Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Trend of Learning Media Model Create a Picture Story in Improving Children's Speaking Skills: Trend Media Pembelajaran Model Create a Picture Story Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Susanti, Dinik; Sudikan, Setya Yuwana; Hendratno, Hendratno
Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2024): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/madrosatuna.v8i2.1623

Abstract

Speaking skills are one of the important skills that children must have in the learning process. Video create a picture story is a learning media that uses sequential pictures accompanied by sound and text as a tool in the learning process. Previous research has shown that the use of audiovisual media can improve children's speaking skills. The literature study research shows a literature review that compares different audiovisual video media approaches in the use of speaking skills, such as narrative videos, animation, or augmented reality (AR). The literature study research method shows a literature review comparing various audiovisual video media approaches in the use of speaking skills. This research is expected to provide useful insights for the development of effective learning media in improving children's speaking skills. Increase the literature and understand the development of education and psychology in the field of effective and innovative learning media development. An interesting finding from the articles reviewed regarding interactive learning through pictures and videos is that audiovisual media based on Create a Picture Story provides more interactive and participatory learning. This finding shows that students taught using picture story-based video media have a higher level of information retention. Based on the results of the reviewed studies, it can be concluded that the use of Create a Picture Story videos in audiovisual media development has a significant effect on improving children's speaking skills. The learning model provides various benefits that support the development of speaking skills. The benefits include helping students organize ideas and compose sentences coherently, providing a context that makes it easier for students to understand and remember vocabulary and improve clarity of pronunciation.
Etika Lingkungan pada Novel Genduk Karya Sundari Mardjuki (Teori Deep Ecology Arne Naess) Tsabita, Hilya; Rengganis, Ririe; Sudikan, Setya Yuwana
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v8i2.2803

Abstract

Problematika terhadap alam merupakan persoalan yang tak kunjung usai kerusakan terhadap alam yang dilakukan oleh manusia secara sengaja demi mendapatkan keuntungan semata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan novel Genduk karya Sundari Mardjuki yang mengulas etika lingkungan hidup melalui lensa ekopolitik, aktualisasi diri, hubungan simbiosis, dan egalitarianisme biosfer. Kerangka konseptual yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Deep Ecology karya Arne Naess. Desain penelitian ini adalah kualitatif yang menggunakan metodologi objektif. Penelitian ini menggunakan novel Genduk karya Sundari Mardjuki sebagai sumber datanya. Metode perolehan data melibatkan penggunaan strategi mencatat dan membaca. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan hermeneutika. Hasil penelitian ini pada (1) egalitarianisme biosfe ditunjukkan dengan sikap hormat terhadap alam, (2) non-antoposentrisme ditunjukkan bahwa manusia merupakan bagian dari alam atau sikap kasih sayang manusia terhadap alam, (3) realisasi diri ditunjukkan pada alam yang dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, (4) hubungan simbiosis ditunjukkan dengan sikap memanfaatkan tanpa merusak alam atau mengganggu kehidupan alam, (5) ekopolitik ditunjukkan dengan memanfaatkan bisnis hasil dari alam karena komitmen petani dalam menjaga, menghormati serta melindungi alam.Kata Kunci: Etika Lingkungan, Deep Ecology, Novel Genduk.
Potret Perempuan dalam Novel Nawal El Sadawi: Kajian Heurmeneutik Feminis Amina Wadud Muhsin Sa'adah, Widadatus; Rengganis, Ririe; Sudikan, Setya Yuwana
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v8i2.2924

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan dalam ketiga novel Nawal El Sadawi dengan judul Perempuan di Titik Nol, Jatuhnya Sang Imam, dan Zeina. Ketiga novel tersebut berlatar Islam dengan budaya patriarki yang mendiskreditkan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potret perempuan dalam novel Nawal El Sadawi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan model heurmeneutik Amina Wadud Muhsin. Teknik pengumpulan data dengan baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan potret persoalan perempuan  dalam masyarakat Islam dengan  interpretasi teks-teks Alquran. Adapun teks Alquran maupun hadist dalam peneltian ini dikaji melalui model hermeneutik Amina Wadud terkait perempuan dalam Alquran. Adapun potret persoalan perempuan dalam ketiga novel memiliki tiga isu yang sama antara lain yakni, 1) Salah Tafsir Kekerasan Terhadap Perempuan (istri) Diperbolehkan Oleh Agama, 2) Tafsir Anak  Terlahir Laki-laki Lebih Unggul Daripada Perempuan, dan 3) Budaya Patriarki Penyebab Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak Perempuan Di Bawah Umur.”Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di sekolah, karena mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yakni perempuan harus berdaya, berani, dan berpendidikan untuk membentengi diri dari kekerasan seksual dan perilaku penyimpangan-penyimpangan negatif lainnya.Kata Kunci: Amina Wadud Muhsin; Feminisme; Nawal El Sadawi; Patriarki
ESTETIKA MUSIK SAMPE’ DAYAK KENYAH Fachrissal, Fachrissal; Sudikan, Setya Yuwana; Wahyuni, Eko
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 7, No 2 (2021): CaLLs, December 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v7i2.7055

Abstract

Penelitian ini berfokus pada dua elemen penting dalam musik sampe’ yaitu bentuk estetik dalam penyajian dan bentuk estetik dalam lagu. Bentuk dan konsep estetik akan memberikan identitas sebuah aktualitas musik sehingga dapat dibedakan dari yang lainnya. Secara konseptual musik tradisional sampe’ memiliki dua bentuk, yaitu: 1) bentuk arsitektonik yang sifatnya intelektualistik atau absolut; 2) bentuk simbolik yang sifatnya instingtif atau relatif. Kedua bentuk tersebut dapat dicermati melalui sumber bunyi (instrumentasi), musikalitas, ekspresi musikal, dan tata penyajiannya. Selain itu konsep keindahan musik tradisional sampe’ dapat pula diamati secara ilmiah (science) yaitu menilai keindahan dengan perhitungan logis melalui standar-standar estetik yang telah ada dan melalui unsur filsafat tentang keindahan menyangkut berbagai wawasan keindahan yang dipersepsi oleh manusia. Melalui bentuk dan konsep estetik musik tersebut dapat membawa untuk mengenal lebih jauh dan membaca unsur penting dari kebudayaan masyarakat pemiliknya. Selanjutnya dengan memahami bentuk dan konsep estetik adalah awal yang baik dan akan menuntun seseorang yang ingin belajar tentang musik tradisional sampe’. Metode pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekataan teori estetika yang dikemukaan oleh A.A. Made Djelantik dan Monroe Beardsley.Kata kunci : estetika, musik sampe’, dayak kenyah
Physical representation of female character in children's novels by children Muhsyanur, Muhsyanur; Suharti, Sri; Sudikan, Setya Yuwana
Diksi Vol. 30 No. 1: DIKSI MARET 2022
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v30i1.45663

Abstract

Literary work is a form and result of creative works of art whose objects are humans and their lives use language as a medium. Especially children's literature by children, basically has its own advantages. The storyline is unique and interesting and builds the expression of the child's world. This study aims to describe the physical aspects of female characters in children's novels by children. This paper is a qualitative research with a descriptive approach. The approach used in this study is a psychological literacy approach. The technique of collecting research data was done by reading carefully accompanied by marking. The analytical technique used is a symbolic hermeneutic technique. Based on the results of the study, the findings of this study relate to the physical aspects of female characters in children's novels which include physical aspects in terms of gender, physical aspects in terms of age, physical aspects in terms of facial characteristics, the physical aspect in terms of the clothes used, and the physical aspect in terms of the state of the body (senses). Key words: physical, representation, children's novel, and children's work
ANALISIS SEMIOTIK ROLAND BARTHES PADA KARYA EKA KURNIAWAN Alfandi, Ach. Dwi; Sudikan, Setya Yuwana; Rengganis, Ririe
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.462

Abstract

Tujuan dari pada penelitian ini yakni untuk mengetahui bentuk sistem kode beberapa karya Eka Kurniawan yang ditinjau berdasarkan pendekatan semiotik Roland Barthes. Deskriptif kualitatif menjadi salah satu metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui teknik catat dan baca sebagai pengumpulan datanya. Data penelitian iniyakni kalimat yang mengandung kode diantaranya teka-teki, konotatif, simbolik, tindakan, dan kode budaya. Sumber data penelitian ini yakni kumpulan karya Eka Kurniawan diantaranya Cantik Itu Luka, Lelaki Harimau, Seperti Dendam, Rindu Hraus dibayar Tuntas, Corat-coret di Toilet, O: Tentang Seekor Monyet yang Ingin Menikah dengan Kaisar Dangdut, Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta melalui Mimpi, Kumpulan Budak Setan, Cinta Tak Ada Mati, Gelak sedih dan Cerita-Cerita Lainnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya sistem kode yang ditemukan dalam beberapa karya Eka Kurniawan diantaranya teka-teki yang muncul, kode konotasi yang menggambarkan karakter tokoh, kode simbolik tentang adanya kesetaraan sosial, kode aksian dalam perwujudan tindakan oposisi aktif, kode budaya yang mencampurkan bahasa daerah sebagai wujud referensi budaya.
BELENGGU PATRIARKI DALAM KARYA-KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN FEMINISME RADIKAL KATE MILLET Damayanti, Ega; Sudikan, Setya Yuwana; Rengganis, Ririe
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: Pertama, bagaimana representasi budaya patriarki dalam karya-karya Oka Rusmini. Kedua, bentuk pemberontakan tokoh perempuan terhadap budaya patriarki dalam karya-karya Oka Rusmini. Pendekatan dalam penelitian ini merupakan pendekatan pragmatik. Karya-karya Oka Rusminini menjadi sumber data primer dan jurnal, skripsi, serta sumber yang relevan menjadi sumber data sekunder. Teknik studi pustaka digunakan dalam pengumpulan data. Kemudian, analisis data dikerjakan dengan teknik analisis  model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk budaya patriarki membanguan adanya kesenjangan dalam segi status, perilaku juga otoritas antara perempuan dan laki-laki. Laki-laki mempunyai kuasa yang lebih tinggi dibandingkan perempuan dalam aspek ideologis, sosiologis, biologis, kelas, ekonomi dan pendidikan, mitos dan agama, dan juga psikologis. Kedua, pemberontakan tokoh perempuan terhadap budaya patriarki ditunjukkan dengan melawan adat atau  menggagalkan budaya patriarki yang selama ini membelenggu dengan menjadi seorang intelektual.
Pengembangan Buku Ajar Sastra Anak dalam Perspektif Multiple Intelligences untuk Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Oktaviana, Nurul Dwi; Sudikan, Setya Yuwana; Subrata, Heru
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v4i2.421

Abstract

The study aims to develop learning products in the form of children's literature textbooks viewed from the perspective of multiple intelligences to strengthen character education for grade 2 elementary school students. The procedure in this study adapts the ADDIE development model which consists of five stages of development, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Based on the results of the study, after carrying out the reliability test the next trial stage was the trial of the developed children's literature textbook product. The results of the research/findings show that the use of textbooks for elementary school students that have been developed is in accordance with the target audience, namely grade 2 elementary school students
Wacana Sejarah Orde Baru Dalam Novel Pulang Dan Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori: Teori Subjek Slavoj Žižek Dan New Historicism Kusmiaji, Ingghar Ghupti Nadia; Sudikan, Setya Yuwana; Supratno, Haris
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i2.5074

Abstract

Latar belakang muncul dalam novel Pulang dan Laut bercerita karya Leila S. Chudori apa yang diketahui subjek, melainkan apa yang hendak dijalani  subjek. Mereka ulang memori Indonesia buat memberitahukan pertarungan kuasa serta fikrah yang berlangsung. riset ini memakai 2 pendetuturn skema subjek Slavoj Žižek serta new historicism. Tujuan studi ini buat sanggup dimaknai momen mahasiswa selaku subjek ideologi, wujud-bentuk simbolik selaku subjek sinisme, tindakan kalangan mahasiswa selaku subjek radikal, rekonstruksi kuasa, representasi ekonomi serta representasi adat dalam roman berbalik serta Laut menceritakan karya Leila S. Chudori. Prosedur penelitian menggunakan memakai studi kualitatif. Sumber data novel Pulang dan Laut bercerita karya Leila S. Chudori serta data penelitian berwujud kata, berbagai wacana maupun alinea. Teknik pengumpulan data studi ini berwujud teknik riset pustaka serta teknik baca tulis. Teknik yang dibubuhkan pengamat dalam menilik data ini yaitu teknik hermeneutika. Teknik absahan data yaitu triangulasi. Hasil dan pembahasan ketika subjek leluasa dari subjek simbolik berwujud jasmani serta menyentuh yang jelas kayak para para tokoh yang terkana doktrin pemerintah paham komunisme. Laut serta  penggerak yang lain yang gugur, kebermanfaatan serta tujuan sanggup dirasakan oleh subjek lain. Membelakangi efek ialah bentuk dari subjek sinis. Mereka tidak hirau  otoritas serdadu yang terletak di dasar pemerintahan. pemulihan kuasa melewati negeri dengan kepemimpinan yang  oleh intensitas serdadu dengan cara despotis serta represif. status ekonomi yang tengah inflasi serta budaya terkini yang tidak berikan independensi.
Pendampingan Kepenulisan Berbasis Kearifan Lokal Bagi Komunitas Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT) Sudikan, Setya Yuwana; Indarti, Titik; Saing, Muhammad Erwan; Imawati, Endah; Afdholy, Nadya
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v5i2.22549

Abstract

Ikatan Guru Penulis Tuban (IGPT) merupakan komunitas literasi yang berfokus pada penulisan kreatif. IGPT terdiri atas 207 guru PAUD, guru SD, guru SMP, dan guru SMA dan/atau SMK, dan calon guru (mahasiswa) masih terkendala dalam penulisan kreatif. Pengamatan tim PKM Senat Akademik Universitas (SAU) Universitas Negeri Surabaya mencatat bahwa rata-rata guru belum memiliki kompetensi menulis artikel ilmiah, menulis sastra kreatif, dan menulis reportase news. Itu terbukti dari minimnya karya ilmiah, karya sastra yang dimuat di media massa, dan reportase yang dimuat di media massa. Tim PKM SAU Universitas Negeri Surabaya melaksanakan pendampingan kepenulisan berbasis kearifan lokal Tuban. Tim melakukan observasi ke tempat-tempat bersejarah, pantai dan alam Tuban, masyarakat pedesaan dan pesantren Tuban, serta seni pertunjukan yang ada di Tuban.. Produk yang dihasilkan dari pendampingan kepenulisan selama tiga bulan, yakni tulisan reportase yang dimuat di media online, media massa cetak, dan antologi puisi atau antologi cerita pendek yang dicetak. Selama pemroduksian tulisan, Tim PKM SAU Universitas Negeri Surabaya melakukan pendampingan secara offline (tatap muka) dan online (tatap maya) yang berbentuk klinis. Kata kunci: kearifan lokal, artikel ilmiah, penulisan kreatif, reportase.