Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mie Panjang Umur: Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Singkawang (Kajian Etnografi) Azizah, Nur; Kholik, Kholik; Rizal, Moh. Ahsan Shohifur
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis mie panjang umur bagi masyarakat Singkawang dan bagaimana tradisi memakannya merepresentasikan kearifan lokal mereka. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengetahui fungsi tradisi sebagai bentuk pemertahanan budaya dan mengetahui makna simbolis dari mie panjang umur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak libat cakap, wawancara, dokumentasi serta catatan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kajian etnografi mempelajari bagaimana simbol kearifan lokal masyarakat Singkawang memiliki nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Sedangkan mie panjang umur merupakan hidangan dengan makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Pada hasil wawancara juga terdapat makna yang memiliki nilai-nilai filosofis diantaranya makna sosial, budaya dan kepercayaan.
Relevansi Ideologi dan Estetika dalam Karya Sastra Pada Puisi Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) Jamil, M.; Shohifur Rizal, Moh. Ahsan; Kholik, Kholik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14021

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi ideologi dan estetika dalam puisi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), fokus pada bagaimana ideologi komunisme tercermin dalam estetika sastra dan bagaimana hal ini memperkuat pesan ideologis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks, penelitian mengidentifikasi tema-tema utama, gaya bahasa, simbolisme, dan struktur naratif dalam puisi-puisi Lekra. Hasilnya menunjukkan bahwa puisi-puisi ini menggabungkan realisme sosialis dengan simbol perjuangan rakyat, menggunakan bahasa yang jelas untuk audiens luas. Estetika dalam puisi Lekra bukan sekadar dekorasi, melainkan sarana untuk menegaskan komitmen ideologis terhadap perjuangan kelas dan sosial. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang hubungan antara seni dan politik, serta bagaimana ideologi membentuk estetika sastra dalam konteks sejarah. Kesimpulannya, puisi Lekra merupakan contoh kuat bagaimana seni sastra dapat memainkan peran sentral dalam gerakan politik dan sosial.
Masa Depan Sastra Di Era Digital: Kajian Sastra Sibernetik Rizal, Moh. Ahsan Shohifur; Kholik, Kholik; Faizi, Ahmad; Kholiq, Abdul; Azizan, Yoga Rifqi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15680

Abstract

The digital era has brought significant changes to various aspects of life, including in the world of literature. The emergence of digital technology has given rise to various new platforms for creating and enjoying literary works, such as social media, blogs, and e-book platforms. This raises questions about the future of literature in this digital era. This study aims to explore how digital technology influences the form, content, and way of enjoying literary works. This study uses a cybernetic literary approach to analyze the interaction between literature and digital technology. The results of the study show that digital technology has various positive and negative impacts on literature. On the one hand, digital technology opens up new opportunities for literary creators to reach a wider audience and interact with readers directly. On the other hand, digital technology also raises concerns about the potential for cultural homogenization and the loss of humanist values ​​in literary works. This study has important implications for literary theory and practice in the digital era. The findings of this study can help literary creators to understand and utilize the opportunities offered by digital technology, as well as to overcome the challenges faced in this digital era.
UNSUR APORIA DALAM NOVEL AIB DAN NASIB KARYA MINANTO TINJAUAN DEKONTRUKSI JAQUES DERRIDA Akhmad, Akhmad; Kholik, Kholik; Baiquni, M. Masykur
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 2 (2025): KLAUSA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i2.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur aporia teori dekonstruksi Jacques Derrida yakni berupa makna-makna paradoks dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini adalah narasi, pernyataan atau kutipan teks yang berisi kebenaran absolut, penangguhan kebenaran absolut, dan unsur aporia yang makna paradoks. Sumber data penelitian ini adalah novel Aib dan Nasib karya Minanto dengan tebal 263 halaman, diterbitkan pertama oleh Marjin Kiri, cetakan pertama 2020. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data dengan mengidentifikasi kebenaran absolut dan penangguhan kebenaran absolut yang menimbulkan unsur aporia. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan kebenaran absolut dan penangguhan kebenaran absolut yang menimbulkan unsur aporia dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Kebanaran yang absolut “tokoh dia” digambarkan sebagai tokoh yang tokoh “dia” adalah sosok religius dan pekerja sosial yang taat, berbeda dengan tokoh yang bertentangan dengannya yakni “teks memberi kesan bahwa dia kelelahan, tertekan, atau dikasihani oleh masyarakat” yang digambarkan sebagai sosok pekerja sosial yang taat. Setelah penangguhan kebenaran absolut terdapat makna baru yakni tokoh “dia kelelahan, tertekan, atau dikasihani” yang sebelumnya digambarkan sebagai tokoh yang pekerja keras berubah menjadi tertekan karena dikasihani masyarakat. Unsur aporia yang terdapat dalam novel bermakna paradoks atau bertentangan antara sikap “dia” makna dalam teks bergeser dari pujian menjadi beban eksistensial; satu tindakan bisa ditafsirkan sakral sekaligus tragis.
Analisis Gaya Bahasa pada Puisi-puisi Karya Joko Pinurbo Abdul Fatah, Fauzan Taqiyuddin; Kholik, Kholik
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 1 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/pq7hnj26

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis fitur bahasa yang terdapat dalam dua puisi karya Joko Pinurbo dengan judul, "Doa Orang Sibuk yang 24 Jam Sehari Berkantor di Ponselnya" dan "Kepada Uang". Esensi dalam memahami gaya bahasa sebagai aspek utama yang mencerminkan nilai keindahan dan emosional dalam karya sastra merupakan latar belakang dari penelitian ini. Tujuan analisis ini untuk mengidentifikasi dan menafsirkan penggunaan gaya bahasa dalam puisi-puisi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan stilistika, dimana peneliti dapat menemukan unsur gaya bahasa yang lebih dominan dengan cara menganalisis teks. Teknik pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat, mengklasifikasi, dan menginterpretasi isi puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa majas yang digunakan meliputi personifikasi, metafora, simbolisme, ironi, simile, hiperbola, dan apostrof. Puisi pertama menjelaskan hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan melalui metafora komunikasi, sedangkan puisi kedua menggambarkan hubungan manusia dengan uang melalui simbolisme kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa bahasa figuratif Joko Pinurbo mengindikasikan keunikan dan kedalaman makna, menjadikan karyanya relevan dalam pembelajaran sastra sebagai bahan apresiasi seni dan refleksi sosial. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan apresiasi terhadap puisi Indonesia serta memperkaya pengetahuan tentang pembelajaran sastra di kancah akademik.Kata Kunci: Joko Pinurbo, puisi, gaya bahasa, stilistika. AbstractThe aim of this study is to analyze the language features contained in two poems by Joko Pinurbo. The essence of understanding language style as the main aspect that reflects the beauty and emotional values in literary works is the background of this research. The aim of this analysis is to identify and interpret the use of language styles in these poems. This study uses a qualitative descriptive method through a stylistic approach, where researchers can find elements of language style that are more dominant by analyzing the text. Data collection techniques by reading, recording, classifying, and interpreting the contents of the poem. The results of the analysis show that the figures of speech used include personification, metaphor, symbolism, irony, simile, hyperbole, and apostrophe. The first poem explains the vertical relationship between humans and God through the metaphor of communication, while the second poem describes the relationship between humans and money through the symbolism of everyday life. The conclusion of this study confirms that Joko Pinurbo's figurative language indicates uniqueness and depth of meaning, making his work relevant in literary learning as a material for art appreciation and social reflection. This study is expected to increase appreciation of Indonesian poetry and enrich knowledge about literary learning in the academic arena.Keywords: Joko Pinurbo, poetry, style, stylistics.