p-Index From 2021 - 2026
1.407
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Saraweta
A. Muhammad Yusri
STAI DDI MAROS

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengembangan Materi Pembelajaran Inovatif Guru Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas IV Alif MUhammad; A. Muhammad Yusri; Furhaniati
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada permasalahan tentang bagaimana pengembangan materi pembelajaran inovatif guru untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IVB SDN 213 inpres sanggalea? Dari poko permasalahan di atas maka peneliti menyusun sub masalah yang di rumuskan kedalam pertanyan peneliti yaitu: 1. Bagaimana pengembangan materi pembelajaran inovatif guru berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas IVB SDN 213 Inpres Sanggalea? 2. Bagaimana inovatif guru berpengaruh terhadap minat belajar siswa kelas IVB SDN 213 Inpres Sanggalea? 3. Bagaimana meningkatan minat belajar siswa kelas IVB SDN 213 Inpres Sanggalea?Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif deskirptif dengan mengunakan pendekatan keilmuan dan pendekatan komunikasi. Adapun sumber data pada penelitian ini yaitu dari sumber data primer yang meliputi wali kelas IVB SDN 213 inpres sanggalea dan sumber data sukender yang meliputi buku jurnal dan intrnet yang relevan dengan masalah penelitian. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kemudian Teknik pengolan dan analisis data ada tiga tahap yaitu reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Instrument yang di gunakan untuk memperoleh data di lapangan berupa daftar pertanyaan sebagai pedoman wawancara, kemera, dan alat rekam. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan materi pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IVB SDN 213 inpres sanggalea melakukan pembelajaran dengan cara tanya jawab untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas IVB SDN 213 inpres sanggalea, guru dapat menggunakan berbagai strategi seperti menggunakan contoh-contoh yang menarik, memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memberikan umpan balik.
Tantangan Guru dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Kabupaten Maros Nur Isna; A. Muhammad Yusri; Nurul Amalia
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka adalah pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan alami mereka dalam lingkungan yang tenang, santai dan menyenangkan. Tujuan program ini adalah untuk membantu semua institusi pendidikan menghasilkan generasi pelajar yang berkepribadian sebagai siswa Pancasila sepanjang hayat. Kurikulum merdeka diawali kemendikbudristek yang melakukan penyederhanaan kurikulum untuk megejar ketertinggalan pembelajaran pada masa pandemi.Tantangan guru menjadi perhatian khusus dalam kebijakan kurikulum baru ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi, instrument penelitian adalah peneliti sendiri dengan menggunakan metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun untuk memperoleh keakuratan data peneliti melakukan pengujian keabsahan data dengan teknik triangulasi sumber, triangulasi waktu. Triangulasi teknik untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru UPTD SDN 4 Amarang, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, menghadapi tantangan dalam menerapkan kurikulum merdeka. Tantangan yang dihadapi oleh para guru UPTD SDN 4 Amarang, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros yaitu, Guru mengalami hambatan dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka, beban ganda guru dengan adanya Platform Merdeka Mengajar(PMM), adanya panen hasil setiap akhir proses melalui kegiatan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Adapun upaya yang dilakukan guru menghadapi tantangan dalam menerapkan kurikulum merdeka yaitu dengan pembiasaan, pembelajaran teman sebaya, dan mengikuti workshop terkait kurikulum merdeka. Kata Kunci : Tantangan guru, Kurikulum Merdeka
Pengaruh Pembelajaran Paikem Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas V Kecamatan Turikale Kabupaten Maros Mutmainnah; A. Muhammad Yusri; Abdul Rahman
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering kali terjadi dalam proses pembelajaran ialah terkait dengan model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik kurang efektif dan kurang mengembangkan pembelajaran yang demokratis. Oleh karena itu, hasil belajar siswa kurang optimal. Atas dasar hal tersebut, maka penerapan PAIKEM merupakan solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh PAIKEM terhadap hasil belajar belajar PKn dan kendala yang dihadapi dalam menerapkan model PAIKEM di kelas V UPTD SDN 213 Inpres Sanggalea. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan dalam mengumpulkan data yang digunakan adalah tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Adapun teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial, mencari hubungan korelasi antara (x) dan (y). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar dengan menggunakan pendekatan PAIKEM mendapatkan nilai rata-rata 78,75, sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh dengan tidak menggunakan pendekatan PAIKEM adalah 49,50. Dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan pendekatan PAIKEM meningkatkan hasil belajar siswa. Kendala-kendala yang dihadapi dalam menerapkan PAIKEM adalah karakter siswa yang berbeda-beda dan kurangnya sarana dan prasarana.
Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Take and Give Berbantuan Media Kartu dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Sekolah Dasar nur wahida.; A. Muhammad Yusri; Andi Asdar
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Take and Give merupakan salah satu jenis pembelajaran model kooperatif. Model pembelajaran take and Give yang memiliki sintaks siswanya diberi kartu yang berisi tentang materi yang akan dipelajari kemudian untuk dihapal sebentar lalu mencari pasangan untuk saling menginformasikan, selanjutnya siswa diberi pertanyaan sesuai dengan kartunya. Siswa dituntun mampu memahami materi pelajaran yang telah diterimanya lewat kartu yang diberikan guru dan teman sebayanya (siswa lain). Penelitian ini bertujuan untuk mengtahui bagaimana model pembelajaran Take and Give ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa kela IV SDN 193 Pasandang kecamatan Turikale. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Dan, setiap siklus terdapat empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 193 Pasandang kecamatan Turikale yang berjumlah 10 orang siswa. Hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Take and Give di kelas IV dalam pembelaran matematika materi Bangun datar di SDN 193 Pasandang Kecamatan Turikale Kabupaten Maros terjadi peningkatan disetiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat pada siklus I memperoleh rata-rata 64 dan terdapat 5 siswa atau 50% yang telah mencapai KKM 70, serta 5 siswa atau 50% yang tidak mencapai KKM 70 dari total 10 siswa. Kemudian setelah dilaksanakan siklus II terjadi peningkatan menjadi 90% dengan rata-rata 70 dan terdapat 9 siswa yang lulus KKM 70 dari 10 siswa
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Kelas V UPTD SDN 38 Biringkaloro Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros Satary Jumran Dani; A. Muhammad Yusri; Wahyuni
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum merdeka adalah konsep yang digunakan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah untuk membantu siswa memperoleh keterampilan bahasa yang berkelanjutan. Pembelajaran Berdiferensiai merupakan sebuah pembelajaran yang dirancang untuk memenuhi dan membantu keberagaman peserta didik dalam suatu kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi dan Manfaatnya dalam Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi peserta didik. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif yang menggambarkan suatu masalah. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa untuk menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia ada beberapa tahapan yang dilakukan oleh guru sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Pada Pembelajaran Berdiferensiasi Bahasa Indonesia yang diterapkan oleh Ibu Sarimala, memiliki manfaat yang dapat memotivasi peserta didik karena Pembelajaran Berdiferensiasi Bahasa Indonesia menyesuaikan dengan bakat dan minat yang dimiliki peserta didik.
Penerapan Metode Demonstrasi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila pada Siswa Kelas II hadriani nani; A. Muhammad Yusri; Abdul Rahman
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang belum mencapai standar ketuntasan maksimal pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas II UPTD SDN 234 Barambang II Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros. Metode demonstrasi dipilih karena dinilai efektif dalam memadukan materi pembelajaran dengan praktik langsung, sekaligus mendorong keaktifan siswa sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan minat belajar mereka. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi, tes hasil belajar, serta dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilaksanakan dua kali tes, rata-rata hasil belajar Pendidikan Pancasila pada siklus I adalah 70 dengan persentase kentuntasan belajar sebesar 57,7% dalam kategori tuntas dan 42,3% dalam kategori tidak tuntas sedangkan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 82,86 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 80,8% dalam kategori tuntas dan 19,2% dalam kategori tidak tuntas. Ini berarti bahwa terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 12,86% dan peningkatan ketuntasan belajar sebesar 23,1% dari siklus I dan siklus II.
Pengaruh Pemberian Reward Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Nur Jannah; Rahmat Rizal; A. Muhammad Yusri
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian reward pada mata pelajaran matematika, untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 29 Marana Kabupaten Maros. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quasi Experiment dengan tipe nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 29 Marana Kabupaten Maros. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas VA dan 28 siswa kelas VB yang dipilih sesuai susunan kelas. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes, lembar observasi keterlaksanaan pemberian reward dan dokumentasi. Data analisis menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan proses pembelajaran dengan pemberian reward yaitu pada pertemuan pertama berkategori baik dan pertemuan kedua dengan kategori sangat baik. Hasil analisis inferensial diperoleh dengan menggunakan uji tanda (sing-test) menunjukkan adanya perbedaan postrespond antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Didukung dengan nilai rat-rata hasil postrespond siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa: (1) Proses pembelajaran dengan menggunakan pemberian reward baik, (2) Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran, (3) Pemberian reward cukup efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas V SDN 29 Marana Kecamatan Lau Kabupaten Maros.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Nur Aenun Haerani; A. Muhammad Yusri; Mardiana Haris
JURNAL SARAWETA Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV di SDN 10 Watang Bengo. Masalah yang dihadapi adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang masing-masing melalui empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Fokus penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan seluruh siswa kelas IV di SDN 10 Watang Bengo yang berjumlah 14 siswa (10 laki-laki dan 4 perempuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, hasil belajar siswa berada pada kategori sedang dengan persentase 71%. Pada siklus II, hasil belajar siswa meningkat menjadi 86%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV di SDN 10 Watang Bengo. Kata kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dan Hasil Belajar.
Kesabaran Mengajar dalam Penerapan Kelas Inklusi di Kelas I Sekolah Dasar Mutiara Suci; A. Muhammad Yusri; Mardiana Haris
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan suasana lingkungan belajar yang efektif dan menyenangkan seorang guru perlu mempersiapkan diri sebelum memulai proses pembelajaran khususnya pada kelas inklusi, selain guru perlu menyiapkan rancangan pembelajaran untuk memenuhi seluruh kebutuhan siswa di kelas guru juga perlu menyiapkan dirinya sendiri salah satunya yaitu sikap emosionalnya yakni kesabaran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan kesabaran dari seorang guru kelas sangat mempengaruhi efektifitas mengajar dalam penerapannya pada kelas inklusi di SD Angkasa Pura. Jenis penelitian yang digunakan pada penyususnan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang di mana peneliti mendapatkan informasi melalui pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi, tentunya yang terkait dengan pelaksanaan kelas inklusi di SD Angkasa Pura dan faktor yang mempengaruhi sehingga guru mampu bersikap sabar dalam penerapan kelas inklusi di SD Angkasa Pura. Hasil dari penelitian ini menjelaskan pelaksanaan kelas inklusi di SD Angkasa Pura tentu saja tidak selalu berjalan mudah dan efektif banyak tantangan yang harus dihadapi guru kelas dalam mengajar kelas inklusi, tetapi dengan pendekatan yang dilakukan oleh guru serta kesabarannya yang luas guru kelas mampu mewujudkan suasana belajar yang menunjang kebutuhan beragam siswa termasuk siswa yang tergolong inklusi dan pada akhirnya guru kelas mampu mengatasi tantangan tersebut. Terdapat juga faktor yang mempengaruhi sehingga guru mampu bersikap sabar dalam penerapan kelas inklusi di SD Angkasa Pura diantaranya: faktor pengalaman, faktor pengetahuan, faktor keterampilan, faktor psikologis, faktor umur, faktor keberagamaan dan dukungan sekolah serta orang tua. Dari beberapa hal yang yang telah dijelaskan tersebut dapat disimpulkan bahwa sikap sabar bukan hanya sekedar sikap emosional seseorang, dalam lingkup pendidikan kesabaran merupakan keterampilan yang sangat penting dan perlu dimiliki oleh seorang guru. Dalam penerapannya pada kelas inklusi kesabaran seorang guru kelas dapat membangun perkembangan yang positif juga membentuk karakter dari siswa inklusi tersebut. Kata Kunci: Pendidikan inklusi, Guru kelas inklusi, Sikap emosional/kesabaran.