Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Peningkatan Nilai-Nilai Anti Korupsi pada Pemuda Orang Asli Papua di Era Otonomi Khusus Rudini Hasyim Rado; Adi Sumarsono; Muhammad Saiful Fahmi; Restu Monika Nia Betaubun
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5211

Abstract

It cannot be denied that the onslaught of consumptive lifestyle changes due to the existence of Special Autonomy funds has the potential to cause corrupt behaviour. In fact, it could result in the failure to achieve development goals and improvements in the quality of life in the Papua region. To ensure that Otsus is not merely a fleeting ‘euphoria,’ mitigation efforts are necessary, including legal education initiatives aimed at instilling anti-corruption values among the indigenous youth of Papua (OAP) during the Special Autonomy (Otsus) era. The implementation of this service activity uses a socialisation/education method with techniques such as lectures, case studies, educational videos, discussions, and evaluations. The results of this service activity received positive feedback and responses from the OAP youth as the future leaders. The understanding of corruption prevention based on the integration of anti-corruption values as a strategic step in shaping culturally aware and legally conscious OAP youth begins from the family environment to the surrounding community, especially considering that the impact of corruption can hinder development in the Otsus era. Based on the results obtained after evaluation, there was a significant increase in knowledge of anti-corruption values.
Motivasi Tenaga Pengajar Di Pedalaman Papua Dalam Mengajar dan Melanjutkan Studi pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (Sebuah Kajian Fenomenologis) Agus Kichi Hermansyah; Adi Sumarsono; Dewi Puji Rahayu; Fredy Fredy
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 29 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v29i12020p51-63

Abstract

This research aims to study and analyze the phenomena of teacher motivation in teaching and continuing studies in Higher Education. This study used a qualitative phenomological approach, which involved as many as five participants from the teachers who continued their studies in the PGSD Department at Musamus University. The process of collecting data through interview and observation methods. The main motivational research results of teachers teaching largely because of motivation from outside, namely permanent employment and income, there is also an internal motivation that is serving the country, and awareness to contribute. Motivation for continuing studies is encouragement to adjust to government regulations. The factor of getting prosperity is the last motivation because there is awareness to serve as a teacher. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisa fenomena motivasi tenaga pengajar dalam mengajar dan melanjutkan studi di Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis, yang melibatkan partisipan sebanyak lima orang guru yang melanjutkan studi di jurusan PGSD Universitas Musamus. Proses pengumpulan data melalui metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan motivasi utama guru mengajar sebagian besar karena motivasi dari luar, yaitu pekerjaan tetap dan mendapatkan penghasilan; motivasi internal untuk mengabdi kepada negara serta kesadaran untuk berkontribusi. Motivasi melanjutkan studi meliputi dorongan penyesuaian dengan peraturan pemerintah. Faktor mendapatkan kesejahteraan menjadi motivasi terakhir karena terdapat kesadaran untuk mengabdi sebagai guru.
GASTOMER MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL PAPUA Retno Wuri Sulistyowati; Adi Sumarsono; Diah Harmawati; Mega Suteki; Ni Luh Putu Nita Yulianti
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.10186

Abstract

Buti Village, located on Arafura Street, Merauke Regency, South Papua Province, is home to Indigenous Papuans (OAP) from the Marind Tribe whose livelihoods are closely connected to traditional fishing activities. The village is endowed with local fishery resources, particularly gastor fish (Channa striata), which has the potential to be further developed into value-added products to support community-based economic activities. Strengthening the capacity of local communities through skills development and entrepreneurship support is therefore considered an important step in optimizing this local potential. This community service activity was designed to support community empowerment through entrepreneurship training and hands-on assistance in processing gastor fish into marketable products. The activities were carried out through several stages, including mapping local potential, technical training on fish processing, assistance in packaging and branding, and basic marketing guidance. The program resulted in the development of five gastor-based products marketed under the GASTOMER brand, including fish crackers, nuggets, shredded fish (abon), gastor chili sauce, and organic fertilizer derived from fish waste. Beyond product development, the program also contributed to improving practical skills, encouraging community participation in small-scale entrepreneurship, and supporting local economic initiatives based on available resources. Overall, the activity highlights the importance of community-based empowerment programs as a practical approach to strengthening local capacities and supporting sustainable economic development in Buti Village. ABSTRAK Kampung Buti di Jalan Arafura, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan merupakan kampung yang mayoritas dihuni oleh Orang Asli Papua (OAP) dari Suku Marind dengan mata pencaharian utama di sektor perikanan. Kampung ini memiliki potensi sumber daya ikan gastor (Channa striata) yang cukup melimpah dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Namun, pemanfaatan potensi tersebut masih memerlukan penguatan melalui peningkatan keterampilan pengolahan, manajemen usaha, dan inovasi produk. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan dan pendampingan pengolahan ikan gastor menjadi produk UMKM. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi potensi, pelatihan produksi, pendampingan pengemasan dan pelabelan, serta penguatan strategi pemasaran produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan lima produk olahan ikan gastor dengan merek GASTOMER yaitu kerupuk, nugget, abon, sambal ikan gastor, dan pupuk organik berbahan limbah ikan yang memiliki nilai ekonomis. Kegiatan ini juga meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan produk, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta membuka peluang pengembangan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi dan penguatan kapasitas masyarakat Kampung Buti.
Kecenderungan Gaya Belajar Mahasiswa dalam Mengikuti Implementasi Penugasan Dosen Sekolah Adi Sumarsono; Nyoman Widiantari; Etriana Meirista
Journal Of Sport Education (JOPE) Vol. 2 No. 1 (2019): December
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/j0gtc944

Abstract

Proses perkuliahan dapat tercapai sesuai arahan kurikulum jika interaksi antara ilmu yang diberikan dan respon penerima dapat terjadi nyata secara linier. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kecenderungan gaya belajar mahasiswa saat mengikuti perkuliahan pada program Penugasan dosen Sekolah (PDS) pada mata kuliah kepalatihan dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subyek yang dilibatkan dari penelitian ini sebanyak dua kelas yang terdiri dari masing-masing kelas sebanyak 32 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket skala belajar, wawancara dan dokumentasi. Aspek yang hendak diukur dalam penelitian ini meliputi tiga aspek yaitu, gaya belajar visual, gaya belajar auditori dan gaya belajar kinestetik. Hasil penelitian ini adalah terdapat kecenderugan gaya belajar mahasiswa di jurusan pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi dalam mengikuti perkuliahan Implementasi PDS. Adapun hasil dari penelitian ini dapat dijelaskan bahwa gaya belajar visual sebesar 38,30%, sedangkan gaya belajar auditori sebesar 53,55% dan juga gaya belajar kinestetik mahasiswa sebesar 96,30%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mahasiswa pada jurusan PJKR UNMUS lebih cenderung suka dan mudah dalam memahami jika materi yang disampaikan dalm bentuk di keterampilan yang langsung dipraktekkan dari pada menggunakan gaya belajar yang mempunyai kecenderungan selain kinestetik.
Integrasi Pendidikan dan Sport Tourism melalui Pengabdian Berbasis Aero Sport di Kabupaten Merauke Ade Yuni Sahruni; Carolus Wasa; Muktamar Umakaapa; Ronny Brayntin Rahail; Ronald; Febry Ramadhani Suradji; Damaris Marlissa; Dani Nurcholis; Pricilya Margaretha Warwuru; Adi Sumarsono
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol. 7 No. 2 (2026): Juli (2026)
Publisher : PJKR Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v7i2.844

Abstract

Program pengabdian kepada Masyarakat berbasis aero sport di kabupaten Merauke dilaksanakan sebagai upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi aero sport serta mendukung pengembangan sport tourism di Papua Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari terdiri dari Teori dan Praktek lapangan yang melibatkan sebanyak 20 mahasiswa jurusan Penjaskesrek Universitas Musamus dan dilaksanakan selama dua hari dalam empat sesi meliputi : teori, diskusi, praktik lapangan serta evaluasi yang dipandu oleh instruktur berlisensi dari FASI Prov. Papua Selatan. Metode pelaksanaan mencakup tahapan, edukasi dan sosialisasi, implementasi lapangan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, minat dan motivasi mahasiswa terhadap aero sport. Berdasarkan hasil pretest dan postest, pemahaman mahasisiwa sebesar 42,5%. Selain itu, publikasi kegiatan turut meningkatkan informasi Masyarakat mengenai aero sport sebagai potensi baru daerah. Program ini memeberikan kontribusi positif bagi pengembangan kompetensi mahasiswa serta memperkuat kerja sama antara Universitas Musamus dan FASi Prov. Pupua Selatan.
SURVEI TINGKAT PEMAHAMAN SISWA TERHADAP USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS) DI SMK SE-KOTA MERAUKE Jori Lahinda; Feronika S. Jamlaay; Adi Sumarsono; Martha Betaubun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.707

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan satu variabel tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan instrumen berupa angket. Hasil dari angket tersebut akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan dituangkan dalam bentuk presentase. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMK Se Kota Merauke dengan nilai rata-rata tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah yaitu 91,05%. Tingkat pemahaman siswa terhadap Usaha Kesehatan Sekolah dengan kategori sangat tinggi sebesar 4,4%, tinggi sebesar 27,8%, sedang 38,5%, rendah 23,4% , dan sangat rendah 5,9%. Kesimpulan yang didapat bahwa tingkat pemahaman siswa terhadap UKS berdasarkan faktor pendidikan kesehatan, pelayanan, kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat berada pada kategori sedang. Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).