Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Pasar Cryptocurrency: Pengaruh Harga Bitcoin, Emas, Minyak Mentah, Dan IHSG Terhadap Ethereum Dan Binance Coin Hertanto, Rus; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i3.701

Abstract

Mata uang crypto menjadi sangat familiar dan booming dalam beberapa tahun terakhir. Ada yang menganggapnya sebagai mata uang, ada yang menganggapnya sebagai instrumen investasi, ada yang menganggapnya hanya sebuah scam masa kini yang terus diobrolkan di khalayak ramai. Harga crypto memang sangat volatile, untuk itu peneliti ingin mencari faktor-faktor apa saja yang memengaruhi harga crypto, khususnya dari variabel ekonomi makro yang ada. Data dalam penelitian ini diambil dari chart bulanan dari masing-masing variabel, dengan timeframe setiap bulan dari 2019 sampai 2023. Peneliti menggunakan random effect model dalam melakukan uji regresi, dengan hasilnya adalah variabel independen S&P500 dan harga Bitcoin memiliki pengaruh positif terhadap harga Ethereum dan BNB. Sedangkan tiga variabel sisanya yaitu IHSG, harga emas, dan harga minyak mentah tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Hal itu mengindikasikan bahwa variabel ekonomi makro pada dasarnya tidak berpengaruh terhadap harga crypto. Pada akhirnya, yang menggerakkan harga crypto adalah permintaan dan penawaran dari pasar.
Realisasi APBD Sebagai Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan Ramadhanti, Ajeng Taufina; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 4 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i4.710

Abstract

Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) merupakan salah satu instrument yang dapat digunakan untuk menggerakkan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa komponen dalam APBD, yaitu dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), penyertaan modal pemerintah daerah, belanja bantuan sosial, belanja pegawai, serta belanja barang dan jasa dalam pertumbuhan ekonomi dengan produk domestik regional bruto (PDRB) sebagai indikator pertumbuhan. Studi dilakukan pada seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan dengan data kurun waktu 2017 sampai dengan 2022. Metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan model Panel Corrected Standard Errors (PCREs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DBH, DAU, DAK, penyertaan modal pemerintah daerah, belanja bantuan sosial, belanja pegawai, serta belanja barang dan jasa secara simultan memengaruhi pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Secara parsial, DBH, DAU, dan belanja barang dan jasa menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan PDRB serta berpengaruh secara nyata terhadap pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, penyertaan modal pemerintah daerah, belanja bantuan sosial, dan belanja pegawai tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. Belanja bantuan sosial menunjukkan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara itu, variabel DAK menunjukkan hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Diharapkan bagi pemerintah daerah untuk melakukan peningkatan pengelolaan APBD sehingga realisasi lebih efisien dan tepat sasaran.
Pengaruh Transfer Ke Daerah, Kelahiran, Dan Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Di Indonesia Stephanus, Matthew; Muchtar, Masruri; Robinson, Pardomuan; Akhmadi, Muhammad Heru
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i3.763

Abstract

Starting in 2004 with the issuance of the Law on Financial Relations between the Central and Regional Governments, the era of Regional Transfers also began. This transfer to the regions is expected to solve many problems of inequality in the regions that have not been reached by the central government. Based on BPS data in 2020, Indonesia's population reached 270 million with the percentage of poor people still in double digits. The pandemic from 2020 to 2022 also contributed to the increase in poverty. The pandemic in that year increased unemployment in the community which also contributed to poverty. In addition, the high birth rate, which according to several studies, is also a contributor to poverty. This research takes secondary panel data sourced from the Central Bureau of Statistics and the Directorate General of Fiscal Balance, the Ministry of Finance. This study uses the Random-Effect model by taking data for the period 2020 to 2022. The results showed that TKD, Birth, and Unemployment together had a positive impact on poverty. However, it was found that the unemployment variable had no significant effect. With this research, the government is expected to make TKD more targeted and control the birth rate.
Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat: Pengaruh sinergis jumlah penduduk dan belanja negara Arhaninka, Dewi; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson; Akhmadi, Muhammad Heru
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 6 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i6.975

Abstract

Pemerintah melalui kebijakan fiskalnya dapat mengupayakan pendapatan dan mengatur alokasi belanja agar berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hampir sebagian besar pengeluaran pemerintah pusat dan daerah berasal dari APBN dan selalu mengalami tren kenaikan positif setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk serta belanja pemerintah yang bersumber dari APBN mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Sumatera Barat. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Penelitian menggunakan metode data panel dengan sampel sebanyak 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat dalam rentang waktu lima tahun, mulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021, sehingga jumlah observasi yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 95 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk dan belanja operasional berpengaruh positif terhadap pertumbuhan, sedangkan belanja modal dan belanja transfer tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Sumatera Barat. Hal ini mengimplikasikan perlunya kerja sama erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjamin bahwa alokasi untuk belanja modal dan belanja transfer disesuaikan dengan kebutuhan serta prioritas pembangunan yang spesifik bagi kabupaten/kota di Sumatera Barat.