Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENERAPAN PENILAIAN DAN PEMBELAJARAN IPA PADA KURIKULUM MERDEKA DI SMP MUHAMMADIYAH 2 TAMAN Rosidah, Dwi Mustainatur; Sabtiawan, Wahyu Budi
PENSA E-JURNAL: PENDIDIKAN SAINS Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/pensa.v12i3.62665

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru IPA dan siswa SMP dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran IPA sesuai dengan kurikulum merdeka belajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data meliptui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah satu guru IPA dan 3 siswa di SMP Muhammadiyah 2 Taman. Teknik analisis data mengikuti model Miles & Huberman, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menyesuaikan pembelajaran dengan pedoman Kurikulum Merdeka. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru IPA melakukan telaah Capaian Pembelajaran (CP), membuat Tujuan Pembelajaran (TP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan dilanjutkan dengan pembuatan Modul Ajar dan penyusunan asesmen. Pada tahap pelaksanaan, Kurikulum Merdeka ini mendorong siswa untuk berkontribusi aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, asesmen pembelajaran IPA juga sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yaitu dengan menggunakan asesmen diagnostik kognitif (formatif dan sumatif) dan non kognitif.
ANALISIS KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS SISWA SMP PADA MATERI EKOSISTEM Rosidah, Dwi Musta'inatur; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan HOTS siswa SMP pada materi ekosistem. Analisis kemampuan HOTS dalam penelitian ini dengan menggunakan indikator yang didasarkan pada revisi Taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl yang meliputi indikator menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Jenis penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif. Subjek penelitian yang digunakan adalah satu kelas siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sukodono. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes kemampuan HOTS, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes berbasis HOTS pilihan ganda, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu perhitungan rata-rata kemampuan HOTS. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan HOTS siswa sebesar 60% dalam kategori baik. Adapun pada indikator menganalisis (C4) dengan persentase rata-rata tertinggi yaitu 75%, kategori baik diikuti indikator mengevaluasi (C5) sebesar 65% kategori baik, dan yang terakhir indikator mencipta (C6) sebesar 45% kategori cukup.
RESPON PESERTA DIDIK TERHADAP PENERAPAN PRINSIP ASSESSMENT FOR LEARNING DI KELAS VII SMP NEGERI 8 SURABAYA Aprilia, Mila Rahma; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tanggapan peserta didik setelah menerapkan pendekatan assessment for learning. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 8 Surabaya dengan melibatkan 30 responden dari kelas VII-C. Instrumen yang digunakan adalah lembar angket untuk mengumpulkan data mengenai tanggapan peserta didik terhadap penerapan assessment for learning selama pembelajaran materi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memberikan tanggapan positif terhadap penerapan prinsip assessment for learning dalam pembelajaran materi tersebut.
PENERAPAN ASSESSMENT PORTOFOLIO UNTUK MENGUKUR KETERAMPILAN KOMUNIKASI PESERTA DIDIK PADA MATERI EKOLOGI Islamiani, Lutfia Rahma Iman; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1313

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan hasil analisis keterampilan komunikasi dan respon peserta didik pada penggunaan assessment portofolio. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif menggunakan metode pre-experimental dan dengan desain penelitian one shot case study. Sasaran penelitian ini adalah 26 peserta didik MTs Raden Paku. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian portofolio keterampilan komunikasi disertai dengan lembar self assessment, lembar angket respon peserta didik dan tes hasil belajar kognitif. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan jika assessment portofolio dapat mengukur keterampilan komunikasi peserta didik dengan hasil 65% peserta didik mendapat kategori baik dan 31% peserta didik mendapat kategori sangat baik. Hasil pengukuran tingkat kognitif peserta didik mendapat kategori rata-rata baik. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa assessment portofolio dapat mengukur keterampilan komunikasi pada materi ekologi.
ANALISIS VALIDITAS ISI INSTRUMEN PENELITIAN DENGAN MENERAPKAN ASESMEN AWAL SEBELUM PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Fauziyah, Iffah Nur; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1459

Abstract

Indonesia mengalami penurunan hasil belajar peserta didik secara global pada tahun 2018-2022, sehingga saat ini pendidik harus melakukan perubahan agar pembelajaran lebih bermakna, berkualitas, menyenangkan dan dapat diterima oleh peserta didik. Salah satu cara adalah memperhatikan kemampuan berpikir peserta didik dengan menerapkan asesmen awal sebelum pembelajaran, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas ini Instrumen penelitian dengan menerapkan asesmen awal sebelum pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil validitas isi yang dihitung dengan rumus Aiken. Validitas data diperoleh dari 3 validator ahli yaitu 2 dosen dan 1 guru. Hasil analisis validitas isi Instrumen soal asesmen awal memperoleh nilai sebesar 0,90 yang artinya memiliki validitas tinggi, Instrumen modul terbuka sebagai tindak lanjut asesmen awal memiliki validitas tinggi dengan nilai 0,89. Sedangkan Instrumen lembar kerja peserta didik memperoleh nilai sebesar 0,86 yang artinya memiliki validitas sedang.
ANALISIS KEMAMPUAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS SISWA MTS NEGERI 1 KOTA SURABAYA PADA MATERI IPA Aini, Ika Nur; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v5i1.1514

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa MTs Negeri 1 Kota Surabaya pada materi IPA serta mengidentifikasi perbedaan kemampuan HOTS berdasarkan gender. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain eksplanatori sekuensial , di mana data kuantitatif dikumpulkan melalui tes HOTS berbasis Taksonomi Bloom revisi (C4, C5, dan C6), kemudian dilengkapi dengan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari lima kelas 8 yang berjumlah 146 siswa. Instrumen penelitian ini berupa soal tes HOTS yang terdiri dari 9 soal pilihan ganda serta pedoman wawancara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, serta wawancara. Teknik analisis data meliputi analisis deskriptif kuantitatif untuk mengetahui tingkat kemampuan HOTS, analisis perbedaan HOTS berdasarkan gender menggunakan Uji Mann-Whitney , dan data hasil wawancara dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan HOTS siswa berada pada kategori sedang (55%) dengan capaian tertinggi pada indikator menganalisis (C4) sebesar 60%, menghasilkan (C5) 55%, dan mencipta (C6) 50%. Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara HOTS siswa laki-laki dan perempuan (p = 0,105).
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERINTEGRASI TARL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPA Dwiyanti, Winda Aulia; Sabtiawan, Wahyu Budi; Mujianto, Mujianto
LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA Vol. 15 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Faculty of Teaching and Education, University of Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/lensa.v15i1.496

Abstract

Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning Terintegrasi TaRL untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPA. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di abad ke-21 menuntut guru untuk berperan sebagai fasilitator sekaligus menguasai keterampilan abad ke-21, seperti literasi digital, berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Namun, terdapat kesenjangan antara kondisi ideal dan realitas di lapangan, salah satunya rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Teaching at the Right Level (TaRL) adalah pendekatan pedagogis yang menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan siswa untuk memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan mengkaji dampak Discovery Learning dan TaRL terhadap motivasi dan hasil belajar IPA. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa angket motivasi, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dari siklus I ke siklus II, serta peningkatan hasil belajar dari rata-rata 76,7 menjadi 92,3. Dengan demikian, Discovery Learning dan TaRL terbukti efektif meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa pada materi IPA.
EVALUATION OF THE IMPLEMENTATION OF FORMATIVE ASSESSMENT OF SCIENCE SUBJECTS IN JUNIOR HIGH SCHOOLS Pramesti, Alya Rifda; Sabtiawan, Wahyu Budi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.7532

Abstract

The use of formative assessment in learning is a way that can be done to improve the quality of students. This study aims to describe the evaluation of the application of formative assessment in Natural Sciences (IPA) subjects. The research method used is a mixture using the explanatory sequential design. The population used includes all students and science teachers of Junior High Schools (SMP) in Surabaya. The sample used in this study was science teachers and students in grades 7 to 9 of SMP Negeri 62 Surabaya. Data were collected through documentation, observation, and questionnaires. The results of this study indicate, among others: (1) at the information collection stage, it is included in the sufficient category, (2) information processing and interpretation are included in the sufficient category, and (3) action taking is included in the high category. So it can be concluded that formative assessment evaluation has been implemented at SMP Negeri 62 Surabaya, which is indicated by teachers and students who are able to apply feedback, peer assessment, and self-assessment well.
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL SISWA SMP PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI 13 SURABAYA Nadia, Putri Ahsanin; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi digital siswa SMP Negeri 13 Surabaya pada mata pelajaran IPA berdasarkan jenjang kelas, indikator kompetensi, dan gender. Penelitian menggunakan metode campuran (mix method) dengan model Explanatory Sequential Design, diawali dengan penyebaran soal melalui Google Form kepada 272 siswa, kemudian dilanjutkan dengan wawancara semi terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital siswa secara umum berada pada kategori tinggi, dengan capaian tertinggi pada indikator Hypertextual Navigation (64%) dan terendah pada Internet Searching (60%). Siswa kelas VII memperoleh skor tertinggi pada indikator K3, sedangkan siswa kelas IX menunjukkan penurunan pada beberapa aspek. Tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan gender. Faktor-faktor seperti akses perangkat, kebiasaan belajar, dan dukungan lingkungan turut memengaruhi capaian siswa. Penelitian ini merekomendasikan integrasi literasi digital dalam pembelajaran IPA secara sistematis
ANALISIS IMPLEMENTASI TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL AND CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN IPA SMP DI PULAU BAWEAN Wardhani, Raden Eliza; Sabtiawan, Wahyu Budi
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) guru IPA serta implementasinya dalam pembelajaran di SMP Pulau Bawean. Penelitian ini juga mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi penguasaan TPACK tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek tiga orang guru IPA dari tiga sekolah berbeda. Instrumen pengumpulan data meliputi lembar CoRe + Teknologi, PaP-eRs, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPACK guru IPA bervariasi. Guru dari UPT SMP Negeri 7 Gresik memiliki TPACK pada kategori baik, ditandai dengan integrasi pengetahuan konten, pedagogik, dan teknologi yang seimbang. Guru dari SMP lainnya menunjukkan penguasaan TPACK sedang hingga rendah, terutama pada aspek pedagogik dan teknologi. Implementasi TPACK dalam pembelajaran juga beragam, di mana guru dengan kemampuan TPACK tinggi mampu menyusun pembelajaran yang interaktif dan kontekstual menggunakan media digital, sementara guru lainnya masih menggunakan metode konvensional. Faktor-faktor yang memengaruhi TPACK meliputi ketersediaan sarana, pelatihan, dukungan kepala sekolah, kolaborasi antarguru, serta motivasi pribadi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional guru yang berkelanjutan, serta perlunya dukungan kontekstual dari sekolah dan instansi pendidikan.