Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence (Chatgpt) dalam Pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka di SMP Se Kota Singaraja Yasa, Gede Darmika; Mardana, Ida Bagus Putu; Astiti, Kadek Ayu; Priyanka, Luh Mitha
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5r402x21

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence, khususnya ChatGPT, dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka menunjukkan variasi dalam pola penggunaan dan tingkat pendampingan guru, yang berdampak pada kesiapan belajar siswa. Perbedaan literasi digital dan ketersediaan infrastruktur turut membentuk cara teknologi ini diintegrasikan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi ChatGPT dalam pembelajaran IPA serta menginterpretasikan keterkaitannya dengan kesiapan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan angket yang melibatkan guru dan siswa SMP negeri se-Kota Singaraja. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mengungkap pola pemanfaatan, dinamika pendampingan, dan kendala implementasi ChatGPT dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 dari 40 siswa (85%) memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai keperluan akademik. ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pemahaman konsep IPA, sarana pembelajaran mandiri, dan pendukung motivasi belajar siswa. Namun, variasi akses internet, kompetensi digital, serta strategi pendampingan guru memengaruhi kualitas dan konsistensi pemanfaatannya. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran IPA tidak terlepas dari konteks implementasi dan kesiapan pengguna, yang membentuk efektivitas integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka. Analysis of the Utilization of Artificial Intelligence (Chatgpt) in Science Learning in the Independent Curriculum in Junior High Schools in Singaraja City Abstract The use of Artificial Intelligence, specifically ChatGPT, in science learning under the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), shows variations in usage patterns and levels of teacher support, which impact students' learning readiness. Differences in digital literacy and infrastructure availability also shape how this technology is integrated into learning practices. This study aims to analyze and evaluate the implementation of ChatGPT in science learning and interpret its relationship to student learning readiness. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and questionnaires involving teachers and students of public junior high schools in Singaraja City. Data analysis was conducted inductively to uncover usage patterns, support dynamics, and obstacles to ChatGPT implementation in learning. The study results showed that 34 out of 40 students (85%) used ChatGPT for various academic purposes. ChatGPT was used as a tool to help understand science concepts, as a means for independent learning, and as a motivational support for students. However, variations in internet access, digital competency, and teacher support strategies influence the quality and consistency of its use. These findings indicate that the use of ChatGPT in science learning is inseparable from the implementation context and user readiness, which shape the effectiveness of technology integration in the Independent Curriculum.
Pengembangan E-Module IPA Berbantuan Virtual Laboratory Pada Materi Sistem Pernapasan Untuk Siswa SMP/MTs Tarigan, Suci Monalisa; Priyanka, Luh Mitha; Sarini, Putri
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 02 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Mei 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i02.2562

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan bahan ajar digital yang interaktif dan mampu meningkatkan pemahaman siswa pada materi sistem pernapasan manusia di tingkat SMP/MTs. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan e-module IPA berbantuan virtual laboratory yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri dan eksploratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan keterbacaan e-module yang dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate, namun pelaksanaannya dibatasi sampai tahap develop. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-module yang dikembangkan memperoleh skor validitas sebesar 1,00 dengan kategori sangat valid pada aspek bahasa, media, dan materi. Selain itu, tingkat kepraktisan mencapai skor 4,81 dengan kategori sangat praktis, serta tingkat keterbacaan sebesar 4,61 dengan kategori sangat terbaca. Dengan demikian, e-module IPA berbantuan virtual laboratory pada materi sistem pernapasan dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan PhET terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Getaran dan Gelombang Anita Nur Izzati; Ni Made Pujani; Luh Mitha Priyanka
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 5 No. 1 (2026): April : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v5i1.8936

Abstract

This study aims to examine the effects of applying a Problem-Based Learning (PBL) method combined with PhET simulation tools on enhancing critical thinking skills among eighth-grade students at SMP Negeri 4 Singaraja when learning vibration and wave topics. It adopted a quasi-experimental approach with a Pretest-Posttest setup and non-equivalent control group design. The participant cohort comprised 75 students distributed across two groups: the treatment group (n=38) who engaged in learning activities using PBL supplemented by PhET simulation, and the comparison group (n=37) who received PBL instruction without PhET simulation support. Data collection was conducted through essay-type assessment instruments containing 7 questions designed to evaluate critical thinking competencies based on Ennis' theoretical framework. Data processing employed descriptive statistical analysis, N-Gain Score computation and ANCOVA testing were conducted at a 0.05 significance level. Results showed the treatment group's average Posttest score at 84, compared to 66 for the control group. The ANCOVA produced an F-value of 103.701 (p < 0.001), confirming a statistically significant difference in critical thinking skills between the groups. The adjusted mean Posttest scores were 83.99 for the treatment group and 66.01 for the comparison group, reflecting a differential of 17.99 points. Consequently, the findings substantiate that the integration of PBL with PhET simulation demonstrates greater effectiveness in fostering students' critical thinking skills in comparison to conventional PBL implementation without technology-enhanced simulation assistance.
MENGGALI ETNOSAINS LUKISAN KACA NAGASEPAHA DAN RELEVANSINYA DENGAN MATERI IPA SMP Luh Yunita Surya Pertami; Luh Mitha Priyanka; Kompyang Selamet
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7708

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis sains asli sekaligus sains ilmiah proses pembuatan lukisan kaca khas Nagasepaha, 2) menganalisis relevansi sains ilmiah lukisan kaca khas Nagasepaha terhadap materi IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnosains. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh tahapan proses pembuatan lukisan kaca khas Desa Nagasepaha yakni, pembersihan kaca, ngreka, merada, mutihin, ngewarna, serta pembuatan bingkai. Hasil proses pembuatan lukisan kaca khas Nagasepaha yang berpotensi memiliki sains ilmiah yang kompleks yakni pada proses pembuatan tinta cina cair, proses pembuatan cat prada, dan teknik melukis kaca secara terbalik. Hasil analisis kajian etnosains menunjukkan temuan relevan dalam mendukung materi pembelajaran IPA SMP pada materi cahaya dan alat optik serta campuran. Kebaruan kajian ini terletak pada integrasi antara kearifan lokal lukisan kaca khas Nagasepaha dalam mendukung cakupan materi pembelajaran IPA SMP.