Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Indeks Bahaya dan Upaya Mitigasi Bencana Gelombang Ekstrim dan Abrasi di Wilayah Kecamatan Teluk Pakedai Maulana, Iqbal; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 5, Number 3, November 2024 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v5i3.40364

Abstract

Coastal areas face threats from hydro-oceanographic activities and human actions, leading to disasters such as extreme waves and coastal erosion. In Indonesia, particularly in Teluk Pakedai sub-district, these issues are prominent. Effective mitigation strategies tailored to the region's characteristics are essential. This research aims to analyze extreme wave and abrasion threats in Teluk Pakedai and develop mitigation plans. Using the Indeks Ancaman Bahaya Gelombang Ekstrim dan Abrasi (GEA) method outlined in BNPB's 2012 guidelines, factors like wave height, ocean currents, beach typology, vegetation, and coastline shape will be assessed and mapped using ArcGIS. From 2018-2023, significant erosion and accretion were observed, with the highest erosion in Kuala Karang Village (16.93 Ha) and the most accretion in Tanjung Bunga Village (57.79 Ha). Seven villages face medium to high danger from these threats. Recommended mitigation strategies include mangrove planting, constructing breakwaters, establishing early warning systems, and enhancing public awareness of extreme wave and abrasion risks.
Pengukuran Garis Sempadan Pantai Berbasis ArcGIS Melalui Pemetaan Pengendalian Kawasan Pesisir Di Kota Singkawang Meirany, Jasisca; Marcelina, Marcelina; Lestari, Arfena Deah; Taufiqurrahman, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.86666

Abstract

Kota Singkawang merupakan kawasan pesisir dengan panjang garis pantai sepanjang 27,6 km. Salah satu kebijakan yang  perlu diimplementasikan dalam pengelolaan kawasan pantai adalah menetapkan garis sempadan pantai untuk menjaga zona aman antara infrastruktur dengan garis pantai yang selalu berubah.   Penerapan GIS diperlukan dalam pengukuran garis sempadan pantai, merumuskan kebijakan dalam melindungi ekosistem pesisir dan mengurangi risiko bencana pesisir. Metodelogi ini menggunakan perhitungan coastal hazard zone (CHZ), lebar sempadan, variasi tahunan zona yang mengalami erosi, serta pengukuran profil pantai. Hasil dari analisis ini terdapat   tipe profil pantai berlumpur, pantai dengan kawasan hutan mangrove dan pantai pasir sedikit kerikil dengan jarak pada kondisi eksisting 100 m dari bibir pantai. Nilai ketinggian muka air laut untuk pantai kerikil 2 m dan pantai berlumpur 12 m, lebar garis sempadan pantai berkisar 159,2 m   untuk pantai pasir berkerikil, pantai pesisir manggrove 121,5 m dan berlumpur 125,5 m. Ketentuan Perpres No. 51 Tahun 2016 tentang penetapan garis sempadan pantai, divalidasi dengan perhitungan kondisi pantai Kota Singkawang. Sehingga dapat dibuat   penetapan batas sempadan melalui peraturan tertulis sebagai bentuk pengendalian pemanfaatan ruang pesisir agar tidak mengalami perubahan garis pantai.
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN SAMBAS DENGAN MEMANFAATKAN DATA ANGIN Rita, Eka Berta; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76817

Abstract

Secara umum gelombang laut merupakan gerakan permukaan air laut yang diakibat oleh adanya hembusan dari angin laut. Data yang akan digunakan untuk penelitian karakteristik gelombang adalah data angin harian 10 tahun dari tahun 2012- 2022 dengan elivasi 15 meter di atas permukaan laut. Metode (SPM). Hasil karakteristik gelombang di perairan sambas adalah Fully Developed Sea. Arah angin lebih dominan berasal dari arah barat laut pada semua musim, untuk musim utara pada bulan desember, januari, febuari, maret dan arah barat pada musim tertentu di bulan april-november.   Tinggi gelombang dan periode gelombang maksimum terjadi dari arah utara ditahun 2016 sebesar 4,74 meter, untuk periode gelombang 11,71 detik. Untuk Tinggi dan periode gelombang minimum terjadi dari arah utara di tahun 2012 dengan tinggi 0,22 meter, untuk periode gelombang 0,66 detik. Kemudian Tinggi dan periode gelombang signifikan (Ts) maksimum yang terjadi dari arah utara terjadi di tahun 2014 adalah   1.01 meter, untuk Ts 5.24 detik. Tinggi dan periode gelombang signifikan (Ts) minimum yang terjadi dari arah utara terjadi di tahun 2012 adalah 0.46 meter dengan periode gelombang signifikan 3.65 detik.
KARAKTERISTIK GELOMBANG DI PERAIRAN SAMBAS DENGAN MEMANFAATKAN DATA ANGIN Rita, Eka Berta; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 1 (2024): JeLAST Edisi Februari 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i1.76460

Abstract

Secara umum gelombang laut merupakan gerakan permukaan air laut yang diakibat oleh adanya hembusan dari angin laut. Data yang akan digunakan untuk penelitian karakteristik gelombang adalah data angin harian 10 tahun dari tahun 2012- 2022 dengan elivasi 15 meter di atas permukaan laut. Metode perhitungan menggunakan Metode Shore Protection Manual (SPM). Didapatkan hasil karakteristik gelombang di perairan sambas adalah Fully Developed Sea. Arah angin lebih dominan berasal dari arah barat laut pada semua musim, untuk musim utara pada bulan desember, januari, febuari, maret dan arah barat pada musim tertentu di bulan april-november.   Tinggi gelombang dan periode gelombang maksimum terjadi dari arah utara ditahun 2016 sebesar 4,74 meter, untuk periode gelombang 11,71 detik. Untuk Tinggi dan periode gelombang minimum terjadi dari arah utara di tahun 2012 dengan tinggi 0,22 meter, untuk periode gelombang 0,66 detik. Kemudian Tinggi dan periode gelombang signifikan (Ts) maksimum yang terjadi dari arah utara terjadi di tahun 2014 adalah   1.01 meter, untuk Ts 5.24 detik. Tinggi dan periode gelombang signifikan (Ts) minimum yang terjadi dari arah utara terjadi di tahun 2012 adalah 0.46 meter dengan periode gelombang signifikan 3.65 detik.Kata Kunci : Gelombang; karakteristik gelombang; perairan sambas.
KERENTANAN WILAYAH PESISIR DI DESA TANAH HITAM KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Saputra, Wira; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64164

Abstract

Pantai Tanah Hitam merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami kerentanan wilayah pesisir. Beberapa tahun kebelakang Desa Tanah Hitam sering mengalami kerusakan pantai yang sangat parah yaitu mengalami abrasi yang cukup parah. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui parameteriyang memiliki nilai bobotopaling besar dan paling kecil dalamipenilaian nilai indeksiCVI (Coastal Vulnerability Index) di wilayah pesisirudi Desa TanahoHitamoKecamatanoPalohoKabupatenoSambas. Parameter yang digunakanidalamipenelitianiini meliputi parameter tunggang pasangisurut, tinggiigelombang, kemiringan pantai, perubahanigarisipantai, kenaikanimuka airilaut, geomorfologi (tutupanilahan) dan ketinggian permukaan tanah. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kerentanan wilayah pesisir diiDesaiTanahiHitamiKecamataniPalohiKabupateniSambasidengan menggunakan metode CVI menunjukkanabahwaiDesa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas memiliki nilai kerentanan minimum sebesar  25,35  yang termasuk dalam kategori sedang dan nilai kerentanan maksimum yang terjadi dipenghujung tahun sebesar  50,70  termasuk dalam kategori rentan.  Hasil dari nilai indeksikerentananipada setiap parameterimenunjukkanibahwa parameter yang memiliki bobotipalingitinggi pada saat kondisi maksimum yang yaitu perubahanigarisipantai, geomorfologi, ketinggianipermukaanatanah, tinggi gelombang, kenaikan muka airilaut dan kemiringan pantai sedangkaniparameter yang memiliki nilai bobot palingirendah yaitu tunggang pasang surut.
ALTERNATIF PENANGGULANGAN ABRASI DILIHAT DARI KARAKTERISTIK GELOMBANG DI DUSUN LUAR PAGAR MENTIMUN KECAMATAN KENDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Dinata, Kristian Okta; Danial, Mochammad Meddy; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62812

Abstract

ABSTRAKDusun Luar Pagar Mentimun merupakan Dusun daerah pesisir yang berada di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang yang merupakn lintas aksen jalan Provensi yang mengalami abrasi di tepian jalan sehingga berdampak terhadap putusnya akses jalan. Tujuan penelitian untuk mengetahui proses terjadinya rambatan gelombang terhadap perubahan garis pantai dari tahun 2012 sampai 2021 serta mengetahui alternatif penanggulangan abrasi.   Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berupa data primer dan sekunder. Perhitungan data angin menggunakan metode SPM 1984. Peramalan gelombang menggunakan metode SMB dengan pendekatan metode hindcasting. Pengolahan data batimetri, garis pantai dan alternatif penanggulangan abrasi menggunakan software ArcGis. Pemodelan rambatan gelombang dan perubanan garis pantai menggunakan software CEDAS. Hasil penelitian menunjukan arah datang gelombang dari arah barat (W) dengan sudut 10,56 ° yang mengalami pembelokan gelombang sehingga terjadi refraksi menjadi sudut -52,79 ° pada kedalaman -4,16 m dengan tinggi gelombang signifikan 0,82 m dan priode gelombang 5,66 detik. Hasil pemodelan menunjukan abrasi dan akresi sepanjang 1.045,00 m, lebar rata-rata 70,17 m dan luas 20.638,00 m ² dengan perubahan garis pantai pertahun 2.063,80 m ². Hasil usulan yaitu bangunan pantai revetmen dengan kontruksi yang terbuat dari tumpukan balok beton yang di kombinasikan dengan timbunan tanah di belakang kontruksi sepanjang 485,00 m, lebar rata-rata 50,95 m dan luas keseluruhan 22.179,00 m ².                              Kata kunci: alternatif penanggulangan abrasi, ArcGis, CEDAS, karakteristik gelombang, perubahan garis pantai  ABSTRACT  Dusun Luar Pagar Mentimun is a coastal hamlet located in Kendawangan District, Ketapang Regency which is a cross accent of the Provensi road which is experiencing abrasion on the edge of the road so that it has an impact on the disconnection of road access. The purpose of the study was to determine the process of wave propagation to changes in the coastline from 2012 to 2021 and to determine alternatives to abrasion prevention.   The research method uses a quantitative approach in the form of primary and secondary data. Wind data calculation uses the 1984 SPM method. Wave forecasting uses the SMB method with the hindcasting method approach. Processing of bathymetry data, shoreline and abrasion mitigation alternatives using ArcGis software. Modeling of wave propagation and shoreline changes using CEDAS software. The results showed the direction of incoming waves from the west (W) with an angle of 10.56 ° which experienced wave deflection resulting in refraction to an angle of -52.79 ° at a depth of -4.16 m with a significant wave height of 0.82 m and a wave period of 5.66 seconds. Modeling results show abrasion and accretion along 1,045.00 m, an average width of 70.17 m and an area of 20,638.00 m ² with annual shoreline changes of 2,063.80 m ². The result of the proposal is a revetment beach building with a construction made of concrete block piles combined with soil fill behind the 485.00 m long construction, an average width of 50.95 m and a total area of 22,179.00 m ².                               Keywords: alternative abrasion countermeasures, ArcGis, CEDAS, wave characteristics, shoreline changes
RANCANG BANGUN ALAT PEMBANGKIT GELOMBANG AIR TIPE PISTON DAN FLUMETANK SKALA LABORATORIUM Fahreza, Destianto; Danial, Mochammad Meddy; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.63813

Abstract

Dalam mempelajari fenomena gelombang laut dapat dilakukan simulasi pembentuk gelombang yang dilakukan dilaboratorium. Maka diperlukan rancang bangun alat Wavetank dan Wavemaker untuk memodelkan gelombang. Dimensi Wavetank 630 x 43 x 150 cm sedangkan Flume berdimensi 630 x 30 x 45 cm. Tipe dari Wavemaker adalah tipe piston dengan menggunakan plat baja dan shaft besi yang digerakkan oleh Stepper Motor 10 Nm. Penelitian menggunakan metode perbandingan rasio tinggi gelombang terhadap pukulan (H/S) dan kedalaman air pada Flume dan nilai angka gelombang (Kph) teori dan eksperimen. Alat yang telah dirancang menghasilkan gelombang campuran relatif lebih panjang. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukan panjang gelombang yang terbentuk oleh Wavemaker tipe piston berkisar 44,7"“115 cm pada kedalaman 15-26 cm dengam rata-rata gelombang 78,3 cm.. Hasil dari Flumetank dan Wavemaker tipe piston tersebut belum mencapai nilai sesuai dengan teori yang ada, namun Wavemaker tipe piston cocok digunakan pada eksperimen lanjutan seperti pengujian breakwater atau pembangkit listrik dengan sifat-sifat gelombang. Perlu dilakukan pengembangan Flumetank dan Wavemaker dengan menambahkan dimensi Flume atau menggunakan dayung yang ringan sehingga massa dayung tidak membebani Stepper motor serta menambahkan alat sensor digital.
ANALISIS KEMAMPUAN MANGROVE DALAM MEREDAM GELOMBANG Simatupang, Melynda; Akbar, Aji Ali; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62950

Abstract

Pesisir Desa Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai  didominasi oleh  hutan mangrove.  Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan di pantai dan habitatnya tumbuh dipengaruhi pasang surut air laut. Hutan mangrove mempunyai fungsi lain yaitu untuk mencegah abrasi pantai dikarenakan dapat meredam energi gelombang laut sebelum sampai di pesisir. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan mangrove dalam meredam energi gelombang di Desa Kuala Karang, kecamatan Teluk Pakedai. Dari hasil perhitungan yang dilakukan, nilai porositas mangrove (NP) yang didominasi oleh Avicennia, sp adalah 0,0392. Tinggi gelombang yang didominasi dari arah barat daya dan barat adalah sebesar 1,617 dan 1,758. Dengan menggunakan 3 metode perhitungan didapatkan nilai reduksi gelombang adalah negatif. Hal ini menunjukkan bahwa mangrove di daerah tersebut tidak mampu meredam gelombang. Kerapatan dan ketebalan hutan mangrove yang kurang merupakan salah satu penyebab mangrove di daerah tersebut tidak dapat mereduksi gelombang. Selain itu, tingginya sedimentasi membuat akar mangrove jenis Avicennia, sp tertimbun.
PEMETAAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KECAMATAN SINGKAWANG SELATAN Mangurai, Eclesia Mayang; Meirany, Jasisca; Lestari, Arfena Deah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.64241

Abstract

Pantai Pasir Panjang merupakan kawasan pesisir yang berada diKKecamatan SingkawangWSelatan,KKota Singkawang,KKalimantanBBarat. Garis Pantai diSwilayah ini memiliki kisaran Panjang pantai ± 3 km yang mengalamidperubahan garisepantai akibatyabrasikdanaakresi, sehingga aktivitas masyarakat seperti pariwisata di wilayah pesisir terganggu. Dengan menggunakan media citra landsat Google Earth pro, laju perubahanigaris pantai.yang terjadiidiopantai Pasir Panjang KecamataniSingkawang Selatan adalah seluas 3149,349 m2 dan ratarata laju perubahan yang terjadi selama 7 tahun adalah seluas 45806,804 m2 . Selanjutnya luasan abrasi dan akresi yang terjadi di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan untuk abrasi seluas 20012,416 m2 dan akresi seluas 13273,992 m2 . Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan garis pantai di pantai Pasir Panjang Kecamatan Singkawang Selatan yaitu dengan membangun hard structure berupa breakwater yang berfungsiemelindungiibagian darattpantai disbelakangkbangunan, yang banyak aktivitas pariwisatanya terhadap abrasi dan akresi akibat arus dan gelombang. KataaKunci: Citraasatelit, ArcGIS, PerubahannGarissPantai, Abrasi,aAkresi
KERENTANAN WILAYAH PESISIR DI DESA TANAH HITAM KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Saputra, Wira; Lestari, Arfena Deah; Meirany, Jasisca
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v10i1.62473

Abstract

Pantai Tanah Hitam merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami kerentanan wilayah pesisir. Beberapa tahun kebelakang Desa Tanah Hitam sering mengalami kerusakan pantai yang sangat parah yaitu mengalami abrasi yang cukup parah. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui parameteriyang memiliki nilai bobotopaling besar dan paling kecil dalamipenilaian nilai indeksiCVI (Coastal Vulnerability Index) di wilayah pesisirudi Desa TanahoHitamoKecamatanoPalohoKabupatenoSambas. Parameter yang digunakanidalamipenelitianiini meliputi parameter tunggang pasangisurut, tinggiigelombang, kemiringan pantai, perubahanigarisipantai, kenaikanimuka airilaut, geomorfologi (tutupanilahan) dan ketinggian permukaan tanah. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kerentanan wilayah pesisir diiDesaiTanahiHitamiKecamataniPalohiKabupateniSambasidengan menggunakan metode CVI menunjukkanabahwaiDesa Tanah Hitam Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas memiliki nilai kerentanan minimum sebesar 25,35 yang termasuk dalam kategori sedang dan nilai kerentanan maksimum yang terjadi dipenghujung tahun sebesar 50,70 termasuk dalam kategori rentan. Hasil dari nilai indeksikerentananipada setiap parameterimenunjukkanibahwa parameter yang memiliki bobotipalingitinggi pada saat kondisi maksimum yang yaitu perubahanigarisipantai, geomorfologi, ketinggianipermukaanatanah, tinggi gelombang, kenaikan muka airilaut dan kemiringan pantai sedangkaniparameter yang memiliki nilai bobot palingirendah yaitu tunggang pasang surut.