Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak Bumi Dan Bangunan Sektor Perkebunan, Perhutanan, Dan Pertambangan Zain Yudha Prawira; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Educoretax Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/educoretax.v3i2.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan (PBB P3) di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan data panel pada 20 kabupaten di Jawa Tengah periode 2019 sampai 2021. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sektor P3 (PBB P3), sementara investasi, luas hutan dan luas kebun menjadi variabel independen. Hasilnya menunjukan penerimaan PBB P3 di Jawa Tengah berfluktuasi setiap tahun. Diperoleh bahwa investasi, luas hutan dan luas kebun secara simultan berpengaruh signifikan terhadap PBB P3. Pengaruh luas hutan terhadap PBB P3 berpengaruh positif yang berarti bahwa apabila luas hutan mengalami kenaikan maka PBB P3 juga akan mengalami kenaikan. Sementara itu, investasi dan luas kebun tidak berpengaruh signifikan terhadap PBB P3 di Jawa Tengah. Implikasi dari penelitian ini yaitu bisa menjadi referensi bagi pemerintah dalam mengambil keputusan terkait kebijakan Pajak Bumi dan Bangunan sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2017-2019 Faiza Aina Nurrizqi; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v3i2.444

Abstract

Menurut persebarannya, Papua dan Papua Barat merupakan provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia namun berdasarkan jumlah penduduk miskin, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi. Dalam upaya pengentasan kemiskinan, pemerintah daerah memiliki dua instrumen anggaran yang penggunaannya menjadi kewenangan masing-masing yaitu pendapatan asli daerah (PAD) dan dana alokasi umum (DAU) sebagai komponen kapasitas fiskal daerah menurut PMK-116/PMK.07/2021. Didukung dengan fakta bahwa Jawa Timur merupakan provinsi penerima dana alokasi umum terbesar pada tahun 2019, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Melalui model regresi data panel dengan data 36 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur tahun 2017-2019, penelitian ini menemukan bahwa pendapatan asli daerah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Sementara itu, dana alokasi umum berpengaruh negatif terhadap tingkat kemiskinan. Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya evaluasi bagi pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan efisiensi alokasi pendapatan asli daerah agar lebih banyak ditujukan untuk pengentasan kemiskinan. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan adanya kemungkinan perkembangan efisiensi pengalokasian dana alokasi umum seiring berjalannya waktu.
Analisis Faktor-Faktor Pendapatan Asli Daerah (Studi Kasus Wilayah Aglomerasi Kedungsepur 2016-2021) Fadlol Muhammad Fajar; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v3i2.534

Abstract

Adanya otonomi daerah menuntut pemerintah daerah termasuk pemerintah kabupaten dan kota di kawasan aglomerasi Kedungsepur, untuk dapat meningkatkan kemandirian pengelolaan keuangan daerah berupa pendapatan asli daerah (PAD) dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan asli daerah pada kabupaten/kota di kawasan aglomerasi Kedungsepur pada tahun 2016-2021. Variabel independen yang digunakan adalah jumlah penduduk, pajak daerah dan retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah, belanja modal dan pertumbuhan ekonomi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model random effect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajak daerah dan retribusi daerah, pengelolaan kekayaan serta belanja modal berpengaruh signifikan positif terhadap pendapatan asli daerah. Jumlah penduduk dan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Hal ini mengimplikasikan bahwa pemerintah daerah perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan kesadaran Masyarakat terhadap pajak dan retribusi daerah. Pemerintah daerah juga perlu menggali lebih banyak potensi pajak dan retribusi daerah dengan meningkatkan pengeluaran pemerintah untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah.
ANALISIS MAKROEKONOMI TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI INDONESIA Yuninda Anggraini Putri; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Jurnal Bayesian : Jurnal Ilmiah Statistika dan Ekonometrika Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Bayesian : Jurnal Ilmiah Statistika dan Ekonometrika
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/bay.v3i2.62

Abstract

Investors will always consider the movement of JCI in determining their investment decisions. This research examines the movement of inflation, the rupiah exchange rate, world gold prices, the DJIA stock index, and the FED rate against JCI movements. The test was conducted using the ECM (Error Corection Model) model where the results of this study can be taken into consideration by investors when investing in shares in the IDX capital market. Measurement of the relationship between the influence of macroeconomic factors on JCI movements starts from 2017 to 2021. The results found that in the long run inflation variables, the rupiah exchange rate, world gold price, DJIA stock index, and The FED rate simultaneously have a significant influence on JCI. Then in the short term inflation variables, the rupiah exchange rate, world gold prices, DJIA stock index, and The FED rate also have a simultaneous influence on the dependent variable of JCI. So by looking at the results of the influence of the five variables above on JCI, it can be used as a consideration for investors investing in shares on the IDX
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN KAPASITAS PENINGKATAN BISNIS DAN IDENTIFIKASI ASPEK HUKUM WAROENG RATULICHIUS DI KOTA TANGERANG SELATAN Akhmad Solikin; Yadhy Cahyady; Masruri Muchtar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 1 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i1.569

Abstract

Development of business capacity for owners or managers of micro and small business is crucial in order micro and small businesses to upgrade to the next level. In addition, enhancing knowledge on business law is required to avoid legal issues when the micro and small enterprises leveled up. This community empowerment activity aimed at enhancing business capacity and business law knowledge of two owners of Waroeng Ratulichius in Kota Tangerang Selatan. Methods used included visitation, coaching, and workshop which were implemented in September-October 2022, implemented either online or offline which included three aspects, i.e. financial management, business development, and business laws. In the financial management aspect, the owner of stall was trained to use BukuKas application to record her business transactions. In the business development aspect, the community empowerment team compose posters and a business plan in terms of Business Model Canvas. In the aspect of business laws, the micro entrepreneur was given understanding on forms of business, business permits, trade mark, and halal product guarantee. ABSTRAKPengembangan kapasitas bisnis bagi pemilik atau pengelola usaha mikro dan kecil sangat penting agar usaha mikro dan kecil dapat naik kelas. Selain itu, peningkatan pengetahuan tentang masalah hukum bisnis diperlukan untuk menghindarkan masalah hukum ketika usaha kecil dan mikro tersebut telah naik kelas. Kegiatan pengabdian kepada masysrakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan pengetahuan hukum bisnis dari dua pemilik Waroeng Ratulichius di Kota Tangerang Selatan. Metode yang dilakukan meliputi visitasi, pendampingan, dan workshop baik secara daring maupun luring yang dilakukan pada periode September-Oktober 2022, yang meliputi tiga aspek, yaitu pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, dan pengetahuan hukum bisnis. Dalam aspek pengelolaan keuangan, pemilik warung dilatih menggunakan aplikasi BukuKas untuk mencatat transaksi usahanya. Pada aspek pengembangan usaha, tim pengabdian menyusun poster dan rencana bisnis dalam bentuk Business Model Canvas. Pada aspek hukum bisnis, pengelola UKM diberikan pemahaman tentang aspek bentuk usaha, ijin usaha, merek dagang, dan jaminan produk halal.
Enggagement Twitter DJP: Apa saja yang memengaruhinya? Padhilah Dikri; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Scientax: Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): April: Strengthening Tax Reform in Today's Ever-Changing Global Era
Publisher : Directorate General of Taxes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52869/st.v5i2.507

Abstract

Indonesia ranks 10th globally in daily social media usage, with Twitter being a prominent platform due to its tweet character limit, catering to modern individuals with low attention spans. As the Directorate General of Taxes exemplifies, government institutions utilize Twitter's popularity for dissemination through the official account @DitjenPajakRI, which has garnered substantial popularity and engagement. This research analyzes the factors influencing engagement, considering independent variables such as the number of characters, hashtags, mentions, media usage, and the choice of days. This research employs a quantitative descriptive method, employing multiple linear regression analysis on cross-sectional data from the @DitjenPajakRI Twitter account. The study reveals that the number of characters, hashtags, and Saturday tweets significantly and positively influence engagement, while mentions and media attachments exert a negative and significant impact. Tweets on other weekdays show no significant influence. These findings underscore the significance of tweet composition in influencing engagement, providing valuable insights for shaping communication strategies within the Directorate General of Taxes.
PENGARUH PERJANJIAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERHADAP KINERJA PERDAGANGAN INDONESIA Ulfa Anggraini; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol. 17 No. 1 (2023): BILP
Publisher : National Research and Innovation Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/bilp.2023.8

Abstract

Salah satu instrumen yang saat ini banyak diyakini dapat meningkatkan ekspor adalah melalui Free Trade Agreement (FTA). Selain FTA, faktor lain yang dianggap dapat mempengaruhi ekspor suatu negara meliputi nilai tukar riil dan Gross Domestic Product (GDP) dari negara tujuan ekspor. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FTA, nilai tukar riil dan GDP dari negara tujuan ekspor terhadap kinerja ekspor Indonesia. Penelitian ini menggunakan data cross section yang terdiri atas 74 negara tujuan ekspor dengan periode tahun 2020. Penelitian ini dianalisis dengan regresi linear berganda dengan menggunakan STATA 17. Berdasarkan hasil analisis regresi, dapat diketahui bahwa FTA, nilai tukar efektif riil, dan GDP dari negara tujuan ekspor berpengaruh signifikan positif terhadap nilai ekspor Indonesia dengan nilai koefisien kemiringan masing-masing secara berurutan yaitu sebesar 1,446 untuk variabel dummy FTA, sebesar 1,585 untuk variabel REER, dan sebesar 0,9179 untuk GDP. Penelitian ini menemukan bahwa ekspor dari Indonesia kepada negara yang memiliki FTA adalah 324,58 persen lebih besar dibandingkan dengan negara yang tidak memiliki FTA. Selain itu, penelitian ini juga mengukur pengaruh FTA terhadap impor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya FTA/PTA/CEPA membuat impor Indonesia dari negara-negara tersebut juga meningkat sebesar 301,53 persen dibandingkan apabila tidak adanya FTA/PTA/CEPA. Namun apabila dibandingkan dengan kenaikan ekspor sebagai akibat perjanjian perdagangan internasional, maka dapat diketahui bahwa persentase kenaikan ekspor masih lebih tinggi sebesar 23,05 persen. Artinya, dampak FTA terhadap kenaikan ekspor Indonesia lebih besar dibandingkan kenaikan impornya. Hal ini berimplikasi pada perlunya optimalisasi atau bahkan penambahan perjanjian lain semacam FTA ini apabila Indonesia ingin meningkatkan kinerja ekspornya.
DOES THE MARKET REACT TO A NEW ISLAMIC INDEX AMID THE COVID-19 PANDEMIC IN INDONESIA? Bambang Sutrisno; Jaharuddin Jaharuddin; Masruri Muchtar; Ahmad Rodoni
Jurnal Ekonomi Trisakti Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Penerbit Fakultas EKonomi dan Bisnis 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jet.v2i1.13554

Abstract

In collaboration with the Sharia Economic Community (MES), Indonesia Stock Exchange (IDX) launched a new Islamic index called IDX-MES BUMN 17 on 29 April 2021. This study aims to investigate market reaction to the issuance of the IDX-MES BUMN 17 index. This study employs event study methodology. The market-adjusted model measures the abnormal return. The results show that overall, the market reacts negatively around the launch of the IDX-MES BUMN 17 index. The negative and significant abnormal return was only found on the eighth day after the index launch. This study has important implications for investors and regulators.
Does a Free Trade Agreement’s Impact on the Export of Halal Food to OIC Countries Matter? Evidence from Indonesia Masruri Muchtar; Hafid Asy’ari; Ahmad Rodoni; Euis Amalia; Muhamad Nadratuzzaman Hosen
ETIKONOMI Vol 23, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Economic and Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/etk.v23i1.32951

Abstract

Research Originality: The second-largest organisation after the UN, with a population of 24.4% worldwide, makes OIC countries a potential market. This paper contributes to the existing literature on trade within them by focusing on crucial aspects of the trade agreement's impact on the halal food industry.Research Objectives: This study examines the influence of a free trade agreement (FTA) on Indonesian halal food exports.Research Methods: Using panel data from 23 countries spanning the period from 2003 to 2019, the paper employs the gravity model to assess the impact of the FTA and other variables on Indonesian halal food exports to OIC countries.Empirical Results: The findings indicate that Indonesian food exports to OIC countries with FTAs experience a notable 68% increase compared to those without such agreements. The study reveals GDP, population size, trade openness, and exchange rate positively affect food exports to OIC countries. However, trading partners' distance and entry time exhibit a negative correlation.Implications: This research holds significance for the Indonesian government as it provides valuable insights for considering the acceleration of trade agreement ratification with OIC countries. JEL Classification: F13, F47, C68How to Cite:Muchtar, M., Hafid, A., Rodoni, A., Amalia, E., & Hosen, M. N. (2024). Does a Free Trade Agreement’s Impact on the Export of Halal Food to OIC Countries Matter? Evidence from Indonesia. Etikonomi, 23(1), 147 – 166. https://doi.org/10.15408/etk.v23i1.32951.
PENYERAPAN TENAGA KERJA DI JAWA TIMUR: ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI, UPAH MINIMUM, JUMLAH UNIT INDUSTRI, DAN KONSUMSI TEMBAKAU Amin Prawiro Madhani; Masruri Muchtar; Pardomuan Robinson Sihombing
Jurnal Bayesian : Jurnal Ilmiah Statistika dan Ekonometrika Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Bayesian : Jurnal Ilmiah Statistika dan Ekonometrika
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/bay.v4i1.72

Abstract

Tobacco Plant Production in Indonesia is very massive. East Java is Indonesia's largest tobacco producer. In addition, the tobacco processing industry in East Java contributes one-third of East Java's GDP. This study aims to determine the effect of tobacco consumption, GRDP, district/city minimum wage, processing business units on the absorption of processing industry workers in East Java in 2019-2022. The research method uses a quantitative approach with statistical analysis of regression of fixed effect model (FEM) panel data. The results of the regression analysis of panel data show that an increase in GDP, MSEs, and processing industry units will have a positive effect on employment, while an increase in tobacco consumption will reduce employment. This has implications for the need for appropriate MSE policies, economic growth policies that are in accordance with regional characteristics, the development of new processing industries, and appropriate management of labor-intensive tobacco processing industries