Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Etnosains dalam Proses Pembuatan Batu Bata Tradisional di Desa Tukadmungga sebagai Penunjang Pembelajaran IPA SMP Setiawan, I Putu Krisna Divayana; Suardana, I Nyoman; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86085

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menjelaskan kajian etnosains dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga sebagai penunjang pembelajaran IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian etnosains. Penelitian dilaksanakan di Dusun Dharma Kerti, Desa Tukadmungga karena masih mempertahankan eksistensi pembuatan batu bata secara tradisional. Sumber data penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan subjek yang dilibatkan, yaitu 2 orang pengrajin dan seorang pengusaha batu bata tradisional di Desa Tukadmungga serta 2 orang Guru IPA di SMP Negeri 4 Singaraja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian alat-alat yang digunakan dalam pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga, diantaranya tambah (cangkul), sidi (saringan/pengayak), jangka (alat cetak bata), pengautan (rautan), tulud/pengeteban (alat penghentak), dan tiuk (pisau). Selain alat, bahan-bahan yang dibutuhkan diantaranya adalah tanah liat, air, abu, kemudian bahan bakar seperti, sambuk (sabut kelapa) dan saang (kayu bakar). Proses pembuatan batu bata di Desa Tukadmungga terbagi atas beberapa tahapan. Tahap pertama adalah ngekum (penyiapan adonan), dilanjutkan tahap nyangka (pencetakan), kemudian nyemuh (penjemuran tahap I), ngetebin (penghentakan), ngerikin (pengikisan), nyemuh (penjemuran tahap II), dan terakhir nunjel (pembakaran). Hasil kajian sains ilmiah berdasarkan sains asli masyarakat dalam proses pembuatan batu bata tradisional di Desa Tukadmungga yang dapat digunakan sebagai bahan penunjang pembelajaran IPA SMP diantaranya adalah klasifikasi materi dan perubahannya, kalor dan perpindahannya, pencemaran lingkungan, sistem gerak pada manusia, usaha dan pesawat sederhana, tekanan zat, dan tanah dan keberlangsungan kehidupan.
Analisis Pengelolaan Laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja Wicitradari, I Gusti Ayu Putu; Sudiatmika, Anak Agung Istri Agung Rai; Priyanka, Luh Mitha
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 7 No. 2 (2024): JPPSI, Oktober 2024
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v7i2.86086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengelolaan laboratorium IPA di SMP Negeri 8 Singaraja yang meliputi (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pelaksanaan, (4) pengawasan dan evaluasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang digunakan dalam penentuan pelaku adalah teknik purposive sampling, didasarkan pada responden yang paling mengetahui masalah yang akan diteliti. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, angket yang diberikan kepada siswa VII.1, VIII.7, VIII.8 yang seluruhnya berjumlah 106 orang siswa, serta wawancara yang dilakukan dengan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Ketua Laboratorium, Laboran, dan Guru IPA sebanyak dua orang. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data Model Miles and Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. (1) perencanaan yang meliputi perencanaan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan perencanaan program kerja laboratorium IPA telah dilaksanakan cukup baik namun perlu ditingkatkan lagi; (2) pengorganisasian yang telah dilaksanakan sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan kembali seperti pengelola laboratorium belum memiliki sertifikat, tidak adanya deskripsi tugas pengelola, dan beberapa administrasi belum dibuatkan; (3) pelaksanaan program kerja laboratorium IPA masih belum berjalan dengan baik seperti tidak terlaksananya praktikum didalam laboratorium karena pengalihan fungsi ruang laboratorium sebagai ruang kelas dan ruang guru, serta keterbatasan alat dan bahan; (4) pengawasan dan evaluasi belum berjalan dengan baik seperti pengawasan dan evaluasi yang dilakukan secara intern oleh sekolah, tidak adanya laporan program kerja setiap tahun atau semester, dan belum adanya pengawasan dari pemerintah terkait laboratorium.
Preview-Review Bilingual Instructional Tools Development with Discovery Learning Model Setting to Enhancing Student’s Conceptual Understanding and Speaking Ability Priyanka, Luh Mitha; Selamat, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10 No 3 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.896 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v10i3.32029

Abstract

This study aimed to analyze the validity categories and the effectiveness of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting in enhancing conceptual understanding and speaking ability. This study was research and development (R & D) using ADDIE developmental model consisting of analyzing, design, develop, implementation, and evaluation. The data collection was done through non-test techniques using product validation sheets, learning observational sheet, and observational sheet for speaking ability and test techniques using an assessment sheet for measuring conceptual understanding. The validity of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting was analyzed qualitatively based on 5-point scale conversion table. The effectiveness of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting in the implementation stage was analyzed based on the average of the gain score. The result showed that the validity of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting was 3.60 for the content and 3.55 for the language which is in very good category and the developed of preview-review bilingual instructional tools with discovery learning model setting was effective in enhancing conceptual understanding and speaking ability based on average gain score.
PELATIHAN DAN BIMBINGAN TEKNIS MANAJEMEN USAHA KERIPIK ENAK KEMBANGSARI Priyanka, Luh Mitha; Selamat, I Nyoman; Sumadi Putra, Komang Endrawan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.717 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.39140

Abstract

Pada situasi pandemi Covid-19 saat ini, home industry menjadi salah satu alternatif untuk menambah pendapatan rumah tangga. “Keripik Enak Kembangsari” merupakan salah satu industri rumah tangga yang berlokasi di Banjar Kembangsari, Desa Satera, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli-Bali. Secara umum, permasalahan utama yang dialami home industry “Keripik Enak Kembangsari” berhubungan dengan sumber daya manusia (tenaga kerja). Melalui pelatihan dan bimbingan teknis manajemen usaha diharapkan keterampilan mitra meningkat dalam hal merancang branding kemasan, menyusun strategi bisnis, dan membuat pembukuan modern. Evaluasi pelaksanaan pelatihan berupa evaluasi terhadap keterampilan mitra dalam aspek manajemen usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan peserta dalam merancang branding kemasan, menyusun strategi bisnis, dan membuat pembukuan modern berturut-turut yaitu 4,2;3,9 dan 3,7 yang berada pada kategori baik
Socio-Scientific Issue Module Based on Pros and Cons of Using Pesticides in Citrus nobilis Cultivation for Enhancing Students Awareness in Preserving the Environment Priyanka*, Luh Mitha; Muderawan, I Wayan; Suparta, I Nengah; Bgeholz, Susanne; Matthiesen, Finn
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 13, No 3 (2025): JULY 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpsi.v13i3.46943

Abstract

Environmental education is a critical government initiative in Indonesia, aiming to cultivate students' environmental awareness. Given the urgent need for students to engage with real-world environmental challenges, this study developed and evaluated a socio-scientific issues (SSI)-based module. The module's primary goal was to deepen students' understanding of local environmental problems and encourage their active participation in preservation efforts. A Research and Development approach, specifically the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation), guided this research. Data collection utilizes quantitative and qualitative methods. Qualitative data included insights from validation sheets and response questionnaires completed by expert lecturers and students. Quantitative data, in the form of essay questions, were gathered through pre- and post-tests to assess changes in students' environmental awareness after module implementation. The results demonstrated the SSI module's strong validity and effectiveness. Three expert lecturers rated the module with an average validity score of 85, categorized as "good," affirming its sound pedagogical and scientific design. Student evaluations were also overwhelmingly positive, yielding an average score of 89, placing it in the "very good" category. Crucially, the module significantly increased students' awareness of environmental problems. Quantitatively, the average student score rose from 81.25 in the pre-module assessment to 86.25 post-module engagement. These findings highlight the SSI module as an effective and valuable tool for empowering students to learn about and contribute to environmental preservation
Kursus Kilat Bahasa Belanda untuk Anak-Anak Sintiari, Ni Luh Dewi; Priyanka, Luh Mitha; Savitri, Ni Nyoman Ayu Hari; Nathalia, Ni Putu Nita; Nugraha, Gede Bagus
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.86099

Abstract

Banyak anak dan remaja dari kelompok rentan belum mendapatkan akses terhadap pendidikan bahasa asing yang memadai. Keterbatasan ini berdampak pada rendahnya motivasi dan kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan global. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan bahasa asing berbasis komunitas dalam meningkatkan pemahaman dasar, motivasi, dan kepuasan belajar peserta. Subjek kegiatan ini adalah 50 anak dan remaja dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dengan latar belakang usia dan kemampuan yang beragam. Data dikumpulkan melalui angket post-test yang mengukur aspek pemahaman bahasa, kualitas pengajaran, dan kepuasan belajar, dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa pemahaman dasar peserta terhadap bahasa asing berada pada kategori positif, dengan respon sangat positif terhadap kualitas pengajaran dan materi pelatihan. Simpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis komunitas dan metode “belajar sambil bermain” efektif dalam meningkatkan motivasi dan kepuasan belajar anak dari kelompok rentan. Implikasinya, pelatihan nonformal berbasis komunitas dapat menjadi alternatif strategis dalam memperluas akses pendidikan bahasa asing secara inklusif.
Pelatihan dan Bimbingan Teknis Pengembangan Pembelajaran IPA Berbasis Praktikum Priyanka, Luh Mitha; Selamat, I Nyoman; Yuliana, Ina
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.87259

Abstract

Pembelajaran IPA tidak hanya menuntut penguasaan materi di dalam kelas, namun penting untuk melakukan kegiatan praktikum sesuai dengan hakikat IPA, yaitu sebagai proses dan produk. Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum melaksanakan praktikum secara maksimal karena beberapa faktor. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kuantitas alat dan bahan sekitar yang dapat dimanfaatkan dalam praktikum IPA, meningkatkan kuantitas dan kualitas alat dan bahan praktikum IPA, meningkatkan kemampuan mitra dalam membuat alat praktikum IPA dari bahan sekitar, meningkatkan kemampuan mitra dalam menggunakan KIT IPA Fisika, meningkatkan pengetahuan mitra tentang model pembelajaran berbasis praktikum, dan meningkatkan pengetahuan mitra tentang penuntun praktikum berbahan alam sekitar. Metode pengabdian yang dilakukan berupa edukasi, bimtek, pelatihan dan pendampingan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata kompetensi guru dalam merancang alat peraga IPA berbahan alam, menggunakan alat dan bahan praktikum IPA, dan membuat penuntun praktikum berbahan alam dengan skor rata-rata 4.0; 3.8; 3.7 yang berada pada kategori baik. Pengabdian ini dapat berimplikasi pada peningkatan kualitas pembelajaran IPA.
Kajian Etnosains Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda Sebagai Pendukung Materi IPA Made Nia Oktaviana Sasnita; Putri Sarini; Luh Mitha Priyanka
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3070

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji pengetahuan asli masyarakat mengenai Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda sebagai pendukung materi dalam pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etnosains. Penelitian ini berlangsung di Desa Adat Duda, Kabupaten Karangasem. Melalui teknik purposive sampling diperoleh 9 subjek penelitian terdiri dari 2 orang Pemangku, 2 orang Serati Banten, 1 orang Bendesa Adat, dan 1 orang peserta siat api, 3 orang guru SMP N 3 selat SMP dan snowball sampling diperoleh sebanyak 2 orang subjek penelitian, yaitu 2 orang peserta siat api yang merupakan rekomendasi dari subjek awal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang dimanfaatkan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi inipun menunjukkan bahwa kajian etnosains tradisi siat api seperti bahan baku yang digunakan, pembakaran prakprak, dampak pembakaran, sumber bahan baku, saat siat api, alat-alat untuk persiapan, penggunaan api, petabuhan, obor, kulkul dan baleganjur dapat diintegrasikan ke dalam materi IPA pada pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup, perubahan kimia, campuran, pencemaran lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati, bioteknologi konvensional, gerak, gaya dan pesawat sederhana, kalor dan perpindahan kalor, getaran dan gelombang.
Analisis Pemanfaatan Artificial Intelligence (Chatgpt) dalam Pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka di SMP Se Kota Singaraja Yasa, Gede Darmika; Mardana, Ida Bagus Putu; Astiti, Kadek Ayu; Priyanka, Luh Mitha
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5r402x21

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence, khususnya ChatGPT, dalam pembelajaran IPA pada Kurikulum Merdeka menunjukkan variasi dalam pola penggunaan dan tingkat pendampingan guru, yang berdampak pada kesiapan belajar siswa. Perbedaan literasi digital dan ketersediaan infrastruktur turut membentuk cara teknologi ini diintegrasikan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi ChatGPT dalam pembelajaran IPA serta menginterpretasikan keterkaitannya dengan kesiapan belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan angket yang melibatkan guru dan siswa SMP negeri se-Kota Singaraja. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mengungkap pola pemanfaatan, dinamika pendampingan, dan kendala implementasi ChatGPT dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 34 dari 40 siswa (85%) memanfaatkan ChatGPT untuk berbagai keperluan akademik. ChatGPT dimanfaatkan sebagai alat bantu pemahaman konsep IPA, sarana pembelajaran mandiri, dan pendukung motivasi belajar siswa. Namun, variasi akses internet, kompetensi digital, serta strategi pendampingan guru memengaruhi kualitas dan konsistensi pemanfaatannya. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran IPA tidak terlepas dari konteks implementasi dan kesiapan pengguna, yang membentuk efektivitas integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka. Analysis of the Utilization of Artificial Intelligence (Chatgpt) in Science Learning in the Independent Curriculum in Junior High Schools in Singaraja City Abstract The use of Artificial Intelligence, specifically ChatGPT, in science learning under the Independent Curriculum (Curriculum Merdeka), shows variations in usage patterns and levels of teacher support, which impact students' learning readiness. Differences in digital literacy and infrastructure availability also shape how this technology is integrated into learning practices. This study aims to analyze and evaluate the implementation of ChatGPT in science learning and interpret its relationship to student learning readiness. The study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and questionnaires involving teachers and students of public junior high schools in Singaraja City. Data analysis was conducted inductively to uncover usage patterns, support dynamics, and obstacles to ChatGPT implementation in learning. The study results showed that 34 out of 40 students (85%) used ChatGPT for various academic purposes. ChatGPT was used as a tool to help understand science concepts, as a means for independent learning, and as a motivational support for students. However, variations in internet access, digital competency, and teacher support strategies influence the quality and consistency of its use. These findings indicate that the use of ChatGPT in science learning is inseparable from the implementation context and user readiness, which shape the effectiveness of technology integration in the Independent Curriculum.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan PhET terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Getaran dan Gelombang Anita Nur Izzati; Ni Made Pujani; Luh Mitha Priyanka
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 5 No. 1 (2026): April : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v5i1.8936

Abstract

This study aims to examine the effects of applying a Problem-Based Learning (PBL) method combined with PhET simulation tools on enhancing critical thinking skills among eighth-grade students at SMP Negeri 4 Singaraja when learning vibration and wave topics. It adopted a quasi-experimental approach with a Pretest-Posttest setup and non-equivalent control group design. The participant cohort comprised 75 students distributed across two groups: the treatment group (n=38) who engaged in learning activities using PBL supplemented by PhET simulation, and the comparison group (n=37) who received PBL instruction without PhET simulation support. Data collection was conducted through essay-type assessment instruments containing 7 questions designed to evaluate critical thinking competencies based on Ennis' theoretical framework. Data processing employed descriptive statistical analysis, N-Gain Score computation and ANCOVA testing were conducted at a 0.05 significance level. Results showed the treatment group's average Posttest score at 84, compared to 66 for the control group. The ANCOVA produced an F-value of 103.701 (p < 0.001), confirming a statistically significant difference in critical thinking skills between the groups. The adjusted mean Posttest scores were 83.99 for the treatment group and 66.01 for the comparison group, reflecting a differential of 17.99 points. Consequently, the findings substantiate that the integration of PBL with PhET simulation demonstrates greater effectiveness in fostering students' critical thinking skills in comparison to conventional PBL implementation without technology-enhanced simulation assistance.