Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran UMKM Rumah Keripik Mahira dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen Lianasari; Hasmawati, Fifi; Trisiah, Anita
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 1 No. 3 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v1i3.893

Abstract

Penelitian ini berjudul “Strategi Komunikasi Pemasaran UMKM Rumah Keripik Mahira dalam Meningkatkan Minat Beli Konsumen”. Penelitian ini bermaksud untuk menguraikan secara mendalam tentang UMKM Rumah Keripik Mahira yang merupakan salah satu UMKM yang berupa produk makanan ringan dengan berbagai macam pilihan rasa.Pemasaran Rumah Keripik Mahira memiliki jangkauan yang cukup luas dalam golongan UMKM yang sedang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran UMKM Rumah Keripik Mahira dalam meningkatkan minat beli konsumen.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif, terdapat tiga orang informan dalam penelitian ini yaitu owner Rumah Keripik Mahira, karyawan Rumah Keripik Mahira dan Konsumen. Penelitian ini menggunkan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori bauran pemasaran. Dengan menggunakan metode Triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Hasil dan kesimpulan yang peneliti dapatkan bahwa strategi komunikasi pemasaran UMKM Rumah Keripik Mahira dalam meningkatkan minat beli konsumen dilakukan dengan 3 tahap, yaitu pertama, tahap perencanaan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Rumah Keripik Mahira adalah mengidentifikasi sasaran audiens, memilih agensi atau mitra kerja. Kedua, tahap pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran Rumah Keripik Mahira melakukan kegiatan periklanan di berbagai media yaitu media sosial seperti (instagram, facebook, instagram), mengikuti event dan pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth). Pada pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran Rumah Keripik Mahira juga sangat memerhatikan dan mempertimbangkan bauran pemasaran dengan (4P) yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), dan promotion (promosi). Ketiga, Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi, tahap evaluasi dilakukan Rumah Keripik Mahira untuk melihat hasil dari perencanaan dan pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan Rumah Keripik Mahira serta untuk menjadi bahan pertimbangan dalam membenahi proses komunikasi pemasaran yang dilakukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dengan mengandalkan unsur product, price dan place menggunakan mitra dengan mengandalkan pemasaran mitra berjalan efektif dalam meningkatkan penjualan, hal ini tak luput dari salah satunya adalah pemilihan kemasan produk Rumah Keripik Mahira yang berkualitas yang menarik sahingga dengan mudah menarik pasar dan menjadi pilihan masyarakat terlebih pendistrubusian yang menjangkau luas hingga luar kota.
Efektivitas Grup Facebook TKSCI (Toyota Kijang Super Community Indonesia) Wong Kito Galo Sebagai Media Informasi Dan Silaturahmi Ilyas Andriansyah, Muhammad; Hasmawati, Fifi; Randicha Hamandia, Muhammad
Bahasa Indonesia Vol 4 No 2 (2023): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2023
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v4i2.672

Abstract

Di era globalisasi ini, kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi semakin memperngaruhi kehidupan manusia. Hal ini kemudian mejadikan manusia sebagai mahluk sosial. Seperti saat ini, perkembangan teknologi kominikasi semakin maju dan pesat, sehingga manusia mampu berinterkasi tanpa harus bertatap muka. Salah satu teknologi yang paling berdampak saat ini adalah berkembangnya internet, sehingga mampu menjadi sarana berkomunikasi. Dengan adanya media sosial, masyarakat dimudahkan untuk saling berkomunikasi dimanapun dan kapanpun dalam ruang dan waktu yang tidak terbatas, sehingga saat ini media sosial menjadi diminati. Beberapa contoh media sosial yang paling sering digunakan khalayak banyak saat ini antara lain adalah Youtube, Facebook, Whatsapp, Twitter dan Tiktok. Facebook merupakan website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan dan memperbaharui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya. Selain dari pada itu untuk menghilangkan kejenuhan, mereka menggunakan jejaring sosial sebagai bahan hiburan, informasi dan lain-lain. Sehingga situs jejaring sosial dapat memengaruhi mereka dalam berinteraksi
GAYA KOMUNIKASI FEMINIM DAN MASKULIN DI FILM MARS MET VENUS Nurkhalisa, Waliya; Hasmawati, Fifi; Hamandia, Muhammad Randicha
Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/virtu.v3i1.31813

Abstract

ABSTRACT“Feminine and Masculine Communication Styles in the 2017 Mars Met Venus Film”. The interesting thing that made the researchers conduct this research was about feminine and masculine communication when in a romantic relationship, and the film Mars Met Venus 2017 raised how the differences in communication between women and men. The 2017 Mars Met Venus film divides the film into two parts, namely "Part Girl" and "Part Boy" to see how each male partner views when communicating using firm and strong language while women speak in a gentle and stereotypical patriarchal tone. The purpose of this study is to find out how feminine and masculine communication styles are in different languages, such as bracelets and waves, as well as emotions and fights in the film Mars Met Venus. The method used in this research is descriptive qualitative research. The technique used in this research is content analysis. The findings from this study that can be identified are: feminine and masculine communication styles in different languages, namely: the first scene tells that women use figurative language to express what they feel, while the men in this film speak as they are, but the men try to translate requests hidden and choose to give up to maintain the relationship. Feminine and masculine communication styles in the category of rubber bands and waves, in the next scene shows the approaching period of how a man makes a sign of love then withdraws, then approaches again. When a woman feels loved, her self-esteem fluctuates like a wave. The last scene is about emotions and fights, women and men have different emotional needs, women will provide what is needed by emotions just like men, this makes each individual disappointed.
Strategi Kemampuan Public Speaking Remaja Childhood Trauma di MTsN 1 Palembang: Penelitian Dzar Al-Ghifari, Kgs.M.Abu; Hasmawati, Fifi; Assoburu, Selvia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3705

Abstract

This research is entitled “Public Speaking Skill Strategies for Adolescents with Childhood Trauma at MTsN 1 Palembang.” The purpose of this study is to identify the strategies applied in developing public speaking skills among adolescents who have experienced childhood trauma and to understand the factors that influence their self-confidence in speaking in public. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observation, and documentation. The subjects of this research are several students of MTsN 1 Palembang who have a history of childhood trauma experiences, as well as guiding teachers involved in the mentoring process.The results show that adolescents with childhood trauma tend to experience anxiety, fear of judgment, and a lack of self-confidence when speaking in front of others. However, through appropriate strategies such as emotional guidance, gradual training, supportive interpersonal approaches, and the application of relaxation techniques before speaking, the students showed improvement in their communication abilities and confidence to speak in public.In conclusion, the development of public speaking skills for adolescents with childhood trauma requires strategies that not only focus on the technical aspects of speaking but also on emotional recovery and the enhancement of psychological safety. An empathetic approach from teachers and the school environment plays an important role in building adolescents’ self-confidence to communicate effectively.
The Impact of Clickbait News on Online Media Audiences from the Perspective of Islamic Communication: A Case Study of PALTV.disway.id Palembang Muliawan, Juan; Bukhori, K.A; Hasmawati, Fifi
AJIS: Academic Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/ajis.v10i2.13175

Abstract

The phenomenon of clickbait news dissemination in online media has become a serious concern due to its potential influence on readers’ mindsets and behavior, particularly within Muslim communities. This study aims to analyze the impact of clickbait news on readers of PALTV.disway.id in Palembang City from the perspective of Islamic communication. The research employs a qualitative method with a descriptive approach, utilizing observation, in-depth interviews with active readers, journalists, and religious figures, as well as documentation analysis. The findings indicate that clickbait news frequently leads to information misunderstanding and a decline in the quality of readers’ Islamic understanding, especially when headlines are not aligned with the content. From the perspective of Islamic communication, such practices contradict the principles of ṣidq (truthfulness), tablīgh (transparency), and amānah (trustworthiness) in information dissemination. Another finding reveals an increased level of skepticism toward media outlets that present Islamic issues, driven by the frequent use of provocative headlines unsupported by adequate content. This study highlights the urgency of integrity in Islamic journalism and the importance of media literacy within society. The integration of digital media analysis with Islamic communication principles constitutes the originality of this research. The results are expected to provide practical contributions for media practitioners, government institutions, and da‘wah organizations in formulating more ethical communication strategies, as well as academic contributions to the development of Islamic communication studies in the digital era.