Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Nilai Interdialytic Weight Gain (Idwg) Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang Rosana, Rita; Debora, Oda; Syukkur, Achmad; A Sri S, Sr Felisitas; Wibowo, Wibowo
INDOGENIUS Vol 3 No 1 (2024): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v3i1.315

Abstract

Latar belakang: Penyakit gagal ginjal kronis (GGK) sebuah keadaan yang terselenggara sebab pengurangan kemampuan ginjal saat menjaga keseimbangan di dalam tubuh. Gagal ginjal berkembang secara progresif hingga mencapai tahap akhir yaitu drajat 5 bisa dikatakan EndStage Renal Disease (ESRD), penyakit ginjal tahap akhir memerlukan terapi pengganti ginjal berupa dialysis atau transplantasi ginjal. Penderita gagal ginjal kronis perlu mengawasi gejala dan komplikasi dari penyakit seperti melakukan diet asupan cairan yang bertujuan supaya menurunkan kelampauan volume cairan untuk periode interdialitik, faktor penting yang menciptakan prilaku patuh terhadap pembatasan asupan cairan yaitu dukungan keluarga melalui dukungan emosional, penghargaan, instrumental serta informasional. Tujuan: Penelitian tersebut bertujuan supaya mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan nilai interdialytic weight gain (IDWG) pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Metode: Penelitian tersebut merupakan penelitian kuantitatif cross sectional, dengan sampel sejumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling melalui pendekatan purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini memakai kuesioner dukungan keluarga yang telah dinyatakan valid dan reliable serta penimbangan berat badan sesudah HD 1 dan sebelum HD Hasil: Didapatkan hasil dengan nilai signifikasi 0,003 dengan kekuatan korelasi r-hitung 0,291 lemah dengan arah korelasi positif. Kesimpulan: Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang dibutuhkan dalam penerapan diet asupan cairan pasien hemodialisa untuk menjaga nilai IDWG dalam batas normal demi mencapai derajat kesehatan yang diinginkan. Kata kunci: Gagal ginjal kronis, hemodialisa, nilai interdialytic weight gain (IDWG),dukungan keluarga.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Bareng Kota Malang Oktavia, Talita Beta; Debora, Oda; Secsaria Handini, Febrina
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20930

Abstract

ABSTRACT Hypertension is a serious health problem, systolic and diastolic blood pressure increases above normal limits. One of the efforts to lower high blood pressure is the hypertension diet. In overcoming the elderly who suffer from hypertension, this family support can help the elderly in overcoming problems and carrying out hypertension diet adherence correctly. This study was used to determine the relationship between family support and dietary adherence in the elderly with hypertension at the Bareng Health Center in Malang City. This type of research is quantitative correlation using the cross-sectional method, with a population of 136 respondents and a sample of 102 respondents who have been selected using the purposive sampling technique. The instruments used were general data, family support and dietary adherence. Data analysis uses the spearman correlation test. The research was conducted at the Bareng Health Center in Malang City. The results of the statistical test showed (p-value 0.007<0.05) this means that there is a relationship between family support and hypertensive diet adherence in the elderly at the Bareng Health Center in Malang City. Based on the results of the study, it was concluded that family support affects hypertensive dietary adherence in the elderly. The family plays an important role in accompanying the elderly to help overcome hypertensive dietary adherence. The better the family support provided, the more it increases the compliance of the elderly in carrying out the diet. It is hoped that the elderly with hypertension can adhere to the hypertension diet well such as eating foods that are low in salt, low in cholesterol, high in fiber and low in calories to minimize complications due to hypertension. Keywords: Hypertension, Family Support, Compliance, Hypertension Diet  ABSTRAK Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan yang serius, tekanan darah sistolik dan diastolic meningkat diatas batas normal. Salah satu upaya menurunkan tekanan darah tinggi yaitu diet hipertensi. Dalam mengatasi lansia yang menderita penyakit hipertensi dukungan keluarga ini dapat membantu lansia dalam mengatasi masalah dan menjalankan kepatuhan diet hipertensi dengan benar. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Bareng Kota Malang. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif korelasional menggunakan metode cross-sectional, dengan populasi 136 responden dan sampel sejumlah 102 responden yang sudah dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan data umum, dukungan keluarga dan kepatuhan diet. Analisa data menggunakan uji korelasi spearman. Penelitian dilakukan di puskesmas Bareng Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dukungan keluarga mempengaruhi kepatuhan diet hipertensi pada lansia. Keluarga berperan penting dalam mendampingi lansia untuk membantu mengatasi kepatuhan diet hipertensi. Semakin baik dukungan keluarga yang diberikan maka semakin meningkatkan kepatuhan lansia dalam menjalankan diet. Diharapkan lansia penderita hipertensi dapat mematuhi diet hipertensi dengan baik seperti makan makanan yang rendah garam, rendah kolesterol, tinggi serat dan rendah kalori agar meminimalkan terjadinya komplikasi akibat hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Dukungan Keluarga, Kepatuhan, Diet Hipertensi
Pemberdayaan kader dalam upaya menurunkan Caregiver Burden melalui tindakan massage dengan metode M Technique di RW 01 kelurahan Sukoharjo wilayah kerja puskesmas Bareng kota Malang Setyobudi, Yustina Emi; Debora, Oda; Indriyani, Oktavia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25198

Abstract

Abstrak Lansia mengalami perubahan dalam berbagai aspek kehidupannya. Perubahan yang dialami oleh lansia menyebabkan lansia mengalami penurunan fungsi dan rentan mengalami perubahan status kesehatan, menderita penyakit yang bersifat akut dan kronis. Perawatan lansia dengan penyakit kronis merupakan perawatan jangka panjang dan berkelanjutan. Keluarga adalah sumber daya terbesar untuk perawatan individu dengan penyakit kronis, sebab keluarga adalah pemberi perawatan yang paling tahan lama, dan menawarkan perawatan yang konstan dan berkelanjutan sepanjang waktu. Beban akibat kegiatan perawatan, perlu ditatalaksana guna meminimalkan dampak negatif pada caregiver informal. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di RW 01 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, pada bulan Mei 2024. Sasaran kegiatan PkM ini adalah kader posyandu lansia, sebanyak 19 orang. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan kader dalam pengelolaan caregiver burden melalui tindakan massage dengan Metode M Technique; meningkatkan kemampuan/keterampilan kader dalam pengelolaan caregiver burden melalui teknik hand massage. Kegiatan dalam PkM ini yaitu memberikan edukasi dengan topik: pengelolaan caregiver burden yang dirasakan caregiver lansia menggunakan metode M Technique; serta pelatihan tentang pengelolaan caregiver burden melalui tindakan massage dengan Metode M Technique. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah dengan Problem Based Learning (PBL). Hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan caregiver burden dari nilai rata-rata 53,0 menjadi 70,0, dan kemampuan melakukan pemijatan dengan nilai rata-rata 70,8. Kegiatan terlaksana dengan baik, dengan jumlah kehadiran kader lansia >70%. Hasil pengabdian ini diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat khsususnya para kader terkait dengan pengelolaan caregiver burden. Kata kunci: beban pengasuhan; kader lansia; pijat tangan Abstract Elderly people go through various changes in their lives, leading to decreased function and increased susceptibility to acute and chronic diseases. Long-term care for the elderly with chronic diseases is typically provided by the family, as they serve as the most enduring caregivers, offering constant and continuous care over time. Managing the burden of care is essential to minimize the negative impact on informal caregivers. This Community Service initiative took place in RW 01, Sukoharjo Village, Klojen District, on May. 2024, targeting 19 elderly Posyandu cadres. The goal was to enhance cadres' knowledge in managing caregiver burden through massage using the M Technique Method and improve their skills in this area. The activities included providing education on managing caregiver burden using the M Technique method and training on massage techniques. Problem-Based Learning (PBL) was the chosen empowerment method for this initiative. Evaluation results indicated an increase in knowledge about caregiver burden management from an average score of 53.0 to 70.0 and the ability to perform massage with an average score of 70.8. The event had a good turnout, with over 70% of elderly cadres attending. The results of this initiative are expected to educate the community, particularly the cadres, about caregiver burden management. Keywords: caregiver burden; elderly cadres; hand massage
HUBUNGAN LAMA KERJA DENGAN PROFESSIONAL QUALITY OF LIFE PERAWAT DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD DR. ISKAK TULUNG AGUNG Oda Debora; Ahsan; Dewi Kartikawatiningsih
MEDICA MAJAPAHIT Vol 9 No 1 (2017): Medika Majapahit
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ekerja di ruang gawat darurat memerlukan persyaratan yang berbeda jika dibandingkan dengan ruangan lain. Agar dapat memberikan pelayanan yang baik, perawat harus mampu mengenali kegawatan pasien dengan cepat dan memberikan intervensi dengan tepat. Untuk itu, perawat yang bekerja di ruang gawat darurat sebaiknya memiliki pengalaman kerja sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara lama kerja dengan professional quality of life (ProQOL) perawat IGD RSUD Dr. Iskak Tulung Agung. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Populasi perawat adalah 52 orang, dan didapatkan sampel sebesar 49 responden. Pengambilan data professional quality of life menggunakan kuesioner ProQOL R-V yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas ulang. Analisis yang digunakan adalah uji Chi-square. Hasil p>0,05, yang artinya lama bekerja tidak berhubungan dengan ProQOL. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengalaman yang dimiliki oleh perawat yang bekerja kurang dari atau lebih dari lima tahun tidak menjadi barier terhadap pelayanan yang diberikan kepada pasien.
Peningkatan keterampilan caregiver formal dalam pengoperasian sistem informasi catatan keperawatan lansia di Lembaga Kesejahteraan Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Lawang Anugrahanti, Wisoedhanie Widi; Debora, Oda; Firdaus, Jeffry Atur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35233

Abstract

AbstrakPelaksanaan pengabdian masyarakat di Lembaga Kesejahteraan Sosial-Lanjut Usia (LKS-LU) Pangesti Desa Ketindan Kecamatan Lawang Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur merupakan upaya untuk membuat sebuah sistem informasi catatan keperawatan berbasis website (pangesti.mikspwm.com) sebagai solusi pencatatan keperawatan lansia yang selama ini masih terlaksana secara manual menggunakan kertas (paperbased). Pengabdian masyarakat ini selain menyediakan sistem informasi juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi sebagai tindaklanjut adanya penerapan sistem informasi yang baru dibuat dan diimplementasikan. Peningkatan keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi memberikan implikasi penguatan kapasitas LKS-LU sebagai sebuah organisasi dalam mengelola dan menyediakan data kesehatan lansia. Hal ini mendukung pengambilan keputusan, pemantauan, dan pelaporan yang lebih baik di dalam institusi. Peningkatan keterampilan dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi caregiver formal dengan metode ceramah tanya jawab beserta praktik secara langsung menggunakan perangkat laptop dan telepon seluler. Pelatihan dilaksanakan dalam 8 (delapan) kali pertemuan tanggal 2 sampai dengan 18 September 2025 melibatkan caregiver formal sejumlah 15 (lima belas) orang. Evaluasi pencapaian keterampilan dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan instrumen checklist sejumlah 15 pertanyaan. Evaluasi keberfungsian sistem informasi menggunakan metode Blackbox. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor keterampilan pre-test dan post-test adalah 54,20 dan 91,13 dengan capaian peningkatan keterampilan caregiver formal tinggi dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,81, dengan capaian efektivitas kegiatan pengabdian masyarakat tergolong efektif ditunjukkan nilai persentase N-Gain sebesar 81,21%. Diperolehnya keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi meningkatkan kapasitas manajemen dalam pengelolaan dan penyediaan data kesehatan lansia. Disarankan pihak manajemen lebih meningkatkan keterampilan caregiver formal dalam mengoperasikan sistem informasi dengan rutin menggunakan sistem informasi tersebut setiap hari serta mengembangkan keberlanjutan sistem informasi tersebut. Kata kunci: caregiver formal; catatan keperawatan; lansia; sistem informasi. Abstract The implementation of community service activities at the Pangesti Social Welfare Institution for the Elderly (LKS-LU), located in Ketindan Village, Lawang District, Malang Regency, East Java Province, constitutes an initiative to develop a web-based nursing record information system (pangesti.mikspwm.com) as a solution to elderly nursing documentation, which has previously been conducted manually using paper-based methods. In addition to providing the information system, this program aims to enhance the competencies of formal caregivers in operating the newly developed platform, thereby ensuring its effective adoption and utilization. Strengthening caregiver skills in system operation carries significant implications for reinforcing the organizational capacity of LKS-LU in managing and providing elderly health data, ultimately supporting improved decision-making, monitoring, and reporting within the institution. Capacity building was undertaken through structured training sessions employing lectures, interactive discussions, and hands-on practice using laptops and mobile devices. The training was conducted in eight sessions between September 2 and 18, 2025, involving 15 formal caregivers. Skill achievement was evaluated through pre-test and post-test assessments using a 15-item checklist, while system functionality was assessed using the Blackbox method. The results demonstrated average pre-test and post-test scores of 54.20 and 91.13, respectively, with a high level of skill improvement reflected in an average N-Gain score of 0.81. The effectiveness of the community service program was further confirmed by an N-Gain percentage of 81.21%, categorized as effective. The acquisition of caregiver competencies in operating the information system has strengthened management capacity in organizing and providing elderly health data. It is recommended that institutional management continue to enhance caregiver skills by encouraging routine daily use of the system and ensuring the sustainability of the information system through ongoing development. Keywords: elderly; formal caregiver; information system; nursing documentation.
Hubungan Antara Pengetahuan tentang MTSS dengan Perilaku pada Pertolongan Pertama Cedera MTSS pada Pelari di Lapangan Rampal Kota Malang Dewanto, Satria; Debora, Oda; Sulartri, Anastasia Sri
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 12 (2025): Volume 7 Nomor 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i12.23289

Abstract

ABSTRACT Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS) is an inflammation of the muscles, tendons and bone tissue around the shin (tibial) due to overuse and repetitive injury to the posteromedial and anteromedial areas Research. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and first aid behavior of MTSS injuries in runners. This research design is quantitative correlation with a cross-sectional approach. The research sample was 62 respondents who were taken with the Quota sampling technique. Data analysis using the Spearman correlation test. The results showed that of the 62 respondents, the highest knowledge data was obtained with sufficient knowledge of 42 respondents (67.7%) and the highest MTSS injury first aid behavior data with sufficient behavior of 43 respondents (21%). The results of the Spearman Test, it was found that the significance value was 0.000 with a correlation strength of p-value 0.493 <0.05, so it can be concluded that there is a significant relationship between knowledge of MTSS and behavior in first aid injuries. Researchers concluded that increased knowledge about MTSS can improve first aid behavior for MTSS injuries. Keywords: Knowledge, First aid, Injury, MTSS.  ABSTRAK Medial Tibial Stress Syndrome (MTSS) adalah peradangan pada otot, tendon dan jaringan tulang di sekitar tulang kering (tibialis) akibat overuse dan cedera berulang pada daerah posteromedial dan anteromedial. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis adanya hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pertolongan pertama cedera MTSS pada pelari. Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 62 responden yang diambil dengan teknik Quota sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi Spearman.Hasil penelitian menunjukan dari 62 responden diperoleh data pengetahuan tertinggi dengan pengetahuan cukup sejumlah 42 responden (67,7%) dan pada data perilaku pertolongan pertama cedera MTSS paling tinggi dengan perilaku cukup sejumlah 43 responden (21%). Hasil Uji Spearman, didapatkan bahwa nilai signifikasi 0,000 dengan kekuatan korelasi p-value 0,493<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang MTSS dengan perilaku pada pertolongan pertama cedera MTSS pada pelari di Lapangan Rampal Kota Malang. Peneliti menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang MTSS dapat memperbaiki perilaku pertolongan pertama cedera MTSS. Kata Kunci: Pengetahuan, Pertolongan Pertama, Cedera, MTSS.
Elderly’s Dependency Level Correlated with the Burden Perceived by Informal Caregivers Maria Prieska Putri; Oda Debora; Eli Lea
Journal of Ners and Midwifery Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v10i3.ART.p412-418

Abstract

Elderly care at home is quite heavy care related to various physiological and psychological changes in the elderly. Informal caregivers who takecare for elderly may get increase burden experience, especially for elderly people with a high level of dependency. The aim of this research is to determine the correlation between the level of elderly dependency and the burden felt by informal caregivers. This research was a non-experimental quantitative research with a cross-sectional design. The research was carried out in March-August 2023 with the population of 137 informal caregivers in Sukoharjo Hamlet, Klojen District, Malang City, East Java. The sample was 102 respondents who was carried out randomly using simple random sampling technique. The independent variable in this research was the level of elderly dependency. There was a correlation between the level of elderly dependency and the burden felt by elderly caregivers with a significance value of <0.05. Based on the research results, it showed the correlation between the level of dependency of the elderly and the burden felt by the caregiver. The various physical burdens felt by caregivers while caring for the elderly, if it is not applied with a good management, it can affect to the daily activities. The caregiver’s busy schedule in caring for the elderly give impact to disruption their social life and the caregiver loses the time to enjoy their personal needs.