Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Public Relations Officer dalam Menangani Keluhan Tamu pada Departement Front Office: (Studi Kasus Capa Resort Maumere) Indah, Emilia Faujia; Retu , Markus Kristian; Mustafa, Intan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.928

Abstract

Perkembangan industri perhotelan, seperti yang terjadi di Capa Resort Maumere, telah memicu persaingan yang sangat ketat, sehingga pelayanan yang prima (service excellent) menjadi faktor penting dalam memuaskan tamu. Dalam hal ini, penanganan keluhan tamu dilakukan secara khusus oleh Public Relations Officer (PRO), yang berperan sebagai bagian dari strategi penanganan keluhan untuk memastikan setiap masalah dapat diatasi dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam penanganan keluhan serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut oleh Public Relations Officer di Capa Resort Maumere. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, serta pengalaman sebagai front office yang pernah menangani keluhan tamu. Public Relations Officer bertanggung jawab untuk menangani ketidakpuasan tamu yang timbul akibat pelayanan yang diberikan. Di Capa Resort Maumere, strategi penanganan keluhan meliputi beberapa tahap, antara lain mendengarkan keluhan, menyampaikan permintaan maaf, melakukan crosscheck sistem, dan pemulihan pelayanan untuk tamu. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penanganan keluhan di hotel ini termasuk penerapan prosedur operasi standar (SOP) yang jelas, yang menjadi kekuatan dalam menangani keluhan. Namun, faktor emosional tamu juga bisa menjadi penghambat, karena dapat memperburuk situasi dan memperlambat penyelesaian keluhan. Secara keseluruhan, penanganan keluhan oleh front office Capa Resort Maumere didasarkan pada SOP yang lengkap dan sistem crosscheck ganda, yang memastikan keluhan ditangani dengan tepat dan detail. Dengan adanya prosedur crosscheck ganda ini, penanganan keluhan menjadi lebih efisien dan dapat meminimalkan munculnya keluhan yang sama setelah masalah terselesaikan. Kata Kunci: Public Relations Officer, Perhotelan, Capa Ressort, Front Office, Layanan Tamu
Pemanfaatan Media Sosial Facebook “Buletin Sikka” Sebagai Media Publikasi Kegiatan Pemerintahan (Studi Deskriptif Pada Bidang Protokol dan Komunikasi Pimpinan) TB Inan Malywanni Woga; Intan Mustafa; Markus Kristian Retu
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 4 No 2 (2024): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jci.v4i2.501

Abstract

This research aims to analyze the use of Facebook social media, especially the "Sikka Bulletin" page as a means of publishing government activities carried out by the Protocol and Communication Section of the Sikka Regency Leadership. In the digital era, social media has become an important means of disseminating information quickly and widely to the public. This research uses qualitative methods with a descriptive approach, as well as data collection techniques through participatory, non-participatory observation, and interviews with Facebook users and documentation. The research results show that the "Sikka Bulletin" is effective in conveying information related to government activities to the public. However, there are several aspects that need to be improved, such as optimizing posting times, increasing interaction with the public, and presenting more complete information. The improvements made can increase the effectiveness of publications and strengthen communication between the government and the community. Apart from that, a more effective promotional strategy is needed to expand the reach of the content. Overall, the Sikka Bulletin has great potential to become a more transparent and interactive publication media, so that it can strengthen relationships and encourage community participation in various government activities.
The Role of Effective Communication Training to Improve Skills and Productivity by the Sikka Regency Manpower and Transmigration Service Silvesta, Yosefina Pausta; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1558

Abstract

Effective communication is crucial in enhancing skills and productivity in various sectors, including community and organizational development. Conflicts often arise in daily interactions, and effective communication plays a pivotal role in identifying and resolving these issues constructively. This research aims to describe the activities carried out during training organized by the Sikka Regency Manpower and Transmigration Service at the Karya Ilahi Foundation and Avco Dai Adaesa Bola Processing to find out the role of effective communication in improving skills and productivity at the Karya Ilahi Foundation. Researchers used descriptive qualitative research methods. Data collection techniques use observation and documentation. The results show that with effective communication, conflicts can be identified and resolved in a constructive way. Interesting during the training at the divine work foundation: This training provides a number of materials about dealing with children with special needs, so that teachers and employees are better prepared to deal with various situations in the school environment. Providing this training helps the community to better utilize local resources such as coconut which can be processed with various types, one of which is VCO.
Pelatihan Public Speaking dalam Peningkatan Kapasitas bagi Penasihat Anak terkait Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur Mustafa, Intan
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.311

Abstract

The fulfillment of children's rights is a shared responsibility that requires active participation from various stakeholders, including child advisors who interact directly with children in diverse contexts. Effective communication skills, particularly in public speaking, are essential for child advisors to convey information, build trust, and advocate for children's rights effectively. This program aimed to enhance the capacity of child advisors through a comprehensive and practical public speaking training. Organized by Yayasan FREN, the training served as a contribution to strengthening the role of child advisors across different sectors. The methods used included lectures, simulations, hands-on practice, and performance evaluations. Results showed that 95% of participants found the training highly beneficial, with many expressing hopes that similar trainings be conducted regularly, both in their respective schools and at the district level. Additionally, there was a significant improvement in participants’ self-confidence, public speaking techniques, and understanding of the importance of effective communication in advocating for children's rights. Therefore, this training not only enhanced technical skills but also reinforced the role of child advisors as agents of change in the protection and fulfillment of children's rights. Pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk penasihat anak yang berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam berbagai konteks. Kemampuan komunikasi yang efektif, khususnya dalam bentuk public speaking, menjadi keterampilan penting bagi penasihat anak untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan, dan memperjuangkan hak-hak anak secara optimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penasihat anak melalui pelatihan public speaking yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan FREN sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan peran penasihat anak di berbagai lini. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, simulasi, praktik langsung, dan evaluasi performa peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 95% menyatakan pelatihan sangat bermanfaat, dan banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar pelatihan seperti ini dilanjutkan secara berkala, baik di sekolah masing-masing maupun dalam skala kabupaten. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, teknik berbicara di depan umum, serta pemahaman peserta terhadap pentingnya komunikasi efektif dalam advokasi pemenuhan hak anak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat peran penasihat anak sebagai agen perubahan dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
STRATEGI KOMUNIKASI PROTOKOLER DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN AGENDA PIMPINAN DAERAH PADA BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIS DAERAH Subang, Donatus Bernald; Mustafa, Intan; Retu, Markus Kristian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9340

Abstract

Changes in the schedule of regional leaders are an inevitable part of the dynamic nature of local government administration. This condition requires the Protocol and Leadership Communication Division to implement effective, adaptive, and well-coordinated communication strategies to ensure that protocol duties are carried out optimally. This study aims to analyze protocol communication strategies in responding to changes in regional leaders’ agendas, identify the obstacles encountered, and examine the efforts undertaken to overcome these challenges. This research employs a qualitative approach using a case study design and was conducted at the Protocol and Leadership Communication Division of the Regional Secretariat of Sikka Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected using purposive sampling. Data analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that protocol communication strategies in addressing changes in regional leaders’ agendas are implemented through strengthened internal coordination, intensive vertical communication with regional leaders, and ethical and professional external communication with relevant stakeholders. The main obstacles identified include time constraints, differences in perceptions among related parties, and limitations in human resources. To address these challenges, efforts are made to enhance communication intensity, conduct routine evaluations, clarify task distribution, and improve the competence of protocol officers. This study concludes that adaptive and well-coordinated protocol communication strategies play a crucial role in ensuring the smooth implementation of regional leaders’ agendas amid dynamic changes. ABSTRAK Perubahan agenda pimpinan daerah merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kondisi tersebut menuntut Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan untuk memiliki strategi komunikasi yang efektif, adaptif, dan terkoordinasi agar pelaksanaan tugas keprotokolan tetap berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilaksanakan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah dilakukan melalui penguatan koordinasi internal, komunikasi vertikal yang intensif dengan pimpinan daerah, serta komunikasi eksternal yang beretika dan profesional dengan para pemangku kepentingan. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan persepsi antar pihak terkait, serta keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi hambatan tersebut, dilakukan upaya peningkatan intensitas komunikasi, evaluasi rutin, pembagian tugas yang jelas, serta peningkatan kompetensi aparatur protokoler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi protokoler yang adaptif dan terkoordinasi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ag enda pimpinan daerah di tengah perubahan yang dinamis.
PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA BAGIAN SEKRETARIAT DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH Yuliani, Rosalia; Mustafa, Intan; Kedoh, Lodowik Nikodemus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9342

Abstract

The application of good governance principles is a crucial foundation for regional bureaucratic reform, but in reality, it is often hampered by resource capacity and organizational culture. This study aims to analyze the implementation of good governance in the Secretariat Section of the Regional Archives and Library Service of Sikka Regency. Using a descriptive qualitative approach, data were extracted using in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed through reduction, presentation, and verification. The research findings indicate that the application of good governance principles has been implemented but is not yet optimal. The principles of transparency and accountability were identified as being well-functioning internally, but information disclosure to the public is still very limited. Similarly, participation is still dominated by internal parties without significant involvement from the external community. The main obstacles were found in the aspects of professionalism and effectiveness due to the lack of competency of the apparatus and the low adoption of information technology in the still manual archiving system. The main conclusion emphasizes that optimization of secretariat governance is urgently carried out through expanding access to public transparency, implementing performance-based accountability, involving external participation, and modernizing the digital-based administration system to achieve excellent public service. ABSTRAK Penerapan prinsip good governance menjadi fondasi krusial dalam reformasi birokrasi daerah, namun realitasnya sering terkendala oleh kapasitas sumber daya dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola pemerintahan yang baik pada Bagian Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data digali menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance telah dilaksanakan namun belum optimal. Prinsip transparansi dan akuntabilitas teridentifikasi sudah berjalan baik secara prosedural internal, namun keterbukaan informasi bagi publik masih sangat terbatas. Demikian pula, partisipasi masih didominasi pihak internal tanpa pelibatan signifikan dari masyarakat luar. Hambatan utama ditemukan pada aspek profesionalisme dan efektivitas akibat minimnya kompetensi aparatur serta rendahnya adopsi teknologi informasi dalam sistem kearsipan yang masih manual. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi tata kelola sekretariat mendesak dilakukan melalui perluasan akses transparansi publik, penerapan akuntabilitas berbasis kinerja, pelibatan partisipasi eksternal, serta modernisasi sistem administrasi berbasis digital guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.    
PENGELOLAAN SOCIAL MEDIA RESPONSE TEAM UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV Koban, Elisabeth Septiani Bonewati; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9343

Abstract

This study aims to examine and analyze the management of a social media response team in enhancing publicity at the Class IV Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Laurentius Say Maumere. The background of this research is based on the growing importance of social media as an effective public communication tool for government institutions in disseminating information, building a positive image, and increasing public engagement. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation related to the social media management activities at KSOP Class IV Laurentius Say Maumere. The results indicate that the management of the social media response team includes content planning, information dissemination, and public response management through social media platforms. These strategies contribute to increasing publicity and strengthening the institution’s public image. However, several challenges remain, such as limited human resources and inconsistencies in content updates. The study concludes that well-planned and responsive social media response team management plays an important role in enhancing the publicity of KSOP Class IV Laurentius Say Maumere, highlighting the need for improved strategies, team capacity building, and continuous optimization of social media utilization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan social media response team dalam meningkatkan publisitas pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas pengelolaan media sosial KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan social media response team meliputi perencanaan konten, pelaksanaan publikasi informasi, serta pengelolaan respons terhadap masyarakat melalui media sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan publisitas dan memperkuat citra institusi di mata publik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pembaruan konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan social media response team yang terencana dan responsif berperan penting dalam meningkatkan publisitas KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere, sehingga diperlukan penguatan strategi, peningkatan kapasitas tim, dan optimalisasi pemanfaatan media sosial secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Kelompok Tenun Ikat Mbola So melalui Social Media Marketing untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi di Desa Hewuli Kabupaten Sikka Propinsi NTT Mustafa, Intan; Dince, Maria Nona; Retu, Markus Kristian
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2191

Abstract

Tenun ikat Mbola So di Desa Hewuli, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu warisan budaya dengan keunikan pewarna alam yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun, keterbatasan akses pemasaran membuat produk ini kurang dikenal luas dan berdampak pada rendahnya kemandirian ekonomi kelompok penenun. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan tujuan memberdayakan kelompok tenun melalui pemanfaatan social media marketing sebagai strategi pemasaran modern. Metode yang digunakan meliputi pelatihan pemanfaatan media sosial, pembuatan akun bisnis, praktik pembuatan konten berbasis storytelling informatif dan persuasif, serta pendampingan manajemen digital branding. Pada aspek kemampuan merancang pemasaran melalui media sosial sebelum dilakukan sosialisasi hanya sekitar 12% diantara mereka yang memiliki pengetahuan yang baik terkait pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran digital, namun setelah pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan terjadi peningkatan 100% pemahaman kelompok Tenun Ikat Mbola So terkait pemahaman tentang media sosial, pemanfaatan media sosial dalam pemasaran digital dan juga pengetahuan tentang manajemen koperasi simpan pinjam, dan juga terdapat peningkatan produksi sarung dari 1-2 sarung dan setelah mendapatkan bantuan alat meningkat menjadi 5 – 6 sarung.
Penyuluhan dengan Pendekatan Komunikasi Persuasif untuk Pengendalian Faktor Risiko Sindrom Koroner Akut pada Penderita Diabetes Melitus Ode Irman; Intan Mustafa
Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Kareba: Jurnal Inovasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lia Center of Research and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64850/kareba.v1i1.14

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas global, dengan diabetes melitus (DM) sebagai faktor risiko utama. Peningkatan faktor risiko SKA, upaya pencegahan sekunder dan tersier menjadi krusial. Namun, tantangan utama dalam pengendalian faktor risiko ini terletak pada pengetahuan penderita DM terhadap perubahan gaya hidup dan regimen pengobatan. Tujuan pengabdian ini yaitu agar pasien DM memiliki pengetahuan yang komprehensif terkait pengendalian faktor resiko terjadinya SKA. Metode kegiatan berupa penyuluhan dan pendampingan di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Puskesmas Waipare Pada Tanggal 20 Juni 2025, sebanyak 32 lansia terlibat dalam kegiatan ini. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner dan dilakukan melalui pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan pada saat pretest pengetahuan terbanyak terkait terkait pengendalian faktor resiko terjadinya SKA yang paling banyak adalah dalam kategori kurang baik sebanyak 16 orang (50%), akan tetapi setelah mendapat penyuluhan dan pendampingan pengetahuan terbanyak yaitu pada kategori baik sebanyak 20 orang (62,5%). Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian penyuluhan dan pendampingan keperawatan dengan pendekatan komunikasi persuasif dalam meningkatkan pengetahuan terkait pengendalian faktor risiko SKA pada penderita diabetes melitus di Posbindu PTM Puskesmas Waipare.
PERAN SUB BAGIAN PROTOKOL DALAM PENYUSUNAN AGENDA KERJA PIMPINAN PADA BAGIAN PROKOMPIM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SIKKA Maria Oktaviana Bengan Laba; Intan Mustafa; Viktor Ariestyan Sedu; Lodowik Nikodemus Kedoh
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 8 No 01 (2025): Januari 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v8i01.5471

Abstract

This research aims to explore the role of the protocol sub-section in preparing the leadership work agenda in the Protocol and Leadership Communication Section (Prokompim) of the Sikka Regency Regional Secretariat. The Protocol Sub-Section has important responsibilities in preparing materials and compiling leadership work agendas, which contribute to the efficiency and effectiveness of implementing government tasks. Through qualitative methods, data was collected through in-depth interviews and direct observation of the work agenda preparation process. The research results show that the Protocol Sub-Section not only functions as an agenda preparer, but also as a liaison between the leadership and various related personnel, as well as as a communications manager that supports smooth operations. It is hoped that this research will provide deeper insight into the importance of the role of the protocol sub-section in improving the performance and effectiveness of government organizations in Sikka Regency.
Co-Authors Agnes Loy Wete Agnes Theresia Djawa Alexander Agung Putra Parilibak Aloysius Alfianto Elang Avilanti, Maria Balzano, Mario Caesilia Apriliani Dasion Claudia Ndana Ndolu Desire ED, Maria Yosephine Dince, Maria Nona Elisabeth Imelda Kevin Liwu Fantiola, Maria Stevania Fransiska Aprilia Fenge Harbiyanto, Alfian Haryati, Fransiska Ingelberta Ricfrida Sri Iku, Katrinsia Sintia Indah, Emilia Faujia INTAN, AGUSTINA NONA Irdam Riani, Irdam Kedoh, Lodowik N. Kedoh, Lodowik Nikodemus Koban, Elisabeth Septiani Bonewati Kriswinda Adventuriani Kalore Kurnyati, Arlinda Icha Lodowik Kedoh M. Rangga, Phillipiana Maria Dominikas Knuma Kedang Maria Elasilva Blandina Maria Enjelike Paskua Maria Margaretha Paula Maria Oktaviana Bengan Laba Maria Renha Rosari Pareira Maria Ritkalivan Markus Kristian Retu Markus Kristian Retu Markus Retu Matilda Lusiana Chelsia Wada Ode Irman Oktavia, Maria Onu La Ola, Onu Retu , Markus Kristian RETU, MARKUS KRISTIAN Sadipun, Marcellina Menci Septianindy Samin, Fransiska Novita SANDRY, OKTAVIANUS NONG Silva, Maria Sabina Da Silva, Wilhelmina Cathrin Zanta Febronia Da Silvesta, Yosefina Pausta Sonia Satriawaty Baragau Stephani Prisla Helena Radja Subang, Donatus Bernald Taping, Lidya Rosiana TB Inan Malywanni Woga Tibo, Irvan Titus Tius, Imelda Krisdayanti Tukan, Clariska Putri Ayunda Veronika Melyana Novita Viktor Ariestyan Sedu Vinsensia Du’a Rana Wilfridus Valiance Yanuarius Bala Tukan Yonas Klemens Gregorius Dori Gobang Yosefina Pausta Silvesta Yovilia Nona Yosefat Yuliani, Rosalia