Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Peran Public Relations Officer dalam Menangani Keluhan Tamu pada Departement Front Office: (Studi Kasus Capa Resort Maumere) Indah, Emilia Faujia; Retu , Markus Kristian; Mustafa, Intan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.928

Abstract

Perkembangan industri perhotelan, seperti yang terjadi di Capa Resort Maumere, telah memicu persaingan yang sangat ketat, sehingga pelayanan yang prima (service excellent) menjadi faktor penting dalam memuaskan tamu. Dalam hal ini, penanganan keluhan tamu dilakukan secara khusus oleh Public Relations Officer (PRO), yang berperan sebagai bagian dari strategi penanganan keluhan untuk memastikan setiap masalah dapat diatasi dengan efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang digunakan dalam penanganan keluhan serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut oleh Public Relations Officer di Capa Resort Maumere. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, serta pengalaman sebagai front office yang pernah menangani keluhan tamu. Public Relations Officer bertanggung jawab untuk menangani ketidakpuasan tamu yang timbul akibat pelayanan yang diberikan. Di Capa Resort Maumere, strategi penanganan keluhan meliputi beberapa tahap, antara lain mendengarkan keluhan, menyampaikan permintaan maaf, melakukan crosscheck sistem, dan pemulihan pelayanan untuk tamu. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan penanganan keluhan di hotel ini termasuk penerapan prosedur operasi standar (SOP) yang jelas, yang menjadi kekuatan dalam menangani keluhan. Namun, faktor emosional tamu juga bisa menjadi penghambat, karena dapat memperburuk situasi dan memperlambat penyelesaian keluhan. Secara keseluruhan, penanganan keluhan oleh front office Capa Resort Maumere didasarkan pada SOP yang lengkap dan sistem crosscheck ganda, yang memastikan keluhan ditangani dengan tepat dan detail. Dengan adanya prosedur crosscheck ganda ini, penanganan keluhan menjadi lebih efisien dan dapat meminimalkan munculnya keluhan yang sama setelah masalah terselesaikan. Kata Kunci: Public Relations Officer, Perhotelan, Capa Ressort, Front Office, Layanan Tamu
Pemanfaatan Media Sosial Facebook “Buletin Sikka” Sebagai Media Publikasi Kegiatan Pemerintahan (Studi Deskriptif Pada Bidang Protokol dan Komunikasi Pimpinan) TB Inan Malywanni Woga; Intan Mustafa; Markus Kristian Retu
Jurnal Cakrawala Informasi Vol 4 No 2 (2024): Desember : Jurnal Cakrawala Informasi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) - Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jci.v4i2.501

Abstract

This research aims to analyze the use of Facebook social media, especially the "Sikka Bulletin" page as a means of publishing government activities carried out by the Protocol and Communication Section of the Sikka Regency Leadership. In the digital era, social media has become an important means of disseminating information quickly and widely to the public. This research uses qualitative methods with a descriptive approach, as well as data collection techniques through participatory, non-participatory observation, and interviews with Facebook users and documentation. The research results show that the "Sikka Bulletin" is effective in conveying information related to government activities to the public. However, there are several aspects that need to be improved, such as optimizing posting times, increasing interaction with the public, and presenting more complete information. The improvements made can increase the effectiveness of publications and strengthen communication between the government and the community. Apart from that, a more effective promotional strategy is needed to expand the reach of the content. Overall, the Sikka Bulletin has great potential to become a more transparent and interactive publication media, so that it can strengthen relationships and encourage community participation in various government activities.
The Role of Effective Communication Training to Improve Skills and Productivity by the Sikka Regency Manpower and Transmigration Service Silvesta, Yosefina Pausta; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i1.1558

Abstract

Effective communication is crucial in enhancing skills and productivity in various sectors, including community and organizational development. Conflicts often arise in daily interactions, and effective communication plays a pivotal role in identifying and resolving these issues constructively. This research aims to describe the activities carried out during training organized by the Sikka Regency Manpower and Transmigration Service at the Karya Ilahi Foundation and Avco Dai Adaesa Bola Processing to find out the role of effective communication in improving skills and productivity at the Karya Ilahi Foundation. Researchers used descriptive qualitative research methods. Data collection techniques use observation and documentation. The results show that with effective communication, conflicts can be identified and resolved in a constructive way. Interesting during the training at the divine work foundation: This training provides a number of materials about dealing with children with special needs, so that teachers and employees are better prepared to deal with various situations in the school environment. Providing this training helps the community to better utilize local resources such as coconut which can be processed with various types, one of which is VCO.
Pelatihan Public Speaking dalam Peningkatan Kapasitas bagi Penasihat Anak terkait Pemenuhan Hak Anak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur Mustafa, Intan
Journal of Indonesian Society Empowerment Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : Yayasan Lentera Avanya Nagari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61105/jise.v3i2.311

Abstract

The fulfillment of children's rights is a shared responsibility that requires active participation from various stakeholders, including child advisors who interact directly with children in diverse contexts. Effective communication skills, particularly in public speaking, are essential for child advisors to convey information, build trust, and advocate for children's rights effectively. This program aimed to enhance the capacity of child advisors through a comprehensive and practical public speaking training. Organized by Yayasan FREN, the training served as a contribution to strengthening the role of child advisors across different sectors. The methods used included lectures, simulations, hands-on practice, and performance evaluations. Results showed that 95% of participants found the training highly beneficial, with many expressing hopes that similar trainings be conducted regularly, both in their respective schools and at the district level. Additionally, there was a significant improvement in participants’ self-confidence, public speaking techniques, and understanding of the importance of effective communication in advocating for children's rights. Therefore, this training not only enhanced technical skills but also reinforced the role of child advisors as agents of change in the protection and fulfillment of children's rights. Pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak, termasuk penasihat anak yang berinteraksi langsung dengan anak-anak dalam berbagai konteks. Kemampuan komunikasi yang efektif, khususnya dalam bentuk public speaking, menjadi keterampilan penting bagi penasihat anak untuk menyampaikan informasi, membangun kepercayaan, dan memperjuangkan hak-hak anak secara optimal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penasihat anak melalui pelatihan public speaking yang dirancang secara komprehensif dan aplikatif. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan FREN sebagai bentuk kontribusi dalam penguatan peran penasihat anak di berbagai lini. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, simulasi, praktik langsung, dan evaluasi performa peserta. Hasil kegiatan menunjukkan 95% menyatakan pelatihan sangat bermanfaat, dan banyak di antara mereka menyampaikan harapan agar pelatihan seperti ini dilanjutkan secara berkala, baik di sekolah masing-masing maupun dalam skala kabupaten. Selain itu, terdapat peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, teknik berbicara di depan umum, serta pemahaman peserta terhadap pentingnya komunikasi efektif dalam advokasi pemenuhan hak anak. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat peran penasihat anak sebagai agen perubahan dalam perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Peliputan dan Publikasi Berita Lokal melalui Facebook: Praktik Jurnalistik Media Online TribunFlores.com Kedoh, Lodowik Nikodemus; Pareira, Maria Renha Rosari; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2503

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong media online lokal untuk beradaptasi dalam praktik jurnalistik, khususnya dalam peliputan dan publikasi berita melalui media sosial. Facebook menjadi salah satu platform yang banyak dimanfaatkan media lokal untuk memperluas jangkauan informasi, meningkatkan interaksi dengan audiens, serta mempercepat distribusi berita. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik peliputan dan publikasi berita lokal melalui Facebook yang dilakukan oleh TribunFlores.com sebagai media online lokal di wilayah Flores. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap konten berita yang diunggah di Facebook TribunFlores.com, wawancara mendalam dengan pihak redaksi, serta dokumentasi terkait aktivitas publikasi berita. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan menggunakan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TribunFlores.com memanfaatkan Facebook sebagai media pendukung dalam menyebarluaskan berita lokal yang telah diproduksi dan dipublikasikan di portal berita. Praktik peliputan tetap berorientasi pada isu-isu lokal dan menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik, sementara publikasi melalui Facebook dilakukan dengan penyesuaian format konten agar sesuai dengan karakteristik media sosial. Selain berfungsi sebagai saluran distribusi berita, Facebook juga menjadi ruang interaksi antara media dan audiens melalui fitur komentar, tanda suka, dan berbagi konten. Keterlibatan audiens ini berkontribusi dalam memperluas jangkauan informasi serta memperkuat hubungan antara media lokal dan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan Facebook oleh media online lokal berperan penting dalam mendukung penyebaran berita lokal dan memperkuat posisi media dalam ekosistem informasi digital.
Implementasi Komunikasi Publik Melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka Kedoh, Lodowik Nikodemus; Wete, Agnes Loy; Mustafa, Intan
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi komunikasi publik dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Program PTSL merupakan kebijakan strategis nasional yang bertujuan memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum atas hak kepemilikan tanah masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas pegawai Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, aparat desa/kelurahan, serta masyarakat peserta PTSL. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi komunikasi publik dalam Program PTSL telah dilaksanakan melalui berbagai saluran komunikasi, baik secara langsung melalui sosialisasi tatap muka maupun melalui media pendukung. Komunikasi publik berperan penting dalam meningkatkan pemahaman, kepercayaan, dan partisipasi masyarakat terhadap program PTSL. Faktor pendukung implementasi komunikasi publik meliputi dukungan kelembagaan, keterlibatan aparat desa, dan kejelasan regulasi, sedangkan faktor penghambat meliputi kondisi geografis wilayah, keterbatasan sumber daya manusia, serta rendahnya tingkat literasi hukum masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi publik yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat guna mendukung keberhasilan pelaksanaan Program PTSL.
Implementasi Fungsi Protokoler Sekretariat Daerah Dalam Mendukung Kelancaran Agenda Pimpinan Daerah Elang, Aloysius Alfianto; Mustafa, Intan; Retu, Markus
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2532

Abstract

This study aims to analyze the implementation of protocol functions within the Regional Secretariat in supporting the smooth execution of regional leaders’ agendas from a communication studies perspective using a Public Relations approach. Protocol functions play a strategic role in managing formal communication, event arrangements, and institutional relations that directly influence the image and authority of regional leaders. This research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation of protocol activities and relevant stakeholders. Data analysis was conducted descriptively using George C. Edwards III’s Policy Implementation Theory, which emphasizes four key variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicate that the protocol functions of the Regional Secretariat have been systematically implemented to support the effectiveness of leadership agendas, particularly through well-coordinated communication and structured event management. However, challenges remain in terms of resource availability and inter-unit coordination, which affect the optimization of protocol implementation. This study concludes that protocol functions extend beyond administrative duties and represent a strategic Public Relations practice that contributes to building the image, credibility, and public legitimacy of regional leaders.  
STRATEGI KOMUNIKASI PROTOKOLER DALAM MENYIKAPI PERUBAHAN AGENDA PIMPINAN DAERAH PADA BAGIAN PROTOKOL DAN KOMUNIKASI PIMPINAN SEKRETARIS DAERAH Subang, Donatus Bernald; Mustafa, Intan; Retu, Markus Kristian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9340

Abstract

Changes in the schedule of regional leaders are an inevitable part of the dynamic nature of local government administration. This condition requires the Protocol and Leadership Communication Division to implement effective, adaptive, and well-coordinated communication strategies to ensure that protocol duties are carried out optimally. This study aims to analyze protocol communication strategies in responding to changes in regional leaders’ agendas, identify the obstacles encountered, and examine the efforts undertaken to overcome these challenges. This research employs a qualitative approach using a case study design and was conducted at the Protocol and Leadership Communication Division of the Regional Secretariat of Sikka Regency. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, with informants selected using purposive sampling. Data analysis was carried out using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that protocol communication strategies in addressing changes in regional leaders’ agendas are implemented through strengthened internal coordination, intensive vertical communication with regional leaders, and ethical and professional external communication with relevant stakeholders. The main obstacles identified include time constraints, differences in perceptions among related parties, and limitations in human resources. To address these challenges, efforts are made to enhance communication intensity, conduct routine evaluations, clarify task distribution, and improve the competence of protocol officers. This study concludes that adaptive and well-coordinated protocol communication strategies play a crucial role in ensuring the smooth implementation of regional leaders’ agendas amid dynamic changes. ABSTRAK Perubahan agenda pimpinan daerah merupakan fenomena yang tidak terpisahkan dari dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kondisi tersebut menuntut Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan untuk memiliki strategi komunikasi yang efektif, adaptif, dan terkoordinasi agar pelaksanaan tugas keprotokolan tetap berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang dilaksanakan di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan informan yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi protokoler dalam menyikapi perubahan agenda pimpinan daerah dilakukan melalui penguatan koordinasi internal, komunikasi vertikal yang intensif dengan pimpinan daerah, serta komunikasi eksternal yang beretika dan profesional dengan para pemangku kepentingan. Hambatan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, perbedaan persepsi antar pihak terkait, serta keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi hambatan tersebut, dilakukan upaya peningkatan intensitas komunikasi, evaluasi rutin, pembagian tugas yang jelas, serta peningkatan kompetensi aparatur protokoler. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi protokoler yang adaptif dan terkoordinasi memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan ag enda pimpinan daerah di tengah perubahan yang dinamis.
PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA BAGIAN SEKRETARIAT DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN DAERAH Yuliani, Rosalia; Mustafa, Intan; Kedoh, Lodowik Nikodemus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9342

Abstract

The application of good governance principles is a crucial foundation for regional bureaucratic reform, but in reality, it is often hampered by resource capacity and organizational culture. This study aims to analyze the implementation of good governance in the Secretariat Section of the Regional Archives and Library Service of Sikka Regency. Using a descriptive qualitative approach, data were extracted using in-depth interviews, observation, and documentation studies, then analyzed through reduction, presentation, and verification. The research findings indicate that the application of good governance principles has been implemented but is not yet optimal. The principles of transparency and accountability were identified as being well-functioning internally, but information disclosure to the public is still very limited. Similarly, participation is still dominated by internal parties without significant involvement from the external community. The main obstacles were found in the aspects of professionalism and effectiveness due to the lack of competency of the apparatus and the low adoption of information technology in the still manual archiving system. The main conclusion emphasizes that optimization of secretariat governance is urgently carried out through expanding access to public transparency, implementing performance-based accountability, involving external participation, and modernizing the digital-based administration system to achieve excellent public service. ABSTRAK Penerapan prinsip good governance menjadi fondasi krusial dalam reformasi birokrasi daerah, namun realitasnya sering terkendala oleh kapasitas sumber daya dan budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi tata kelola pemerintahan yang baik pada Bagian Sekretariat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data digali menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip good governance telah dilaksanakan namun belum optimal. Prinsip transparansi dan akuntabilitas teridentifikasi sudah berjalan baik secara prosedural internal, namun keterbukaan informasi bagi publik masih sangat terbatas. Demikian pula, partisipasi masih didominasi pihak internal tanpa pelibatan signifikan dari masyarakat luar. Hambatan utama ditemukan pada aspek profesionalisme dan efektivitas akibat minimnya kompetensi aparatur serta rendahnya adopsi teknologi informasi dalam sistem kearsipan yang masih manual. Simpulan utama menegaskan bahwa optimalisasi tata kelola sekretariat mendesak dilakukan melalui perluasan akses transparansi publik, penerapan akuntabilitas berbasis kinerja, pelibatan partisipasi eksternal, serta modernisasi sistem administrasi berbasis digital guna mewujudkan pelayanan publik yang prima.    
PENGELOLAAN SOCIAL MEDIA RESPONSE TEAM UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS PADA KANTOR KESYAHBANDARAN DAN OTORITAS PELABUHAN KELAS IV Koban, Elisabeth Septiani Bonewati; Mustafa, Intan; Sedu, Viktor Ariestyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9343

Abstract

This study aims to examine and analyze the management of a social media response team in enhancing publicity at the Class IV Port Authority and Harbormaster Office (KSOP) Laurentius Say Maumere. The background of this research is based on the growing importance of social media as an effective public communication tool for government institutions in disseminating information, building a positive image, and increasing public engagement. This research employed a qualitative method with a descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation related to the social media management activities at KSOP Class IV Laurentius Say Maumere. The results indicate that the management of the social media response team includes content planning, information dissemination, and public response management through social media platforms. These strategies contribute to increasing publicity and strengthening the institution’s public image. However, several challenges remain, such as limited human resources and inconsistencies in content updates. The study concludes that well-planned and responsive social media response team management plays an important role in enhancing the publicity of KSOP Class IV Laurentius Say Maumere, highlighting the need for improved strategies, team capacity building, and continuous optimization of social media utilization. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan social media response team dalam meningkatkan publisitas pada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say Maumere. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang efektif bagi instansi pemerintah dalam menyampaikan informasi, membangun citra positif, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aktivitas pengelolaan media sosial KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan social media response team meliputi perencanaan konten, pelaksanaan publikasi informasi, serta pengelolaan respons terhadap masyarakat melalui media sosial. Strategi tersebut mampu meningkatkan publisitas dan memperkuat citra institusi di mata publik, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan konsistensi pembaruan konten. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan social media response team yang terencana dan responsif berperan penting dalam meningkatkan publisitas KSOP Kelas IV Laurentius Say Maumere, sehingga diperlukan penguatan strategi, peningkatan kapasitas tim, dan optimalisasi pemanfaatan media sosial secara berkelanjutan.