Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Relationships Social Environment and Self-Efficacy of Learning Results of Bugis Bridal Processes Sabet, Meli; Atmanto, Dwi; Siregar, Jenny Sista; Wastira, Jarudin
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/05102.2021

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between social environment and self-efficacy on learning outcomes of Bugis bridal make-up. Using a quantitative approach with a correlation test. Purposive sampling technique is carried out by taking the subject not based on strata, random or regional but based on the existence of a specific goal, namely by involving 34 students who are following the subject of Bugis bridal make-up. Based on the results of the Pearson correlation test, it was shown that the relationship between social environment variables and learning outcomes of Bugis bridal make-up was obtained as ⍴-Value <Sig. 0.05 means it can be concluded that there is a relationship. The results of the correlation test for variable X2, namely ρ-value 0.247> 0.05, means that there is no significant relationship, while for the correlation test between social-environmental variables on self-efficacy it is obtained ρ-Value 402> Sig. 0.05, it can be concluded that the social environment variable has no significant relationship to the self-efficacy variable. that the social environment variables and self-efficacy together on learning outcomes of Bugis bridal make-up have no significant relationship because of ρ-Value 0.675> Sig. 0.05. This means that the social environment and self-efficacy cannot shape students to improve learning outcomes of Bugis bridal make-up.
Evaluation of beauty training programs in regional work training center of East Jakarta using the goal free evaluation model Martalena, Nely Suroyya; Atmanto, Dwi; Siregar, Jenny Sista
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 9 No. 1 (2019): February
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.08 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v9i1.23301

Abstract

This study aims to determine the impact of the beauty training program in PPKD of East Jakarta  on students. The impact can be seen based on three criteria, namely positive impacts according to program objectives, positive impacts outside the program objectives (side effects), and negative impacts outside the program objectives. The research method used in this study is an evaluative study using the Goal Free Evaluation model. The research subjects consisted of: managers, instructors, and beauty training participants in PPKD of East Jakarta . Data was collected using observation, interviews, and documentation. The results showed that (1) the positive impact according to the program objectives was felt by almost all training participants, namely they could increase their knowledge and skills in the field of beauty and were ready to enter the workforce, (2) a positive impact outside the program objectives freelance work as a makeup artist, having confidence in work, and daring to open a business in the field of beauty, and (3) negative impacts outside the program's objectives felt by a small number of training participants who were less serious and less focused on training that they could not accept the material taught so that they are not ready to enter the workforce.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN PELAKU UMKM DESA CIKOLELET MELALUI EDUKASI PERLINDUNGAN KONSUMEN Sinulingga, Gairah; Setiawati, Sri; Lubis, Amanda; Siregar, Jenny Sista; Nazriah, Ainun; Sharon, Grace
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24752

Abstract

Sejak tahun 2017 hingga 7 Oktober 2022, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (“BPKN”) menerima 7.983 pengaduan konsumen yang berasal dari multisektoral. Total kerugian konsumen sejumlah Rp 2.457.836.109.715. Berdasarkan data-data tersebut kesadaran pelaku usaha terhadap hak dan perlindungan konsumen masih perlu ditingkatkan lagi. Terdapat 3 sanksi bagi pelaku usaha yang merugikan konsumen diantaranya, ganti rugi, pidana dan administrasi pencabutan izin usaha sesuai dengan undang-undang perlindungan konsumen No.8 tahun 1999.Desa Cikolelet adalah Daerah Wisata yang dicanangkan sebagai Desa Wisata oleh Bupati Kabupaten Serang. Desa Cikolelet memiliki kawasan wisata yang sangat menarik, memiliki sumber daya alam dan kekayaan alam berlimpah. Pelaku UMKM mengolah dan memproduksinya serta memasarkannya kepada masyarakat pengunjung berupa Buah Kranji, Ceplis, Emping. Permasalahan yang dihadapi adalah pelaku UMKM belum sepenuhnya menyadari kewajiban apa saja terhadap produk yang dihasilkan. Hal mana dapat menyebabkan timbulnya sengketa dengan pembeli/pengunjung dan pemakai akhir yang merasa manfaat produk tidak sesuai dengan yang tertulis atau yang dijanjikan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan pelatihan dan pemberdayaan pelaku usaha Desa Cikolelet dalam melaksanakan penerapan Perlindungan Konsumen.
Development of a Digital Assessment Instrument for Professional Bridal Bun Practices Based on Multidimensional Item Response Theory (MIRT) Integrated with the Theory of Conservation of Indonesian Family Cultural Values Josua, Dian Pertiwi; Siregar, Jenny Sista; Sarifah, Iva; Tjalla, Awaluddin; Mahdiyah; Margono, Gaguk
JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation Vol. 11 No. 2 (2025): JISAE: Journal of Indonesian Student Assessment and Evaluation (on progress)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jisae.v11i2.61830

Abstract

This study developed a digital instrument to assess professional bridal bun practices, employing a method that evaluates multiple competencies simultaneously and is grounded in the preservation of Indonesian family cultural values. The study involved 120 participants, including cosmetology graduates and freelance makeup artists, who piloted a 30-item instrument that covered technical proficiency, visual aesthetics, and cultural values. The analysis demonstrated how effectively questions differentiated between different skill levels, with test scores indicating that the tool performed well in terms of both difficulty and quality. Expert reviews confirmed that the tool could fully measure technical, cultural, and ethical aspects of bridal hairstyling and that it helps share Indonesian family values. The finalized digital tool can serve educational and examination purposes in vocational schools. Overall, this study introduces a culturally relevant and accessible assessment instrument for vocational cosmetology, establishing competency standards, ensuring quality assurance, and preserving local traditions within the contemporary beauty sector. The primary limitations include a small participant pool and a focus on Indonesian values, necessitating further research with a broader cultural and temporal scope.
PERBEDAAN HASIL PENGURANGAN JERAWAT PADA KULIT WAJAH MENGGUNAKAN MASKER KEFIR SUSU KAMBING Sitompul, Astrid; Siregar, Jenny Sista; Atmanto, Dwi
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.447 KB) | DOI: 10.21009/JPTV.2.2.5

Abstract

Abstrak: Perbedaan Hasil Pengurangan Jerawat pada Kulit Wajah Menggunakan Masker Kefir Susu Kambing. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pengurangan jerawat pada kulit wajah menggunakan masker kefir susu kambing dengan penambahan bubuk kopi dan bubuk teh proporsi 5% dan 10% sebagai materi praktikum mata kuliah Perawatan Kulit Wajah Secara Manual pada program studi Pendidikan Tata Rias UNJ. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif komparatif dengan metode penelitian kuasi eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil pengurangan jerawat pada kulit wajah antara masker kefir susu kambing dengan penambahan bubuk kopi dan bubuk teh antara proporsi 10% dengan nilai rata-rata 7,61 (perlakuan 1) dengan proporsi 5% dengan nilai rata-rata 9,17 (perlakuan 2) dan 0% (kontrol) dengan nilai rata-rata 6,22. Nilai ini menunjukkan bahwa masker kefir susu kambing dengan penambahan bubuk kopi dan bubuk teh 5% lebih baik dari 10% lebih baik dari perlakuan 0% (kontrol) sebagai materi praktikum mata kuliah Perawatan Kulit Wajah Secara Manual di Program Studi Pendidikan Tata Rias, Universitas Negeri Jakarta.
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) BIDANG TATA RIAS PENGANTIN PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) KOTA CIMAHI PROVINSI JAWA BARAT Ramadhania, Marza Noor; Hanafi, Ivan; Siregar, Jenny Sista
Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Pendidikan Teknik dan Vokasional
Publisher : LPPM, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.95 KB) | DOI: 10.21009/JPTV.2.2.7

Abstract

Abstrak: Efektivitas Program Pelatihan Kecakapan Hidup (Life Skill) Bidang Tata Rias Pengantin pada Remaja Putus Sekolah di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Kota Cimahi Provinsi Jawa Barat, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana perencanaan (input); 2) bagaimana pelaksanaan (process); 3) bagaimana pencapaian hasil (output); 4) apakah dampak (outcome) dari pelaksanaan program pelatihan kecakapan hidup (life skill) bidang tata rias pengantin pada remaja putus sekolah Lembaga Kursus dan Pelatihan kota Cimahi Provinsi Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metoda deskriptif. Perencanaan (input) program pelatihan kecakapan hidup (life skill) bidang tata rias pengantin pada remaja putus sekolah di Lembaga Kursus dan Pelatihan kota Cimahi Provinsi Jawa Barat sudah cukup baik. Ini dapat dilihat dari identifikasi kebutuhan belajar yang sudah sesuai untuk peserta pelatihan, rekrutmen peserta pelatihan sudah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di lembaga, sarana dan prasarana belajar yang cukup lengkap dan memadai. Serta kesesuaian tujuan program pelatihan yang ingin dicapai. Ini dapat dilihat melalui evaluasi akhir yaitu uji kompetensi untuk menghasilkan lulusan peserta pelatihan yang berkompeten, terpercaya dan handal di bidang tata rias pengantin. Pelaksanaan (process) program pelatihan sudah cukup baik. Ini dapat dilihat dari proses pelatihan keterampilan tata rias wajah pengantin, menata rambut/sanggul pengantin, menata busana pengantin, dan menata asesoris pengantin. Hasil (Output) program pelatihan sudah efektif. Ini dapat dilihat dari pencapaian hasil uji kompetensi program pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) yang diperoleh peserta setelah selesai mengikuti program pelatihan. Dampak (Outcome) program pelatihan sudah efektif. Ini dapat dilihat dari dampak yang dirasakan oleh alumni peserta pelatihan yakni terhadap meningkatnya taraf hidup, melalui peningkatan pendapatan. Serta perubahan sikap kewirausahaan pada alumni peserta pelatihan. Secara umum Lembaga Kursus dan Pelatihan di kota Cimahi Provinsi Jawa Barat sudah berhasil mengimplemantasikan program pelatihan kecakapan hidup (life skill) bidang tata rias pengantin pada remaja putus sekolah.
Digital Source Criticism: Evaluating YouTube as Historical Evidence of Javanese Traditional Wedding Ceremonies Siregar, Jenny Sista; Josua, Dian Pertiwi
Diakronika Vol 25 No 2 (2025): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/diakronika/vol25-iss2/491

Abstract

This article criticism from internal and external sources on digital historical evidence in the form of YouTube videos. These videos complement printed historical evidence, including manuscripts, magazines, contemporary newspapers, and paintings, on Javanese traditional wedding ceremony traditions, especially those of the Yogyakarta and Surakarta Kratons. The research method employs the historical method, which includes heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. It primarily focuses on digital historical source criticism and is conducted through documentation studies utilizing YouTube and thematic coding analysis. This analysis is applied to data on traditional wedding ceremonies performed outside palace walls by government officials of the Republic of Indonesia at their children's weddings. The study's results show: (a) Difficulty in finding printed sources can be supplemented with digital historical sources, such as YouTube videos covering Javanese traditional wedding ceremonies. (b) Internal criticism encompasses evaluating the suitability of the event's broadcast time and date, the appropriateness of the title and content in photos, videos, or text, the validity and authenticity of the archives, and the video's purpose. (c) External criticism involves assessing the creator's account credibility, witnesses, sources, and reference materials in the videos. Videos are stored as historical evidence using links and metadata, including keyword specifications, synonyms, video title, channel name, and publication date, so the same video can be found again
Pengembangan Video Pembelajaran Make Up Panggung Tari Kreasi Betawi Untuk Siswa Kelas Xi Program Keahlian Seni Tari Smk Negeri 57 Jakarta Adjani, Byandra Sevi; Siregar, Jenny Sista; Jubaedah, Lilis
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.C (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam proses pembelajaran praktik seperti tata rias panggung untuk tari kreasi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis video yang menampilkan tutorial make up panggung tari kreasi Betawi, khususnya Tari Lenggang Nyai, sebagai sarana pembelajaran mandiri bagi siswa kelas XI Program Keahlian Seni Tari di SMK Negeri 57 Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Proses dimulai dengan identifikasi kebutuhan dan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara, dilanjutkan dengan perancangan storyboard, produksi video, serta uji validasi oleh ahli materi dan media, kemudian diuji praktikalitasnya oleh peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video ini tergolong “sangat layak” dan “sangat praktis” berdasarkan hasil validasi yang mencapai nilai lebih dari 80% dari kedua aspek tersebut. Video pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap teknik rias panggung yang sesuai dengan tema tari Betawi, tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar serta memungkinkan latihan secara mandiri di luar jam sekolah.
Pengaruh Konten Instagram Akun @Habiramaliki Terhadap Motivasi Belajar Ke Luar Negeri Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Rias Liliitya, Mayang Madana; Siregar, Jenny Sista; Ambarwati, Neneng Siti Silfi
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten Instagram akun @habiramaliki terhadap motivasi mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta dalam melanjutkan studi ke luar negeri. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin berkembangnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi pendidikan yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki fungsi edukatif dalam mendukung pengambilan keputusan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 39 responden dari total populasi 73 mahasiswa aktif angkatan 2019 dan 2020. Uji validitas dan reliabilitas instrumen dilakukan menggunakan Pearson Product Moment dan Cronbach’s Alpha dengan bantuan SPSS versi 25. Selanjutnya, analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat motivasi mahasiswa untuk studi ke luar negeri berada dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata 2,63, sedangkan persepsi terhadap konten Instagram juga tinggi dengan nilai rata-rata 2,66. Uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,401 dengan nilai signifikansi 0,012, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara persepsi terhadap konten Instagram dan motivasi melanjutkan studi ke luar negeri. Penelitian ini menunjukkan bahwa konten edukatif berbasis pengalaman pribadi di media sosial, seperti akun @habiramaliki, dapat berperan sebagai faktor eksternal yang mendorong mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi peluang pendidikan internasional.
Pengembangan E-Modul Seserahan Pengantin Betawi pada Mata Kuliah Sejarah Mode Salshabilla, Natasha Alief; Siregar, Jenny Sista; Supiani, Titin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi dalam pengembangan media pembelajaran sangat dibutuhkan pada era digitalisasi ini untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Namun, didapatkan bahwa belum tersedia media pembelajaran interaktif e-modul pada mata kuliah Sejarah Mode khususnya yang membahas materi seserahan pengantin Betawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul seserahan pengantin Betawi pada mata kuliah Sejarah Mode di Program Studi Pendidikan Tata Rias Universitas Negeri Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penilaian kelayakan melalui uji validitas oleh ahli materi mendapatkan hasil 91% dan oleh ahli media mendapatkan hasil 85% sehingga dinyatakan “sangat layak”. Penilaian kelayakan juga dilakukan kepada peserta didik melalui uji praktikalitas one to one (3 mahasiswa) yang memperoleh hasil 87%, serta uji praktikalitas small group (15 mahasiswa) yang memperoleh hasil 91% dengan kategori “sangat layak”. Untuk mengetahui tingkat efektifitas e-modul, peneliti melakukan pretest dan post-test kepada 15 mahasiwa, dengan hasil N-Gain skor 0,88 yang termasuk kategori “tinggi”, serta presentase N-Gain 87,63% sehingga e-modul tergolong “efektif”. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa e-modul seserahan pengantin Betawi layak digunakan sebagai media pembelajaran yang praktis efektif pada mata kuliah Sejarah Mode.