Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DASAR BERBASIS INKUIRI Suardana, I Nyoman; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.977 KB) | DOI: 10.26418/jpmipa.v11i1.32556

Abstract

The research aimed to need analysis of developing Basic Chemistry learning tools based on inquiry. This was descriptive research. The subjects were a syllabus, two lectures, and 43 students of the Third Semester in Academic Year 2018/2019 on Science Education Study Program, Ganesha University of Education. The object was Basic Chemistry topics, the materials that are difficult for the students and their cause, lectures constraint in learning, and lectures view about learning based on inquiry. Data were collected by questionnaire and documentation. Data were analyzed by descriptively. The result showed that the Basic Chemistry topics include: material and its' change, atomic structure, periodic system of elements, chemical bonding and molecular structure, stoichiometry, thermochemistry, chemical kinetics, chemical equilibrium, acid and base, hydrolysis, buffer, colligative properties, colloid, redox and electrochemistry, elemental chemistry, and organics chemistry. All of the topics were considered difficult by a certain number of students. Most of student difficulties were found in the topics: stoichiometry, chemical kinetics, and colligative properties (58.14%), but the smallest in the topics: material and its' change, and atomic structure (13.95%). The students’ difficulties are caused by the abstract materials (23.26%), low of mathematics ability of students (34.88%), the students learning only for doing task/test (59.53%), low students’ prior-knowledge (46,51%), the students, habit to memorizing learning (51,16%), the students did not reflect their learning (53,48%), and the students easily forget the concepts learned (65,12). The lectures constraint in learning comprises designing and implementing of learning and assessment. The lectures said that the Basic Chemistry learning tools based on inquiry are important to be developed to facilitate the students in constructing the knowledge.AbstrakPenelitian ini bertujuan memerlukan analisis pengembangan alat pembelajaran Kimia Dasar berdasarkan inkuiri. Ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah silabus, dua kuliah, dan 43 mahasiswa Semester Ketiga Tahun Akademik 2018/2019 tentang Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan, Universitas Pendidikan Ganesha. Objeknya adalah topik Kimia Dasar, materi yang sulit bagi siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topik Kimia Dasar meliputi: bahan dan perubahannya, struktur atom, sistem periodik elemen, ikatan kimia dan struktur molekul, stoikiometri, termokimia, kinetika kimia, keseimbangan kimia, asam dan basa, hidrolisis, penyangga, sifat koligatif , koloid, redoks dan elektrokimia, kimia unsur, dan kimia organik. Semua topik dianggap sulit oleh sejumlah siswa. Sebagian besar kesulitan siswa ditemukan dalam topik: stoikiometri, kinetika kimia, dan sifat koligatif (58,14%), tetapi yang terkecil dalam topik: materi dan perubahannya, dan struktur atom (13,95%). Kesulitan siswa disebabkan oleh materi abstrak (23,26%), rendahnya kemampuan matematika siswa (34,88%), siswa belajar hanya untuk mengerjakan tugas / tes (59,53%), rendahnya pengetahuan awal siswa (46,51) %), siswa, kebiasaan menghafal pembelajaran (51,16%), siswa tidak mencerminkan pembelajarannya (53,48%), dan siswa mudah melupakan konsep yang dipelajari (65,12). Kendala kuliah dalam pembelajaran terdiri dari perancangan dan implementasi pembelajaran dan penilaian. Dosen yang merupakan subjek penelitian menyatakan bahwa alat pembelajaran Kimia Dasar berdasarkan penyelidikan adalah penting untuk dikembangkan guna memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan.Kata Kunci: analisis kebutuhan, kimia dasar, inkuiri, kesulitan belajar, kendala belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Juniartina, Putu Prima
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional, (2) perbedaan pemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional dan (3) perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti model pembelajaran group investigation dan konvensional.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent postest only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI IA SMA Negeri 4 Singaraja tahun pelajaran 2011/2012. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik simple random sampling Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan MANOVA. Sebagai tindak lanjut dari MANOVA, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji komparasi pasangan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan terdapat: (1) perbedaan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis antara kelompok model group investigasi dengan model konvensional (F = 32,56; p<0,05), (2) perbedaan yang signifikan pemahaman konsep antara kelompok model group investigasi dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 43,019; p<0,05, (3) perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kritis antara kelompok model group investigasi dan kelompok model pembelajaran konvensional (F = 37,14; p<0,05). Berdasarkan uji LSD diperoleh PK dan KBK yang dicapai oleh siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaram kooperatif tipe group investigasi lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional.Kata kunci: group investigation, pemahaman konsep, dan berpikir kritis.AbstractThis research is aimed to analyze (1) ) the difference of critical thinking skills and physics understanding between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning model, (2) conceptual understanding skills between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning model, and (3) critical thinking skills between students who studied through group investigation model and their counterparts who studied through direct instruction learning modelThis study was an experimental study using the posttest-only control group design. The subjects were all students in grade XI IA SMA Negeri 4 Singaraja academic year 2011/2012. The selection of the class for this study was based on simple random sampling technique. The data were analyzed by descriptive statistics and MANOVA. Following MANOVA, Least Significant Difference used (LSD) to test the comparative pair average scores of each treatment group.The result found that (1) there is significant influence learning model of concept comprehension variables and critical thinking together (F = 32,56; p<0,05), (2) there are significant differences between groups PK model of group investigations and direct instruction learning model (F = 43.019, p <0.05). (3) there are significant differences between groups KBK model of group investigations and direct instruction learning model (F = 37,14; p<0,05). Based on the LSD test and KBK obtained PK is achieved by students who learned using a Learning cooperative model of type GI better than students who learn using conventional teaching.Key words: group investigation, concept comprehension, and critical thinking ability
Studi Pendahuluan Sebagai Dasar Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis Salingtemas Berorientasi Pendidikan Karakter Juniartina, Putu Prima; Devi, Ni Luh Pande Latria
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pembelajaran IPA pada hakikatnya adalah untuk mengembangkan kemampuan perpikir siswa dan mengembangkan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini tuntutan kurikulum dalam pembelajaran adalah siswa mampu mengkontruksi pengetahuannya sendiri, memiliki sikap ilmiah serta memiliki karakter yang baik, dan guru hanya sebagai mediator serta fasilitator dalam proses pembelajaran. Menindaklanjuti tuntutan tersebut, faktanya dilapangan dalam proses pembelajaran IPA belum sepenuhnya dapat berjalan sesuai tuntutan kurikulum. Sehingga diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan mengembangkan bahan ajar IPA terpadu berbasis Salingtemas berorientasi pendidikan karakter. Sebelum melakukan pengembangan bahan ajar tersebut, perlu dilakukan studi pendahuluan dari penelitian utama tentang pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi pendidikan karakter untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk merancang draft bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kurikulum di sekolah, indikator pemahaman konsep, indikator pendidikan karakter dan metode salingtemas. Studi lapangan dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai proses pembelajaran, bahan ajar yang digunakan, kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPA dan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang perlunya pengembangan bahan ajar IPA terpadu berbasis salingtemas berorientasi Pendidikan karakterKata kunci: studi pendahuluan, bahan ajar ipa terpadu, salingtemas
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGBIAKAN MAHLUK HIDUP KELAS IX A5 SMP NEGERI I SINGARAJA TAHUN 2019 Trisnayanti, Ni Komang; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa, dengan model Group Investigation (GI) pada siswa kelas IX A5 SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas dimana guru menjadi peneliti. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A5 SMP Negeri 1 Singaraja pada semester I tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan pembelajaran. Dari sisi guru, pembelajaran diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Hasil belajar sebagian merupakan akibat tindakan guru untuk mencapai tujuan pengajaran dan sebagian merupakan peningkatan kemampuan mental siswa. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui penilaian tes hasil belajar. Tes disusun dalam bentuk tes pilihan ganda yang diberikan pada tiap akhir siklus pembelajaran. Data yang telah terkumpul tersebut, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: 1) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 81,0 dan pada siklus II yaitu sebesar 86,0 dan berada pada kategori baik Jadi berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA siswa meningkat melalui implementasi model GI pada siswa kelas IX A5 SMP Negeri 1 Singaraja.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKS BUDAYA LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN IPA SMP Dwipayana, Putu Agus Putra; Redhana, I Wayan; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24628

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan untuk pengembangan prototype multimedia interaktif berbasis konteks budaya lokal yang dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep abstrak dan melestarikan budaya aslinya. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dilakukan dengan mengumpulkan informasi mengenai kurikulum di sekolah, analisis konsep IPA dan analisis jurnal penelitian yang mendukung pengembangan multimedia interaktif berbasis konteks budaya lokal. Pada studi literatur dilakukan analisis konsep IPA topik klasifikasi materi dan perubahannya memperoleh hasil 52% konsep abstrak dengan contoh konkret, 36% konsep menyatakan proses, 8% konsep menyatakan sifat, dan 4% konsep konkret. Hasil analisis jurnal penelitian memperoleh bahwa pengembangan multimedia interaktif berbasis konteks budaya lokal sangat penting karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Studi lapangan dilakukan dengan penyebaran angket dalam bentuk google form kepada guru IPA dan siswa SMP pada tiga kecamatan yaitu Buleleng, Sawan, dan Sukasada. Hasil studi lapangan menunjukan 100% guru dan siswa 98,7% menyatakan bahwa multimedia interaktif berbasis konteks budaya lokal penting untuk dikembangkan dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Hasil dari penelitian ini memberikan gambaran nyata mengenai perlunya pengembangan multimedia interaktif berbasis konteks budaya lokal.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL PADA MATERI TATA SURYA Hermawan, I Komang Windu; Subagia, I Wayan; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa modul pembelajaran IPA berbantuan laboratorium virtual pada materi tata surya yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang hanya dilakukan sampai tahap Develop. Subjek penelitian ini meliputi subjek uji validitas yang terdiri dari 2 orang ahli isi, 1 orang ahli media, dan 1 orang ahli bahasa. Uji kepraktisan terdiri dari 5 orang guru IPA, dan 15 orang peserta didik. Uji efektivitas melibatkan 20 orang peserta didik kelas VII A. Pelaksanaan uji kepraktisan dan uji keefektifan dilaksanakan di SMPN 6 Singaraja Tahun Ajaran 2018/2019. Pada uji efektivitas dilaksanakan secara terbatas dengan menggunakan desain One-Shot Case Study. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan angket gabungan (pada uji validitas dan uji kepraktisan) dan tes hasil belajar (pada Uji efektivitas). Hasil penelitian menunjukkan: 1) modul dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil penilaian dari ahli isi, ahli media, dan ahli bahasa dengan perolehan nilai rata-rata secara berturut-turut sebesar 92,17, 93,07, dan 90,62. 2) modul dinyatakan sangat praktis dengan perolehan nilai rata-rata oleh praktisi guru 86,33 dan praktisi peserta didik 89,95. 3) modul dinyatakan efektif dengan hasil rata-rata nilai posttest peserta didik sebesar 80,00 dan telah melebihi nilai KKM yaitu 75. Modul dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam membantu proses pembelajaran.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS ARGUMENT MAPPING Shofa, Muhamad Ikhwanus; Redhana, I Wayan; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Fisika dan Pengajaran IPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24620

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan informasi awal untuk merancang draft media pembelajaran IPA berbasis argument mapping. Metode yang digunakan dalam pengumpulan informasi awal adalah studi literaur dan studi lapangan. Studi litertur dilaksanakan dengan mengumpulkan penelitian dan sumber yang relevan serta mengkaji konsep-konsep pada materi IPA sebagai dasar pengembangan multimedia interaktif berbasis argument mapping sedangkan studi lapangan dilakukan dengan cara terjun langsung dan menyebarkan angket kebutuhan media menggunakan google form ke beberapa sekolah di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sawan. Berdasarkan studi literatur multimedia interaktif berbais argument mapping merupakan media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep pembelajaran IPA melalui penyusunan argument. Berdasarkan analisis konsep IPA pada materi energi dalam sistem kehidupan menunujukkan bahwa 46% konsep yang terkandung pada materi tersebut tergolong konsep abstrak, sedangkan konsep kongkri yang terkandung hanya 20%. Siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang tergolong abstrak, sehingga membutuhkan bantuan unrtuk memahami konsep abstrak tersebut melalui media pembelajaran. Berdasarkan studi lapangan diketahui 82,3% siswa merasa sulit memaham materi IPA dan 59,7% siswa merasa belum cukup jika hanya mendengarkan penjelasan guru sehingga 92,3% guru dan 99% menganggap bahwa penggunaan multimedia interaktif dalam proses pembelajaran memang diperlukan. Setelah memahami apa yang dimaksud dengan argument mapping seluruh guru dan 97,5% siswa menyatakan tertarik dan ingin menggunakan multimedia tersebut dalam proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN IPA BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL PADA MATERI TATA SURYA Hermawan, I Komang Windu; Subagia, I Wayan; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa modul pembelajaran IPA berbantuan laboratorium virtual pada materi tata surya yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang hanya dilakukan sampai tahap Develop. Subjek penelitian ini meliputi subjek uji validitas yang terdiri dari 2 orang ahli isi, 1 orang ahli media, dan 1 orang ahli bahasa. Uji kepraktisan terdiri dari 5 orang guru IPA, dan 15 orang peserta didik. Uji efektivitas melibatkan 20 orang peserta didik kelas VII A. Pelaksanaan uji kepraktisan dan uji keefektifan dilaksanakan di SMPN 6 Singaraja Tahun Ajaran 2018/2019. Pada uji efektivitas dilaksanakan secara terbatas dengan menggunakan desain One-Shot Case Study. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan angket gabungan (pada uji validitas dan uji kepraktisan) dan tes hasil belajar (pada Uji efektivitas). Hasil penelitian menunjukkan: 1) modul dinyatakan sangat valid berdasarkan hasil penilaian dari ahli isi, ahli media, dan ahli bahasa dengan perolehan nilai rata-rata secara berturut-turut sebesar 92,17, 93,07, dan 90,62. 2) modul dinyatakan sangat praktis dengan perolehan nilai rata-rata oleh praktisi guru 86,33 dan praktisi peserta didik 89,95. 3) modul dinyatakan efektif dengan hasil rata-rata nilai posttest peserta didik sebesar 80,00 dan telah melebihi nilai KKM yaitu 75. Modul dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk diterapkan dalam membantu proses pembelajaran.
ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS ARGUMENT MAPPING Shofa, Muhamad Ikhwanus; Redhana, I Wayan; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24620

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan informasi awal untuk merancang draft media pembelajaran IPA berbasis argument mapping. Metode yang digunakan dalam pengumpulan informasi awal adalah studi literaur dan studi lapangan. Studi litertur dilaksanakan dengan mengumpulkan penelitian dan sumber yang relevan serta mengkaji konsep-konsep pada materi IPA sebagai dasar pengembangan multimedia interaktif berbasis argument mapping sedangkan studi lapangan dilakukan dengan cara terjun langsung dan menyebarkan angket kebutuhan media menggunakan google form ke beberapa sekolah di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sawan. Berdasarkan studi literatur multimedia interaktif berbais argument mapping merupakan media yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep pembelajaran IPA melalui penyusunan argument. Berdasarkan analisis konsep IPA pada materi energi dalam sistem kehidupan menunujukkan bahwa 46% konsep yang terkandung pada materi tersebut tergolong konsep abstrak, sedangkan konsep kongkri yang terkandung hanya 20%. Siswa akan merasa sulit untuk memahami materi yang tergolong abstrak, sehingga membutuhkan bantuan unrtuk memahami konsep abstrak tersebut melalui media pembelajaran. Berdasarkan studi lapangan diketahui 82,3% siswa merasa sulit memaham materi IPA dan 59,7% siswa merasa belum cukup jika hanya mendengarkan penjelasan guru sehingga 92,3% guru dan 99% menganggap bahwa penggunaan multimedia interaktif dalam proses pembelajaran memang diperlukan. Setelah memahami apa yang dimaksud dengan argument mapping seluruh guru dan 97,5% siswa menyatakan tertarik dan ingin menggunakan multimedia tersebut dalam proses pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PERKEMBANGBIAKAN MAHLUK HIDUP KELAS IX A5 SMP NEGERI I SINGARAJA TAHUN 2019 Trisnayanti, Ni Komang; Juniartina, Putu Prima
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v3i1.24633

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa, dengan model Group Investigation (GI) pada siswa kelas IX A5 SMP Negeri 1 Singaraja Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas dimana guru menjadi peneliti. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX A5 SMP Negeri 1 Singaraja pada semester I tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 orang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus pembelajaran, dengan tahapan-tahapan dalam tiap siklus adalah perencanaan, tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan pembelajaran. Dari sisi guru, pembelajaran diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Hasil belajar sebagian merupakan akibat tindakan guru untuk mencapai tujuan pengajaran dan sebagian merupakan peningkatan kemampuan mental siswa. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui penilaian tes hasil belajar. Tes disusun dalam bentuk tes pilihan ganda yang diberikan pada tiap akhir siklus pembelajaran. Data yang telah terkumpul tersebut, selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan: 1) terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar pada siklus I yaitu 81,0 dan pada siklus II yaitu sebesar 86,0 dan berada pada kategori baik Jadi berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar IPA siswa meningkat melalui implementasi model GI pada siswa kelas IX A5 SMP Negeri 1 Singaraja.