTERNAL YANG BERPENGARUH TERHADAP FAKTOR EKSTERNAL PRA-BENCANA DI DUSUN PANDANSARI KRAJAN, DESA PANDANSARI KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG: INTERNAL FACTORS THAT INFLUENCE THE PRE-DISASTER EXTERNAL FACTORS IN THE PANDANSARI KRAJAN, DESA PANDANSARI KEC. PONCOKUSUMO KAB. MALANG debora, oda
Jurnal Keperawatan Malang Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v2i2.28

Abstract

Abstract Resilliency and community independence are two important factors in the pre-disaster phase as it is one of the forms of disaster preparedness. Resilliency was formed from the internal society factors as well as external environmental conditions. This research aim was to find the influence of internal factors on four components of pre-disaster phase. Analysis using Partial Least Square. Result of inner estimation model for direct influence of internal factor to external showed t-statistic value equal to 3,495 (? = 0,05), so there was a significant direct positive influence between internal factor to external. The external factor with the largest loading factor was population protection (0.380). Wheareas the largest factor loading factor internal was experience repetition (0.602). The village authorized credibillity among public processed significant role in relation to the disaster management program. Experience had succeeded in changing public perception of disaster, so that disaster risk reduction program could be well implemented. Programs and activities based on community experiences and government credibillity can be developed in order to reduce disaster vulnerability. Keywords: community resilliency, natural disaster, disaster risk reduction
Hubungan beban dengan kualitas hidup caregiver informal yang merawat lansia penderita Diabetes Melitus: The relationship between burden and quality of life of informal caregivers who care for elderly people with Diabetes Mellitus Josefin, Jesika Maria; Debora, Oda; Ati, Maria Prieska Putri Panglipur; Sipollo, Berliany Venny
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 11 No. 3 (2025): JiKep | Oktober 2025
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v11i3.2797

Abstract

Lansia penderita diabetes melitus (DM) sering mengalami keterbatasan dalam menjalankan perawatan mandiri, sehingga memerlukan pendampingan dari caregiver informal. Peran ini menuntut keterlibatan yang intens dan berkelanjutan, yang dapat menimbulkan beban fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, sehingga berpotensi menurunkan kualitas hidup caregiver. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban yang dirasakan dengan kualitas hidup caregiver informal yang merawat lansia penderita diabetes melitus. Jenis penelitian kuantitatif, dengan metode cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah caregiver informal berusia >19 tahun, dengan sampel sebanyak 62 responden menggunakan teknik simpel random sampling. Penelitian ini dilakukan di Dusun Argomulyo Desa Gunungronggo, wilayah kerja puskesmas Tajinan. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Zarit Burden Interview (ZBI) untuk mengukur beban dan kuesioner Adult Carer Quality of Life (AC-QOL) untuk mengukur kualitas hidup. Analisa data menggunakan uji statistik sperman rank. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan antara beban yang dirasakan dengan kualitas hidup caregiver informal. Terdapat korelasi yang bermakna dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah.
HUBUNGAN MOTIVASI INTERNAL DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAH ANTI HIPERTENSI (OAH) PADA LANSIA Safitri, Rahmaning; Debora, Oda; Handini, Febrina Secsaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 21, No 1 (2025): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v21i1.1431

Abstract

Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik mencapai ≥90 mmHg. Salah satu cara untuk menangani hipertensi adalah dengan patuh terhadap konsumsi obat antihipertensi (OAH). Motivasi internal merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi internal dan kepatuhan dalam mengonsumsi OAH pada lansia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisis dan dikorelasikan menggunakan uji korelasi Spearman. Populasi penelitian terdiri dari 75 lansia dan sampel yang digunakan juga berjumlah 75 responden karena menggunakan teknik total sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Bareng, Kota Malang. Instrumen yang digunakan meliputi data umum responden, kuesioner TMQ, kuesioner ASK-10, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara motivasi internal dan kepatuhan mengonsumsi OAH, dengan nilai p=0,002 (p<0,05) pada uji korelasi Spearman. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa motivasi internal mempengaruhi kepatuhan dalam mengonsumsi OAH. Semakin tinggi motivasi internal seseorang, semakin besar pula kemauan mereka untuk mencapai kesembuhan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi internal dan kepatuhan dalam konsumsi OAH pada lansia. Untuk pasien, penting untuk memiliki motivasi internal agar terapi antihipertensi dapat mencapai hasil yang diinginkan. Bagi tenaga kesehatan, memberikan motivasi eksternal kepada pasien hipertensi dapat meningkatkan rasa percaya diri dan harapan pasien untuk sembuh.
Faktor Internal Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Mahmadiariska, Theresia Daniela Ody; Debora, Oda; Putri, Maria Prieska; Ariesti, Ellia
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2024): EDITION MARCH 2024
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jc.v12i1.4825

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that can significantly impair the quality of life. Individuals with this condition often experience physical and mental disturbances, affecting their activities, medical therapy, rest, and pain perception, all of which are dimensions of quality of life. Factors that can influence the quality of life of individuals with Diabetes Mellitus include their level of knowledge about the disease, economic status, and duration of illness. This study aims to investigate the internal factors related to the quality of life of individuals with Diabetes Mellitus at the Janti Public Health Center in Malang. The research design employed is descriptive correlational with a cross-sectional approach. The study sample consists of 93 respondents selected using purposive sampling. Data analysis was conducted using ANOVA, with the instruments used are the World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF and the Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ24). The analysis results indicate a significant correlation between knowledge (p=0.003 0.05), economic status (p=0.007 0.05), duration of illness (p=0.008 0.05) to the quality of life. The most influential factor is the duration of illness, as respondents who have been suffering for more than 10 years tend to feel that their activities are disrupted by Diabetes Mellitus and may develop complications in other organs, significantly affecting their quality of life. This study can serve as a reference for further scholarly development, thereby facilitating ongoing exploration of factors associated with quality of life.      
Stressors affected emotional and physiological exhaustion among volunteers during second wave of covid-19 pandemic Oda Debora; Sulistyono
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 7 No. 3 (2021): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v7iSpecial Edition.263

Abstract

Aims: Our government summon up many resources during combating Covid-19 pandemic, including volunteers which has many backgrounds. Their domain mainly at pre-hospital area, but remain at high risk contracted by covid-19 virus. The purpose of this study was to analyze dominant threat which was perceived by volunteers which could affected emotional exhaustion and physiological stress in volunteers during second wave Covid-19 pandemic. Design: This research was descriptive study using cross-sectional design. Methdos: Respondents were taken by simple random sampling technique and 100 respondents were obtained during early December 2020 to end of January 2021. Smart Partial Least Square 3.0 was used as multivariate analysis. Results : The analysis showed that t stat 8,766 (>1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and emotional exhaustion.  The second result showed that t stat 8,078 (> 1,96) and p values 0,000 (< 0,05), which means there was a direct influence between perceived emotional threat and physiological anxiety. Conclusions : This study showed that perceived emotional threat was the main stressor which affect emotional exhaustion and physiological anxiety .This stressors are mental health issues among volunteer during Covid-19 pandemic and need to be handled as it can increase body vulnerability to SARS-COV-19 virus. This research sampling technique was accidental sampling, so the result of this study mainly represent the condition of Malang Covid-19 volunteers. A better sampling technique might be required to get a better result and population generalization
Pendampingan Caregiver Formal dalam Pengenalan Kondisi Gawat Darurat pada Lansia dan Penghitungan Early Warning System Score Debora, Oda; Sulartri , Anastasia Sri; Diatanti, Narita
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 5 (2025): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v5i5.666

Abstract

Introduction: The old people who lives in nursing home received health care services, which is provided by formal caregivers. Most caregivers do not received health education about emergency, and therefore may not be able to recognize the signs and symptoms of emergencies in old people. When an emergency occurs, the assistance cannot be properly delivered and delay the referral decission. Objective: The purpose of this community service was to provide education about emergency in older people and improved ability to calculate Early Warning System Score (EWSS). Method: This public service was carried out by team form STIKes Panti Waluya Malang. This activity was conducted over three session. To increase caregiver knowledge, the community service team provided education through lecture and discussion. In order to improve caregiver’s skill, case based learning method was used to calculate EWSS score. Result: There was an increase in caregiver’s knowledge about 25%. Additionally, 86% caregivers were able to calculate and interpreted EWSS score. Conclusion: Providing education about older people emergency condition through lectures and discussion could improve caregiver’s knowledge. Furthermore, EWSS scoring can be applied in old people nursing home to provide objective assessment during referral.