Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Ketahanan dan Kerawanan Pangan dengan Social Capital dan Food Choice Rumah Tangga Pra Sejahtera di Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Orissa Kristinawati Lakajen; Theresia Pratiwi E. Sanubari
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 1 (2022): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i1.424

Abstract

Ketahanan pangan bertujuan untuk menjamin ketersediaan dan konsumsi pangan yang cukup, aman, bermutu hingga memiliki gizi seimbang di suatu wilayah yang ditentukan oleh ketahanan pangan keluarga. Namun, kenyataannya tidak semua rumah tangga dapat mengakses, dan menyediakan pangan seperti yang dialami oleh rumah tangga keluarga pra-sejahtera. Faktor lain yang dapat berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan adalah social capital dan food choice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan hubungan ketahanan dan kerawanan pangan dengan social capital dan food choice pada rumah tangga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh, Sidomukti, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan di kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Responden yang digunakan adalah semua keluarga pra-sejahtera di Kelurahan Dukuh berjumlah 77 responden. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara social capital dengan ketahanan pangan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh dengan bukti nilai p = <0,05 (0,013). Sementara, pada hasil uji Chi Square pada food choice terhadap ketahanan dan kerawanan pangan menunjukkan nilai p= >0,05 (0,791) atau tidak terdapat adanya hubungan. Mayoritas rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh berada dalam kategori kerawanan pangan tingkat sedang (50,64%), dengan social capital (80,41%) dan food choice (68,3%) dalam kategori cukup baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa social capital menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga pra-sejahtera di Dukuh.
Studi Literatur : Diet Kalori Surplus untuk Remaja Underweight Kris Yusuf Kun Utomo; Brigitte Sarah Renyoet
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Behavioral changes in adolescents can result in dietary changes. Inappropriate diets such as diets that consume energy (calories) in small amounts compared to the daily nutritional needs of adolescents can cause a calorie deficit. A calorie deficit over a long period of time can lead to nutritional status problems, namely being underweight. The purpose of this study was to create a calorie surplus diet and appropriate efforts for adolescents with underweight nutritional problems in Indonesia. This research method uses literature study, collecting data from various online references. From the analysis of the results and discussion it was found that the surplus calorie diet can be provided by consuming food according to individual needs and adding calories between 200-300 kcal / day. Weight gain can occur from muscle mass growth and fat mass gain from a calorie surplus diet. For muscle mass growth, the surplus calorie diet must be balanced with resistance training and protein intake of 2 grams of protein / kg body weight / day. Estimated muscle mass growth of 1 kg in 8 weeks. The conclusion of this study is that a calorie surplus diet is given with the provision of nutritional intake according to needs that are given the right addition of calories for weight gain from muscle mass growth balanced with resistance training to overcome the problem of underweight in adolescents. ABSTRAKPerubahan perilaku pada remaja dapat mengakibatkan perubahan diet. Diet yang tidak tepat seperti diet yang mengkonsumsi energi (kalori) dalam jumlah sedikit dibandingkan dengan angka kebutuhan gizi sehari – hari remaja yang dapat menyebabkan terjadinya defisit kalori. Defisit kalori dalam periode waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah status gizi, yaitu berat badan kurang (Underweight). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan diet kalori surplus serta upaya yang tepat ditujukan kepada remaja dengan masalah gizi underweight di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur, pengambilan data dari berbagai referensi secara daring. Dari analisis hasil dan pembahasan didapati bahwa diet kalori surplus dapat diberikan dengan konsumsi makanan sesuai kebutuhan individu serta penambahan kalori antara 200 – 300 kkal / hari. Pertambahan berat badan dapat terjadi dari pertumbuhan massa otot dan pertambahan massa lemak dari diet kalori surplus. Untuk pertumbuhan massa otot maka diet kalori surplus harus diimbangi dengan olahraga resistance training serta asupan protein sebesar 2 gram protein / kg berat badan / hari. Estimasi pertumbuhan massa otot sebesar 1 kg dalam 8 minggu. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu diet kalori surplus diberikan dengan ketentuan asupan gizi sesuai kebutuhan yang diberi penambahan kalori yang tepat untuk pertambahan berat badan dari pertumbuhan massa otot dengan diimbangi dengan resistance training untuk mengatasi masalah underweight pada remaja.
Study Literature: COVID-19 Pada Anak Dan Risiko Masalah Gizi Fega Septika Nilanti; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2, No 2 (2021): JURNAL ILMU KESEHATAN INDONESIA (JIKSI)
Publisher : Univeristas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemik COVID-19 merupakan suatu wabah penyakit infeksi yang penyebab utamanya adalah coronavirus varian baru yang menjadi permasalahan kesehatan global. Penyebaran dari infeksi COVID-19 pada mulanya sebagai wabah di Wuhan, Provinsi Hubei, China, rute penyebaran utama transmisinya yaitu melalui droplet maupun kontak langsung antarmanusia. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji dan mengeksplorasi terkait COVID-19 pada anak dan risiko masalah gizi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang diperoleh dari berbagai sumber referensi jurnal melalui Google Scholar, PubMed, PlosOne, Lancet, Science Direct, Researchgate dengan rentang tahun 2016 hingga 2021. Hasil yang didapatkan berdasarkan data yaitu populasi kelompok anak lebih rentan terkena COVID-19, hal ini diakibatkan fungsi kekebalan anak yang belum matang yang juga dikaitkan dengan penyakit penyerta yang diderita anak. Kondisi anak dengan COVID-19 dapat menjadi lebih parah yang diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti penyakit penyerta, faktor usia, dan prematuritas. Pada kelompok populasi anak, malnutrition dengan COVID-19 berisiko mengalami kondisi penyakit yang lebih parah. Dampak penyakit COVID-19 dengan  malnutrition yang ditimbulkan paling tinggi terjadi pada anak usia 5 tahun. Kesimpulannya adalah kelompok anak dengan COVID-19 memiliki kondisi kesehatan yang lebih parah jika disertai dengan masalah gizi yang terjadi.Kata Kunci : COVID-19, Penyakit Infeksi, Masalah Gizi
Gambaran Kecukupan Gizi Ibu Menyusui di Puskesmas Kalicacing Kota Salatiga pada Masa Pandemi COVID-19: Overview of Nutritional Adequacy of Breastfeeding Mothers at Kalicacing Health Center Salatiga City During The COVID-19 Pandemic Sarah Melati Davidson; Brigitte Sarah Renyoet; Feasly Kurnia Ningshy
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 1 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i1.380

Abstract

Kecukupan gizi ibu selama masa menyusui perlu menjadi salah satu perhatian penting untuk mencegah terjadinya kekurangan gizi pada ibu yang menyusui bayinya, terutama di masa pandemi COVID-19, yang tetap menganjurkan para ibu menyusui untuk menyusui bayinya. Hingga saat ini belum terdapat data dan studi yang mengkaji asupan makan ibu menyusui selama masa pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran asupan gizi ibu menyusui di masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Kalicacing Kota Salatiga. Metode yang digunakan pada penelitian ini kuantitatif dengan desain potong lintang (cross sectional) dengan kriteria inklusi ibu menyusui anak usia 0-6 bulan dan tercatat di Puskesmas Kalicacing, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga. Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner Food Recall 2x24 jam. Data yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan software Nutrisurvey tahun 2007 untuk menganalisis asupan zat gizi responden. Tingkat kecukupan asupan energi pada penelitian ini adalah 40% tergolong tingkat kecukupan normal dan 62,5 % responden defisit kecukupan protein. Sebanyak 67,5% responden konsumsi lemak berlebih meskipun 87% responden defisit kecukupan karbohirat.
Gambaran Kecukupan Gizi pada Kehamilan Remaja di Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Oktavia Corry; Rifatolistia Tampubolon
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 8, No 1 : Februari 2023
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v8i1.13000

Abstract

Background: Nutritional adequacy is one of the factors that affect the health of pregnant women and fetuses. Objective to describe the nutritional adequacy of adolescent pregnant women in Salatiga City.Methods: this study uses a mix method. The study population was all teenage pregnant women in Salatiga City. The sample is all pregnant women aged 12-16 years through total sampling technique. The instruments used were food records 2x24 hours and the SQ-FFQ form last one month for quantitative research, pens, recording tools and qualitative research log books. Quantitative data were analyzed using NutriSurvey 2007 software, qualitative data were analyzed through coding.Result: The level of macronutrient adequacy of adolescent pregnant women in Salatiga City mostly has a deficit of weight and more, namely carbohydrates (57.14%) and fat (85.71%). Most of the micronutrient adequacy levels are deficits, namely potassium (85.71%), calcium (100%), zinc (100%), iron (85.71%), folate (85.71%), vitamin B1 (100%) and vitamin E (57.14%).Conclusion: Research on the level of macronutrients adequacy of adolescent pregnant women in Salatiga City is mostly in the category of heavy and overweight deficits, namely carbohydrates and fats above 50%. The level of micronutrients adequacy in most of the deficit categories, namely potassium, calcium, zinc, iron, folate, vitamin B1 and vitamin E is above 50%. This is influenced by the imbalance of food intake consumed during pregnancy. This also results in weight gain of pregnant women not being ideal for weight gain during pregnancy, even though they have good nutritional status.
Prevalensi Anak Stunting di Kota Salatiga Tahun 2020 Brigitte Sarah Renyoet; Oktapianus Oktapianus; Dary Dary
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas Vol 8, No 1 : Februari 2023
Publisher : Master of Epidemiology, School of Postgraduate Studies, Diponegoro University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jekk.v8i1.13111

Abstract

Background: Stunting cases occur in several countries, especially poor and developing countries. Stunting is a growth disorder in children due to poor nutrition. Malnutrition occurs during the First 1000 Days of Life (HPK). The child's growth is disrupted so that the child will look short, and cognitive and motor development is hampered. The purpose of this research is to find out the prevalence of stunting children in Salatiga City.Methods: Cross-sectional descriptive method is used to describe the description of the phenomenon of stunting exposure by observing the population that occurs in Salatiga City in 2020. Data collection was obtained by measuring height and then the data was adjusted to PB / U or TB / U - 3 SD sd <- 2 SD (stunted) dan <-3 SD (severely stunted). The research data were then analyzed descriptively using Microsoft Excel and displayed in the form of tables and narratives. Data collection in this study was carried out in March-June 2021 in four sub-districts located in Salatiga City.Result: The results showed that the prevalence of stunting in Salatiga City in 2020 in children aged 0-60 months was 6,85%, the incidence of stunting was more common in males by 3,65%.Conclusion: The conclusion from this study, it is known that the prevalence of stunting in Salatiga City in 2020 reached 6.85%. The highest cases occurred in the male sex with a percentage of 3.65%. In terms of age, the highest incidence of stunting occurred in children aged over 25-60 months. 
STUDI LITERATUR : INVESTASI KESEHATAN GIZI DAN PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA Desiree Charissa Putri; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13391

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat dapat mempengaruhi masalah kesehatan gizi pada anak dan remaja seperti gaya hidup yang tidak sehat, kesehatan mental, kesenjangan sosial, pendidikan, dan masalah gizi seperti stunting, anemia, dan obesitas, dapat mempengaruhi penurunan potensi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),dengan hal ini menmengaruhi Cost Effectiveness Analysis (CEA) atau analisis efektivitas-biaya pada intervensi malnutrition pada remaja dan dewasa. Tujuan penelitian adalah adanya perubahan gaya hidup untuk mencegah prevalensi naiknya undernutrition dan masyarakat dapat mengurangi prevalensi undernutrition dengan cara memperbaiki gaya hidup, kesehatan mental dan kesehatan gizi anak.sehingga Sumber Daya Manusia (SDM )menjadi lebih sehat dan biaya yang dikeluarkan tidak mengalami kenaikan yang tinggi. Metode yang digunakan adalah literature review, pencarian literatur dilakukan secara nasional maupun internasional menggunakan database di Google Scholar dan NCBI dengan memasukkan beberapakata kunci yaitu Investments in Child and Adolscent and Health Developments. Dari kelima jurnal yang direview didapatkan hasil bahwa kesehatan gizi, mental, kesenjangan sosial dapapt memengaruhi SDM dan Cost Effectiveness. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dari gaya hidup dan pemilihan makan, kesenjangan sosial, pendidikan serta kesehatan mental yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yang dimana mengakibatkan peningkatan prevalensi morbiditas dan mortalitas pada anak dan remaja.
Literatur Review: Intervensi pada Remaja Perempuan 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Generasi di Masa Depan: Literature Review: Intervention on Adolescent Girls in 8000 First Days of Life (HPK) as Stunting Prevention in Future Generations Brigitte Sarah Renyoet; Dary Dary; Christantya Vita Rena Nugroho
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2 (2023): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2.2023.295-306

Abstract

Background: The complex nutrition problem until now in Indonesia is stunting. Stunting is a failure-to-grow condition due to prolonged malnutrition since the baby was born during pregnancy. Therefore, the nutrition and health of adolescent girls as the future mother have a crucial role in preventing stunting. Objectives: Identified various programs intervention to adolescent girls as stunting prevention to the next generation and identify the successful various programs intervention to adolescent girls as stunting prevention to next generation Discussion: This research method used a literature review of ten journals from 2011 to 2021. The research results were various interventions for adolescent girls as stunting prevention for the next generation. There were nutrition education, stunting education, early marriage education, hygiene and sanitation education, fulfillment of micronutrient intake and consumption of balanced food, Multi Micro Nutrient (MMN) supplementation, school feeding program, and high calcium milk intake. Intervention for adolescent girls is the main target of 8000 HPK programs as holistic stunting prevention has a vital role, so it needs to be implemented as early as possible. Conclusions: Appropriate Interventions for adolescent girls have the potential to reduce stunting and increase the opportunity for human resources in the future.
Hubungan Ketahanan dan Kerawanan Pangan dengan Social Capital dan Food Choice Rumah Tangga Pra Sejahtera di Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga Brigitte Sarah Renyoet; Malinda Christiana Putri; Theresia Pratiwi
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i1.425

Abstract

Ketahanan pangan masih menjadi isu permasalahan yang penting di Indonesia. Di lain sisi, permasalahan pangan di masyarakat juga dipengaruhi oleh sosial capital di lingkungan masyarakat. Adanya permasalahan pangan tersebut berdampak pada ketidakmampuan rumah tangga dalam memenuhi pangan keluarga akan berdampak pada food choice rumah tangga. Social capital dan food choice sendiri juga berkontribusi dalam ketahanan pangan pada rumah tangga pra sejahtera. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga pra sejahtera dengan social capital dan food choice di Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Responden penelitian ini adalah 73 rumah tangga pra sejahtera di Kelurahan Sidorejo Lor. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner ketahanan dan kerawanan pangan rumah tangga (United States Household Food Security Survey Module), kuesioner social capital dan kuesioner food choice. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa adanya hubungan antara ketahanan dan kerawanan pangan dengan social capital, yang dibuktikan dengan nilai p < 0.05 (p=0.007). Sedangkan untuk food choice, tidak terdapat hubungan antara ketahanan dan kerawanan pangan dengan food choice, yang dibuktikan dengan nilai p > 0.05 (p=0.083). Kesimpulan dari penelitian ini adalah social capital menjadi faktor yang memengaruhi ketahanan dan kerawanan rumah tangga pra sejahtera di Sidorejo Lor.
Studi literatur: Pola Makan dan Risiko Infark Miokard Akut (IMA) Theresia Nindi Sukmasari; Brigitte Sarah Renyoet
Jurnal Gizi dan Kuliner (Journal of Nutrition and Culinary) Vol 3, No 2 (2023): EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jnc.v3i2.48521

Abstract

Infark miokard akut merupakan penyakit jantung yang dikarenakan adanya penyumbatan akibat terbentuknya plak pada pembuluh darah. Salah satu penyebab infark miokard akut adalah pola makan yang kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai hubungan pola konsumsi makan dengan kejadian infark miokard akut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review menggunakan database di Google Scholar NCBI dan PLOS ONE, dengan kata kunci menggunakan bahasa inggris dan bahasa Indonesia. Pola makan yang tinggi lemak, bernatrium yang tidak diimbangi dengan aktivitas fisik serta diikuti dengan proses penggolahan makan yang tidak baik dan waktu makan yang tidak tepat dapat berdampak buruk terhadap infark miokard akut. Diet yang disarankan adalah diet mediterania, yang tinggi akan konsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, sereal dan biji-bijian serta penggunaan minyak zaitun sebagai sumber lemak.