Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Regulasi Sertifikasi Pranikah Ditinjau Dari Kaidah Maslahah Dan Mafsadat Dalam Hukum Islam Hidayat, Deden
Istinbath : Jurnal Hukum Vol 17 No 1 (2020): Istinbath : Jurnal Hukum
Publisher : Faculty of Sharia, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/istinbath.v17i1.2239

Abstract

Perkawinan adalah media pembentuk keluarga, yang merupakan lembaga terkecil dari sebuah masyarakat. Dalam rangka memperkuat lembaga tersebut, pemerintah mewacanakan kembali apa yang disebut dengan Sertifikasi Pranikah. Sebuah pelatihan yang di dalamnya peserta pelatihan akan diajarkan materi-materi tentang bagaimana mempersiapkan sebuah keluarga yang kuat sebelum perkawinan dilaksanakan. Kebijakan ini diwacanakan kembali oleh pemerintah melihat fakta dilapangan yang menunjukkan peningkatan kasus perceraian, dan itu merupakan indikator buruk bagi lembaga keluarga dan tentu akan berdampak pada pemben-tukan masyarakat. Dalam kajian Hukum Islam, kemaslahatan, yang kemudian dija-wantahkan menjadi maqashid syari’ah, harus menjadi tujuan utama dari adanya sebuah kebijakan/peraturan. Sehingga sangat perlu memperhatikan seberapa besar kemaslahatan yang dapat diraih dan seberapa banyak mafsadat yang dapat dihindari dengan adanya Sertifikasi Pranikah yang kembali diwacanakan.
Pemberdayaan Menulis Huruf Arab Pada Guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Se-Kelurahan Pasirbiru Kecamatan Cibiru Kota Bandung (Aplikasi Metode Menulis Arab Pendekatan Anatomis) Rohanda, Rohanda; Mardiansyah, Yadi; Hidayat, Deden
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i1.3099

Abstract

Pendidikan agama di Indonesia memainkan peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama melalui pembelajaran bahasa Arab sebagai bagian dari kurikulum di lembaga-lembaga pendidikan Islam. Guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dituntut memiliki kompetensi pedagogis yang memadai, termasuk keterampilan menulis huruf Arab secara baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pengajaran penulisan huruf Arab melalui penerapan metode MAPAN (Menulis Arab dengan Panduan Analitik) bagi guru DTA di Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pengabdian kepada masyarakat dengan langkah-langkah pelatihan, pendampingan, dan evaluasi hasil belajar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan menulis huruf Arab di kalangan peserta, baik dari segi bentuk, keterbacaan, maupun konsistensi penulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa metode MAPAN dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis huruf Arab di tingkat dasar. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan program pelatihan serupa secara berkelanjutan di wilayah lain serta integrasi metode MAPAN dalam kurikulum pelatihan guru DTA.
The Islamic Legal Perspective on Inheritance Distribution Based on the Principle of Sapikul Sagendhongan Hidayat, Deden; Fitriyani, Fitriyani
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i1.4137

Abstract

This research aims to analyze the principles of Islamic inheritance law and their relevance to customary law in society as well as the existence of distribution of inheritance based on the Sapikul Sagendhongan principle from an Islamic Law perspective. This research is normative legal research by prioritizing conceptual and statutory approaches. The results of the research confirm that there are eleven principles or principles in Islamic inheritance law which include: the principle of ijbari', bilateral, individual, balance, solely due to death, sincerity, self-servity, huququl maliyah or material rights, basic rights (huququn thaba 'iyah), dividing inheritance and benefit, where these eleven principles or principles are the basis for the implementation and regulation of Islamic inheritance law. In connection with the application of customary law practices in the distribution of inheritance, it can actually be seen from the theory of receptio in complex which was initiated by Van Den Berg, the theory of receptio exit which was developed by Hazairin, and the theory of receptio a contrario which was developed by Sayuti Talib which is actually a justification that Islamic law has validity. which sometimes manifests itself in customary law, such as the principle of Sapikul Sagendhongan as implemented by Javanese society. The existence of distribution of inheritance based on the Sapikul Sagendhongan principle viewed from the perspective of Islamic Law is actually no different from the distribution of inheritance in Islamic Law which mandates that men share more than women with the argument that men have greater responsibility. In this context, the distribution of inheritance based on the principle of sapikul sagendhongan actually has similarities with the distribution of inheritance based on Islamic law.
Financial Contribution of Sharia Philanthropy to Sustainable Social Development Maskur, Maskur; Hidayat, Deden; Osmiati, Osmiati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6582

Abstract

This study examines the contribution of Sharia finance, particularly Islamic financial philanthropy, to sustainable social development and identifies strategic measures required to enhance its effectiveness. Sustainable social development demands an inclusive economic system that promotes social justice, equitable wealth distribution, and long-term community welfare. Islamic finance, grounded in ethical values and principles of social solidarity, provides redistributive instruments such as zakat, waqf, infaq, and sadaqah that can support these objectives. This research employs a qualitative literature study approach by reviewing and analyzing relevant sources, including academic journals, classical Islamic texts, and scholarly publications related to Islamic finance and sustainable development. Through a systematic examination of the literature, this study explores the conceptual and practical linkages between Islamic financial philanthropy and sustainable social outcomes. The findings reveal that Islamic financial philanthropy plays a significant role in poverty alleviation, economic empowerment, and social inclusion. However, its potential to foster sustainable development depends on effective strategic implementation. Recommended strategies include designing programs aligned with community needs, strengthening collaboration with governmental and private institutions, expanding regional and international partnerships, and improving data management systems to ensure transparency and accountability. Through these measures, Sharia finance can contribute more effectively to sustainable and inclusive social development.