Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kelayakan Hidup Dan PDRB Terhadap Tingkat Kemiskinan: Studi Pada 10 Provinsi Termiskin Di Indonesia Sagala, Eliza Clara Yeremia; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Ecoplan Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecoplan.v7i1.693

Abstract

To get out of the Middle-Income Trap, Indonesian economic growth must be consistently above 6% annually. In addition, the reduction in poverty rates is also an important indicator that Indonesia will emerge from this trap. The study aims to determine the impact of Provincial Minimum Wage (UMP), Gross Regional Domestic Product (PDRB), and Human Development Index (IPM) on Poverty Rate in the ten poorest provinces in Indonesia. Using data from the Badan Pusat Statistik for 2012-2022, this research adopts linear regression of multiple data panels. The results show that all variables simultaneously affect the poverty rate significantly. Partially, UMP positively and significantly impacts the poverty rate, while IPM has a negative effect. PDRB has no significant influence on the poverty rate. It implies that the government should review the increase in UMP to stay at the point of balance. Economic growth must consider the level of well-being of all segments of society.
Fakta Dibalik Rendahnya Upah Minimum Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Putri, Ayudya Purwani; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Perspektif : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Akademi Bina Sarana Informatika Vol 22, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : www.bsi.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jp.v22i1.21210

Abstract

Abstrak  - Upah minimum merupakan komponen penting bagi Masyarakat yang bekerja di sektor formal, saat ini Jawa Tengah dikenal sebagai wilayah dengan upah termurah di Pulau Jawa. Pada tahun 2023 Jawa Tengah ditetapkan sebagai daerah dengan upah minimum terendah di Indonesia yakni sebesar Rp 1.958.169,69. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Provinsi Jawa Tengah khususnya pada periode 2000-2022. Studi ini melakukan uji regresi data panel (Fixed Effect Model) terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi UMK yakni: pertumbuhan ekonomi, inflasi, pendapatan domestik regional bruto (PDRB), tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), dan indeks pembangunan manusia (IPM). Data yang diolah merupakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan bahwa pertumbuhan ekonomi, PDRB per kapita, dan inflasi berdampak positif signifikan terhadap UMK sementara TPAK dan IPM memiliki dampak negatif. Hal ini berimplikasi pada perlunya peningkatan produktivitas penduduk Jawa Tengah agar terjadi peningkatan besaran upah minimum.Kata Kunci: Upah Minimum Kabupaten/Kota, Angkatan Kerja, Pendapatan Perkapita Abstract- The minimum wage is an important component for people working in the formal sector, and currently, Central Java is known as the region with the lowest wages on Java Island. In 2023, Central Java was established as the region with the lowest minimum wage in Indonesia, amounting to IDR 1,958,169.69. This study aims to identify the factors influencing the amount of the District/City Minimum Wage (UMK) in Central Java Province, specifically for the period 2000-2022. This study conducted a panel data regression test (Fixed Effect Model) on the factors influencing the UMK, namely: economic growth, inflation, gross regional domestic income (GRDP), labor force participation rate (LFPR), and human development index (HDI). The processed data is secondary data sourced from the Central Statistics Agency. Based on the test results, it was found that economic growth, per capita GRDP, and inflation have a significant positive impact on the UMK, while the LFPR and HDI have a negative impact. This implies the need to increase the productivity of the people of Central Java in order to increase the minimum wage. Keywords: District/City Minimum Wage, Workforce, Per Capita Income
Pengaruh Penyelenggaraan Asian Games terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara Maharani, Arya Putri; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Perspektif : Jurnal Ekonomi dan Manajemen Akademi Bina Sarana Informatika Vol 22, No 2 (2024): September 2024
Publisher : www.bsi.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jp.v22i2.22204

Abstract

Penyelenggaraan mega-event di bidang olahraga seperti Olimpiade, Piala Dunia FIFA, dan Asian Games diyakini dapat memberikan nilai tambah yang siginifikan terhadap perekonomian negara tuan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyelenggaraan Asian Games terhadap pertumbuhan ekonomi negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah dengan menggunakan variabel kontrol berupa persentase ekspor terhadap PDB dan jumlah populasi. Data yang digunakan merupakan data panel yang terdiri atas tujuh negara yang pernah menjadi tuan rumah Asian Games selama periode 1970 hingga 2018, yaitu Cina, Jepang, Thailand, Korea Selatan, Indonesia, Iran, dan India. Seluruh data sekunder yang digunakan didapatkan dari situs resmi Bank Dunia dan dianalisis dengan regresi liner berganda menggunakan STATA 18. Hasil pengujian menemukan bahwa persentase ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat populasi, dan dipilihnya suatu negara menjadi tuan rumah Asian Games berpengaruh signifikan positif terhadap pertumbuhan PDB dengan nilai koefisien kemiringan masing-masing secara berurutan yaitu sebesar 0,0268 untuk variabel EXP, 4,078 untuk variabel PO, dan 0,252 untuk variabel DAG.  Melihat pengaruh positif yang dapat diberikan pada ekonomi, sebuah negara dapat mempertimbangkan tawaran untuk menjadi tuan rumah Asian Games dengan terlebih dahulu melakukan analisis manfaat-biaya secara cermat.
Analisis Determinan Ketimpangan Pendapatan Di Pulau Sumatera Al Aqilah, Muhamad Refkhi; Muchtar, Masruri; Robinson Sihombing, Pardomuan
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i1.684

Abstract

Ketimpangan pendapatan merupakan isu global yang memengaruhi banyak negara, termasuk Indonesia. Negara-negara tersebut merasa perlu mengatasi tantangan ini untuk melindungi kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu, analisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketimpangan pendapatan yang tinggi menjadi krusial dalam merancang kebijakan yang efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketimpangan pendapatan di Pulau Sumatera pada periode 2012-2022. Variabel independen yang digunakan melibatkan jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Indeks Pemberdayaan Gender (IDG), persentase penduduk miskin, dan Upah Minimum Provinsi (UMP). Metode analisis yang diterapkan adalah regresi data panel dengan menggunakan model random effect (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDRB dan persentase penduduk miskin memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan. Sementara itu, jumlah penduduk dan UMP memberikan pengaruh negatif yang signifikan terhadap ketimpangan pendapatan, sementara IDG tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Implikasinya, pemerintah perlu merancang kebijakan yang dapat mengurangi jumlah penduduk miskin, menetapkan UMP secara tepat guna dan peningkatan kualitas serta pemerataan pertumbuhan penduduk mengurangi tingkat ketimpangan pendapatan.
Analisis Dana Alokasi Khusus, Realisasi Penanaman Modal Asing Dan Tingkat Produk Domestik Regional Bruto Untuk Mengurangi Kemiskinan Di Provinsi Bali Sukarsa, Galuh Prabaningrum Ayu; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i1.686

Abstract

Kemiskinan masih menjadi satu isu global yang menjadi permasalahan di berbagai negara. Indonesia sebagai negara berkembang memiliki tingkat kemiskinan yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara maju. Salah satu provinsi dengan tingkat kemiskinan yang cukup fluktuatif adalah Provinsi Bali. Meskipun terkenal akan pariwisata dan kebudayaannya, tidak dapat dipungkiri bahwa kemiskinan di Provinsi Bali mengalami kenaikan dalam dua tahun terakhir. Oleh sebab itu, penting bagi pemerintah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kemiskinan sehingga mampu memberikan rekomendasi yang paling sesuai. Dalam penelitian kali ini akan dilihat pengaruh Dana Alokasi Khusus (DAK), Penanaman Modal Asing (PMA) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap persentase kemiskinan se-kabupaten/kota Provinsi Bali tahun 2015-2022. Metode penelitian kuantitatif menggunakan analisis regresi data panel dengan model Random Effect Model (REM) menyatakan bahwa secara simultan seluruh variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen. Variabel DAK berpengaruh signifikan positif terhadap persentase kemiskinan bersama dengan variabel PDRB yang mempengaruhi kemiskinan secara signifikan negatif. Secara parsial, hanya variabel PMA yang tidak mempengaruhi kemiskinan se-kabupaten/kota di Provinsi Bali. Implikasi penelitian ini pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi dan optimalisasi penggunaan DAK dan PMA untuk mengurangi kemiskinan di Provinsi Bali.  
Determinan Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Setiawan, Prayoga; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i1.688

Abstract

Poverty is a problem in the development process in most countries, especially in developing countries such as Indonesia. Analyzing the factors that influence poverty is important in formulating effective and targeted policies. This study aims to analyze the independent variables of village funds, unemployment rate, human development index (HDI), and gross regional domestic product (GRDP) affecting the dependent variable of the number of poor people in Indonesia in 2022. The study used the Ordinary Least Square (OLS) model to analyze cross-section data from 34 provinces in Indonesia in 2022. The results show that village funds and GRDP have a significant positive influence on the number of poor people, but HDI and unemployment rate do not have a significant influence. The findings make a significant contribution to understanding the factors that contribute to the poverty rate in Indonesia, as well as providing a basis for formulating more effective development policies to reduce the poverty rate in the future.
Pengaruh Tingkat Pengangguran Dan Angka Harapan Hidup Terhadap Sebaran Populasi Penduduk Di Indonesia Maulidiyah, Syafrina; Muchtar, Masruri; Robinson Sihombing , Pardomuan
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i1.689

Abstract

Development countries are often linked to heightened rural-to-urban migration rates, along with widespread unemployment and high fertility rates in rural areas, including Indonesia. This research aims to investigate the impact of unemployment rates and life expectancy on the population levels in Indonesian urban areas. The data used is Indonesian’s urban population, unemployment rate, and life expectancy from 2003-2022 that published by The World Bank and the United Nations-World Population Prospect and it is analyzed using quantitative methods. Based on time-series regression data, the research indicates a significant influence of both unemployment rates and life expectancy on population levels in urban areas of Indonesia. This highlights developmental disparities between regions, particularly in rural and urban area, although there are signs of increased employment opportunities in rural regions. Therefore, monitoring and evaluation, both by the government and the community, are necessary for ensuring that government budget allocations are precise, effective, and efficient.  Negara berkembang identik dengan tingkat migrasi dari desa ke kota yang tinggi, dan persebaran angka pengangguran dan angka fertilitas yang tinggi di daerah pedesaan, salah satunya adalah Indonesia. Penelitian ini berusaha menganalisis pengaruh tingkat pengangguran dan angka harapan hidup terhadap tingkat populasi penduduk di daerah perkotaan di Indonesia. Data yang digunakan adalah tingkat populasi di daerah perkotaan, tingkat pengangguran, dan angka harapan hidup Indonesia pada tahun 2003-2022 yang dipublikasikan oleh The World Bank dan United Nations-World Population Prospect yang dianalisis menggunakan metode kuantitatif. Berdasarkan hasil regresi data time-series, hasil penelitian menujukkan bahwa tingkat pengangguran dan angka harapan hidup berpengaruh signifikan terhadap tingkat urbanisasi di Indonesia. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan pembangunan antar daerah khususnya di daerah pedesaan dan perkotaan, namun terdapat indikasi peningkatan lapangan kerja di daerah pedesaan. Dengan demikian, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi baik dari pemerintah maupun masyarakat pada penyaluran alokasi anggaran belanja pemerintah agar lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Pengaruh Sanitasi, Air Minum, Dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Reguler Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Simanjuntak, Johana Veronika; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i2.690

Abstract

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah salah satu indikator kunci untuk mengukur kesejahteraan suatu negara, termasuk Indonesia. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat IPM. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh akses terhadap sanitasi, akses terhadap air minum, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Reguler terhadap IPM. Penelitian ini menggunakan data cross section yang terdiri dari 34 provinsi di Indonesia periode tahun 2022. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses sanitasi memadai dan realisasi dana alokasi fisik khusus reguler berpengaruh signifikan terhadap IPM, sedangkan akses terhadap air minum yang layak tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM. Hal ini menunjukkan perlunya upaya peningkatan akses terhadap sanitasi yang layak guna meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Indonesia. Selain itu, kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat diperlukan terutama dalam hal pengelolaan DAK fisik reguler sebagai instrumen kebijakan fiskal.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Kesehatan Terhadap PDRB Per Kapita Di Indonesia Sitorus, Yosef Felix; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i1.692

Abstract

Indonesia sebagai negara berkembang masih terus berupaya meningkatkan produktifitas ekonominya. Pendidikan dan kesehatan merupakan sektor penting yang sangat menjadi perhatian oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan penduduk Indonesia terhadap tingkat produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan 2010 di Indonesia dalam periode 2010-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel dengan model random effect. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa tingkat tingkat pendidikan yang diukur dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Angka Melek Huruf (AMH), serta Angka Harapan Hidup (AHH) memengaruhi Produk Domestik Regional Bruto per Kapita secara simultan. Secara terpisah (parsial), Angka Melek Huruf berkorelasi negatif namun tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto per Kapita, sedangkan Rata-rata Lama Sekolah dan Angka Harapan Hidup memiliki pengaruh yang signifikan dan berbanding lurus terhadap Produk Domestik Regional Bruto per Kapita. Berdasarkan penelitian ini, pemerintah dapat meningkatkan fokus pada keberlangsungan pendidikan penduduk Indonesia agar dapat menempuh studi dalam jangka waktu yang lebih optimal, serta pemerintah juga diharapkan untuk lebih fokus terhadap kesehatan penduduknya agar mampu meningkatkan nilai dari barang dan jasa yang diproduksi oleh penduduk Indonesia ke depannya terutama saat Indonesia akan mendapatkan kesempatan bonus demografi penduduk usia mudanya.
Pengaruh Dimensi Kepuasan Hidup Terhadap Indeks Kebahagiaan: Perspektif Regional Di Indonesia Basmallah, Fikri Dias; Muchtar, Masruri; Sihombing, Pardomuan Robinson
Journal of Law, Administration, and Social Science Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/jolas.v4i1.697

Abstract

Life satisfaction and happiness are crucial aspects of societal well-being. This research aims to observe the influence of life satisfaction dimensions on the happiness index in Indonesia. In this study, life satisfaction dimensions encompass personal aspects such as housing and asset conditions, health, household income, and employment. Utilizing cross-sectional data from 34 provinces in Indonesia for the year 2021, this research employs a quantitative research method, conducting multiple linear regression analysis on secondary data sourced from Indonesia Central Statistics Agency. The research findings indicate that health and employment have a positive and significant impact on the happiness index, with coefficients of 0.4370798 for the health variable and 0.2876573 for the employment variable. Meanwhile, housing and asset conditions, as well as household income, exhibit an insignificant influence on the happiness index. These results can serve as a foundation for the formulation and implementation of government policies or programs aimed at enhancing the happiness level of Indonesian society. Kepuasan hidup dan kebahagiaan merupakan aspek yang penting bagi kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh dimensi kepuasan hidup terhadap indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia. Pada penelitian ini, dimensi kepuasan hidup meliputi aspek-aspek personal seperti kondisi rumah dan aset, kesehatan, pendapatan rumah tangga, dan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan data cross section yang terdiri dari 34 provinsi di Indonesia pada periode tahun 2021. Melalui metode penelitian kuantitatif, analisis regresi linear berganda dilakukan terhadap data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dan pekerjaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap indeks kebahagiaan dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,4370798 untuk variabel kesehatan, dan sebesar 0,2876573 untuk variabel pekerjaan. Sementara itu variabel kondisi rumah dan aset, serta pendapatan rumah tangga menunjukkan pengaruh tidak signifikan terhadap indeks kebahagiaan. Hasil ini dapat menjadi landasan dalam perumusan maupun pelaksanaan kebijakan atau program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat kebahagiaan masyarakat Indonesia.