Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Transposisi Kreatif Gerak Wayang Makidhipuh dalam Film Setan Jawa Karya Garin Nugroho Agustina Kusuma Dewi
PANGGUNG Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v31i3.1098

Abstract

Abstract: Garin Nugroho's ‘Setan Jawa’  is a performance film that carries a large narrative background to the story is the beginning of the 20th century in Java. With the accompaniment of live music by Rahayu Supanggah, the film was first released in 2016, and until 2020 a world tour is scheduled. 'Movement' becomes important in this film, which is a silent cross-disciplinary film, which combines dance and puppet shadows. The 'Movement' in the film ‘Setan Jawa’ gives a certain cultural meaning, that is Javanese culture, which arises through visual movement’ code, a creative transposition adapted from the wayang. Using a case study approach, supported by visual data analysis in the form of ‘Setan Jawa’ film documentation and referential data in the form of movement’ classifications in puppet shadows (Roger Long, 1979), this study produced findings that there were creative puppet movement transpositions made in the film ‘Setan Jawa’, i.e. Makidhipuh's movement. This finding reinforces the importance of adaptation and collaboration in the performing arts in the era of visual onslaught in order to maintain local culture. Keywords: film setan jawa, movement code, puppet movementAbstrak: ‘Setan Jawa’ karya Garin Nugroho merupakan film pertunjukan yang mengangkat narasi besar latar belakang cerita adalah awal abad ke-20 di Jawa. Dengan iringan musik live buatan Rahayu Supanggah, film ini pertama kali dirilis tahun 2016, dan hingga tahun 2020 dijadwalkan tur keliling dunia. ‘Gerak’ menjadi penting dalam film yang merupakan film bisu silang disiplin ini, yang diantaranya memadukan seni tari dan wayang. ‘Gerak’ pada film ‘Setan Jawa’ memberikan makna kultural tertentu, yaitu kultur Jawa, termunculkan melalui kode gerak visual, sebuah transposisi kreatif diadaptasi dari gerak wayang kulit. Menggunakan pendekatan studi kasus, didukung analisis data visual berupa dokumentasi Film ‘Setan Jawa’ dan data referensial berupa klasifikasi gerak pada wayang (Roger Long, 1979), penelitian ini menghasilkan temuan bahwa ada transposisi gerak wayang yang dilakukan secara kreatif pada film ‘Setan Jawa’, salah satunya, gerak Makidhipuh. Temuan ini menguatkan pentingnya adaptasi dan kolaborasi dalam seni pertunjukan di era gempuran visual agar dapat memertahankan budaya lokal.Kata kunci: film setan jawa, kode gerak, gerak wayang
VISUAL ANALYSIS PUPPET OF “SI UNYIL” FILM AS INDONESIAN CULTURAL IDENTITY Mulyana, Agus Rahmat; Dewi, Agustina Kusuma; Setiawan, Sulistyo
International Journal of Humanity Studies (IJHS) Vol 7, No 1 (2023): September 2023
Publisher : Sanata Dharma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/ijhs.v7i1.4338

Abstract

"Si Unyil" is a television series for Indonesian children, created by Suyadi and in production by the National Film Production Center (PPFN).  "Si Unyil" belongs to the hand puppets category, consisting of the head, body, and hands. The attraction of the film "Si Unyil" lies in the facial expressions of the doll called Wanda, and is supported by the strength of the story contains elements of humor, joy, tension, to sadness. This study uses a semiotic approach that focuses on the analysis of Wanda "Si Unyil", as the central character in the film "Si Unyil"; and several supporting characters in the film, i.e. Pak Raden, Pak Ogah, Cuplis, and Meilani. Wanda can represent certain facial characters for certain roles in certain storylines. Therefore, Wanda can carry comprehensive meanings that indicate emotional conditions, physical conditions, and environmental conditions. Analysis of "Si Unyil" through the visual of the puppet, concluded that "Si Unyil" contains educational values, morals, and social ethics that are displayed in various daily activities, through dialogue and the behavior between "Si Unyil" and his friends. "Si Unyil" film also possible to be a representation of the Indonesian people, which is guided by the ideology of Pancasila.
Potensi Media Pendukung Belajar Pra-Aksara Berbasis Augmented Reality Dalam Meningkatkan Literasi Digital Anak Usia Dini Agustina Kusuma Dewi; Nasywa Arrasyafitri; Muhamad Bentang Nurgama; Fahri Hikmanda Haruman; Ahmad Reza Afandi; Muhammad Rizky Suryadi
CandraRupa : Journal of Art, Design, and Media Vol. 3 No. 2 (2024): Vol.3 No.2, October (2024)
Publisher : Universitas Dinamika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37802/candrarupa.v3i2.820

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi di era transformasi digital mengalami perkembangan pesat—termasuk pada area edukasi di pendidikan usia dini yang sebagian besar mulai mengembangkan modul ajar berbasis digital. Namun, perkembangan ini belum selaras dengan meratanya tingkat kecakapan digital di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi buku berbasis teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran pra-aksara yang dapat meningkatkan literasi digital pada anak usia dini. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan analisis data deskriptif, termasuk kuesioner, wawancara, observasi, dan studi literatur. Responden penelitian adalah guru di PG/TK Al Hasan Islamic Preschool, Kota Bandung, dengan analisis data dilakukan menggunakan metode Toulmin. Penelitian ini menunjukkan bahwa buku berbasis augmented reality dapat menjadi media pembelajaran yang menarik dan efektif untuk meningkatkan literasi digital anak usia dini, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan perkembangan mereka. Namun, pencermatan terhadap kecakapan literasi digital pengajar pun perlu untuk terus ditingkatkan agar tetap selaras dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era transformasi digital.
Transposition of Drupadi in Garin Nugroho's Setan Jawa: Woman as a Javanese Symbolic Act Kusuma Dewi, Agustina; Piliang, Yasraf Amir; Irfansyah, Irfansyah; Saidi, Acep Iwan
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 36 No. 2 (2020)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v36i2.5375

Abstract

Art film is a film full of symbols. The film Setan Jawa by Garin Nugroho (2016) brings the concept of a silent film and the cinematic-orchestral collaboration with various standards across arts, while also adapts some cultural narratives in the Javanese context. This film presents Drupadi narrative, one of the Javanese Wayang cultural narratives. Drupadi is often referred to as a symbol of women’s loyalty and obedience to the universal law, through her obedience to her husband and mother, although this obedience is contrary to the self (I) concept. With the help of textual analysis, this article aims to identify the adaptation of Drupadi’s cultural narrative that is creatively transposed in the film Setan Jawa. The results show that there is a director’s personal code (idiolect) in the film, that offers women’ representation different from the conventions in the Javanese culture. While the conclusion might be arguable, one can reflect on the symbolic act of women’s representation being creatively transposed not as subordinate but as having the power to fulfill their own destiny.
Potensi Kampanye Media Sosial dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Dampak Fatherless di Era Transformasi Digital Yuliana Kamalia Putri; Dewi, Agustina Kusuma
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang mengalami kekurangan peran ayah, atau sering disebut sebagai "fatherless country." Ketidakhadiran figur ayah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tuntutan pekerjaan, perceraian, kematian, atau ketidakaktifan dalam pengasuhan anak. Kondisi tersebut berdampak negatif pada anak, termasuk munculnya rasa tidak percaya diri, kecemasan, kegelisahan, dan kesepian—kesehatan mental maupun perkembangan pribadi. Kampanye media sosial diasumsikan berperan penting sebagai sarana edukasi untuk menyampaikan betapa pentingnya peran aktif ayah dalam kehidupan anak serta dampaknya jika ayah tidak hadir. Penelitian penjajagan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan instrumen penelitian kuesioner terbuka, dengan metode analisis deskriptif—bertujuan untuk mengidentifikasi peran media sosial dalam mengkontruksi edukasi mengenai isu fatherless dan dampaknya di Indonesia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kampanye media sosial berperan penting dalam distribusi informasi dan edukasi isu tersebut di atas; sebab memiliki keterjangkauan target audiens lebih luas secara efektif—merujuk pada UU ITE
Modalitas Budaya Sebagai Potensi Cultural Heritage Tourism: Studi Reflective Observation Dusun Cipanjalu, Desa Palintang, Kecamatan Ciporeat, Kabupaten Bandung Ramlan, Ramlan; Dewi, Agustina Kusuma
Jurnal Desain Indonesia. Vol 7 No 1 (2025): Lokalitas dan Perbincangan Budaya dalam Desain
Publisher : Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia (ADPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52265/jdi.v7i1.511

Abstract

This article discusses the role of cultural modalities in the development of cultural heritage tourism with a case study in Cipanjalu Hamlet, Palintang Village, Ciporeat District, Bandung Regency. The main aim of the research is to understand how local cultural modalities contribute to the management and promotion of cultural heritage tourism, as well as their impact on economic sustainability and preservation of local culture. With a scientific perspective on Visual Communication Design in the competency areas of Visual Culture and Cultural Heritage Conservation; This research is qualitative research with an observational-reflective approach referring to the Kolb Model. The research results show that cultural modalities such as traditions based on literature and culinary in Cipanjalu Hamlet are built between local community legends and traditional ways of life - have the potential to attract tourists and can support efforts to strengthen local cultural identity in the Era of Society 5.0. However, facing the challenges of the onslaught of information and open communication technology, it was also concluded that challenges such as sustainable management, cultural preservation and community participation remain the main focus. in promoting sustainable tourism and preserving valuable cultural heritage. Key words: cultural heritage, cultural modalities, cultural preservation
MULTILITERATION POTENTIAL OF CINEMATIC-ORCHESTRA ART FILM “SETAN JAWA” IN COMMUNICATING CULTURE IN THE ERA OF DIGITAL TRANSFORMATION : POTENSI MULTILITERASI FILM SENI SINEMATIK-ORKESTRA “SETAN JAWA” DALAM MENGKOMUNIKASIKAN BUDAYA DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Dewi, Agustina Kusuma; Surahman, Adi; Resmisari, Ganis; Kusnaedi, Iyus; Waskito, Muhamad Arif; Karim, Shiddiq Bi'tsatulfathi Syaiful; Suria, Muhammad Arvi
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 6 No 1 (2025): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v6i1.4595

Abstract

Menghadirkan gambaran kehidupan nyata, dengan karakteristiknya yang dapat melampaui ruang dan waktu dan menggambarkan semangat zaman saat film tersebut diproduksi—film dapat berdampak mempengaruhi relasi sosial dan gaya hidup masyarakat Indonesia; termasuk di dalamnya, juga memberikan pengetahuan dan pemahaman budaya selaras zamannya. Berlatar belakang narasi kultural Jawa pada awal abad ke-20 yang mengangkat tentang Pesugihan Kandang Bubrah, Garin Nugroho membuat film “Setan Jawa” sebagai sebuah film bisu hitam putih berpendekatan sinematik-orkestra. Sebagai sebuah film seni dengan gaya sinematik khas Garin Nugroho, tidak hanya di Indonesia, film “Setan Jawa” berhasil memikat penonton di berbagai dunia, mulai dari Australia, Jepang, Perancis, dan Belanda. Pada setiap pertunjukan dan/atau pemutaran filmnya, “Setan Jawa” kerap kali mengangkat seni pertunjukan khas negara di mana film tersebut diputar, sebagai salah satu bagian yang berkolaborasi dengan unsur tradisi Indonesia (khususnya Jawa) yang diangkat menjadi latar narasi pada film “Setan Jawa”. Dengan metode studi kasus dan analisis dokumen, tujuan penelitian kualitatif ini adalah mengidentifikasi potensi keberpaduan teknologi film, seni, musik tradisi, dan orkestra, menghadirkan beragam mode komunikasi literatif; dengan asumsi bahwa keberagaman visual yang didukung dengan multiliterasi berpotensi sebagai saluran komunikasi budaya. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa sebagai film seni yang dihadirkan dengan pendekatan sinematik-orkestra, potensi multiliterasi  film “Setan Jawa” membuka ruang artistik sekaligus saluran komunikasi global dengan tetap berpijak pada unsur glokal, yang dapat menguatkan identitas kultural di era digital. Sebagai saluran komunikasi budaya, secara tidak langsung, bentuk film seperti “Setan Jawa” berpotensi berkontribusi terhadap rekontekstualisasi dan representasi nilai-nilai ideologi bangsa.
CARA WIMBA DAN TATA UNGKAPAN BAHASA RUPA DALAM PRINT-AD SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI Studi Kasus Iklan Pemenang The Cannes Lions International Festival of Creativity Kategori Print-Ad pada tahun 1992 Dewi, Agustina Kusuma; Surahman, Adi
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v4i2.5672

Abstract

There are many advertisements whose visual expressions are dominated by Western fine arts and graphic design techniques (which tend to be one of the patrons of graphic design scholarship in Indonesia, so it requires significant exploration and development of traditional art roots to be able to find ideas about Indonesian graphic design. Wimba Method and Visual Language Expression is a wealth of world visual language, in this research it is used as a reference for visual styles based on local Indonesian traditions. Using a descriptive qualitative approach with a digital survey as a research instrument, the research objects were 43 advertisements that were winners in the print-ads category in The Cannes Lions International Festival of Creativity in 1992 (the first year the Press and Outdoor Lions category appeared). From the research results, it was concluded that visual style has the impact of providing stimuli to the target audience to determine the priority of information to be accessed; where there is a tendency, determination This begins first from an affective point of view, rather than a cognitive one. 
Edukasi Dampak Buruk Fenomena Gaya Hidup Clubbing di Kota Bandung Melalui Film Dokumenter Adriansyah Perdana, Aldy; Kusuma Dewi, Agustina
Magenta | Official Journal STMK Trisakti Vol. 9 No. 01 (2025): Magenta : Jurnal ilmiah Komunikasi dan Media
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Media Komunikasi Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61344/magenta.v9i1.189

Abstract

Fenomena sosial gaya hidup clubbing merupakan suatu fenomena yang sedang hangat di banyak kalangan remaja dan dewasa muda di Kota Bandung. Fenomena ini membawa dampak yang buruk seperti peningkatan konsumsi alkohol, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku menyimpang lainnya yang mengancam generasi muda dan lingkungan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dampak buruk dan menyadarkan masyarakat tentang risiko dan konsekuensi yang ditimbulkan dari kegiatan gaya hidup clubbing tersebut melalui film documenter. Film dokumenter diaggap efektif untuk menggambarkan realitas dari fenomena clubbing di Kota Bandung, termasuk cerita individu yang terlibat dan dampak yang ditimbulkan dari gaya hidup tersebut
Potensi Kampanye Media Sosial dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat tentang Dampak Fatherless di Era Transformasi Digital Yuliana Kamalia Putri; Dewi, Agustina Kusuma
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v5i2.6447

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang mengalami kekurangan peran ayah, atau sering disebut sebagai "fatherless country." Ketidakhadiran figur ayah ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tuntutan pekerjaan, perceraian, kematian, atau ketidakaktifan dalam pengasuhan anak. Kondisi tersebut berdampak negatif pada anak, termasuk munculnya rasa tidak percaya diri, kecemasan, kegelisahan, dan kesepian—kesehatan mental maupun perkembangan pribadi. Kampanye media sosial diasumsikan berperan penting sebagai sarana edukasi untuk menyampaikan betapa pentingnya peran aktif ayah dalam kehidupan anak serta dampaknya jika ayah tidak hadir. Penelitian penjajagan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan instrumen penelitian kuesioner terbuka, dengan metode analisis deskriptif—bertujuan untuk mengidentifikasi peran media sosial dalam mengkontruksi edukasi mengenai isu fatherless dan dampaknya di Indonesia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kampanye media sosial berperan penting dalam distribusi informasi dan edukasi isu tersebut di atas; sebab memiliki keterjangkauan target audiens lebih luas secara efektif—merujuk pada UU ITE