Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Campur Kode Bahasa Benuaq dan Bahasa Bentian dalam Peristiwa Tutur Antarmasyarakat Di Kecamatan Bentian Besar Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Delsiana, Meilani; Hefni, Asnan; Arifin, Syaiful
Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/adjektiva.v6i1.2111

Abstract

Dalam interaksi antarmasyarakat terdapat campur kode diantara dua bahasa sehingga dalam berinteraksi, masyarakat di Kecamatan Bentian Besar menggunakan percakapan yang menghasilkan suatu ciri khas tersendiri yaitu campur kode bahasa Benuaq dan bahasa Bentian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode bahasa Benuaq dan bahasa Bentian dalam peristiwa tutur antar masyarakat di Kecamatan Bentian Besar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, kemudian teknik dalam pengumpulan data adalah teknik observasi, teknik rekam,teknik simak dan teknik catat. Sumber data penelitian ini adalah ujaran di lingkup masyarakat yang ada di Kecamatan Bentian Besar. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) wujud campur kode bahasa Benuaq dan bahasa Bentian yang terdapat dalam peristiwa tutur antar masyarakat di Kecamatan Bentian Besar ada tiga yaitu: penyisipan unsur-unsur berupa kata, penyisipan unsur-unsur berupa klausa, penyisipan unsur-unsur berupa frasa. (2) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode bahasa Benuaq dan bahasa Bentian dalam peristiwa tutur antarmasyarakat di Kecamatan Bentian Besar meliputi: latar belakang kebahasaan (linguistic type) dan latar belakang sikap (attitudinal type) Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam peristiwa tutur antarmasyarakat di Kecamatan Bentian Besar terdapat bentuk campur kode yang berupa penyisipan kata, frasa dan klausa, selain itu terdapat pula faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode yaitu; latar belakang kebahasaan (linguistic type) dan latar belakang sikap (attitudinal type).
Analisis Struktur Plot dan Nilai Moral dalam Cerita Rakyat Tanjung Harapan ’Anak Durhaka’ Kutai Kartanegara Purnama, Dina; Arifin, Syaiful; Indrahastuti, Tri; Setyawati, Meita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.27297

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur plot dan nilai moral dalam cerita rakyat Anak Durhaka karya Mukrie Abdullah dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi pustaka. Data primer diperoleh dari buku Kumpulan Cerita Rakyat Kutai, sementara data sekunder berasal dari literatur yang relevan. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan unsur plot seperti eksposisi, konflik, klimaks, hingga resolusi, serta nilai moral yang mencakup hubungan manusia dengan diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ini mengikuti pola Piramida Freytag, dimulai dari pengenalan tokoh hingga penyelesaian melalui kutukan sebagai bentuk konsekuensi moral. Nilai-nilai moral yang diangkat mencakup pentingnya menghormati orang tua, kesombongan yang membawa kehancuran, serta adanya balasan supranatural atas perbuatan buruk. Cerita ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan pendidikan karakter yang penting bagi pembaca, khususnya generasi muda, dalam memahami nilai-nilai kehidupan dan budaya lokal.
Pendidikan Karakter dalam Tradisi Gelar Bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Arifin, Syaiful; Indrahastuti, Tri; Setyawati, Meita; Ulwatunnisa, Marwah; Azmi, Muhammad
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11486

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mencerminkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam masyarakat Kutai. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kutai Kuno kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang memiliki tradisi turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol status sosial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, serta penghargaan terhadap jasa individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gelar seperti Aji, Awang, dan Encek memiliki makna historis dan sosial yang mendalam, di mana setiap gelar diberikan berdasarkan keturunan, jasa, atau peran dalam pemerintahan kesultanan. Selain itu, praktik budaya seperti Beseprah menegaskan prinsip kesetaraan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Meskipun modernisasi mengubah persepsi terhadap sistem gelar, nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai bagian dari identitas budaya. Oleh karena itu, integrasi nilai warisan budaya dan tradisi lokal dalam pendidikan formal dan nonformal menjadi penting untuk memperkuat karakter generasi muda dan menjaga warisan budaya Kutai agar tetap lestari dalam masyarakat yang terus berkembang.
Pelatihan Parafrasa dan Aplikasi Parafrasa Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Marwah Ulwatunnisa; Arifin, Syaiful; Hartinah, Siti; Putri, Afra Apriliyanti Kusuma
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2615

Abstract

Sejak masuk perkuliahan, mahasiswa seharusnya diberi pembekalan mengenai cara menghindari plagiat dalam karya tulis ilmiah. Parafrasa menjadi salah satu alternatif pencegahan plagiat sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang tulis menulis. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberi pelatihan kepada mahasiswa, mengenai parafrasa dan aplikasi parafrasa. Parafrasa dapat dimanfaatkan dalam perkuliahan, khususnya dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Aplikasi parafrasa mudah digunakan dan dapat diakses secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, tanggal 31 Mei 2023. Ada 45 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Tahapan kegiatan pelatihan ini yaitu, peserta diberi materi terkait parafrasa, jenis-jenis dan aplikas yang dapat digunakan. Aplikasi yang digunakan yaitu Smodin, Spinner.id dan Paraphrasing Tool dari Quillbot. Setelah itu, peserta diminta mempraktikan cara parafrasa menggunakan aplikasi. Dalam pelaksanaannya peserta diberi Pretest dan Postest. Hasilnya terlihat peningkatan dalam pemahaman mengenai parafrasa. Secara keseluruhan peserta dapat menggunakan aplikasi tersebut.
Job stress and family work conflict on job satisfaction through nurses’ psychological well-being Laksono, Rudy Dwi; Sanusi, Anwar; Arifin, Syaiful
Indonesian Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 7 (2024): Indonesian Journal of Multidisciplinary Science
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/ijoms.v3i7.851

Abstract

The purpose of this study is to describe and analyze the effect of work stress, family work conflict, job satisfaction and psychological well-being on Army Hospital nurses in West Java. This research uses a partial least square structural equation model to answer problem formulations and test hypotheses. In this study, the partial least square structural equation model was used to determine the direct and indirect influence of independent variables, namely work stress variables (X1) and family work conflict variables (X2) through intervening variables, namely psychological well-being variables (Y1) on dependent variables, namely job satisfaction variables (Y2). The results of this study show that descriptive analyses can be concluded involving the majority of married honorary women with significant work experience, revealing the importance of understanding the dynamics of stress and conflict in improving psychological well-being and job satisfaction. The findings emphasize the importance of intervention strategies that focus on work-family balance and stress management to support worker well-being, especially among female workers in flexible staffing conditions.
OBSERVASI DAN KARAKTERISASI PISANG (Musa spp) DI KECAMATAN GUCIALIT KABUPATEN LUMAJANG Arifin, Syaiful; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 6 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang merupakan komoditas unggulan dan memberikan kontribusi paling besar terhadap produksi buah-buahan nasional. Kabupaten Lumajang merupakan salah satu wilayah yang mempunyai keragaman plasma nutfah pisang di Jawa Timur. Sentra budidaya pisang di Kabupaten Lumajang meliputi Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit. Tujuan penelitian untuk mengetahui keragaman ekotype dan morfologi pisang di Kecamatan Gucialit. Penelitian dilaksanakan  di 9 desa yaitu Wonokerto, Pakel, Kenongo, Dadapan, Kertowono, Tunjung, Jeruk, Sombo, dan Gucialit. Penelitian dilaksanakan bulan agustus sampai november 2013. Penelitian dilaksanakan dengan metode observasi lapang dan wawancara dengan petani pisang. Hasil observasi dan karakterisasi ditemukan 30 jenis tanaman pisang yaitu Pisang Agung Semeru, Ambon, Ambon Hijau, Ambon kuning, Australia, Barlin, Embuk, Janjang, Kayu, Kepok, Kidang, Kongkong Hitam, Kongkong Kuning, Kopyok, Mas Kirana, Mas Kripik, Mas Talun, Moro Seneng, Raja, Raja Nangka, Santen, Sewulan, Songgo Langit, Songgro, Susu dan Weringinan. Keragaman terbanyak terdapat di desa Sombo 22 jenis dan keragaman paling sedikit di desa Kenongo 4 jenis. Pisang Agung Semeru dan Raja Nangka tersebar merata di seluruh desa di Kecamatan Gucialit. Berdasarkan dendogram, Pisang Agung Semeru dengan pisang Byar mempunyai kesamaan 95,65 %. Pisang Mas Kirana, Mas Kripik dan Mas Talun mempunyai kesamaan 94,11 %. Pisang yang mempunyai kesamaan terjauh yaitu pisang Agung Semeru dengan pisang Brentel 53,11 %. Kata kunci: Pisang, Observasi, Karakterisasi, Gucialit, Lumajang.
Pengembangan Bahan Ajar Analisis Struktural Novel Awan Karya Syafrudin Pernyata pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMA Lumban, Yunita; Arifin, Syaiful; Mulawarman, Widyatmike Gede; Suhatmady, Bibit; Hudiyono, Yusak
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i4.58001

Abstract

The purpose of this research is to describe, among other things: 1) the structural analysis of Robert Stanton applied to the novel Awan by Syafruddin Pernyata, 2) the instructional materials containing the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata, and 3) the effectiveness of the instructional materials developed from the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata. This study employs a reflective, recursive, design, and development (R2D2) model research method. This method is used to produce and test a product using instructional materials based on the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata. The results of the study show that the instructional materials based on the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata were validated by a content expert who gave a score of 79.25%, which falls into the "acceptable" category, and a media expert who gave a score of 96%, which falls into the "very acceptable" category. Therefore, the instructional materials developed are highly suitable for use by high school students. Furthermore, the lesson planning was assessed by an observer who gave a score of 80.14%, and another observer assessed the lesson implementation with a score of 87.16%. Based on these assessments, it can be concluded that the teaching process was conducted effectively. The effectiveness of the instructional materials based on the structural analysis of the novel Awan by Syafruddin Pernyata can be seen from the results of a small group trial, which showed a pretest score of 57 and a posttest score of 19, as well as a field trial with an average pretest score of 69.95 and a posttest score of 81.75, both falling into the "good" category. Based on these data, it is evident that the developed instructional materials have successfully contributed to improving students' learning outcomes, as seen from the comparison of pretest and posttest scores.
Integrating Ki Hajar Dewantara's Philosophical Values and Islamic Legal Principles in the Hudoq Kita Dance Tradition Indrahastuti, Tri; Sabri, Indar; Yanuartuti, Setyo; Hidajad, Arif; Arifin, Syaiful
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 29, No 2 (2025): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v29i2.9221

Abstract

This study examines the integration of Ki Hajar Dewantara's philosophical values with Islamic legal principles within the Hudoq Kita dance tradition of East Kalimantan. Using a qualitative–descriptive approach supported by a literature review of Dewantara's educational thought and Islamic legal theory, this research develops a conceptual framework that connects moral, cultural, and spiritual values embodied in the Hudoq Kita dance. Ki Hajar Dewantara's triadic principles—ing ngarsa sung tuladha (leading by example), ing madya mangun karsa (inspiring initiative), and tut wuri handayani (empowering from behind)—serve as a pedagogical basis for character formation and cultural learning. These principles closely align with foundational concepts in Islamic law, such as maslahah (public benefit), ʿadl (justice), and wasatiyyah (moderation), which emphasise ethical balance, social responsibility, and communal well-being. The relevance of these values becomes evident in the Hudoq Kita dance, a ritual Dayak tradition performed as an expression of gratitude, supplication, and respect for nature. It’s symbolic masks, rhythmic movements, and collective performance illustrate the harmony of feeling, thought, and will (olah rasa, olah pikir, olah karsa) emphasized by Dewantara. The findings indicate that the Hudoq Kita dance functions not only as an artistic and cultural expression but also as an educational medium for internalizing moral and spiritual values consistent with Islamic ethical teachings. Through its ritual symbolism and environmental reverence, the Hudoq Kita dance cultivates sincerity, cooperation, humility, and respect for God's creation—virtues that resonate with the maqâṣid al-syarîʿah in safeguarding life, intellect, and ecological harmony. Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai filosofis Ki Hajar Dewantara dengan prinsip-prinsip hukum Islam dalam tradisi Tari Hudoq Kita di Kalimantan Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif yang didukung oleh telaah literatur terhadap pemikiran pendidikan Ki Hajar Dewantara dan teori hukum Islam, penelitian ini mengembangkan kerangka konseptual yang menghubungkan nilai moral, kultural, dan spiritual yang terwujud dalam Tari Hudoq Kita. Tiga prinsip utama Ki Hajar Dewantara—ing ngarsa sung tuladha (memberi teladan), ing madya mangun karsa (membangkitkan semangat dan inisiatif), dan tut wuri handayani (memberi dorongan dari belakang)—menjadi dasar pedagogis bagi pembentukan karakter dan pembelajaran budaya. Prinsip-prinsip ini selaras dengan konsep dasar dalam hukum Islam seperti maṣlaḥah (kemaslahatan), ʿadl (keadilan), dan wasatiyyah (moderasi), yang menekankan keseimbangan etis, tanggung jawab sosial, dan kesejahteraan bersama. Relevansi nilai-nilai tersebut tampak jelas dalam Tari Hudoq Kita, tradisi ritual Dayak yang dipentaskan sebagai ungkapan syukur, permohonan, dan penghormatan terhadap alam. Topeng-topeng simbolik, gerak ritmis, serta performa kolektif dalam tarian ini mencerminkan harmoni antara rasa, pikir, dan kehendak (olah rasa, olah pikir, olah karsa) sebagaimana ditekankan oleh Dewantara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tari Hudoq Kita tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi seni dan budaya, tetapi juga sebagai media pendidikan untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral dan spiritual yang sejalan dengan etika Islam. Melalui simbolisme ritual dan penghormatan terhadap lingkungan, Tari Hudoq Kita menumbuhkan keikhlasan, kerja sama, kerendahan hati, serta penghormatan terhadap ciptaan Tuhan—kebajikan yang selaras dengan maqâṣid al-syarîʿah dalam menjaga kehidupan, akal, dan keharmonisan ekologis.
A Semiotic Analysis of Icons, Indexes, and Symbols in the Kutai Folktale Puan and Si Taddung and Their Cultural Meanings Cesarida, Arneta; Ahmad, Muhammad Rusydi; Arifin, Syaiful; Nurdin, Nurdin; Setyawati, Meita
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1237

Abstract

This study analyzes the forms of icons, indexes, and symbols as well as the cultural meanings embedded in the Kutai folktale Puan and Si Taddung by applying Charles Sanders Peirce’s semiotic framework. The study is grounded in the issue of diminishing local cultural literacy and the need to strengthen cultural identity through literature-based learning. Using a qualitative descriptive design, data were collected through documentation and close reading of narrative excerpts containing visual, situational, and symbolic signs. The data were categorized based on Peirce’s triadic model representamen, object, and interpretant and interpreted according to the cultural context of the Kutai community. The findings reveal that icons appear in depictions of the village landscape, characters, and cultural objects; indexes emerge through causal signs linked to events such as danger, illness, and moral obligation; and symbols represent deeper cultural values, including filial piety, bravery, honor, and spiritual purity. These signs collectively articulate the core principles of Kutai culture Politeness , identity and reputation, and honor and dignity. The study concludes that the folktale functions not only as a narrative of entertainment but also as a medium of cultural transmission and character education, highlighting its relevance for strengthening local wisdom within contemporary educational practice.
Children’s Bodily Expression and Learning Interaction Mediated by “Tabola Bale” Indrahastuti, Tri; Martiara, Rina; Arifin, Syaiful
The Future of Education Journal Vol 4 No 9 (2025): #1
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i9.1309

Abstract

This study aims to examine children’s bodily expression and learning engagement through the traditional song “Tabola Bale” as observed in TikTok and Instagram videos. Using a qualitative descriptive approach, the study employs video observation as the primary data source, supported by a literature review on embodied learning in elementary education. Publicly accessible videos featuring children’s responses to the song were selected purposively and analyzed thematically. The findings indicate that children display spontaneous bodily movements, rhythmic coordination, creative variations of movement, and positive affective expressions while engaging with the song. These bodily responses reflect active learning engagement that integrates motor, emotional, and social dimensions. The study also reveals that bodily expression serves as a medium of interaction, enabling meaningful participation through movement. The findings suggest that traditional songs hold pedagogical potential as embodied learning media in both classroom and digital learning contexts. This study contributes to elementary education by highlighting the relevance of culturally grounded songs in fostering active and meaningful learning experiences.