Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RANCANG BANGUN MESIN PENYANGRAI KOPI SEMI OTOMATIS DENGAN KAPASITAS 5 KG AMIQ, BAHRUL
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 2 No 03 (2015): JRM. Volume 02 Nomor 03 Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v2i03.12905

Abstract

Abstrak Mesin sangrai kopi yang ada dipasaran atau di UKM masih menggunakan pengaduk manual (tenaga manusia) serta tidak ada kontrol suhu. Pada Tugas Akhir ini dibuat mesin sangrai yang telah dimodifikasi. Modifikasi dilakukan yaitu : pengaduknya digerakan motor listrik yang kecepatan putarnya dapat dikontrol, serta kompor pemanasnya dilengkapi pengaturan suhu semi otomatis. Diharapakan dengan modifikasi mesin sangrai kopi semi otomatis ini, produksi lebih optimal. Untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini dilakukan yaitu : 1) menghitung dan memilih kebutuhan daya motor, 2) menentukan komposisi dan komponen sistem Transmisi, 3) menguji kemampuan mesin sangrai kopi semi otomatis.Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan sebagai berikut, kapasitas mesin 5 kg/jam, kecepatan putaran terhitung 60 rpm. Daya motor terhitung 58.9 watt. Pemilihan motor pada mesin sangrai kopi adalah motor wiper 70 watt yang sudah dilengkapi gerbox dengan output 180 rpm. Komponen transmisi roda gigi lurus dengan diameter roda gigi penggerak (d1) = 30 mm dan yang digerakkan (d2) = 90 mm. Selanjutnya jumlah gigi terpasang yaitu : jumlah gigi penggerak (Z1) = 32 dan jumlah gigi yang digerakkan (Z2) = 88, sehingga output kecepatan putar pengaduk terpasang 72 rpm. Proses manufaktur dan perakitan mesin sangrai kopi semi otomatis mengunakan metode OPC (operation process chart), melalui metode ini diketahui jenis proses produksi dan urutannya. Melalui uji kinerja mesin didapatkan hasil sebagi berikut : motor wiper 70 watt mampu memutar beban 5 kg dengan kecepatan putar 72 rpm. Transmisi roda gigi mampu mereduksi putaran dari 180 rpm menjadi 72 rpm. Unit kontrol suhu bisa mengatur suhu dari 50o C sampai dengan 250o C, sedangkan unit pengatur kecepatan putaran dapat mengatur kecepatan dari 10 rpm sampai dengan 72 rpm. Kata kunci : mesin penyangrai kopi, sistem kontrol suhu dan putaran, kapasitas 5kg
Penegakan Hukum Tindak Pidana Permufakatan Jahat Jual Beli Narkotika di Wilayah Hukum Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba Jakarta Aries, Aries; Prawesthi, Wahyu; Amiq, Bahrul
Jurnal Fundamental Justice Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v6i1.4925

Abstract

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengatur bahwa percobaan dan permufakatan jahat hanya dihukum lebih ringan dari hukuman pokok. Namun berbeda dengan Undang-Undang tentang Narkotika pada saat ini yang menghukum sama dengan hukuman pokok pada delik selesai. Dikarenakan kejahatan Narkotika dipandang telah menjadi kejahatan serius. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis penegakan tindak hukum pidana permufakatan jahat jual beli narkotika di wilayah hukum Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba Jakarta. Metode penelitian yang digunakan yakni metode yuridis normatif. Adapun pendekatan yang digunakan yakni pendekatan kasus (Case Approach) dan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum pidana permufakatan jahat jual beli narkotika di wilayah hukum Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba Jakarta dapat dilakukan melalui proses penegakan hukum berdasarkan fakta-fakta yaitu melalui Pemanggilan, Penangkapan, Penahanan, Penggeledahan, Penyitaan, Surat ketetapan status barang sitaan narkotika, hasil pemeriksaan barang bukti secara laboratoris, Barang bukti, Keterangan saksi-saksi, Keterangan Terdakwa. Kendala dan solusi terhadap tindak pidana permufakatan jahat jual beli narkotika di wilayah hukum Badan Reserse Kriminal Polri Direktorat Tindak Pidana Narkoba Jakarta, adapun kendala yaitu kurangnya sarana prasarana maupun biaya operasional yang dibutuhkan, terdapat juga kurangya kesadaran peran masyarakat dalam ikut andil berkontribusi dalam tindak pidana narkotika ini, selain itu kurang tegas maupun profesionalitasnya aparat penegak hukum
Tindak Pidana Pemalsuan Surat atau Dokumen dalam Penerbitan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Sasongko, Roby; Prawesthi, Wahyu; Amiq, Bahrul
Jurnal Fundamental Justice Vol. 6 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/fundamental.v6i1.4928

Abstract

Peningkatan nilai ekonomi dan sosial tanah kerap kali memicu sengketa pertanahan, salah satunya melalui tindak pidana pemalsuan dokumen dalam proses penerbitan sertifikat hak milik atas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketentuan pidana terkait pemalsuan dokumen dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah menurut KUHP, serta mengkaji pertanggungjawaban pidana pelaku pemalsuan dokumen tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemalsuan dokumen dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah diatur dalam Pasal 263 KUHP, yang mengancam pelaku dengan pidana penjara maksimal enam tahun. Pemalsuan ini mencakup tindakan memalsu atau menggunakan dokumen palsu yang dapat menimbulkan hak, kewajiban, atau pembebasan utang, dengan maksud menyesatkan pihak lain. Pertanggungjawaban pidana pelaku didasarkan pada unsur kesengajaan yang dibuktikan dari adanya niat memalsukan dan mempergunakan dokumen palsu demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu. Faktor penyebab maraknya pemalsuan dokumen dalam penerbitan sertifikat hak milik atas tanah meliputi kurangnya transparansi informasi kepemilikan tanah, tingginya nilai ekonomi tanah, lemahnya pengawasan dan sistem administrasi pertanahan, serta keterlibatan oknum aparat desa dan masyarakat dalam proses pemalsuan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan transparansi, penerapan teknologi modern dalam sistem administrasi pertanahan, serta sanksi tegas terhadap pelaku pemalsuan untuk mencegah dan menanggulangi kejahatan tersebut.
PENGARUH KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS, TRANSPARANSI ORGANISASI, PENGHARGAAN TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN DAN PENINGKATAN LAYANAN TEKNIK DENGAN USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN SEBAGAI VARIABEL PENGONTROL DI PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA Irayanti, Adinda; Hamada, Abubakar; Nafi’uzzaki, Anang; Amiq, Bahrul; Andriannoor, Renaldy; Fahmi Hasan, Fuad; Setiawan, Wawan; Rahmawati, Imelda Dian
Referensi : Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ref.v13i1.6733

Abstract

This study examines the impact of democratic leadership, organizational transparency, and rewards on employee loyalty and technical service improvement at Perusahaan Listrik Negara (PLN), with age and education level as control variables. As a state-owned enterprise, PLN's success in delivering quality electricity services depends heavily on employee performance, particularly in technical operations. Democratic leadership, which promotes employee participation in decision-making, and organizational transparency, which fosters trust and engagement, are expected to enhance employee loyalty and motivation. Additionally, rewards—both material and non-material—are seen as key drivers of dedication and service quality. Employee loyalty, in turn, plays a critical role in improving the quality of technical services provided by PLN. The study also considers how demographic factors such as age and education influence how employees respond to organizational policies and leadership styles. The findings aim to provide insights for PLN to improve employee performance and enhance service quality.
THE DIALECTICS OF RELIGIOUS PURIFICATION, TRADITION PRESERVATION, AND GLOBAL CHALLENGES IN ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION Amiq, Bahrul; Soebahar, Abdul Halim; Mursalim; Amal, M. Khusna
AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 4 (2025): AL-ADABIYAH: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Published by the Islamic Religious Education Study Program Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Kiai Haji Achmad Siddiq University, Jember, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/adabiyah.v6i4.1281

Abstract

This article examines the dialectics between religious purification, tradition preservation, and global challenges within the context of Islamic religious education in Indonesia. The study employs library research with a descriptive–critical method, reviewing classical and contemporary literature related to Islam Nusantara, globalization, modernization, radicalism, and religious education practices. The findings reveal that religious purification emphasizes returning religious practices to authoritative texts, whereas the preservation of local traditions highlights the integration of cultural values as a means of social harmonization and strengthening community identity. The tension between these two orientations influences the curriculum, learning strategies, and religious experiences at the local level. Globalization and modernization add further complexity by introducing transnational authorities and value homogenization, while also creating opportunities for cultural glocalization and the revitalization of local traditions. Religious radicalism emerges as an extreme response to social change, whereas cultural resistance functions as an adaptive mechanism for communities to maintain local wisdom. This study underscores the need for Islamic religious education to negotiate between doctrinal purity, local cultural contexts, and global demands in order to produce adaptive, contextual, and relevant educational practices. These findings contribute to a deeper understanding of the relationship between religion and culture, inclusive Islamic educational strategies, and the development of literature on Islam Nusantara in the global era.