Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

DATABASE AERODINAMIKA ROKET BALISTIK 122 Iqbal Maulana; Edi Sofyan; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.988 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.325

Abstract

Roket adalah wahana terbang yang memiliki sistem propulsi dengan membawa bahan bakar dan oksigen di dalam badan roket tersebut sebagai gaya dorong. Tentunya sebuah roket harus mempunyai kestabilan yang baik agar dapat mencapai target yang ditentukan dengan tepat. Kestabilan aerodinamika merupakan hal yang harus diperhatikan karena sangat berpengaruh terhadap performa terbang roket. Performa terbang sangat dipengaruhi oleh beberapa karakteristik seperti CL, CD, dan CM. Pada penelitian ini dilakukan analisis aerodinamika pada Roket Balistikk 122 dengan memvariasikan alpha (α) dari – 20 hingga 18 dan Mach Number dari 0.1 hingga 2.9 untuk mengetahui karakterisitik roket pada saat terbang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Software Digital Datcom untuk mendapatkan database aerodinamika roket balistik 122 dan menggunakan nilai CA (Axial Force Moment) dan CN (Normal Force Coefficient) sebagai pengganti CL dan CD. Dari hasil perhitungan menggunakan software Digital Datcom dapat disimpulkan bahwa semakin bertambah nya alpha dan Mach number, maka nilai CA akan bernilai konstan pada 0.1 hingga 0.7 serta mengalami kenaikan pada Mach 0.7 sampai 15. Nilai CN mengalami kenaikan seiring bertambah nya alpha dan Mach Number sehingga menyebabkan gaya lift mengalami kenaikan dan nilai CM (Coefficient Moment) mengalami penurunan seiring bertambahnya alpha dan Mach Number. Dalam hal ini roket telah memenuhi kriteria kestabilan, sehingga roket ini dapat dikatakan stabil.
ANALISIS LINTASAN ROKET BALISTIK DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI VARIASI SUDUT AWAL PELUNCURAN Argo Dwi Hartomo; Edy Sofyan; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.109 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.329

Abstract

Indonesia merupakan negara yang luas, dengan kondisi geografis diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mendapatkan serangan dalam bentuk pertahanan dan keamanan dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, Indonesia harus mempersiapkan kemandirian berteknologi sejak dini. Pengembangan roket merupakan salah satu kemandirian teknologi dalam pertahanan dan keamanan. Roket balistik dapat dibuat dengan jarak dan waktu tempuh yang diinginkan. Roket harus melalui beberapa tahapan penting yang harus dilakukan sebelum Roket dapat diluncurkan dan diproduksi massal. Roket yang diluncurkan tanpa mengetahui sudut yang tepat akan mengakibatkan roket bergerak dengan tidak sesuai dengan jarak jangkau yang diinginkan. Oleh karena itu, penentuan sudut awal peluncuran roket diperlukan agar dapat mengetahui sudut yang tepat untuk peluncuran roket. Sudut awal peluncuran merepresentasikan sudut operasional roket yang digunakan sebagai missile permukaan ke udara. Sudut awal peluncuran divariasikan dimulai 20̊ hingga 60̊ dengan menggunakan Matlab dan Matlab Simulink, variasi sudut awal peluncuran bertujuan untuk mengetahui sudut yang ideal untuk digunakan pada saat peluncuran roket. pergerakan horizontal range pada sudut 20̊ hingga 55̊ mengalami pergerakan yang semakin jauh, akan tetapi saat sudut awal peluncuran sebesar 60̊ pergerakan roket balistik 122 mm semakin kecil. Roket Balistik dengan sudut awal peluncuran sebesar 50̊ merupakan sudut yang tepat untuk digunakan dengan horizontal range sejauh 27.466 meter.
SISTEM KOMPRESI DATA PADA MUATAN ROKET MENGGUNAKAN KODE HUFFMAN Muhammad Luqman Bukhori; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 7 No 2 (2021): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.339 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v7i2.330

Abstract

Muatan roket (payload) merupakan teknologi terapan dengan pemanfaatan kendali data jarak jauh. Teknologi ini mendukung fungsionalitas sistem pemantauan data ke Ground Control Station (GCS). GCS dijalankan oleh operator yang jaraknya jauh dari roket, sehingga operator dapat langsung melihat paket data yang dibutuhkan untuk keperluan pemantauan secara real-time. Walaupun sistem pemantauan ini dapat berjalan secara real-time, terdapat beberapa kendala yang terjadi yaitu kehilangan data akibat adanya keterlambatan data pada saat pengiriman data. Keterlambatan data dapat terjadi dikarenakan jumlah paket data dan transfer data saat pengiriman tidak seimbang. Jumlah paket data ini tidak diimbangi dengan kapasitas jaringan komunikasi data yang ditentukan. Untuk mengatasi hal tersebut terdapat salah satu teknik yang dapat diterapkan yaitu sistem kompresi data. Kompresi data yang diterapkan adalah metode kompresi lossless yang dibangun menggunakan kode Huffman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma ini dapat melakukan kompresi data sebesar 41,25% dari data aslinya. Sistem roket dapat membaca dan mengirim sensor sebanyak 22 baris data dalam waktu 2 detik. Pada GCS, data yang diterima dan diolah dengan algoritma dekompresi Huffman menghasilkan data yang tervalidasi sebesar 19 baris data atau 86% data diterima.
Kendali Adaptif Neuro Fuzzy PID pada Sikap Lateral dan Sikap Longitudinal Pesawat Tanpa Awak Fixed Wing Erwhin Irmawan; Erwan Eko Prasetiyo
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.738 KB)

Abstract

Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak khususnya jenis fixed wing banyak digunakan untuk melaksanakan berbagai misi, yaitu misi sipil maupun misi militer. Untuk mendukung pelaksanaan misi tersebut maka diperlukan pengembangan sistem kendali otomatis (autopilot) cerdas. Pada penelitian ini dikembangkan sistem autopilot dengan kendali adaptif neuro fuzzy PID untuk pengendalian gerak lateral (pitch) dan gerak longitudinal (roll), dengan mengambil keunggulan dari kendali PID, fuzzy dan neural network, sehingga dapat dibentuk kendali yang kokoh dan dapat menangani kondisi yang tidak linier yang dialami oleh pesawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa kendali adaptif neuro fuzzy PID pengendali gerak longitudinal dan gerak lateral pada pesawat tanpa awak fixed wing. Kendali adaptif neuro fuzzy PID mampu mengendalikan gerak lateral dan gerak longitudinal pesawat dan mampu mengkompensasi adanya gangguan dari faktor lingkungan yang dialami oleh pesawat pada saat terbang, seperti perubahan arah dan kecepatan angina yang menyebabkan perubahan sikap pesawat. Pengujian dilakukan menggunakan wahana pesawat jenis Sky Surfer. Karakteristik pengendalian kendali adaptif neuro fuzzy PID pada gerak lateral dan longitudinal relatif sama. Kendali adaptif neuro fuzzy PID mempunyai performa yang lebih baik daripada kendali fuzzy PID, yaitu mempunyai settling time lebih cepat dan mempunyai prosentase overshoot maksimum lebih rendah diripada fuzzy PID.
APLIKASI INTERNET OF THINGS (IoT) UNTUK PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN BEBAN LISTRIK DI RUANGAN Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 4 No 2 (2017): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1054.851 KB)

Abstract

Listrik telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari aktivitas manusia tidak terlepas dari penggunaan listrik. Saat ini tarif dasar listrik semakin mengalami kenaikan. Penghematan listrik perlu dilakukan dengan berbagai cara agar pemborosan listrik dapat ditanggulangi. Salah satu cara penghematan yang diusulkan pada penelitian ini adalah sistem pemantauan dan pengendalian beban listrik terpusat yang dapat dilakukan dari jarak jauh. Sistem jarak jauh akan menggunakan aplikasi internet of things (IoT). Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain, mengimplementasikan dan mengetahui unjuk kerja aplikasi internet of things (IoT) untuk pemantauan dan pengendalian beban listrik di ruangan. Penelitian dilakukan dengan membuat desain sistem dan mengimplemetasikannya dalam sebuah purwarupa (prototype). Alat yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain: laptop Intel Core i3, 4 GB RAM, Windows 7 64 bit, Perangkat lunak Arduino IDE dan Tools Set. Bahan yang digunakan antara lain: Mikrokontroler NodeMCU E12 Wifi, Relay Driver, LED indicator, Sensor PIR. Jalannya penelitian dibagi menjadi delapan tahap yang meliputi studi literatur, perumusan masalah dan tujuan, pengumpulan data, perancangan media, implementasi, analisis hasil, kesimpulan dan penulisan laporan. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan cara melakukan uji fungsionalitas unjuk kerja sistem setiap bagian dan uji unjuk kerja sistem secara keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desain aplikasi internet of things (IoT) untuk pemantauan dan pengendalian beban listrik di ruangan dibagi dalam 3 (tiga) bagian utama yaitu input, proses dan output. Bagian input terdiri atas 4 (empat) buah sensor PIR yang merepresentasikan pendeteksi keberadaan orang dalam ruangan. Bagian proses terdiri atas mikrokontroler yang sudah terintegrasi dengan perangkat wifi NodeMCU 12E. Bagian output terdiri atas lampu LED indikator yang merepresentasikan kondisi beban yang ada dalam ruangan. Implementasi aplikasi internet of things (IoT) untuk pemantauan dan pengendalian beban listrik di ruangan dibangun dalam dua bagian yaitu hardware dan software. Hardware terdiri atas mikrokontroler nodeMCU 12E dan sensor PIR sedangkan software terdiri atas Arduino IDE sebagai compiler-nya dan Cayenne sebagai layanan Internet of Thigs (IoT), Unjuk kerja aplikasi internet of things (IoT) untuk pemantauan dan pengendalian beban listrik di ruangan secara keseluruhan sudah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Semua sensor dan tampilan dapat berfungsi dengan baik walaupun kecepatannya masih bergantung pada kecepatan koneksi internet.
DESAIN LAMPU LALU LINTAS ADAPTIF DENGAN KENDALI LOGIKA FUZZY Erwan Eko Prasetiyo; Oyas Wahyunggoro
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 2 No 2 (2015): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.501 KB)

Abstract

Kinerja lampu lalu lintas sebagai pengatur arus lalu lintas kendaraan di persimpangan perlu ditingkatkan, seiring semakin meningkatnya kepadatan jalan di persimpangan. Sistem pengendali lampu lalu lintas adaptif perlu dikembangkan untuk mengurangi jumlah antrian kendaraan dan waktu tunggu. Penelitian ini mengusulkan sistem pengendali lampu lalu lintas adaptif dengan tiga tahap penentu keputusan. Tahap pertama untuk menentukan urutan fase hijau berdasarkan jumlah antrian terbanyak. Tahap kedua untuk menentukan durasi sinyal hijau berdasarkan jumlah antrian kendaraan dan laju aliran kendaraan datang. Durasi sinyal hijau ditentukan menggunakan kendali logika fuzzy dengan 18 aturan. Tahap ketiga untuk menentukan keputusan apakah akan melanjutkan atau menghentikan fase hijau berdasarkan batas waktu tunggu maksimal atau batas jumlah antrian minimal. Sistem pengendali lampu lalu lintas adaptif pada penelitian ini terdiri atas detector, next phase module, green phase module, terminate module, switch module dan traffic lights. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan dapat bekerja secara adaptif, dapat mengurangi jumlah antrian kendaraan sebesar 60,76 % dan waktu tunggu sebesar 71,23 % terhadap sistem waktu tetap, dapat mengurangi jumlah antrian kendaraan sebesar 44,81 % dan waktu tunggu sebesar 3,63 % terhadap sistem adaptif satu penentu keputusan, dan dapat mengurangi jumlah antrian kendaraan sebesar 40,79 % dan waktu tunggu sebesar 41,11 % terhadap sistem adaptif dua penentu keputusan.
MEDIA PEMBELAJARAN AERODINAMIKA BERBASIS ANDROID Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 3 No 1 (2016): Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.568 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang cukup pesat memberikan dampak pada perkembangan media pembelajaran. Aplikasi seperti media dalam bidang pendidikan melahirkan banyak terobosan baru dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran. Banyak sekolah dan lembaga pendidikan melakukan investasi untuk mengembangkan infrastruktur bagi penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan. Peluang-peluang itu pula dimanfaatkan oleh masyarakat pendidikan dengan mengembangkan berbagai media pembelajaran. Media pembelajaran berbasis android akan menjadi media pembelajaran yang murah, karena cukup sekali dibuat dapat dipasang pada banyak perangkat android. Media pembelajaran mendukung mahasiswa belajar tidak hanya di kampus saja tetapi dapat dilakukan diberbagai tempat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain, mengimplementasikan dan mengetahui unjuk kerja media pembelajaran aerodinamika berbasis android. Isi materi pada media pembelajaran ini terdiri atas 4 (empat) pokok bahasan, yaitu: Physic of The Atmosphere, Aerodynamics, Theory of Flight dan Flight Stability and Dynamics. Langkah-langkah pada penelitian dibagi menjadi delapan tahap yang meliputi studi literatur, perumusan masalah dan tujuan, pengumpulandata, perancangan media, implementasi, analisis hasil, kesimpulan dan penulisan laporan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain media pembelajaran aerodinamika berbasis android dibagi menjadi 5 (lima) bagian utama yaitu tampilan halaman sampul (cover), tampilan halaman menu utama, tampilan halaman kompetensi, tampilan halaman materidantampilan halaman hitung lift and drag (kalkulator). Pokok materi yang disajikan dalam media ini dibagi menjadi 4 (empat) bagian yaitu Physic of The Atmosphere, Aerodynamics, Theory of Flight dan Flight Stability and Dynamics. Implementasi media pembelajaran aerodinamika berbasis android dibangun menggunakan software B4A dengan hasil file aplikasi berekstensi *.apk. Aplikasi Media Pembelajaran Aerodinamika dapat dipasang dan dijalankan pada smartphone atau tablet yang menggunakan Operating System Android versi 4.2.2ke atas. Unjuk kerja media pembelajaran aerodinamika berbasis android secara keseluruhan sudah dapat berjalan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Semua tombol pada tiap-tiap tampilan dapat berfungsi sesuai dengan perencanaan.
ANALISIS PENGARUH INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PADA PANEL SURYA Sonya Widyawati Putri; Gaguk Marausna; Erwan Eko Prasetiyo
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.736 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.442

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi maka meningkat juga kebutuhan listrik yang sekarang menjadi nyawa bagi kehidupan di bumi. Energi listrik sangat berperan penting bagi keberlangsungan aktivitas manusia. Namun, sumber daya alam yang menjadi sumber energi bagi energi listrik akan habis, maka untuk mengganti sumber daya alam yang menipis tersebut dibuatlah sebuah teknologi yang memanfaatkan pancaran sinar matahari karena sinar matahari tidak akan tergantikan dan sangat ramah lingkungan. Panel surya merupakan alat yang dapat mengkonversikan energi matahari menjadi energi listrik dalam bentuk searah (DC). Intensitas cahaya matahari yang didapat oleh panel surya akan merubah menjadi energi listrik dan dapat digunakan untuk menghidupkan alat elektronik yang biasa digunakan oleh manusia. Metode yang digunakan untuk penelitian ini melewati beberapa tahapan, yaitu studi literatur, perancangan alat, pengujian alat dan pengambilan data. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk membahas tentang pengaruh intensitas cahaya matahari terhadap daya yang dikeluarkan oleh panel surya tipe polycristalline silicone. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan panel surya berkapasitas 100WP sebanyak 2 buah. Pengujian dilaksanakan pada pagi hari hingga sore hari dan mendapatkan hasil intensitas tertinggi mencapai 1544,2 Watt/m2 dengan arus 0,4A dan tegangan sebesar 20,3V. Dan intensitas matahari terendah berada di angka 355 Watt/m2 dengan arus 0,2A dan tegangannya 19,7V. Namun apabila diberi beban lampu pijar maka arus akan semakin naik dan tegangan semakin menurun. Beban pertama diberi lampu pijar sebesar 100Watt arus naik menjadi 8,3A dan tegangan menurun menjadi 13,02V. Lampu pijar sebesar 200Watt arus makin naik menjadi 16,9A dan tegangan menurun menjadi 12,38V. Lampu pijar 300Watt arusnya menjadi 26,8A dan tegangan menjadi 12,14V. Dan terakhir beban lampu pijar 400Watt arusnya menjadi 34,4A dan tegangannya menjadi 11,75V.
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA PANEL SURYA SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK DENGAN PHOTOVOLAIC 200 WP Jeremi Dwuiki Fajar Laksono; Erwan Eko Prasetiyo; Gaguk Marausna
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.62 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.443

Abstract

Daerah yang berada di sekitar garis katulistiwa merupakan daerah yang diuntungkan, dikarenakan daerah tersebut mendapat paparan sinar matahari yang presentasenya lebih banyak dibandingkan dengan daerah yang jauh dari garis katulistiwa. dengan adanya kondisi tersebut maka kita dapat memanfaatkan potensi dari intensitas sinar matahari tersebut dengan panel surya beserta komponen-komponen elektrik yang dikemas dalam sebuah sistem PLTS (Pembangkit Lisrik Tenaga Surya). Dimana sistem ini berfungsi untuk mengubah intensitas cahaya matahari menjadi energi listrik, atau biasa kita sebut dengan fenomena photovoltaic. Dengan adanya kegiatan penelitian ini kita dapat megatahui bagaiman kita merancang sebuah sistem PLTS dengan kondisi off grid. Kita dapat mengetahui seberapa besar daya listrik yang dihasilkan dan efektivitas kinerja dari sistem PLTS tersebut melalui beberapa tahapan pengujian yang dilakukan. Dengan diterapkannya sistem solar tracker single dan dual axis pada pengujiannya kita mengetahui bahwa penyerapan energi sinar matahari dapat bekerja dengan optimal pada pukul 11.00-11.30 dengan intensitas cahaya matahari rata-rata sebesar 1303 w/m² yang menghasilkan tegangan listrik rata-rata sebesar 19,82 V dan arus listrik rata-rata sebesar 0,8 A. Pada pengujian sistem solar tracker single axis, rangkaian sistem PLTS dapat menghasilkan daya listrik terbesar yaitu 66,66 watt dan daya listrik terkecilnya yaitu 8,95 watt. Sedangkan PLTS dengan kondisi sistem solar tracker dual axis, dapat menghasilkan daya listrik terbesar yaitu 152,24 watt dan dengan nilai daya listrik terkecilnya yaitu 11,52 watt. Serta dalam penelitian ini PLTS dapat dikatakan sebagai sumber daya terbarukan energi listrik yag efektiv dan dapat berfungsi degan baik karena dapat menyuplay energi listrik kepada beban yang diberikan. Evektifitas tersebut dapat kita lihat pada tabel hasil pengujian beban konstan berupa lapu pijar dengan daya yang berbeda yang dimulai dari 100 watt, 200 watt, 300 watt dan 400 watt.
PENGUJIAN TEMPERATUR ESC MENGGUNAKAN PENDINGIN PELTIER TECI-12706 DENGAN METODE EKSPERIMEN Safius Zuhri; Erwan Eko Prasetiyo; Erwin Irmawan
Teknika STTKD: : Jurnal Teknik, Elektronik, Engine Vol 8 No 1 (2022): Vol 8 No 1 (2022): TEKNIKA STTKD: JURNAL TEKNIK, ELEKTRONIK, ENGINE
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.659 KB) | DOI: 10.56521/teknika.v8i1.615

Abstract

Motor listrik pada era modern seperti ini sudah banyak dikembangkan untuk berbagai macam kendaraan, baik kendaraan untuk di darat, laut, maupun udara. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya untuk penghematan energi agar lebih efektif dan ramah lingkungan. Dengan teknologi seperti ini transportasi yang berkembang dapat menjangkau tempat ataupun wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Contohnya seperti UAV, dengan ukuran yang lebih kecil dibandingkan pesawat komersial, UAV dapat lebih mudah menjangkau daerah terpencil. Saat ini UAV juga sudah mulai di kembangkan dari yang menggunakan sistem propulsi tidak elektrik menjadi elektrik. Untuk sistem propulsi elektrik ini membutuhkan sebuah ESC (Electronic Speed Controller), ESC berperan penting dalam mengatur putaran pada BLDC (Brushless DC) motor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan pengujian temperatur pada ESC dan kemudian ditambahkan pendingin peltier untuk melihat perubahan pada RPM, temperatur dan gaya dorong yang dihasilkan. Metode yang digunakan pada pengujian ini adalah metode eksperimen. Pengujian ini menggunakan ESC 300A, kemudian menggunakan termometer untuk pembacaan suhunya. Pada pengujian ini data yang diambil yaitu RPM, thrust, dan temperatur. Data tersebut kemudian dioleh menggunakan excel kemudian dianalisis. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa pada tegangan 25V pada ESC yang belum ditambahkan pendingin menghasilkan temperatur 38,2°C pada RPM maksimal yaitu 3.200 dan gaya angkat yang di hasilkan sebesar 10,8kgf. Kemudian pada tegangan yang sama ESC ditambah pendingin menghasilkan data temperatur 33,1°C. Pada ESC berpendingin ini, RPM maksimal yang dihasilkan lebih tinggi yaitu sebesar 3.300 RPM dibandingkan dengan ESC yang tidak menggunakan pendingin. Kenaikan RPM ini juga dapat menghasilkan gaya angkat yang lebih besar yaitu sebesar 11kgf.