Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Memahami Penerimaan Diri pada Pengidap HIV Melalui Talkshow Dewi, Lharasati; Indriani, Dewi; Kumala Dewi, Dinda; Puji Lestari, Marsela; Atussolihah, Mar; Saputra, Aditya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The stigma and psychological burden experienced by people living with HIV/AIDS (PLWHA) often hinder their self-acceptance process. This community service activity aimed to support self-acceptance among young men living with HIV in Samarinda through an interactive talk show. The program involved 15 participants aged 18–25 years from the Mahakam Plus Community and featured two professional speakers who discussed gratitude strategies and the role of family support. Activities included material presentations, group discussions, relaxation exercises, and reflective practices such as gratitude journaling and a "tree of hope" activity. The results showed a positive response from participants, with increased openness during discussions and improved emotional awareness through reflective practices. These findings suggest that a community-based intervention combining education, reflection, and interactive activities can effectively enhance self-acceptance and psychological well-being among PLWHA.
Strengthening the Subjective Well-being of People Living with HIV Through Gratitude Intervention in the Mahakam Plus Peer Support Group in Samarinda City Hidayati, Diajeng Laily; Dewi, Lharasati; Indriani, Dewi; Abdi, Andi Muhammad
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 28, No. 2, July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v28i2.10462

Abstract

People Living with HIV (PLHIV) often find themselves trapped in negative emotional states, such as feelings of distress and loss of life purpose. They frequently experience shame, marginalization, and a lack of motivation due to the stigma attached to their condition. These circumstances tend to hinder the achievement of optimal subjective well-being for PLHIV. Gratitude intervention is one program that can be implemented to enhance the subjective well-being of PLHIV. This community service program aims to improve the subjective well-being of PLHIV through gratitude intervention. The method used in this activity is Participatory Action Research (PAR), involving the active participation of 30 participants, including stakeholders, the Mahakam Plus KP team, and PLHIV at every stage of the program, from building rapport, conducting a needs assessment, planning the program, implementing it, assigning tasks, and evaluating outcomes. The intervention sessions include introductions, material presentations, video viewing, and gratitude journaling. The results indicate that after participating in the gratitude intervention program, PLHIV feel more grateful and are better able to accept their condition. Therefore, this program needs to be conducted continuously to consistently support the subjective well-being of PLHIV.
Memahami Penerimaan Diri pada Pengidap HIV Melalui Talkshow Dewi, Lharasati; Indriani, Dewi; Kumala Dewi, Dinda; Puji Lestari, Marsela; Atussolihah, Mar; Saputra, Aditya
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methabdi.Vol5No1.pp78-82

Abstract

The stigma and psychological burden experienced by people living with HIV/AIDS (PLWHA) often hinder their self-acceptance process. This community service activity aimed to support self-acceptance among young men living with HIV in Samarinda through an interactive talk show. The program involved 15 participants aged 18–25 years from the Mahakam Plus Community and featured two professional speakers who discussed gratitude strategies and the role of family support. Activities included material presentations, group discussions, relaxation exercises, and reflective practices such as gratitude journaling and a "tree of hope" activity. The results showed a positive response from participants, with increased openness during discussions and improved emotional awareness through reflective practices. These findings suggest that a community-based intervention combining education, reflection, and interactive activities can effectively enhance self-acceptance and psychological well-being among PLWHA.
Membangun Kekuatan Mental Pada Gen Z Di Era Digital di Panti Baitul Walad Samarinda Murnitasari, Ayu Mustika; Malika, Khanesia Putri; W.P, Latifah Akhlaqiyah; Amalia, Phasa; Rachmadyna, Adinda; Elyasin, Ibnu; Dewi, Lharasati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JPMI - Februari 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2089

Abstract

Sosialisasi mengenai kesehatan mental dan cara untuk meningkatkan kemandirian merupakan hal yang penting untuk diberikan terutama pada Generasi Z yang digadang-gadang terlalu bergantung pada teknologi serta karena stigma negatif yang telah menyebarluas mengenai masalah kesehatan mental membuat mereka enggan untuk mencari pertolongan ke tenaga profesional seperti psikiater dan psikolog, karenanya kami para penulis memutuskan untuk mengadakan kegiatan Talk Show dengan tema “Membangun Kemandirian Melalui Regulasi Emosi pada Remaja” dalam meningkatkan “Kekuatan Mental Pada Gen Z di Era Digital” sebagai salah satu cara untuk meningkatkan mental health bagi generasi zoomer sebagai solusi bagi remaja generasi Z untuk mengetahui pentingnya menjaga kesehatan mental pada usia dini. Metode pengabdian ini berupa penyuluhan di salah satu panti di Samarinda yaitu Panti Baitul Walad. Hasil dari kegiatan ini ialah: terlaksananya Talk Show kami di Panti Baitul Walad dengan peserta sekitar 50 orang yang merupakan campuran siswa MTS dan SD pada Minggu, 12 November 2023. Keterlibatan generasi Z di panti Baitul Walad diharapakan bisa lebih bersikap bijaksana terhadap adanya teknologi yang berkembang pesat, dan membuka pola pikir agar generasi Z tidak mudah berpikir instan karna segala sesuatu yang diinginkan harus melalui sebuah proses yang mengorbankan apa yang kita miliki.
Peningkatan Kontrol Emosi dan Komunikasi Keluarga untuk Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga Dewi, Lharasati; Afiffah, Eka Nur; Adelia, Ridky; Nurhalisah, Nurhalisah; Budiman, Nur Aliah; Saputra, Abdul Riski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3782

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi permasalahan serius yang sering dipicu oleh rendahnya kemampuan kontrol emosi dan lemahnya komunikasi dalam keluarga. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi bagi calon pasangan suami istri. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya kontrol emosi dan komunikasi keluarga sebagai langkah awal pencegahan konflik dan kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, ice breaking, dan permainan edukatif yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA). Peserta kegiatan berjumlah sekitar 15 pasangan calon pengantin. Evaluasi kegiatan dilakukan secara kualitatif melalui observasi terhadap kehadiran, perhatian, dan partisipasi peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep KDRT, kontrol emosi, dan pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga. Meskipun demikian, partisipasi aktif peserta dalam diskusi masih tergolong rendah, sehingga diperlukan pengembangan metode yang lebih partisipatif pada kegiatan selanjutnya. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif sebagai upaya preventif dalam membangun keluarga yang harmonis dan bebas dari kekerasan.