Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Relasi Antara Pedagang dan Mahasiswa Perspektif Sosiologi Ekonomi Zulaika, Zulaika; Mevia, Saffana Arta; Sahara, Juliana; Firdaus, Reno
Economic Management Business Research Journal Vol 1, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ember.v1i2.6459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relasi antara pedagang dan mahasiswa dalam konteks interaksi sosial ekonomi di lingkungan kampus, dengan menggunakan pendekatan sosiologi ekonomi. Relasi ini tidak hanya mencerminkan hubungan jual beli semata, tetapi juga mengandung dimensi simbolik, budaya, dan struktur sosial yang saling memengaruhi. Dalam perspektif sosiologi ekonomi, hubungan ekonomi dipahami tidak terlepas dari jaringan sosial, nilai, dan norma yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam, penelitian ini menemukan bahwa interaksi antara pedagang dan mahasiswa bersifat timbal balik, diwarnai oleh kepercayaan, solidaritas, dan negosiasi harga yang mencerminkan dinamika sosial. Relasi ini juga menunjukkan adanya ketergantungan ekonomi serta pembentukan identitas sosial di ruang publik kampus. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami aktivitas ekonomi sebagai bagian dari praktik sosial yang kompleks dan tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial budaya yang melingkupinya.
Hubungan Lama Waktu Tunggu Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Di Poli Umum Klinik Relof Tahun 2022 Zulaika, Zulaika; Suhermi, Suhermi; Soejoto, Nina Nardjati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v14i2.1277

Abstract

Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan kualitas pelayanan di tempat pelayanan kesehatan tersebut. Waktu tunggu pasien adalah salah satu komponen potensial yang mempengaruhi ketidakpuasan. Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan pasien di beberapa fasilitas kesehatan . Waktu tunggu yang lama mencerminkan bagaimana klinik mengatur manajemen pelayanan sesuai oleh situasi dan harapan pasien, pasien merasa tidak puas apabila waktu tunggu tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan yaitu ≤ 60 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama waktu tunggu dengan kepuasan pasien di poli umum klinik relof tahun 2022. Metode penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 305 responden dengan jumlah sampel 75 responden, menggunakan simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisa menyatakan hasil Odds Ratio sebesar  12.250 dengan CI (4.789 - 31.333) artinya responden yang menyatakan waktu tunggu >60 menit (lama) berpeluang 12.250 kali untuk tidak puas dengan pelayanan dibandingkan dengan responden yang menyatakan waktu tunggu <60 menit (tidak lama). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa adanya hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien adalah semakin cepat pelayanan pasien atau waktu tunggu yang tidak lama maka pasien akan semakin puas dengan pelayanan yang diterima. Sedangkan semakin lama waktu tunggu maka semakin banyak waktu yang dibutuhkan pasien dalam memperoleh pelayanan, sehingga menimbulkan ketidakpuasanKata Kunci : waktu tunggu, kepuasan pasien
Neuroeducational Model in Learning Tahfizh Al-Qur'an: Strengthening Spiritual Literacy in the Era of Digital Disruption Vahlepi, Sahrizal; Zulaika, Zulaika; Soleh, Warissuddin; Jamil, Helmun; Harianto, Neldi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v17i2.7844

Abstract

This research develops the Neuroeducation-Based Tahfizh Learning Model (MP-TBN) to strengthen students’ spiritual literacy in the digital era. The model seeks to balance rote memorization with the internalization of Qur’anic values. Employing a Research and Development (R&D) method through the ADDIE framework, the study involved 25 students at Tahfizh Ibadurrahman House, Jambi. Data were collected using observations, interviews, and affective-spiritual questionnaires, then analyzed with qualitative-thematic and quantitative-descriptive approaches. The results show that MP-TBN is built on four pillars: Brain-Based Memorization Strategy (BBMS), Digital Tahfizh Tracker (DTT), Ruhaniyah-Based Reflection (RBR), and Daily Neuro-Murojaah Habit (DNMH). Expert validation confirmed its feasibility, and field trials demonstrated notable improvements: memorization increased from 3.2 to 4.6 juz, reflection from 2.9 to 4.3, focus from 3.1 to 4.5, and spiritual depth from 3.0 to 4.5. Moreover, 90% of participants expressed satisfaction with the model. In conclusion, MP-TBN integrates cognitive, affective, and spiritual dimensions, providing a holistic approach relevant to Tahfizh institutions in addressing contemporary Islamic educational challenges.
Analisis Makna Kesulitan dan Kemudahan Surat Al-Syarh “Kajian Semiotika Al-Qur’an” Zulaika, Zulaika; Vahlepi, Sahrizal
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i2.532

Abstract

Humans are equipped with reason so that they can analyze all the miracles of the Qur'an, then activate this mind optimally by analyzing several theories in order to achieve a goal and its intended meaning. Every individual certainly has various obstacles and obstacles in wading through life, not apart from the ease and difficulty. Sometimes not all conveniences go easily and forever, as well as difficulties. Then the question arises whether in every difficulty there will be ease? And if you want to get convenience, do you have to go through difficulties first? and is it certain that every difficulty will be rewarded with ease in this world or in the here after? Some of these questions become separate problems that require definite and accurate answers. Among the approaches in studying the meaning of the Qur'an related to the problem mentioned above is semiotics which is a study in terms of literature or language, which has developed since the time of ancient Greece. Language is a very important object in life, which is a tool for communication and transactions. Therefore, this article tries to analyze the relationship of meaning with difficulty and ease through a language or semiotic approach. This approach was chosen as a means of exploring broader and deeper meanings related to the meanings of difficulty and ease. For data collection the authors use library research techniques (library research). Published written data are in the form of books, journals, articles and books of classical and contemporary interpretations that are relevant in this study. The discussion of writing is carried out using an analytic descriptive method to explain the meaning and interpretation of the verses of the Qur'an broadly and explain a new meaning about the relationship of the meaning of difficulty and ease of Surah al-Insyirah. And in conclusion this verse contains a lesson in terms of morality where we are told to be patient, optimistic and always put our trust in Allah. The meaning of difficulty and ease can change according to the word that goes with it.
Pemberdayaan Literasi Al-Qur’an Melalui Pendampingan Tahsin Ibu-Ibu di Desa Tangkit Muaro Jambi Zulaika, Zulaika; Vahlepi, Sahrizal
Zad Al-Ummah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Zad Al-Ummah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIQ ZAD Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55759/zau.v3i2.44

Abstract

This study aims to improve Qur’an reading proficiency with tartīl and tajwīd through a community-based tahsin program using behaviorist, andragogical, and living Qur’an approaches. The two-day program combined classical methods for strengthening tajwīd theory and talaqqi musyāfahah for personalized coaching. A total of 35 mothers participated through a participatory recruitment process, supported by local leaders and university students. Evaluation tools included pre-tests, post-tests, direct observation, and tutor assessment sheets. The results showed significant improvements in makhārijul ḥurūf articulation, proper intonation, and reading confidence. A self-sustained Qur’anic study group emerged at the neighborhood level (RT), continuing the learning process independently. The novelty of this study lies in the integration of three pedagogical approaches within a contextual, community-based learning model, as well as in the empowerment of village women as agents of religious literacy within the family. The program demonstrates the potential of tahsin as a vehicle for sustainable social and religious transformation. Further development is recommended through a community tahsin curriculum, advanced training, and cross-institutional collaboration to strengthen Qur’anic culture at the grassroots level.
Determinan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di Instalasi Gizi Rumah Sakit RSMK Kemayoran Zulaika, Zulaika; Suhermi, Suhermi
Jurnal Pembaruan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): JULY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/0eprdg21

Abstract

Penelitian ini menyoroti kelelahan kerja di Instalasi Gizi RSMK Kemayoran, sebuah kondisi yang sering terjadi karena pekerjaan yang dinamis dan berat, termasuk dalam pengolahan makanan dengan alat tajam serta paparan panas. Dari penelitian pendahuluan, sebagian besar karyawan telah mengalami kelelahan kerja sedang. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional, melibatkan 32 karyawan sebagai sampel. Kelelahan diukur dengan berbagai instrumen dan dianalisis untuk mengetahui hubungannya dengan faktor-faktor seperti umur, jenis kelamin, masa kerja, status gizi, shift kerja, beban kerja, dan risiko ergonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah karyawan mengalami kelelahan kerja berat, dengan gejala utama berupa menguap, rasa lelah pada seluruh badan, dan mengantuk. Jenis kelamin dan beban kerja terbukti memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja. Oleh karena itu, disarankan agar rumah sakit memberikan pelatihan dan penyuluhan tentang kelelahan kerja, serta menyesuaikan tugas dengan kemampuan fisik dan kapasitas kerja karyawan. Perlu juga diberikan penekanan pada pemahaman akan dampak dan pencegahan kelelahan kerja. Adaptasi beban kerja dengan kemampuan individu dianggap penting untuk meningkatkan hasil kerja dan mengurangi risiko kelelahan.
ANALISIS MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA (MTS) AN-NIZHAM JAMBI Vahlepi, Sahrizal; Mu’nisana, Mu’nisana; Zulaika, Zulaika
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat belajar siswa siswi kelas IX terhadap pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) An Nizham Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTS) An-Nizham Jambi Tahun Ajaran 2023/2024. Teknik sampel menggunakan probability sampling dengan cara Cluster Random Sampling yaitu Pengambilan sampel berbasis area atau cluster random sampling adalah salah satu metode pengambilan sampel yang digunakan ketika populasi terdiri dari kelompok atau agregat individu dari pada individu. Prosedur pengumpulan data menggunakan kusioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Skala pengukuran berupa skala Likert. Uji dalam penelitian ini meliputi : uji validitas, uji realibilitas, uji hipotesis. Hasil penelitian ini menginformasikan terdapat pengaruh yang signifikan antara media pembelajaran berbasis teknologi terhadap minat belajar siswa, khusunya dalam belajar bahasa Arab.
Penguatan Literasi Keagamaan Perempuan Melalui Pelatihan Tafsir Zulaika, Zulaika; Syafira Azzahra, Siti; Vahlepi, Sahrizal
Al-Khidmah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM) of the Islamic University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jak.v5i3.4952

Abstract

This community engagement program aims to enhance women’s religious literacy through a thematic Qur’anic interpretation training using the Participatory Action Research (PAR) approach within the BKMT community of Telanaipura District, Jambi City. The program focuses on strengthening women’s contextual understanding of Islamic teachings by involving 25 active female members of the majelis taklim in six training sessions conducted at Nurul Iman Mosque and participants’ homes. The core themes included women’s roles in the Qur’an, gender justice, Qur’anic family values, and religious moderation. The PAR approach was implemented through stages of coordination, needs assessment, thematic module development, interactive training, reflection, and evaluation. Qualitative data were collected through observation, group discussions, and participant reflections, then descriptively analyzed to capture learning dynamics and knowledge transformation. The results revealed a significant improvement in participants’ ability to interpret Qur’anic verses contextually, accompanied by increased awareness of moderation, justice, and equality in religious life. Participants showed active engagement and initiated independent women’s Qur’anic study groups as a follow-up action. This training demonstrates that participatory learning effectively empowers women through religious literacy by enhancing not only spiritual understanding but also leadership, solidarity, and social responsibility. The practical implication suggests that the PAR-based thematic tafsir training model can be replicated in other majelis taklim communities to foster a moderate, inclusive, and just Islamic society.