Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI

Efek Pemberian Kompos Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Erlina Rahmayuni; Debi Septiawan; Welly Herman; Elfarisna Elfarisna; Elsa Lolita Putri; Kurniati Kurniati
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.2.69-75

Abstract

Ampas tahu merupakan salah satu limbah padat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. Kompos ampas tahu mengandung unsur hara seperti N, P, K, dan Mg yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian kompos ampas tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.). Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 – Januari 2021 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan lima perlakuan, yang meliputi: Tanpa kompos ampas tahu + 100% Pupuk Anorganik (kontrol), 100g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik, 200g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik, 300g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik dan 400g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting yang meliputi: tinggi dan diameter batang mulai saat umur 2-7 MST (minggu setelah tanam), umur berbunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, panjang buah dan diameter buah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa efek penggunaan kompos ampas tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan terbaik adalah penggunaan 400g/polybag + 50% pupuk anorganik dan tidak berbeda nyata dengan tanpa kompos ampas tahu + 100% pupuk anorganik.  Parameter umur berbunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, panjang buah dan diameter buah tidak menunjukkan adanya pengaruh dengan penggunaan kompos ampas tahu.ABSTRACTTofu dregs compost contains essential nutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and magnesium (Mg), which are crucial for plant growth. The aim of this research was to investigate the impact of applying tofu dregs compost on the growth and production of curly red chili plants (Capsicum annum L.). The study was conducted from October 2020 to January 2021 at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, Jakarta. The research employed a Randomized Complete Group Design (RKLT) with five treatments, including: No tofu dregs compost + 100% inorganic fertilizer (control), 100g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, 200g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, 300g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, and 400g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer. Observations were conducted on the growth and production of curly red chili plants, encompassing parameters such as height and stem diameter from 2 to 7 weeks after planting (WAP), flowering age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, and fruit diameter. The research results indicated that the use of tofu dregs compost significantly affected the plant height and stem diameter of curly red chili plants. The most effective treatment was found to be 400g/polybag + 50% inorganic fertilizer, which did not differ significantly from the control (without tofu dregs compost + 100% inorganic fertilizer). However, parameters such as flowering age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit weight, fruit length, and fruit diameter did not exhibit any significant influence with the application of tofu dregs compost.
Efek Aplikasi Pupuk Majemuk terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Fernanda, Yoki; Amrina, Elita; Herman, Welly; Resigia, Elara
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan dosis pupuk majemuk terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah di Ultisol. Penelitian dilakukan di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sumber NPK yang terdiri dari Yara Mila Complex (12:11:18+TE) 400 kg/ha dan Yara Mila Winner (15: 09: 20+TE) 400 kg/ha, faktor kedua adalah dosis pupuk posfat jenis SP-26 yang terdiri dari 100 kg/ha, 250 kg/ha dan 500 kg/ha. Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 24 satuan percobaan. Data hasil penelitian selanjutnya diolah secara statistik dan jika berbeda nyata dilanjutnya menggunakan uji DMRT pada taraf 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, bobot umbi basah, dan bobot umbi kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis pupuk dan dosis pupuk . Dosis pupuk 250 kg/ha menghasilkan jumlah daun perumpun, jumlah umbi perumpun, bobot umbi basah perumpun, dan bobot umbi kering perumpun tertinggi secara signifikan dibandingkan dosis lainnya. Sementara itu untuk jenis pupuk majemuk, pupuk Yara Mila Complex mampu mempengaruhi bobot umbi kering lebih tinggi dibandingkan Yara Mila Winner. Jenis dan dosis pupuk ini mampu meningkatkan peran serta tanah Ultisol di dalam mendukung pertumbuhan tanaman.