Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : eproceedings of engineering

Perancangan Prosedur Manajemen K3 Dalam Meminimalisir Risiko Kecelakaan Kerja Pada CV XYZ Menggunakan Metode Business Process Improvement (BPI) Rhomansyah , Fitra Hari; Salma, Sheila Amalia; Susanto, Hadi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — CV XYZ merupakan perusahaan manufakturyang melakukan reparasi, modifikasi, dan produksi peralatanpertambangan. Pada pelaksanaan aktivitas produksi pada CVXYZ memiliki risiko yang tinggi terhadap kecelakaan kerjayang mengakibatkan cedera berat dan cedera ringan. Hal inidisebabkan pekerja yang tidak menggunakan Alat PelindungDiri (APD), kondisi tempat kerja yang berantakan, danperalatan keselamatan kerja yang kurang memadai.Kecelakaan kerja yang terjadi pada CV XYZ dikarenakanpenerapan Manajemen K3 yang belum sesuai dengan standaryang ada. Berdasarkan permasalah yang ada penelitian inibertujuan untuk merancang prosedur manajemenKeselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam meminimalisirkecelakaan kerja. Dalam merancangan prosedur manajemenK3 diawali dengan melakukan identifikasi bahaya, penilaianrisiko, dan menetapkan pengendaliannya untuk menentukanrisiko yang perlu ditangani dalam meningkatkan manajemenK3 pada perusahaan. Pada penelitian ini menggunakanpendekatan Business Process Improvement (BPI) yang bergunauntuk mengeliminasi kesalahan dan meningkatkan proses agarlebih efektif. Dalam perancangan manajemen K3 dilakukandengan memenuhi requirement PP NO. 50 Tahun 2012 Pasal 9,10, 11, 14, dan 15. Hasil dari prosedur manajemen K3 yangditeliti yaitu terdiri dari 9 aktivitas proses yang didukung olehdokumen sebagai pedoman manajemen K3 seperti formatprogram keselamatan kerja, form identifikasi bahaya, penilaianrisiko, dan pengendaliaannya, form inspeksi K3 dan tindakanperbaikan, checklist sheet inspeksi K3, dan form Job SafetyAnalysis, dan form insiden serta penanganannya. Hasil dariprosedur dan dokumen pendukung dari manajemen K3 inidapat digunakan dalam meminimalisir risiko kecelakaan kerjapada masa datang.Kata kunci— Manajemen K3, Risiko, Kecelakaan Kerja,Business Process Improvement
Perancangan Prosedur Pengendalian Risiko K3 Pada Proses Produksi Teh Di Pt Perkebunan Nusantara 1 Regional 2 Menggunakan Metode Business Process Management Kurniasari, Nidya; Salma, Sheila Amalia; Hakim, Bela Pitria
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 2beroperasi di sektor perkebunan yang memiliki sejumlahpotensi bahaya yang muncul selama proses produksi.Perusahaan hanya menyediakan alat pelindung diri (APD)kepada pekerjanya untuk meminimalkan risiko, tetapikurangnya kesadaran akan pentingnya Kesehatan danKeselamatan Kerja (K3) menyebabkan ketidakpatuhan dalampenggunaan APD dan meningkatkan angka kecelakaan kerja.Selain itu, kondisi pabrik yang kurang layak serta penggunaanmesin berbahaya juga memengaruhi risiko tersebut. Penelitianini bertujuan merancang prosedur pengendalian risiko K3untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja dalam prosesproduksi dengan memenuhi persyaratan ISO 45001:2018.Dengan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, andDetermining Control (HIRADC) digunakan untuk melakukanidentifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko,Hasil pengendalian risiko diintegrasikan ke dalam proses bisnismenggunakan metode Business Process Management (BPM)sesuai dengan memenuhi persyaratan ISO 9001:2015 Klausul4.4.1, dan prosedur ini mencakup SOP Pengendalian Risiko K3serta dokumen pendukung seperti formulir pengisian HIRADC,formulir JSA, dan formulir inspeksi penerapan treatment. Kata kunci— Kecelakaan Kerja, HIRADC, ISO45001:2018, ISO 9001:2015, BPM
Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 7.1.3 Dengan Pendekatan Metode Business Process Management di PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 2 Nugraha, Syehans Aqshal; Salma, Sheila Amalia; Hakim, Bela Pitria
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT Perkebunan Nusantara 1 Regional 2menghadapi penurunan target produksi selama setahunterakhir yang disebabkan oleh kerusakan mesin dan rendahnyaefektivitas produksi dalam proses pembuatan teh hitamorthodoks, di mana performa mesin menjadi faktor utama.Untuk mengatasi masalah ini, dirancang Standard OperatingProcedure (SOP) untuk pemeliharaan dan perbaikan mesindengan pendekatan preventif dan korektif melalui BusinessProcess Management (BPM). Siklus BPM, yang mencakupidentifikasi, discovery, analisis, desain ulang, implementasi,serta monitoring dan controlling, diterapkan untuk memastikanSOP sesuai dengan standar ISO 9001:2015 Klausul 7.1.3 danprinsip manajemen pemeliharaan. SOP ini bertujuan untukmengurangi kerusakan mesin dan membantu perusahaanmencapai target produksi yang diharapkan. Kata kunci— BPM, SOP, ISO 9001:2015, Teori ManajemenPemeliharaan
Usulan Perancangan Standard Operating Procedure (SOP) Pemilihan Vendor Berdasarkan ISO 9001:2015 Klausul 8.4.1 Menggunakan Metode Business Process Improvement Pada CV Emiratees Untuk Meminimalisir Keluhan Pelanggan Abdi , Luthfi Moulya; Widaningrum, Sri; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Istilah ini merujuk kepada jenis usaha dengan skala kecil hingga menengah yang umumnya memiliki ciri khas berupa aset, omset, dan karyawan yang terbatas. CV Emiratees merupakan salah satu UMKM yang berada di kota Bandung yang sudah berdiri sejak tahun 2012. CV Emiratees bergerak di bidang pakaian yang berfokus memproduksi berbagai jenis pakaian seperti t-shirt, jaket, hoodie, tas, topi serta aksesoris. Pada e-commerce yang dimiliki oleh CV Emiratees terdapat beberapa keluhan pelanggan yang salah satunya disebabkan oleh kualitas bahan yang tidak konsisten. Yang dimana permasalahan ini disebabkan karena CV Emiratees belum memiliki sebuah standard yang mengatur tentang mekanisme dalam pemilihan vendor. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merancang sebuah standard mekanisme dalam pemilihan vendor yang sesuai dengan requirement ISO 9001:2015 klausul 8.4.1. Dalam merancang standard mekanisme dalam pemilihan vendor akan menggunakan metode business process improvement (BPI). Hasil rancangan mekanisme dalam pemilihan vendor akan berupa SOP pemilihan vendor yang sesuai dengan requirement ISO 9001:2015 yang dapat membantu perusahaan dalam melaksanakan proses pemilihan vendor dengan konsisten dan juga efektif. Hal tersebut diharapkan dapat meminimalisir keluhan-keluhan yang berkaitan dengan kualitas produk pada e-commerce CV Emiratees. Kata kunci: UMKM, ISO 9001:2015, Pemilihan Vendor, AHP, BPI
Analisis Dan Usulan Pengendalian Risiko Menggunakan Metode Hazard Identification, Risk Assesment and Risk Control (HIRARC) Dan Fault Tree Analysis (FTA) Untuk Mengurangi Potensi Kecelakaan Kerja di PT. XYZ Sam, Nadia Sadira; Salma, Sheila Amalia; Mufidah, Ilma
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang krusial dalam terciptanya lingkungan kerja yang aman, terutama di PT. XYZ yang bergerak di bidang manufaktur panel listrik. Aktivitas ini memiliki potensi risiko tinggi seperti luka akibat benda tajam, cedera otot, hingga risiko tersengat listrik. Data kecelakaan kerja tahun 2022–2024 mencatat 25 kasus, mayoritas disebabkan oleh bahaya non-mesin dan rendahnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Dari penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menganalisis akar penyebab kecelakaan dan menyusun usulan pengendalian risiko menggunakan metode HIRARC dan Fault Tree Analysis (FTA). HIRARC digunakan untuk menilai tingkat risiko berdasarkan likelihood dan consequence, sedangkan FTA digunakan untuk menelusuri penyebab utama kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas penyambungan kabel besar dan pemasangan skun memiliki risiko tertinggi. Penyebab utama kecelakaan meliputi kurangnya pelatihan kerja, ketidakpatuhan SOP, serta kondisi lingkungan kerja yang tidak tertata. Usulan pengendalian disusun berdasarkan hierarki pengendalian, mulai dari eliminasi hingga penggunaan APD yang tepat. Implementasi pengendalian ini diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko dan jumlah kecelakaan kerja di PT. XYZ Kata kunci— K3, HIRARC, FTA, Kecelakaan Kerja, Pengendalian Risiko
Analisis Potensi Bahaya Pemasangan Rebar Pada Proyek BDX Dengan Metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) Dan Job Safety Analysis (JSA) Di PT XYZ Purnawan, Aurora Mahadewi Putri; Salma, Sheila Amalia; Kusnayat, Agus
eProceedings of Engineering Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pemasangan besi tulangan (rebar) pada proyek konstruksi merupakan salah satu aktivitas dengan potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi apabila tidak dikendalikan secara tepat dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya yang dapat terjadi selama proses pemasangan rebar pada proyek BDx milik PT XYZ, dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC) yang di integrasikan dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di proyek, wawancara informal dengan pihak terkait, dan penyebaran kuesioner kepada lima responden. Proses analisis mencakup identifikasi tahapan kerja, pengenalan potensi bahaya, penilaian tingkat risiko yang mengacu pada matriks yang ada pada standar AS/NZS 4360:2004, serta penyusunan strategi pengendalian yang mengacu pada prinsip hierarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan adanya 11 potensi bahaya, yang terdiri atas 1 potensi bahaya dengan tingkat risiko tinggi, 9 risiko sedang, dan 1 risiko rendah. Risiko tertinggi berasal dari paparan suara bising yang ditimbulkan oleh mesin gerinda. Rekomendasi pengendalian mencakup eliminasi bahaya, substitusi alat kerja, pengendalian teknik dan administratif, serta penyediaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar. Validasi hasil dilakukan bersama tim proyek guna memastikan kesesuaian rekomendasi dengan kondisi lapangan. Temuan ini diharapkan dapat memperkuat penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan menjadi acuan dalam penyusunan prosedur kerja yang aman pada pekerjaan pemasangan rebar di proyek konstruksi. Kata kunci—Keselamatan kerja, Pemasangan rebar, Identifikasi bahaya, HIRARC, JSA, Konstruksi
Usulan Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja pada PT Insta Solution Group Divisi Instawash Berdasarkan Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA) Sularso, Fulviana Maylavenika; Salma, Sheila Amalia; Iqbal, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan mitigasi risiko kecelakaan kerja pada usaha jasa cuci kendaraan Instawash dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan Job Safety Analysis (JSA). Penerapan sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor jasa, khususnya pada usaha pencucian kendaraan, masih belum optimal meskipun risiko kecelakaan tetap ada. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data primer berupa observasi dan wawancara, serta data sekunder dari dokumentasi dan referensi ilmiah. Setelah dilakukan identifikasi bahaya dan penilaian risiko berdasarkan HIRARC dan JSA, dirancang usulan pengendalian risiko menggunakan pendekatan hierarki pengendalian dan validasi terhadap stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 11 usulan pengendalian risiko, 9 di antaranya diterima dan dapat diimplementasikan. Usulan tersebut mencakup pengendalian administratif, penggunaan alat pelindung diri (APD), dan rekayasa teknis yang disesuaikan dengan karakteristik kerja di Instawash. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan penerapan K3 pada sektor usaha jasa dan menjadi pedoman dalam pengembangan sistem mitigasi risiko kerja yang efektif dan aplikatif. Kata kunci— Keselamatan dan Kesehatan Kerja, HIRARC, JSA, mitigasi risiko
Analisis Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal Pada Aktivitas Area Pencucian Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dengan REBA dan NBM Dewa , Amanda Natasya Putri; Yekti , Yusuf Nugroho Doyo; Salma , Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi merupakan lembaga resmi yang menyediakan layanan kesejahteraan sosial bagi lansia untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka secara jasmani, rohani, dan sosial. Salah satu area penting di panti ini adalah area pencucian, tempat lansia melakukan aktivitas seperti wudhu, mencuci peralatan makan, dan mencuci pakaian. Namun, fasilitas pencucian yang tersedia belum memenuhi prinsip ergonomi, yang ditandai dengan keluhan nyeri otot dan meningkatnya risiko cedera akibat postur membungkuk dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko ergonomi dan keluhan muskuloskeletal yang dialami oleh penghuni lansia saat melakukan aktivitas di area pencucian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai risiko berdasarkan postur tubuh, serta Nordic Body Map (NBM) sebagai kuesioner untuk mengidentifikasi keluhan otot berdasarkan persepsi subjektif pengguna. Hasil perhitungan REBA menunjukkan bahwa aktivitas wudhu berada pada tingkat risiko sedang dengan skor 5, sedangkan aktivitas mencuci peralatan makan dan mencuci pakaian menunjukkan tingkat risiko tinggi dengan skor masing-masing 9 dan 10 Hasil dari kuesioner NBM mendukung temuan tersebut, di mana aktivitas mencuci pakaian menunjukkan keluhan tertinggi pada bagian punggung, pinggang, dan bokong, dengan tingkat keluhan mulai dari agak sakit hingga sangat sakit. Temuan ini menegaskan pentingnya perbaikan fasilitas dan prosedur kerja, khususnya pada aktivitas mencuci, guna menciptakan lingkungan yang lebih ergonomis, aman, dan nyaman bagi lansia. Kata kunci: Ergonomi, Lansia, REBA, NBM, MSDs, Area Pencucian.
Perancangan Sistem Monitoring Untuk Mengurangi Cacat Gosong Pada Produk Wadah Telur (Egg Tray) Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD) Di CV Maju Bersama Ridho, Muhammad; Wiyono, Wiyono; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Kecacatan yang sering timbul pada produk wadah telur dari hasil produksi pabrik antara lain penyok, berlubang, dan cacat warna (gosong). CV Maju Bersama merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur, khususnya membuat wadah telur (egg tray). Proses produksi wadah telur merupakan salah satu faktor penting yang sangat mempengaruhi kualitas produk dari hasil produksi. Berdasarkan data yang diperoleh, persentase produk cacat berada diatas 1% sementara batas tingkat maksimum kecacatan produksi yang diinginkan oleh perusahaan adalah <1%. Penyebab kecacatan produk wadah telur antara lain adalah disebabkan oleh faktor manusia dan metode. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab produk cacat dan memberikan usulan perbaikan terhadap kualitas produk wadah telur yang tepat bagi perusahaan. Metode yang digunakan yaitu Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, nilai persentase cacat terbesar dibandingkan jenis cacat lainnya yaitu cacat gosong sebesar 70% dari jumlah produk yang defect. Diperlukannya perbaikan menggunakan beberapa tools untuk meminimasi jumlah produk defect pada proses pengovenan dengan menggunakan Quality Function Deployment (QFD), yang dibantu dengan menggunakan analisis fishbone, alternatif solusi, 5 why’s dan 5W-1H terkait dengan objek yang diteliti yang akhirnya peneliti dapat menentukan usulan rancangan perbaikan kualitas hasil produksi yaitu dengan membuat alat system monitoring menggunakan sensor pada mesin oven distasiun kerja proses pengovenan yang berpengaruh terhadap kualitas produk akhir dari produksi wadah telur.Kata kunci— QFD, defect, kualitas produk, eggtray, sensor, fishbone, 5W-1H
Perancangan Alat Bantu Kerja Penyangga Jumbo Bag pada Proses Pengayakan PS Grit PT Purna Baja Harsco menggunakan Metode Quality Function Depoyment (QFD) Putri, Andhini Amalia; Sutari, Wiyono; Salma, Sheila Amalia
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT Purna Baja Harsco merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan peleburan baja serta pengelolaan limbah. Perusahaan tersebut memproduksi PS Grit dalam pelayanannya yang bernama Slag Processing menggunakan teknik pengayakan (sieving). Salah satu aktivitas pada proses produksi PS Grit terdapat subproses pengayakan yang bermasalah mengenai waktu proses yang melebihi waktu standar sehingga berpengaruh terhadap waktu siklus produksi PS Grit. Pada analisis akar permasalahan menggunakan diagram fishbone dan analisis Business Process Improvement (BPI) diketahui bahwa faktor penyebab masalah tersebut yaitu terjadinya aktivitas berulang yaitu memeriksa jumbo bag di posisi output hopper. Untuk memperbaiki proses pengayakan yang bermasalah agar dapat meminimasi waktu, maka dilakukan perancangan alat bantu kerja penyangga jumbo bag agar operator dapat dengan mudah menyiapkan jumbo bag untuk memaksimalkan aktivitas pemasangan jumbo bag tanpa harus dilakukan inspeksi bahkan inspeksi berulang menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). QFD merupakan metode pengembangan produk untuk menerjemahkan kebutuhan pelanggan ke dalam suatu karakteristik teknis sebagai dasar untuk merancang produk dengan memenuhi user needs. Perancangan alat bantu kerja penyangga jumbo bag diharapkan dapat menghilangkan inspeksi berulang pada proses pengayakan dari jumlah efisiensi waktu siklus eksisting 80% menjadi 88%. Kata kunci- PS grit, proses pengayakan, jumbo bag, business process improvement, quality function deployment, alat bantu kerja
Co-Authors Abdi , Luthfi Moulya Abdi, Luthfi Moulya Adinegoro, Ghifary Afin Rizqi Pramadya Agus Kusnayat Al Mudhofar , Jafier Rayhan Alika Khairunnisa Amalia Nur Azizah Angelyca H, Yohana Annisa Permatasari Nugraha Arensi, Niken Arif Dahlan Ariyanti, Desak Ayu Siska Bela Pitria Hakim Betara Churraera Cahyadi, Dea Arya Dita Dewa , Amanda Natasya Putri Dino Caesaron Dita Kusuma Ningsih Dita Kusuma Ningsih Elvira A, Celline Isabel Faisal Muhammad Nasution Farell Ardani Firstian Rizky, Raihan Zhafranu Fransiskus Tatas Dwi Atmaji Ghina, Fathia Nafila Hadi Susanto Hadi Susanto Hadi Susanto Hana Qatrunnada Hanifa, Nadhira Nur Hanny Setyaningrum Hasya Qinthara Herawati, Tania Naya Heriyono Lalu Husaini, Luthfi Romiz Hutari, Nur Afiah Ilma Mufidah Indy Aurelia Jasmine Irwan Iftadi Isnaeni Yuli Arini Ivano, Chandika Kartika Salsabilla Wulandari Kartika Salsabilla Wulandari Kurniasari, Nidya Luthfi Romiz Husaini Marina Yustiana Lubis Marliana, Wina Muhammad Iqbal Muhammad Ridho Munalys Nafisa Murman Dwi Prasetio Murman Dwi Prasetyo Nadia Daliana Nadia Sadira Sam Nafisa, Munalys Nugraha, Syehans Aqshal Nur Azizah, Amalia Nur Ikhsan Ashari R Nusaibah Nusaibah Purnawan, Aurora Mahadewi Putri Puteri, Anisa Riska Putri, Andhini Amalia Qinthara, Hasya Rahmi Anugrah Kunanti Reni Novita Sari Rhomansyah , Fitra Hari Rifai, Mohammad Husain Rizky, Muhammad Akmal Safitri, Regina Nisrina Aulia Salma Dzikriyah Zulfaa Salsabila Suci Pertiwi Sam, Nadia Sadira Shakila Hamidi Sri Widaningrum Sularso, Fulviana Maylavenika Suswara, Naufal Lathief Sutari, Wiyono Tegar Tri Nugraha Tiara Verita Yastica Tiara Verita Yastica Tiara Verita Yestica Wakhid Ahmad Jauhari Widaninggrum, Sri Widaningrum, Sri Widaningrum Widiana, Adrian Wahyu Wina Marliana Wiyono Wiyono Sutari Wiyono wiyono Wulandari, Kartika Salsabilla Yusuf Nugroho Doyo Yekti