Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN SENYAWA DERIVAT PIRANON DARI MIKROBA ENDOFITIK Penicillium sp PADA TUMBUHAN KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Muharni Muharni; Fitrya Fitrya; Milanti oktaruliza; Elfita Elfita
Majalah Obat Tradisional Vol 19, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.669 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.8226

Abstract

Exploration of bioactive compound were continuously done as more new diseases appearing, from infection, cancer, and other degenerative diseases. The invention of new antibiotic compound and antioxidant compound is very needed to solve this problem. Endophytic microbes are microbes which lives in plant’s culture and produce the active secondary metabolite. In previous research, 2 compounds from endofitic microbes Penicillium sp in kunyit putih had been successfully isolated and identified as di-(2-ethylhexyl)phthalate   and  pyranon derivated as 5 (4’-ethoxy-2’-hydroxy-5’-methyl-2’,3’-dihydrofuran-3’-il (hydroxy) methyl-4-isopropyl-3-methyl-2-pyran-2-on). The goal of this research is to test antibacterial and antioxidant activitiy from derivate pyranon, which is resulting from endofitic microbes Penicillium sp in kunyit putih (Curcuma zeodaria). The method used to test the antibacterial activity is dic diffusion, using E. Coli, S. Dysenteriae, S. Aureus, and B. Subtilis. with variation of concentrations 250, 500, 1000, dan 2000μg/mL, and to test the antioxidant activity used 1,1-diphenyl-2- picrylhydrazyl ( DPPH)  method with variation of concentrations 1000, 500, 250, 125, 62.5, 31.25, 15.625, and 7.8125 µg/mL. The research         shown that  the antibacterial activity is strongest at S. aureus with 11mm-blocked-zone at 250µg/mL  concentration. Pyranon derivate also has active antioxidant manner with IC5016.05µg/mL.
PEMBUATAN PARFUM DAN LOTION ANTINYAMUK DARI RUMPUT AKAR WANGI (Chrysopogon zizanioides) Elfita -
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37061/jps.v5i2.5671

Abstract

Penyakit chikunggunya, demam berdarah, dan malaria sering mewabah di seluruh wilayah Ogan Ilir, termasuk desa yang berada di RT 03 Lokasi II Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara. Penggunaan antinyamuk pada permukaan kulit untuk menghindari gigitan nyamuk lebih efektif untuk masyarakat, baik yang berada di dalam rumah, apalagi bagi masyarakat yang sering berada di luar rumah. Namun karena harganya yang relatif mahal maka belum terjangkau oleh semua lapisan masyarakat di desa ini yang memiliki taraf perekonomian yang rendah. Juga penggunaan antinyamuk sintetik ini untuk kurun waktu yang lama akan menimbulkan efek samping terhadap kulit. Rumput akar wangi banyak terdapat di sekitar desa ini. Kandungan kimianya berupa minyak atsiri telah banyak digunakan bangsa Indonesia jauh sebelum diperkenalkannya antinyamuk sintetik (repellent) untuk menghindari gigitan nyamuk. Juga berdasarkan penelusuran literatur, banyak sekali penelitian-penelitian yang mengungkapkan tentang kemampuan kandungan kimia rumput akar wangi ini dalam membasmi serangga. Dari pengamatan di lapangan terlihat bahwa antinyamuk yang telah dibuat ternyata cukup ampuh untuk mengusir gigitan serangga. Hal ini dibuktikan oleh masyarakat yang telah mengoleskan antinyamuk alami ini ke bagian tubuh mereka, memang tidak digigit oleh nyamuk yang banyak disekitar kegiatan kami tersebut. Namun dari hasil tanya jawab ternyata dari bentuk-bentuk antinyamuk yang dibuat, yang paling digemari oleh masyarakat kelompok ibu-ibu adalah bentuk parfum. Hal ini disebabkan karena penggunaannya yang praktis dan lebih wangi. Sedangkan dari kalangan remaja putri, mereka lebih menyukai antinyamuk dalam bentuk lotion yang diekstrak dengan minyak zaitun. Selain warnanya menarik kehijauan, juga karena antinyamuk ini juga dapat menghaluskan dan melembutkan kulit tanpa efek samping. Kulit yang halus dan lembut tentu menjadi idaman bagi para remaja putri. Lotion yang diekstrak dengan parafin cair paling sedikit digemari oleh para peserta. Hal ini mungkin disebabkan karena warnanya yang pucat dan kurang wangi.
STUDI REAKSI KOPLING OKTADESILSILAN DENGAN ARIL IODIDA TERSUBSTITUSI PARA Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Nurlisa Hidayati; Elfita Elfita
Molekul Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.096 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2013.8.1.126

Abstract

Telah dilakukan reaksi kopling oktadesilsilan dengan 4-iodida tioanisol dan 4-iodida anisol pada posisi para menggunakan katalis paladium dalam kondisi atmosfir argon/nitrogen menghasilkan senyawa tris-(4-tioanisil)-oktadesilsilan (1) dan tris-(4-metoksifenil)-oktadesilsilan (2)Hasil penelitian ini diperoleh senyawa (1) berupa kristal putih dengan titik leleh 59,8-60,5 oC dan puncak ion molekul sebesar m/z 650 Sedangkan untuk senyawa (2) mempunyai titik leleh 53,5-54,0 oC dengan nilai m/z 602. Karakterisasi menggunakan 1H dan 13C NMR menghasilkan puncak-puncak pergeseran kimia yang menunjukkan senyawa (1) adalah tris-(4-tioanisil)-oktadesilsilan dan senyawa (2) adalah tris-(4-metoksifenil)-oktadesilsilan (2)
ISOLASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK n-HEKSANA BATANG TUMBUHAN BROTOWALI (Tinosporacrispa L.) Muharni Muharni; Elfita Elfita; Masyita Masyita
Molekul Vol 10, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.382 KB) | DOI: 10.20884/1.jm.2015.10.1.172

Abstract

Telah dilakukan isolasi satu senyawa metabolit sekunder dari ekstrak n-heksana batang Tinospora crispa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Pemisahan dan pemurnian dilakukan dengan teknik kromatografi. Terhadap senyawa hasil isolasi dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1 - difenil-2-pikrilhidrazil) dengan variasi konsentrasi 1000, 500, 250, 125, 62,5, 31,25, 15,625 dan 7,8125 μg/mL. Senyawa hasil isolasi diperoleh dalam bentuk minyak berwarna kuning. Berdasarkan data spektroskopi NMR 1D dan dengan membandingkan data senyawa yang telah dilaporkan dari jamur endofitik batang brotowali pada literatur disimpulkan bahwa senyawa hasil isolasiadalah bis-(2-etilheksil)ftalat dengan rumus molekul C24O4H38. Uji aktivitas antioksidan dari senyawa hasil isolasi memberikan nilai IC50 sebesar 232,9 μg/mL dan dikategorikan tidak aktif antioksidan.  
Studi Hubungan Struktur dan Aktivitas Senyawa Antioksidan dari Kulit Batang Kandis Gajah (Garcinia griffithii T. Anders) ELFITA ELFITA; DACHRIYANUS DACHRIYANUS; SUPRIYATNA SUPRIYATNA; HUSEIN H. BAHTI
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 9 No 1 (2011): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.253 KB)

Abstract

Four xanthones and two benzophenones from the stem bark of kandis gajah (Garcinia griffithii) by extraction and chromatographic methods have been isolated. The six compounds were determined as: 1,7-dihydroxyxanthone (1), 1,6,7-trihydroxyxanthone (2), 1,6-dihydroxy-3-methoxy-4,7-di-(3-methylbut-2-enyl)xanthone (3), 1,5-dihydroxy-3,6-di-methoxy-2,7-di-(-3-methylbut-2-enyl)xanthone (4), guttipherone I (5), and isoxanthochymol (6). All of the isolated compounds were submitted to antioxidant activity assay using three methods: (i) free radical scavenging method, (ii) xanthine-xanthine oxidase (XO) method, and (iii) nitroblue tetrazolium xanthine oxidase (NBT/ XO). Guttipherone I (5) and isoxanthochymol (6) have strong antioxidant activity (IC50 ≤10.2 µg/mL), 1,6,7-trihydroxyxanthone (2) and 1,6-dihydroxy-3-methoxy-4,7-di-(3-methylbut-2-enyl)xanthone (3) as active compounds (IC50 ≤ 100 µg/mL), while 1,7-dihydroxyxanthone (1) and 1,5-dihydroxy-3,6-dimethoxy-2,7-di-(3-methylbut-2-enyl)xanthone (4) were inactive (IC50 > 100 µg/mL). Base on the data, antioxidant activity of isolated compounds was inhuenced by dihydroxyl groups at ortho position, number of hydroxyl group, and hydroxyl group at para position to C carbonyl at heterocyclic.
Inovasi Keripik Berbahan Baku Kelapa Sebagai Peluang Usaha di Desa Tebing Gerinting Indralaya Muharni Muharni; Elfita Elfita; Heni Yohandini; Fitrya Fitrya; Maryadi Maryadi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 2 SEPTEMBER 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.455 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v4i2.6011

Abstract

Desa Tebing Gerinting merupakan salah satu desa di Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.  Sumber mata pencaharian penduduk sangat beragam mulai dari petani, peternak, berkebun, pedagang dan usaha rumah tangga membuat kemplang, dengan rata-rata tingkat perekonomian yang masih rendah. Usaha pembuatan kemplang juga mempunyai kendala dalam pemasarannya dengan banyaknya masyarakat yang membuka usaha tersebut. Untuk itu perlu diperkenalkan  alternatif lain sebagai peluang usaha pada masyarakat  Desa Tebing Gerinting. Pada kegiatan ini telah  diperkenalkan kepada masyarakat inovasi keripik berbahan baku kelapa aneka rasa yang renyah dan berkualitas  dengan nilai jual tinggi sebagai suatu peluang usaha.  Dari kegiatan yang dilakukan terlihat bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik merupakan suatu pengetahuan baru bagi masyarakat Tebing Gerinting, sehingga terlihat rasa ingin tahu dan antusias peserta dalam kegiatan ini.  Masyarakat mengetahui bahwa pengolahan kelapa menjadi keripik juga sangat sederhana  dan bahkan memiliki nilai jual yang tinggi. Survei yang dilakukan menunjukkan masyarakat suka akan produk yang dibuat dengan persentase penilaian rasa biasa (15%), suka (65%), dan sangat suka (20%).  Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik dan telah menambah pengetahuan masyarakat untuk mencoba alternatif lain peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Edukasi Faktor Resiko dan Cara Pencegahan Dini Kanker Serviks Sebagai Upaya Menekan Angka Insiden Kanker Serviks Di Desa Tebing Gerinting Kabupaten Ogan Ilir Fitrya Fitrya; Elfita; Muharni; Mokhamad Yusup Nur Khakim
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.597 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1090

Abstract

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim dengan vagina. Kanker serviks merupakan salah satu dari 2 jenis kanker yang banyak membunuh kaum perempuan di Indonesia, setelah kanker payudara. Di Indonesia diperkirakan setiap hari muncul 40-45 kasus baru, 20-25 orang meninggal dunia karena kanker serviks. Artinya Indonesia akan kehilangan 600-750 orang perempuan yang masih produktif setiap bulannya. Hal ini disebabkan keterlambatan pengobatan dan kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kanker termasuk faktor-faktor risiko dan upaya pencegahannya. Oleh karena itu diperlukan suatu gerakan bersama dan menyeluruh untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap kanker serviks. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada masyarakat mengenai faktor resiko kanker serviks dan upaya pencegahannya sebagai upaya menekan angka insiden kanker serviks. Kegiatan dilaksanakn di desa Tebing Gerinting Kabupaten Ogan Ilir diikuti oleh 45 orang ibu ibu dan remaja putri. Output dari kegiatan adalah peningkatan pengetahuan masyarakat secara tentang faktor resiko, gejala dan pencegahan kanker serviks sehingga dapat menekan kejadian kanker
ARILASI 4-IODIDA ANISOL DENGAN t-BUTIL GERMANIUM MENGGUNAKAN KATALIS PALADIUM Aldes Lesbani; Risfidian Mohadi; Elfita Elfita
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 3 No 1 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 1 Juli 2013
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.197 KB)

Abstract

Telah dilakukan arilasi 4-iodida anisol dengan t-butil germanium menggunakan katalis paladium dalam pelarut tetrahidrofuran dengan kondisi atmosfir argon. Produk hasil arilasi dikarakterisasi melalui penentuan titik leleh, pengukuran menggunakan kromatografi gas-spektrometer massa (GC-MS), dan resonansi magnetik inti (NMR) proton dan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk arilasi adalah tris(4-metoksifenil)t-butil germanium (1) yang merupakan kristal putih dengan rendemen sebesar 35%. Penentuan titik leleh senyawa (1) menghasilkan nilai sebesar 113,5-114,5 oC dengan nilai m/z hasil pengukuran GC-MS sebesar 452. Spektra 1H NMR menunjukkan adanya tujuh puncak proton ekivalen dan spektra 13C NMR menghasilkan empat puncak karbon ekivalen. Hasil keseluruhan karakterisasi menunjukkan kecocokan dengan senyawa (1). Kata kunci: arilasi, 4-iodida anisol, t-butil germanium, paladium. The arylation of 4-iodo anisole with t-butyl germane using palladium as catalyst in tetrahydrofuran as a solvent in argon atmospheric condition was carried out. Product of arylation was characterized through determination of melting point, identification using gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS), and nuclear magnetic resonance (NMR) proton and carbon. The results showed that product of arylation is tris(4-methoxyphenyl)t-butyl germane (1) which has white crystals in 35% yield. The determination of melting point compound (1) gave the value 113.5-114.5 oC with m/z 452 from GC-MS data. 1H NMR spectrum resulted seven peaks of equivalent proton and 13C NMR spectrum gave four peaks of equivalent carbon. All results of this characterization are appropriate with structure compound (1).Keywords: arylation, 4-iodo anisole, t-butyl germane, palladium.
Bioactivity of Endophytic Fungi Isolated from Branch of Jambu Mawar (Syzygium jambos (L.) Alston) Kurratul Aini; Elfita Elfita; Hary Widjajanti; Arum Setiawan
Molekul Vol 18 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2023.18.1.5931

Abstract

Endophytic fungi isolated from medicinal plants have high diversity and the secondary metabolites produced have biological activity. Endophytic fungi isolated from medicinal plants have been the subject of many studies on their diversity and biological activity, one of which is jambu mawar (Syzygium jambos (L.) Alston). S. jambos has long been used as a traditional medicine to treat infections caused by pathogenic bacteria in many parts of the world, including South Sumatra. This study purposed to explore the diversity of endophytic fungi isolated from the branches of S. jambos, the antibacterial activity of endophytic fungi extracts, the determination of the structure of the compounds, and the activity of the active compounds of the selected endophytic fungi. Observations of the morphological characteristics of endophytic fungi were macroscopically and microscopically. The endophytic fungal extracts were then tested for antimicrobial activity against test bacteria Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Salmonella typhi, and Escherichia coli using the Kirby-Bauer paper disk diffusion method. Isolation of pure compounds using a gravity chromatography column, the determination of the structure of the compound is determined based on 1H-NMR, 13C-NMR, HMQC, and HMBC spectroscopy. Four endophytic fungi, code SJC1–4, were isolated from a branch of S. jambos. The results of macroscopic and microscopic morphological characterization showed three genera of Botryosphaeria, Trichothecium, and Aspergillus. The endophytic fungal isolate SJC1 exhibited strong activity against Gram-positive bacteria and moderate activity against Gram-negative bacteria, while SJC2–4 showed moderate activity against the four bacteria. Molecular identification of SJC1 revealed that it was Botryosphaeria mamane. Isolation of SJC1’s pure compound yielded compound 1, which was identified as 5-acetyl-6-hydroxy-3-methyl-2H-pyran-2-one. This compound is thought to have antibacterial properties.
Antioxidant and Antibacterial Activity of Endophytic Fungi Isolated from Fruit of Sungkai (Peronema canescens) Oktiansyah, Rian; Widjajanti, Hary; Setiawan, Arum; Elfita
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 1 (2024): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.1.17-27

Abstract

Peronema canescens, often known as sungkai, is widely used and can be found all around Indonesia. The public believes that the leaves may reduce fever and strengthen the immune system. However, the effectiveness of sungkai fruit has not been thoroughly investigated. In this research, we looked at endophytic fungus extracts from sungkai fruit’s that have antioxidant and antibacterial properties. The study’s results will serve as the foundation for further investigation into the development of potential natural chemicals with antioxidant and antibacterial properties. Morphologically, the endophytic fungi isolated from sungkai fruit were identified. The antioxidant and antibacterial properties of endophytic fungal extracts were studied using the DPPH technique and the paper disk diffusion method. By employing molecular identification and column chromatography to separate the active compounds, the most likely endophytic fungal isolates were found based on the results of the bioactivity tests. Using 1D NMR spectroscopic methods, the chemical’s structure was determined, and the results were compared to NMR data for the same compound published in the literature. Fruit of sungkai had 8 strains of endophytic fungus (RBH1-RBH8). Strong antibacterial and very strong antioxidant activity were shown by the RBH5 isolate (IC50 < 20 μg/mL). Pythium periplocum was determined to be the RBH5 isolate based on molecular testing. Pure chemical compound extracted from RBH5 isolates shown highly potent and potent antibacterial and antioxidant effects. The chemical compound was identified by spectroscopy as 3-hydroxy-4(hydroxy(4-hydroxyphenyl)methyl)-γ-butyrolactone. The results of this study serve as the foundation for developing compounds as pharmaceutical raw materials via further research phases.