Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gema Pendidikan

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) di SULAWESI TENGGARA La Ode Turi
Gema Pendidikan Vol 22, No 1 (2015): JURNAL GEMA PENDIDIKAN VOLUME 22 NO 1 TAHUN 2015
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.127 KB) | DOI: 10.1234/gapend.v22i1.2799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menggali informasi yang berkaitan dengan permasalahan-permasalahan mendasar berkaitan dengan (a) perencanaan  pembelajaran akuntansi; (b) pelaksanaan  pembelajaran akuntansi; dan (c) evaluasi  pembelajaran akuntansi. Penelitian dilaksanakan di Sulawesi Tenggara, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnopedagogi, dimana dalam praktek pendidikan memandang bahwa pengetahuan atau kearifan lokal sebagai sumber inovasi dan keterampilan yang dapat diberdayakan untuk kesejahteraan masyarakat, dan tidak hanya mempelajari tentang masyarakat, akan tetapi juga belajar dari masyarakat itu sendiri. Subjek dalam penelitian ini dipilih dari para guru akuntansi dan para siswa serta dokumen perangkat pembelajaran. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) permasalahan mendasar yang berkaitan dengan perencanaan pembelajaran akuntansi terdiri atas (a) permasalahan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, meliputi: KTSP, program tahunan dan semesteran, penyusunan silabus, penyusunan RPP, penyiapan buku nilai, penyiapan buku daftar hadir tatap muka siswa, penyiapan hasil analisis ulangan harian, dan penyiapan catatan tugas perbaikan serta pengayaan; (b) permasalahan dalam pengembangan materi pembelajaran, (c) mengembangkan model dan metode pembelajaran, (d) mengembangkan media dan alat bantu pembelajaran, (e) penentuan alat evaluasi pembelajaran; (2) permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi (a) kegiatan pendahuluan, dimana para guru akuntansi dapat menyampaikan apresepsi, motivasi dan penyampaian tujuan pembelajaran yang jelas sesuai kompetensi yang diharapkan, (b) kegiatan inti, dimana guru melaksanakan pembelajaran selalu berpedoman pada RPP, menerapkan materi sesuai tujuan, menggunakan model dan metode pembelajaran yang sudah didesain, menggunakan alat peraga/media yang telah didesain, menciptakan partisipasi aktif dari siswa dan guru selaku fasilitator dan motivator; (3) permasalahan yang berkaitan dengan evaluasi dan tindak lanjut yaitu guru selalu mengevaluasi dari segi proses maupun hasil setelah berakhirnya pembelajaran dan guru selalu memberikan tugas-tugas latihan secara kelompok dan individu, baik di sekolah maupun di rumah serta di masyarakat. Kata kunci : permasalahan pembelajaran akuntansi di SMK
STUDI KELAYAKAN PERCEPATAN PENINGKATAN ANGKA PARTISIPASI SISWA KEJURUAN DI SULAWESI TENGGARA La Taena; La Ode Turi
Gema Pendidikan Vol 1, No 20 (2013): Jurnal Gema Pendidikan Volume 20 Nomor 1 Tahun 2013
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.289 KB) | DOI: 10.36709/gapend.v1i20.1697

Abstract

Abstrak:  telah dilakukan penelitian tentang Studi kelayakan percepatan peningkatan angka partisipasi siswa kejuruan  di sulawesi tenggara. Tujuan penelitian  ini  adalah  merumuskan program percepatan peningkatan akses dan pemerataan layanan pendidikan tingkat menengah kejuruan berdasarkan karakteristik wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara guna mendukung target pemerintah dalam rangka percepatan peningkatan angka partisipasi  siswa kejuruan  sebesar 70% siswa SMK dan 30% siswa SMA hingga tahun 2015. Prosedur  penelitian dilaksanakan  secara  deskriptif  kualitatif, yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari,  serta  membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami. Hasil  kajian  penelitian  menunjukkan bahwa  (1) upaya yang efektif untuk mempercepat akses dan peningkatan angka partisipasi siswa kejuruan adalah dengan  membuka jurusan-jurusan kejuruan pada SMA  melalui  model  Comprehenship  School  System; (2) yang menjadi factor pendukung atas kelayakan pembukaan SMA  kejuruan, yaitu (a) adanya dukungan dari pihak  pemerintah  dan masyarakat, (b) kondisi sekolah pendukung dengan adanya ketersediaan siswa, minat siswa yang semakin tinggi, ketersediaan pendidik, kesiapan sarana-prasarana pendukung; (3) yang menjadi factor penghambat adalah: (a) kurikulum yang  kurang sistematis dan sistemik, pada tataran kebijakan konseppengembangan kurikulum dapat disusun dengan baik  namun dalam implementasinnya banyak kendala yang dihadapi sekolah dan para  guru, (b) dukungan  dan  peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan  kejuruan  masih kurang optimal, (c) masih belum profesionalnya sumber daya manusia penyelenggara pendidikan  kejuruan, (d)  sarana-prasarana dan fasilitas pembelajaran kurang memadai