Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PROPOSISI KATA SERAPAN ARAB-INDONESIA DALAM KAIDAH SHOROF TSULASI MUJARROD Chomariyah, Siti; Kholik, Kholik; Rizal, Mohammad Ahsan Shohifur
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 4 No 02 (2022): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v4i02.105

Abstract

Metode penelitian merupakan penelitian kualitatif yang berfokus pada studi pustaka. Sumber data berupa buku senarai kata serapan, yang kemudian dikalkulasikan dan dipilah berdasarkan unsur tertentu dalam teknik pengumpulan data. Kata serapan dalam buku tersebut dipilah ke dalam kaidah tsulasi mujarad, sehingga dalam pengumpulan data peneliti juga mengorelasikan kata-kata serapan tersebut dengan KBBI sebagai rujukan padanan kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata serapan bahasa Arab mengalami perubahan dalam proses penyerapannya; dari 114 data kata serapan, terdapat 104 kata dalam jenis serapan, 2 data tergolong serapan padu, dan 8 data tergolong serapan sulih. Adanya perbedaan kaidah pembentukan kata dalam bahasa Arab dengan bahasa Indonesia menyebabkan perubahan kategori kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, yakni perubahan kategori nomina menjadi verba (صَوْمٌ, مَكْتُوب) dan nomina menjadi adjektiva (مَغْرُورٌ). Hal ini dilihat melalui dua bidang, yaitu morfologi dan semantik, dengan mengkaji bentuk, tatanan gramatika, dan proses pembentukannya. Afiks pada kata serapan, ditinjau dari makna bahasa sumbernya, memiliki tiga jenis: prefiks, sufiks, dan konfiks. Terdapat 52 prefiks (meN-, ber-, dan ter-), 17 sufiks (-an, -kan, dan -i), serta 17 konfiks (meN-kan, meN-i, me-i, me-kan, dan ke-an).
Pembelajaran Pementasan Teater dengan Metode Role Playing Berbasis Project Learning Bagi Mahasiswa Tbi IAI Al-Qolam Zuhri, Syaifudin; Kholik, Kholik
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v3i02.52

Abstract

One of the competencies that must be possessed by students of the Indonesian Language Education Study Program, especially at IAI Al-Qolam, is that students are able to perform theater performances. The curriculum of the Indonesian Language and Literature Education study program also requires students to take Theater Performance courses in the fifth semester. The competency will be mastered by students if they are able to performe based on project learning using the role playing method. Project learning will provide a real stage experience, they will be able to apply various theories related to theater that were previously taken in the Literary Studies course. The role playing method helps students become skillful in a theater performance. The capability of acting is a very important factor, because a character in a theater will have a better performance if the character is able to live up to every role he gets after casting. The role playing method is an effort to improve theater playing skills for students of the Indonesian Language Education Study Program at IAI Al-Qolam, which is expected to be an effective and fun learning method, so that students are motivated to play theater well.
Analisi Gaya Bahasa dan Teknik Public Speaking Komika Indonesia Indra Frimawan Taufiq Ali; Kholik, Kholik; Syaifudin Zuhri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4648

Abstract

komedi yang digunakan oleh komika Indonesia, Indra Frimawan. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi fitur bahasa dan strategi komedi yang digunakan Frimawan untuk mengikat dan menghibur audiensnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, menggunakan analisis wacana untuk mengkaji stand-up comedy indra Frimawan dan mengidentifikasi elemen bahasa dan komedi yang berkontribusi pada efek komedi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa Frimawan dipersonalisasi oleh penggunaan bahasa sehari-hari dan permainan kata, yang menciptakan rasa familiaritas dan informalitas dengan audiensnya. Stand-up indra Frimawan juga menggunakan berbagai teknik komedi, seperti permainan kata dan cerita yang ter struktur untuk menciptakan humor dan menekankan poin-poinnya.Temuan penelitian ini memiliki implikasi untuk pengembangan keterampilan pembicaraan publik di Indonesia, menekankan pentingnya menggunakan bahasa sehari-hari dan teknik komedi untuk mengikat dan menghibur audiens. Penelitian ini juga memberikan kontribusi pada pemahaman peran bahasa dan komedi dalam pembicaraan publik, memberikan insiden tentang strategi yang digunakan oleh pembicara publik efektif untuk menghubungkan dengan audiens.
Analisis Folklor Menguatnya Gigi dan Sembuhnya Gigi Setelah Memakan Kelapa Bekas Bantengan Muhammad Farhan; Kholik, Kholik; Syaifudin Zuhri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5188

Abstract

Penelitian ini berfokus pada eksistensi adanya kepercayaan masyarakat terhadap mengguatnya gigi atau sembuhnya gigi setelah memakan kelapa bekas bantengan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menguak kembali adanya kepercayaan itu di masyarakat, khususnya masyarakat Desa Ganjaran. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengamati dan menganalisis berbagai cerita masyarakat dari mulut ke mulut tentang adanya kepercayaan menguatnya gigi atau sembuhnya gigi setelah memakan kelapa bekas bantengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya desas-desus akan kepercayaan mengenai sembuhnya gigi dan menguatnya gigi setelah memakan kelapa bekas bantengan itu bukan isapan jempol belaka, melainkan merupakan kepercayaan yang nyata adanya dan bahkan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Temuan ini memberikan wawasan baru dalam studi sastra dan budaya bagi para pemerhati sastra dan budaya.
Mie Panjang Umur: Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Singkawang (Kajian Etnografi) Azizah, Nur; Kholik, Kholik; Rizal, Moh. Ahsan Shohifur
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 3 (2024): Kode: Edisi September 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i3.63696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis mie panjang umur bagi masyarakat Singkawang dan bagaimana tradisi memakannya merepresentasikan kearifan lokal mereka. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengetahui fungsi tradisi sebagai bentuk pemertahanan budaya dan mengetahui makna simbolis dari mie panjang umur. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak libat cakap, wawancara, dokumentasi serta catatan. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa kajian etnografi mempelajari bagaimana simbol kearifan lokal masyarakat Singkawang memiliki nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan turun-temurun. Sedangkan mie panjang umur merupakan hidangan dengan makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Pada hasil wawancara juga terdapat makna yang memiliki nilai-nilai filosofis diantaranya makna sosial, budaya dan kepercayaan.
Relevansi Ideologi dan Estetika dalam Karya Sastra Pada Puisi Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) Jamil, M.; Shohifur Rizal, Moh. Ahsan; Kholik, Kholik
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14021

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi ideologi dan estetika dalam puisi Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), fokus pada bagaimana ideologi komunisme tercermin dalam estetika sastra dan bagaimana hal ini memperkuat pesan ideologis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teks, penelitian mengidentifikasi tema-tema utama, gaya bahasa, simbolisme, dan struktur naratif dalam puisi-puisi Lekra. Hasilnya menunjukkan bahwa puisi-puisi ini menggabungkan realisme sosialis dengan simbol perjuangan rakyat, menggunakan bahasa yang jelas untuk audiens luas. Estetika dalam puisi Lekra bukan sekadar dekorasi, melainkan sarana untuk menegaskan komitmen ideologis terhadap perjuangan kelas dan sosial. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang hubungan antara seni dan politik, serta bagaimana ideologi membentuk estetika sastra dalam konteks sejarah. Kesimpulannya, puisi Lekra merupakan contoh kuat bagaimana seni sastra dapat memainkan peran sentral dalam gerakan politik dan sosial.
Masa Depan Sastra Di Era Digital: Kajian Sastra Sibernetik Rizal, Moh. Ahsan Shohifur; Kholik, Kholik; Faizi, Ahmad; Kholiq, Abdul; Azizan, Yoga Rifqi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15680

Abstract

The digital era has brought significant changes to various aspects of life, including in the world of literature. The emergence of digital technology has given rise to various new platforms for creating and enjoying literary works, such as social media, blogs, and e-book platforms. This raises questions about the future of literature in this digital era. This study aims to explore how digital technology influences the form, content, and way of enjoying literary works. This study uses a cybernetic literary approach to analyze the interaction between literature and digital technology. The results of the study show that digital technology has various positive and negative impacts on literature. On the one hand, digital technology opens up new opportunities for literary creators to reach a wider audience and interact with readers directly. On the other hand, digital technology also raises concerns about the potential for cultural homogenization and the loss of humanist values ​​in literary works. This study has important implications for literary theory and practice in the digital era. The findings of this study can help literary creators to understand and utilize the opportunities offered by digital technology, as well as to overcome the challenges faced in this digital era.
UNSUR APORIA DALAM NOVEL AIB DAN NASIB KARYA MINANTO TINJAUAN DEKONTRUKSI JAQUES DERRIDA Akhmad, Akhmad; Kholik, Kholik; Baiquni, M. Masykur
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 9 No 2 (2025): KLAUSA Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v9i2.1345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur aporia teori dekonstruksi Jacques Derrida yakni berupa makna-makna paradoks dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Jenis Penelitian ini adalah kualitatif. Data penelitian ini adalah narasi, pernyataan atau kutipan teks yang berisi kebenaran absolut, penangguhan kebenaran absolut, dan unsur aporia yang makna paradoks. Sumber data penelitian ini adalah novel Aib dan Nasib karya Minanto dengan tebal 263 halaman, diterbitkan pertama oleh Marjin Kiri, cetakan pertama 2020. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik baca dan teknik catat. Analisis data dengan mengidentifikasi kebenaran absolut dan penangguhan kebenaran absolut yang menimbulkan unsur aporia. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan kebenaran absolut dan penangguhan kebenaran absolut yang menimbulkan unsur aporia dalam novel Aib dan Nasib karya Minanto. Kebanaran yang absolut “tokoh dia” digambarkan sebagai tokoh yang tokoh “dia” adalah sosok religius dan pekerja sosial yang taat, berbeda dengan tokoh yang bertentangan dengannya yakni “teks memberi kesan bahwa dia kelelahan, tertekan, atau dikasihani oleh masyarakat” yang digambarkan sebagai sosok pekerja sosial yang taat. Setelah penangguhan kebenaran absolut terdapat makna baru yakni tokoh “dia kelelahan, tertekan, atau dikasihani” yang sebelumnya digambarkan sebagai tokoh yang pekerja keras berubah menjadi tertekan karena dikasihani masyarakat. Unsur aporia yang terdapat dalam novel bermakna paradoks atau bertentangan antara sikap “dia” makna dalam teks bergeser dari pujian menjadi beban eksistensial; satu tindakan bisa ditafsirkan sakral sekaligus tragis.
Antibiotic Resistance in Escherichia coli Isolated from Feces of Bali Cattle With Reproductive Disorders Kholik, Kholik; Munawaroh, Muhammad; Saputra, Muhammad Rama Imam; Rahmawati, Rahmawati; Srianto, Pudji
Jurnal Biodjati Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i2.13925

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) has become a global issue in animal, human and environmental health. The AMR profile of Escherichia coli reflects the use of antibiotics in production animals. The purpose of this study was to determine the antibiotic resistance of Escherichia coli bacteria isolated from the feces of female Bali cattle with reproductive disorders. Feces samples were taken purposively using a swab on 4 rectums from 7 Bali cattle with reproductive disorders in June 2021 in Lando Village, East Lombok Regency. Escherichia coli samples were isolated on Eosin Methylene Blue Agar media and identified by biochemical tests. An antibiotic resistance test against Escherichia coli was carried out by the disk diffusion method. The antibiotics used in the test were Penicillin G 10 U, Oxytetracycline 30 g, Gentamicin 10 g, and Tetracycline 30 g, and Cefotaxime 30 g. The results of planting on Eosin Methylene Blue Agar media obtained 4 Escherichia coli which were successfully isolated from 4 samples of Bali cattle feces. Data on the level of Escherichia coli susceptibility level to various antibiotics were analyzed using the chi-square test. The results of the susceptibility test to antibiotics showed that 4 samples of Escherichia coli (100%) were resistant to Penicillin G, (25%) were resistant to Oxytetracycline, (25%) were resistant to Cefotaxime, and (100%) samples of Escherichia coli were sensitive to Gentamicin and Tetracycline. The chi-square test on the level of Escherichia coli susceptibility to various antibiotics was significant with p˂ 0.05 (p-value = 0.012). The results of this study have shown that Escherichia coli from Bali cattle feces experience multidrug resistance which later on might have an impact on human health and the environment.
Potret Pemanfaatan YouTube dalam Pemerolehan Bahasa Kedua Anak di Lingkungan Sekolah dan Keluarga Aisyah, Aisyah; Kholik, Kholik
Lingua Franca Vol. 5 No. 1 (2026): Bahasa dan Sastra
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/lingua_franca.v5i1.9090

Abstract

This study aims to provide an in-depth look at the use of YouTube in second language acquisition among children in school and family environments, and to identify the contributions and barriers arising from differences in regulations across the two environments. The research employs a qualitative, descriptive approach. Subjects were selected using a purposive sampling technique, comprising 10 children aged 7 to 12 years. The research was conducted in Mulyosari Village, Gedangan, Malang Regency. Data collection and instruments utilized data triangulation techniques consisting of three stages: observation, in-depth interviews with parents and teachers, and documentation in the form of audio/video recordings. Data analysis followed the Miles and Huberman model, which includes three main stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that YouTube functions as a “virtual classroom” that naturally triggers second-language acquisition, specifically English vocabulary, through its content. Furthermore, the study identified a disconnection between the home and school environments. In contrast, unrestricted access at home allows children to become fluent in popular terms, whereas formal and instructional rules restrict their use at school. Additionally, children's pronunciation tends to be merely imitative, lacking a deep understanding of intonation and meaning, which often leads to ineffective communication.