Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL PANGAN

Optimalisasi Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi terhadap BudidayaJagung Ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh) / Optimization of Cow Manure Utilization for Purple Corn Cultivation(Zea mays L. ceratina Kulesh) Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; risna, Elfa
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.893

Abstract

Indonesia berpotensi dalam pengembangan pertanian melalui pemanfaatan tanaman lokal bernilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah jagung ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pupuk kandang sapi terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil produksi jagung ungu. Penggunaan pupuk kandang sapi terbukti meningkatkan pH tanah dari 4,95 menjadi 5,59, menurunkan kadar Al-dd hingga 0,00 me/100 g, serta meningkatkan kadar fosfor tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), dan kandungan karbon organik tanah. Sementara itu, kadar nitrogen total tidak mengalami perubahan berarti. Pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 150 g per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai 197,48 cm, jumlah daun 12,24 helai, dan diameter batang 2,65 cm. Pemanenan menunjukkan adanya peningkatan panjang dan diameter tongkol tanpa kelobot, dengan dosis optimal antara 150 hingga 200 g. Secara keseluruhan, pupuk kandang sapi terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil jagung ungu, serta menawarkan solusi berkelanjutan sebagai alternatif pupuk anorganik.   Indonesia has the potential for agricultural development by utilizing local plants with high economic value, including purple corn (Zea mays L. ceratina Kulesh). This study aimed to evaluate the effect of cow manure on soil chemical properties, growth, and yield of purple corn. The use of cow manure was proven to increase soil pH from 4.95 to 5.59, reduce Al-dd levels to 0.00 me/100 g, and increase available phosphorus levels, cation exchange capacity (CEC), and soil organic carbon content. Meanwhile, total nitrogen levels did not change significantly. Application of 150 g of cow manure per plant resulted in the best growth, with plant height reaching 197.48 cm, having 12.24 leaves, and a stem diameter of 2.65 cm.. Harvesting showed an increase in the length and diameter of the cob without husk, with an optimal dose between 150 and 200 g. Overall, cow manure has proven effective in improving soil quality and increasing purple corn yields, and it offers a sustainable alternative to inorganic fertilizers.
Limbah Rumah Tangga sebagai Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produksi Jagung Manis di Kawasan Pesisir Bengkulu Herman, Welly
JURNAL PANGAN Vol. 33 No. 3 (2024): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v33i3.882

Abstract

      Kawasan pesisir Kota Bengkulu memiliki potensi besar untuk dioptimalkan sebagai lokasi budidaya tanaman. Penelitian ini mengkaji efektivitas kompos limbah rumah tangga dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima dosis kompos, yaitu 0 ton/ha, 2,5 ton/ha, 5 ton/ha, 7,5 ton/ha, dan 10 ton/ha. Parameter yang diukur meliputi analisis kompos, sifat kimia tanah (pH, N-total, P-tersedia, K-dapat dipertukarkan, dan C-organik), serta pertumbuhan dan hasil jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos memiliki kualitas yang baik dengan pH netral (7,15), kadar air 29,20 persen, dan kandungan C-organik tinggi (27,25 persen), yang mendukung perbaikan struktur tanah dan retensi air. Kandungan N-total yang tinggi (2,15 persen) mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman, sedangkan rasio C/N yang ideal (12,67) cukup sesuai, meskipun kandungan kalium sedikit lebih rendah dari standar minimum (0,17 persen). Dosis kompos 5 ton/ha mampu mengurangi penggunaan pupuk buatan hingga 50 persen dengan memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan semua parameter pertumbuhan dan hasil, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, panjang daun, diameter batang, dan panjang tongkol. Peningkatan dosis kompos cenderung meningkatkan hasil jagung manis, tetapi tidak menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan dengan dosis 5 ton/ha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pencerahan praktis bagi petani dan peneliti mengenai teknologi tepat guna untuk pertanian berkelanjutan.          The coastal area of Bengkulu City has a significant potential for optimization in plant cultivation. This study examines the effectiveness of household waste compost in enhancing the growth and yield of sweet corn. The research employed a completely randomized design with five compost dose treatments: 0 tons/ ha, 2.5 tons/ha, 5 tons/ha, 7.5 tons/ha, and 10 tons/ha. Parameters measured included compost analysis, soil chemical properties (pH, total nitrogen, available phosphorus, exchangeable potassium, and organic carbon), as well as the growth and yield of sweet corn. The results indicated that the compost was of high quality, with a neutral pH of 7.15, a moisture content of 29.20 percent, and a high organic carbon content (27.25 percent), which supports improved soil structure and water retention. The compost also had a high total nitrogen content (2.15 percent), which enhanced vegetative growth, and an ideal C/N ratio (12.67), although the potassium content was slightly below the minimum standard (0.17 percent). A compost dose of 5 tons/ha reduced the need for synthetic fertilizers by 50 percent while achieving optimal results for all growth and yield parameters, including plant height, number of leaves, leaf width, leaf length, stem diameter, and cob length. Increasing the compost dose further improved sweet corn yield but did not show significant differences compared to the 5 tons/ha dose. The findings are expected to provide practical insights for farmers and researchers on appropriate technology for sustainable agriculture.