Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STUDI LITERATUR : TINGKAT STRESS DAN KUALITAS SEL TELUR REMAJA PEREMPUAN Renyoet, Brigitte Sarah; Putri, Desiree Charissa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.39192

Abstract

Masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan reproduksi seorang perempuan. Namun, berbagai tekanan sosial, akademik, dan emosional yang sering dialami remaja perempuan dapat berdampak signifikan pada kesehatan reproduksi mereka, khususnya pada kualitas sel telur. Hal ini berpotensi menurunkan kualitas sel telur remaja perempuan dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres dan kualitas sel telur remaja perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah *literature review*, dengan pencarian literatur yang dilakukan secara nasional dan internasional menggunakan database Google Scholar dan NCBI. Beberapa kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah *Stress Levels and Quality of Adolescent Women's Egg Cells*. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa peningkatan stres, kesehatan mental, dan gaya hidup berkontribusi pada ketidakseimbangan hormon. Stres yang berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormonal tubuh, termasuk hormon yang berperan dalam proses ovulasi dan maturasi sel telur. Selain itu, faktor lingkungan, pola makan, serta kurangnya aktivitas fisik juga turut memengaruhi kualitas sel telur pada remaja perempuan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat stres yang tinggi pada remaja perempuan dapat menurunkan kualitas sel telur dan menyebabkan gangguan keseimbangan hormon, yang berpotensi berdampak pada kesehatan reproduksi di masa depan jika tidak ditangani dengan baik.
Penguatan Kapabilitas Kader Posyandu melalui Pelatihan Antropometri untuk Deteksi Dini Masalah Gizi Stunting Monikasari, Monikasari -; Mangalik, Gelora; Davidson, Sarah Melati; Renyoet, Brigitte Sarah; Nugroho, Kristiawan Prasetyo Agung
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.795

Abstract

Stunting is a condition where a child’s body is too short for age. Stunting can occur due to insufficiency of most of the necessary nutrients and/or due to recurrent infections in the first 1000 days of a child’s life. Handling and preventing stunting requires the role and cooperation of parents, the community and the government. The community can play a role in handling and preventing stunting through involvement as posyandu cadres. Posyandu cadres as health workers accompany puskesmas health workers in carrying out early detection, treatment and prevention of stunting. The aim of this community service is to improve the skills of posyandu cadres regarding anthropometric measurements. The method of community service carried out is a pre-test, presenting the subject matter, cadres practicing anthropometric measurements and post-tests carried out on posyandu cadres in nine villages in Boyolali Regency, namely Selodoko Village, Sidomulyo Village, Repaking Village, Gilirejo Village, Semawung Village, Pranggong Village, Sambeng Village, Kalimati Village, Juwangi Village. The result of this community service was an increase in the knowledge and skills of posyandu cadres, before the community service activities were carried out the average pre-test score was 58.1 and after the community service activities were carried out the average post-test score was 67.8. Increased knowledge of 9.6. It was concluded that after education and training, posyandu cadres could understand how to carry out good and correct anthropometric measurements. It is hoped that the government can play a role in providing regular education and training to refresh knowledge and anthropometric measurements.
POTENSI KERUGIAN EKONOMI KARENA STUNTING PADA BALITA DI INDONESIA TAHUN 2013 Renyoet, Brigitte Sarah; Martianto, Drajat; Sukandar, Dadang
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 11 No. 3 (2016)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.957 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2016.11.3.%p

Abstract

The research objective was to estimate the amount of economic potential losses due to stunting in toddlers in Indonesia. This is a descriptive research using secondary data in 2013 from various relevant institutes. Data was collected from Indonesia's Ministry of Health and Central Bureau of Statistics (CBS). Calculation from Konig (1995) and a correction factor of the Horton (1999). The results of the study that the average economic potential losses in 32 provinces in Indonesia was around Rp 96 billion-Rp 430 billion (0.15-0.67%) of the GRDP average of the provinces in Indonesia. Total cost for economic potential losses due to low productivity stunting in toddlers in Indonesia was around Rp 3,057 billion-Rp 13,758 billion (0.04-0.16%) of the total GDP of Indonesia.Keywords: economic potential losses, stunting, toddlers 
Pengaruh Father Hunger Terhadap Status Gizi dan Kesehatan Mental Remaja Sebagai Calon Orang Tua di Masa Depan Renyoet, Brigitte Sarah; Harefa, Priska Grace; Davidson, Sarah Melati
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 04 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i04.52

Abstract

Father hunger pada remaja dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental, serta seringkali dipengaruhi oleh pola pengasuhan dalam budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh father hunger terhadap status gizi berdasarkan IMT/U dan kesehatan mental pada remaja yang berpotensi menjadi orang tua di masa depan. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan pendekatan embedded design. Penelitian ini dilakukan di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan selama tiga bulan, yaitu November 2024 – Januari 2025. Jumlah responden penelitian adalah 30 orang yang dipilih secara simple random sampling. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat father hunger dengan status gizi dan kesehatan mental. Namun, hasil analisis data kualitatif mengungkapkan bahwa father hunger berdampak nyata secara emosional, seperti munculnya perasaan sedih, rendah diri, gangguan pola makan, serta refleksi mendalam terhadap pola pengasuhan yang akan diterapkan di masa depan. Dengan demikian, meskipun tidak terbukti secara statistik, pengalaman father hunger tetap memiliki pengaruh secara psikososial dan perilaku makan yang berpotensi memengaruhi status gizi serta kesiapan remaja sebagai calon orang tua. Temuan ini menekankan pentingnya kehadiran emosional ayah dalam perkembangan remaja, serta kontribusi konsep father hunger dalam memahami kondisi psikososial remaja yang selama ini jarang diteliti.
Peran Ayah dan Keluarga dalam Mendukung Gizi, Kesehatan Fisik serta Psikologis Anak dan Remaja Renyoet, Brigitte Sarah; Margaretha, Lucia; Mangalik, Gelora
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 4 No. 04 (2025): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v4i04.53

Abstract

Tiga fase utama dalam 7000 hari pertama kehidupan usia 5-9 tahun, 10-14 tahun, dan 15-19 tahun merupakan periode kritis yang membutuhkan perhatian terhadap gizi dan psikososial anak. Anak dan remaja adalah kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah gizi seperti stunting, overweight, dan obesitas. Tumbuh kembang mereka sangat dipengaruhi oleh peran ayah dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran ayah dan keluarga dalam mendukung status gizi, kesehatan fisik, dan kondisi psikologis anak serta remaja pada tiga fase kunci perkembangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional. Variabel independen adalah peran ayah dan keluarga, sedangkan variabel dependen mencakup status gizi, kesehatan fisik, dan psikologis anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ayah berhubungan lemah namun signifikan dengan status gizi (r = 0,265 ; p = 0,029) dan kondisi psikologis anak (r = 0,260 ; p = 0,033), tetapi tidak signifikan dengan kesehatan fisik (r = 0,057 ; p = 0,647). Peran ayah yang diinginkan tidak berhubungan signifikan dengan status gizi (r=0,192; p=0,116), kesehatan fisik (r = 0,112 ; p = 0,363), maupun psikologis (r = 0,146 ; p = 0,234). Sementara itu, peran keluarga berhubungan lemah namun signifikan dengan status gizi (r = 0,291 ; p = 0,016) dan kondisi psikologis (r = 0,268 ; p = 0,027), tetapi tidak signifikan dengan kesehatan fisik (r = 0,133 ; p = 0,280). Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran ayah dan keluarga tidak cukup secara fisik, tetapi juga harus melibatkan kehangatan emosional, konsistensi, dan keterlibatan aktif dalam pengasuhan.
The Vitamin D Intake, Probiotic Intake, and Infection Incidence and Nutritional Status in Children Aged 24–59 Months Davidson, Sarah Melati; Tauho, Kristiani Desimina; Renyoet, Brigitte Sarah; Wijaya, Clarisa Dinda Putri
Jurnal Keperawatan Profesional (KEPO) Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 Nomor 2 November 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/kepo.v6i2.1356

Abstract

Stunting remains a major nutritional problem among children in Indonesia. The 2022 SSGI reported a stunting prevalence of 21,6% nationally, 20,8% in Central Java Province, and 28,9% in Temanggung Regency. Vitamin D plays a role in bone growth and immune regulation, probiotics support gut microbiota balance and nutrient absorption, and infection incidence may affect nutritional status. This study aimed to examine the relationship between vitamin D intake, probiotic intake, and infection incidence with nutritional status (height-for-age) among children aged 24–59 months in Temanggung Regency. An analytical survey with a cross-sectional design was conducted in March 2024. The population consisted of all under-five children in Temanggung Regency, with 55 subjects selected through purposive sampling. Data were collected through direct height measurements and interviews using questionnaires, including 24-hour dietary recall, infection history, and supplement consumption. The results showed no significant association between vitamin D intake, probiotic intake, or infection incidence and height-for-age (p-value > 0,05). This may be influenced by recall bias and the lack of assessment of infection duration and frequency. Further studies should explore other risk factors contributing to stunting in Temanggung Regency.
An Overview of the Double Burden of Malnutrition in Toddlers and Its Implications for Cardiovascular Disease Risk in Adulthood Renyoet, Brigitte Sarah; Davidson, Sarah Melati; Suryana, Priskyla Octavina
Indonesian Health Issue Vol. 5 No. 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/inhis.v5i1.148

Abstract

Adi, A. C. (2016). Karbohidrat. In Hardinsyah & I. D. N. Supariasa (Eds.), Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi (pp. 25–36). EGC Penerbit Buku Kedokteran.Aisah, S., Dewi Ngaisyah, R., & Rahmuniyati, M. E. (2019). Personal hygiene and environment sanitation related with stunting at Wukirsari Village Cangkringan Sub-District. Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu , 1(2), 49–55.Alhuneafat, L., Jabri, A., Omar, Y. A., Margaria, B., Al-abdouh, A., Mhanna, M., Shahrori, Z., Hammad, N., Rayyan, A., Nasser, F., Kondapaneni, M., & Siraj, A. (2022). Relationship between body mass index and outcomes in acute myocardial infarction. Journal of Clinical Medicine Research, 14(11), 458–465. Allai, F. M., Gul, K., Zahoor, I., Ganaie, T. A., Nasir, G., & Azad, Z. R. A. A. (2021). Malnutrition: impact of zinc on child development. In Microbial Biofertilizers and Micronutrient Availability: the Role of Zinc in Agriculture and Human Health (pp. 83–100). Springer International Publishing.Amadu, I., Seidu, A. A., Duku, E., Frimpong, J. B., Hagan Jnr., J. E., Aboagye, R. G., Ampah, B., Adu, C., & Ahinkorah, B. O. (2021). Risk factors associated with the coexistence of stunting, underweight, and wasting in children under 5 from 31 Sub-Saharan African countries. BMJ Open, 11(12), 1–10. Animasahun, B. A., & Itiola, A. Y. (2021). Iron deficiency and iron deficiency anaemia in children: physiology, epidemiology, aetiology, clinical effects, laboratory diagnosis and treatment: literature review. In Journal of Xiangya Medicine (Vol. 6, Number 22, pp. 1–14). AME Publishing Company.Antono, S. D. (2017). The difference in learning achievement between obese and non-obese students in elementary school students in Kediri City. Journal of Health Sciences, 5(2), 84–90.Astuti, N. F. W., Huriyati, E., & Susetyowati. (2020). The prevalence and determinants of household dual burden malnutrition in Indonesia. Indonesian Public Health Media, 16(1), 100–115. https://doi.org/10.30597/mkmi.v16i1.9064Baculu, E. P. H. (2017). Hubungan pengetahuan ibu dan asupan karbohidrat dengan status gizi pada anak balita. Promotif, 7(1), 14–17.Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.Budiman, Sihombing, R., & Pradina, P. (2015). Hubungan dislipidemia, hipertensi dan diabetes melitus dengan kejadian infark miokard akut. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(1), 32–37. http://jurnal.fkm.unand.ac.id/index.php/jkma/Çelik, N. (2019). The prevalence of subclinical hypothyroidism in obese children and adolescents and its effects on metabolic parameters. Cumhuriyet Medical Journal, 41(4), 691–697. https://doi.org/10.7197/cmj.vi.551051Darawati, M. (2016). Gizi Ibu Hamil. In Hardinsyah & I. D. N. Supariasa (Eds.), Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi (pp. 170–181). EGC Penerbit Buku Kedokteran.Deng, S. A., & Setiarini, A. (2022). Analisis kebiasaan mencuci tangan dan faktor sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kalideres, Jakarta Barat 2022. The Indonesian Journal of Health Promotion, 5(10), 1255–1262. https://doi.org/10.31934/mppki.v2i3Doloksaribu, R. (2016). Lemak. In Hardinsyah & I. D. N. Supariasa (Eds.), Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi (pp. 51–58). Penerbit Buku Kedokteran EGC.Evans, E. W., & Redmond, E. C. (2019). Domestic kitchen microbiological contamination and self-reported food hygiene practices of older adult consumers. Journal of Food Protection, 82(8), 1326–1335.Fajrina, N., & Syaifudin, S. (2016). Hubungan faktor ibu dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Piyungan Kabupaten Bantul. Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.Farah, A. M., Nour, T. Y., Endris, B. S., & Gebreyesus, S. H. (2021). Concurrence of stunting and Overweight/Obesity Among Children: Evidence from Ethiopia. PLoS ONE, 16(1), 1–17.Fithra, H., & Siska, D. (2020). The correlation between environmental sanitation and stunting case in Pidie District. International Journal on Advanced Science Engineering Information Technology, 10(3), 1214–1220.Fitri, N. L., Sari, S. A., Dewi, N. R., Ludiana, & Nurhayati, S. (2022). The relationship between maternal age and the incidence of SEZ in pregnant women in the working area of the Ganjar Agung Health Center, West Metro District, Metro City. Journal of Health Discourse, 7(1), 26–31.Hamid, N. A., Hadju, V., Dachlan, D. M., Jafar, N., & Battung, S. M. (2020). The relationship between exclusive breastfeeding and the nutritional status of children aged 6-24 months in Timbuseng Village, Gowa Regency. JGMI: The Journal of Indonesian Community Nutrition, 9(1), 51–62.Hossain, F. B., Shawon, M. S. R., Al-Abid, M. S. U., Mahmood, S., Adhikary, G., & Bulbul, M. M. I. (2020). Double burden of malnutrition in children aged 24 to 59 months by socioeconomic status in five South Asian countries: Evidence from demographic and health surveys. BMJ Open, 10(3), 1–12. Hussain, D., & Biswas, B. (2024). Understanding the impact of socio-economic factors on child malnutrition in India with an emphasis on no-toilet facilities: Evidence from national family health surveys. GeoJournal, 89(1), 1–20. Inayatullah, K. R., Djokosujono, K., & Ramadhan, R. P. (2022). Karakteristik kabupaten dan kota di Indonesia dengan masalah gizi pada penduduk dewasa tahun 2018. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(5), 519–529.Jannah, M., & Nadimin. (2021). Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu dan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Turikale. Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, 16(1), 343–352. Khaliq, A., Wraith, D., Nambiar, S., & Miller, Y. (2022). A review of the prevalence, trends, and determinants of coexisting forms of malnutrition in neonates, infants, and children. BMC Public Health, 22(1), 1–23. Khan, A. Y., Fatima, K., & Ali, M. (2021). Sanitation ladder and undernutrition among under-five children in Pakistan. Environmental Science and Pollution Research, 28(29), 38749–38763. https://doi.org/10.1007/s11356-021-13492-7Lestari, P., Trimawati, Sparwati, M., Prabowo, H., & Yarisma, F. W. (2023). Waspada stunting itu penting. Jurnal Pengabdian Mandiri, 2(6), 1233–1236. Li, H., Yuan, S., Fang, H., Huang, G., Huang, Q., Wang, H., & Wang, A. (2022). Prevalence and associated factors for stunting, underweight and wasting among children under 6 years of age in rural Hunan Province, China: a community-based cross-sectional study. BMC Public Health, 22(1), 1–12. Mogensen, K. M. (2017). Essential fatty acid deficiency. In Pract Gastroenterol (Vol. 41, Number 6, pp. 37–44).Monge, M. F. E., Hinojal, M. C. T., Barrado, E., Monge, M. A. E., & Miguelsanz, J. M. M. (2021). Zinc nutritional status in a series of children with chronic diseases: A cross-sectional study. Nutrients, 13(4), 1–16. https://doi.org/10.3390/nu13041121Mutika, W., & Syamsul, D. (2018). Analisis permasalahan status gizi kurang pada balita di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global, 1(3), 127–136.Mutumba, R., Pesu, H., Mbabazi, J., Greibe, E., Olsen, M. F., Briend, A., Mølgaard, C., Ritz, C., Nabukeera-Barungi, N., Mupere, E., Filteau, S., Friis, H., & Grenov, B. (2023). Correlates of iron, cobalamin, folate, and vitamin A status among stunted children: a cross-sectional study in Uganda. Nutrients, 15(15), 1–13. Mythili, S., & Malathi, N. (2015). Diagnostic markers of acute myocardial infarction. Biomedical Reports, 3(6), 743–748. https://doi.org/10.3892/br.2015.500Ong, Y. Y., Pang, W. W., Michael, N., Aris, I. M., Sadananthan, S. A., Tint, M. T., Liang Choo, J. T., Ling, L. H., Karnani, N., Velan, S. S., Fortier, M. V, Tan, K. H., Gluckman, P. D., Yap, F., Chong, Y. S., Godfrey, K. M., Chan, S. Y., Eriksson, J. G., Chong, M. F. F., & Lee, Y. S. (2023). Timing of introduction of complementary foods, breastfeeding, and child cardiometabolic risk: a prospective multiethnic Asian cohort study. American Journal of Clinical Nutrition, 117(1), 83–92. Owa, K., Putra, I. W. G. A. E., & Windiani, I. G. A. T. (2017). Risk factors for low birth weight infants in East Nusa Tenggara. Public Health and Preventive Medicine Archive, 5(1), 39–43. https://doi.org/10.15562/phpma.v5i1.40Pereira, J. K. G., Moraes, R. C. S., Sawaya, A. L., Alves, J. L. D. B., Filgueiras, A. R., Franco, M. D. C. P., & Martins, V. J. B. (2023). High glycemia and resistin normalized in children with double burden of malnutrition: a cross-sectional study. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 49(1), 114–120.Pusmaika, R., Novfrida, Y., Simatupang, E. J., Djami, M. E. U., & Sumiyati, I. (2021). The relationship between maternal age during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers in Tangerang Regency. Indonesian Health Issue, 1(1), 49–56.Qolbiyah, F. N., Yudia, R. C. P., & Aminyoto, M. (2021). The relationship between feeding practices and the incidence of stunting in toddlers at the Barong Tongkok Health Center, West Kutai Regency. Journal of Science and Health, 3(6), 853–863. https://doi.org/10.25026/jsk.v3i6.901Rahmawati, N. F., Fajar, N. A., & Idris, H. (2020). Social, economic, and utilization factors of posyandu with the incidence of stunting under five poor families of PKH recipients in Palembang. Indonesian Journal of Clinical Nutrition, 17(1), 23–33. Rukmana, E., Briawan, D., & Ekayanti, I. (2016). Faktor risiko stunting pada anak usia 6-24 bulan di Kota Bogor. Jurnal MKMI, 12(3), 192–199.Salari, N., Morddarvanjoghi, F., Abdolmaleki, A., Rasoulpoor, S., Khaleghi, A. A., Hezarkhani, L. A., & Mohammadi, M. (2023). The global prevalence of myocardial infarction: a systematic review and meta-analysis. BMC Cardiovascular Disorders, 23(1), 1–12.Saleh, S. N. H., Muzayyana, M., Sarman, S., & Mokodompit, H. K. (2022). Hubungan pemberian MP-ASI dengan status gizi balita 1 tahun di UPTD Puskesmas Pinolosian. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(1).Samikannu, S. R., & Palanivelu, S. K. (2019). Study of myocardial function in children with severe acute malnutrition. International Archives of Integrated Medicine, 6(3), 132–136. Samuel, A., Osendarp, S. J. M., Feskens, E. J. M., Lelisa, A., Adish, A., Kebede, A., & Brouwer, I. D. (2022). Gender differences in nutritional status and determinants among infants (6-11 m): a cross-sectional study in two regions in Ethiopia. BMC Public Health, 22(1), 1–12. https://doi.org/10.1186/s12889-022-12772-2Shlisky, J., Mandlik, R., Askari, S., Abrams, S., Belizan, J. M., Bourassa, M. W., Cormick, G., Driller-Colangelo, A., Gomes, F., Khadilkar, A., Owino, V., Pettifor, J. M., Rana, Z. H., Roth, D. E., & Weaver, C. (2022). Calcium deficiency worldwide: prevalence of inadequate intakes and associated health outcomes. Annals of the New York Academy of Sciences, 1512(1), 10–28. Sinaga, F. R., Heriyani, F., & Khatimah, H. (2016). Hubungan kondisi ventilasi rumah dengan kejadian TB paru di wilayah Puskesmas Kelayan Timur. Berkala Kedokteran, 12(2), 279–288.Sofiah, W., & Roswah, L. F. (2022). Asuhan keperawatan pasien yang mengalami infark miokard akut dengan nyeri melalui teknik relaksasi nafas dalam. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 10(1), 78–83. Soumokil, O. (2017). Hubungan asupan energi dan protein dengan status gizi anak balita di Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah. Global Health Science, 2(4), 341–350.Sukmasari, T. N., & Renyoet, B. S. (2023). Literature review: Diet and risk of Acute Myocardial Infarction (IMA). Journal of Nutrition and Culinary, 3(2), 44–53.Swathma, D., Lestari, H., & Ardiansyah, R. T. (2016). Analysis of risk factors for BBLR, infant body length at birth and history of basic immunization against stunting incidence in toddlers aged 12-36 months in the working area of Kandai Health Center, Kendari City in 2016. Scientific Journal of Unsyiah Public Health Students, 1(3), 1–10.Talpur, S., Afridi, H. I., Kazi, T. G., & Talpur, F. N. (2018). Interaction of lead with calcium, iron, and zinc in the biological samples of malnourished children. Biological Trace Element Research, 183(2), 209–217. United Nations Children’s Fund, World Health Organization, & World Bank Group. (2023). Levels and trends in child malnutrition.Wang, J., Wu, Y., Xiong, G., Chao, T., Jin, Q., Liu, R., Hao, L., Wei, S., Yang, N., & Yang, X. (2016). Introduction of complementary feeding before 4 months of age increases the risk of childhood overweight or obesity: A meta-analysis of prospective cohort studies. Nutrition Research, 36(8), 759–770. Wardani, K., & Renyoet, B. S. (2022). Literature study: Estimation of potential economic loss due to undernutrition in Indonesia. JGK, 14(1), 114–127.Wijaya, F. A. (2019). Exclusive breastfeeding: Ideal nutrition for babies 0-6 months. Mirror of the World of Medicine, 46(4), 296–300.Wijhati, E. R., Nuzuliana, R., & Pratiwi, M. L. E. (2021). Analysis of nutritional status in stunting toddlers. Journal of Midwifery, 10(1), 1–12. Yanti, E. M. (2023). The relationship between economic factors and parental parenting with the incidence of stunting in toddlers in Kembang Kerang Daya Village. Journal of Mandalika Transformation, 4(8), 466–475.Zeffira, L., Defiari Putri, S., & Dewi, N. P. (2022). Maternal pregnancy profile on the incidence of stunting in children aged 6-24 months in the working area of the Padang City Cold Air Health Center. SCIENCE, 1(3), 190–197.Zhang, Y. Q., Li, H., Wu, H. H., & Zong, X. N. (2021). Stunting, wasting, overweight and their coexistence among children under 7 years in the context of the social rapidly developing: Findings from a population-based survey in nine cities of China in 2016. PLoS ONE, 16(1), 1–15. Zhu, J., Su, X., Li, G., Chen, J., Tang, B., & Yang, Y. (2014). The incidence of acute myocardial infarction in relation to overweight and obesity: A meta-analysis. Archives of Medical Science, 10(5), 855–862.
Hubungan Status Gizi dengan Rasa Kurang Percaya diri pada Remaja SMP Pangudi Luhur Salatiga Renyoet, Brigitte Sarah; Davidson, Sarah Melati; Sidabutar, Edha
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1478

Abstract

Ketidakpercayaan diri banyak dialami oleh remaja di Indonesia. Berdasarkan penelitian sebelumnya, di Indonesia remaja yang mengalami kurang percaya diri sebanyak 35%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan rasa kurang percaya diri pada remaja di SMP Pangudi Luhur Salatiga Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2024 dengan populasi siswa-siswi SMP Pangudi Luhur Salatiga, dengan melibatkan 108 remaja usia remaja 13-15 tahun. Teknik pengambilan data dengan mengumpulkan melalui Pengukuran rasa percaya diri dilakukan menggunakan kuesioner Rosenberg Self- Esteerm Scale (RSES), sementara status g?z? dinilai melalui pengukuran antropometri (TB dan BB) dengan metode z-Score. Asupan makan diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta recall 2 x 24 jam. Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57 responden (52,8%) memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, dan 51 responden (47,2%) memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah. Sebanyak 75 responden (69,4%) memiliki status gizi yang baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan status gizi dengan rasa percaya diri pada remaja SMP.