Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SETTING FLEET BERDASARKAN KAJIAN PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI OVERBURDEN DI PT MITRA INDAH LESTARI, PROJECT SITE PT LANNA HARITA INDONESIA, KALIMANTAN TIMUR Permadi, Fajar; Ratminah, Wawong Dwi; Nurkhamim, Nurkhamim; Linggasari, Shenny; Cahyadi, Tedy Agung
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol 10, No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13249

Abstract

PT Mitra Indah Lestari atau PT MIL adalah kontraktor penambangan yang membantu perusahaan owner dalam melakukan tahap operasi produksi. Salah satu owner yang menjadi mitra yaitu PT Lanna Harita Indonesia atau PT LHI yang memiliki lokasi tambang batubara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. PT MIL menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode backfill. Pada kegiatan pengupasan overburden Bulan Februari 2024 hanya memenuhi 87,27% target produksi overburden. Hal tersebut dikarenakan penggunaan nilai produktivitas alat gali muat dan alat angkut yang tidak sesuai dengan kondisi aktual. Selain itu, jenis material overburden yaitu: clay, sand, mud, dan top soil juga mempengaruhi produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Oleh karena itu dalam pembuatan rekomendasi setting fleet diperlukan nilai produktivitas alat gali muat dan alat angkut yang aktual. Pembuatan rekomendasi setting fleet bertujuan untuk mencapai target produksi overburden yaitu sebesar 955.447,8 BCM. Terdapat dua rekomendasi setting fleet untuk memenuhi target produksi overburden Bulan April 2024 yaitu setting fleet Plan A dan setting fleet Plan B. Total produksi overburden pada rekomendasi setting fleet Plan A sebesar 1.061.504,4 BCM atau memenuhi 111,1% target produksi overburden Bulan April 2024. Sedangkan total produksi overburden pada rekomendasi setting fleet Plan B sebesar 1.048.941,3 BCM atau memenuhi 109,79% target produksi overburden Bulan April 2024. Sangat direkomendasikan bagi perusahaan untuk menggunakan rekomendasi setting fleet Plan A yang memiliki produksi overburden lebih besar.
SETTING FLEET BERDASARKAN KAJIAN PRODUKSI ALAT GALI MUAT DAN ANGKUT UNTUK MENCAPAI TARGET PRODUKSI OVERBURDEN DI PT MITRA INDAH LESTARI, PROJECT SITE PT LANNA HARITA INDONESIA, KALIMANTAN TIMUR Permadi, Fajar; Ratminah, Wawong Dwi; Nurkhamim, Nurkhamim; Linggasari, Shenny; Cahyadi, Tedy Agung
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i1.13249

Abstract

PT Mitra Indah Lestari atau PT MIL adalah kontraktor penambangan yang membantu perusahaan owner dalam melakukan tahap operasi produksi. Salah satu owner yang menjadi mitra yaitu PT Lanna Harita Indonesia atau PT LHI yang memiliki lokasi tambang batubara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. PT MIL menggunakan sistem tambang terbuka dengan metode backfill. Pada kegiatan pengupasan overburden Bulan Februari 2024 hanya memenuhi 87,27% target produksi overburden. Hal tersebut dikarenakan penggunaan nilai produktivitas alat gali muat dan alat angkut yang tidak sesuai dengan kondisi aktual. Selain itu, jenis material overburden yaitu: clay, sand, mud, dan top soil juga mempengaruhi produktivitas alat gali muat dan alat angkut. Oleh karena itu dalam pembuatan rekomendasi setting fleet diperlukan nilai produktivitas alat gali muat dan alat angkut yang aktual. Pembuatan rekomendasi setting fleet bertujuan untuk mencapai target produksi overburden yaitu sebesar 955.447,8 BCM. Terdapat dua rekomendasi setting fleet untuk memenuhi target produksi overburden Bulan April 2024 yaitu setting fleet Plan A dan setting fleet Plan B. Total produksi overburden pada rekomendasi setting fleet Plan A sebesar 1.061.504,4 BCM atau memenuhi 111,1% target produksi overburden Bulan April 2024. Sedangkan total produksi overburden pada rekomendasi setting fleet Plan B sebesar 1.048.941,3 BCM atau memenuhi 109,79% target produksi overburden Bulan April 2024. Sangat direkomendasikan bagi perusahaan untuk menggunakan rekomendasi setting fleet Plan A yang memiliki produksi overburden lebih besar.
DENTIFICATION OF LAND MOVEMENTS BASED ON GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEMS AND DIPOLE-DIPOLE CONFIGURATION RESISTIVITY METHOD FOR LANDSLIDE DISASTER MITIGATION IN THE SELOHARJO, PUNDONG, BANTUL, YOGYAKARTA SPECIAL REGIONS Wikranta Setiawan, Ketut Arya; Nurkhamim, Nurkhamim; Winarno, Eddy
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 10 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v10i2.14546

Abstract

Seloharjo Village, Pundong, Bantul is an area that has geographical conditions in the form of mountains and hills, making the area prone to landslides. Landslides are geological disasters where masses of soil and rock move down slopes which are influenced by landslide parameters in the form of rainfall, slope, vegetation, seismicity and geology. A slip plane is a rock layer that has relatively lower permeability compared to the layer above it so that it can become a plane for the movement of soil and rock masses above it. Identification of the landslide slip plane was carried out using the dipole-dipole configuration geoelectric method with a path length of 260 m on track 1 and 220 m on track 2. The results of geoelectrical measurements show high subsurface resistivity values with a value range of 158 - 280 Ωm which is thought to be limestone material as a land sliding area and low resistivity values with a value range of 5 - 150 Ωm which is a layer of alluvial sediment as landslide material. Alluvial deposits in the research area become landslide material with the sliding surface being a layer of limestone, because the permeability value of limestone is smaller than that of alluvial deposits. Based on a review of the geographic information system in the form of a landslide susceptibility map obtained from the parameters of landslide events, it shows that the research area has a high rainfall value of 2,629 mm/year, a slope slope of 25 - 45%, vegetation with strong roots and dense leaves, level high earthquake susceptibility, and geological conditions in the form of a slip plane in the direction of the slope, from these parameters the research area has a high level of landslide susceptibility. On track 1, the slope direction of the slip plane is found to be in the same direction as the slope of the slope with high landslide potential.  Meanwhile, on route 2, the direction of the slope of the slip surface is opposite to the direction of the slope of the slope with low landslide potential. The results of the integration of geophysical data with GIS show that route 1 has a high landslide potential in terms of the analysis of the slip plane in the direction of the slope as well as the geographic information system which shows that the research area has a high level of landslide proneness so that mitigation is needed in the form of creating an evacuation route.
Penerapan Metode Geostatistik Untuk Estimasi Sumberdaya Galena Pada Blok Gossan Di PT Kapuas Prima Coal Suwandi, Tommy; Nurkhamim, Nurkhamim; Ardian, Aldin; Meihaga, Epafras; Leka, Emil Salim Kahmi; Sasea, Fransischus R.T
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 13, No 1 (2025): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v13i1.19140

Abstract

Estimasi sumberdaya mineral sangat penting dalam eksplorasi untuk menilai kelayakan penambangan. Metode geostatistik, khususnya ordinary kriging, sering digunakan untuk memperkirakan kadar bijih di lokasi yang tidak terukur dengan memanfaatkan nilai-nilai yang diketahui dan model variabilitas spasial (variogram). Namun, metode ini memiliki keterbatasan seperti asumsi stasioneritas, aditivitas, linearitas, dan subjektivitas dalam pemodelan variogram. Galena, mineral bernilai ekonomi tinggi karena kandungan timbalnya, menjadi fokus eksplorasi untuk industri baterai dan pelindung radiasi. Estimasi yang akurat terhadap sumber daya galena penting untuk menjamin eksplorasi dan penambangan yang efisien dan berkelanjutan. Berdasarkan metode estimasi ordinary kriging, sumber daya galena diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yaitu measured, indicated, dan inferred. Kategori measured memiliki volume 2.012.325 m³ dengan tonase 15.092.439 ton dan kadar Pb 3,70%. Kategori indicated memiliki volume 1.555.856,25 m³ dengan tonase 11.668.921 ton dan kadar Pb 3,96%. Sementara itu, kategori inferred memiliki volume 7.309,25 m³ dengan tonase 54.819 ton dan kadar Pb 4%. Hasil perhitungan teknik estimasi Ordinary Kriging menunjukkan nilai RMSE sebesar 0,40, koefisien korelasi (r) sebesar 0,98, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,96. Nilai-nilai ini mengindikasikan bahwa model ordinary kriging yang digunakan memiliki tingkat akurasi yang cukup baik, dengan hubungan yang cukup kuat antara nilai estimasi dan aktual. Dengan demikian, metode ini dapat diandalkan untuk estimasi sumberdaya galena.
PEMANFAATAN DAN PENINGKATAN NILAI EKONOMIS LIMBAH PARALON DI DUKUH TEMPEL, CATUR TUNGGAL, DEPOK, SLEMAN Nurkhamim, Nurkhamim; Harjanti, Sri
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/dlppm.v3i1.7124

Abstract

Many people confront the problem of handling inorganic waste, this is also confronted by the people of Catur Tunggal Village, Depok District, part of Sleman Regency, D.I Province. Yogyakarta. Catur Tunggal Village is known as a village with a leading sector with several well-known campuses as the best educational places in Indonesia such as UGM, UNY, UPN "Veteran" Yogyakarta and others. In addition, there are also many hotels and large malls. This encourages the construction of boarding houses, the construction of hotels, malls, restaurants and the rapidly growing tourism sector. The rapid development has an impact on the environment, one of the impacts that arise is the problem of dealing with construction waste such as paralon waste, wood waste, cement wrapping paper and others. Currently, the waste generated from the construction sector has not been utilized optimally.If paralon waste is managed and utilized properly and processed by skilled hands, it can turn out to be interesting goods and have a high selling value. Opposite, it can also be an exotic work of art. It is enough with simple equipment and cheap additional materials to produce art items such as decorative lamps, bed lamps, wall decorations, sculptures, and so on, so that it is hoped that they can overcome the problem of inorganic waste, increase people's income and reduce unemployment.
EVALUASI PRODUKSI ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DENGAN METODE REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PENGUPASAN LUMPUR ASLI DI PIT 40 SOUTH SENTUK, PT MULTI HARAPAN UTAMA, KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Setiaji, Didit Adi; Nurkhamim, Nurkhamim; Sudaryanto, Sudaryanto; Saputro, Kristanto Jiwo; Mardiah, Mardiah
Jurnal Teknologi Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jtp.v9i2.11873

Abstract

Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan tambang batubara adalah tidak tercapainya target produsi dari alat-alat mekanis yang digunakan oleh perusahaan. Permasalahan yang terjadi di PT Multi Harapan Utama pit 40 South Sentuk saat ini adalah tidak tercapainya target produksi dari alat muat Komatsu PC 1250-8R dan alat angkut Komatsu HD 785-7 yang digunakan dalam kegiatan pengupasan lumpur asli dengan target produksi sebesar 561.520 bcm/bulan untuk bulan Juni 2023. Produksi bulan Juni hanya sebesar 410.493 bcm yang berarti hanya sekitar 73% dari target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produktivitas alat mekanis yang digunakan, menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap nilai produktivitas, serta mengupayakan peningkatan produksi dan efisiensi penggunaan alat mekanis. Metode penelitian yang dilakukan diawali dengan studi literatur, observasi lapangan untuk pengambilan data primer dan sekunder secara langsung di lapangan. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis sehingga didapatkan alternatif penyelesaian masalah, serta mengamati perubahan nilai produktivitas alat setelah dilakukan perbaikan terhadap masalah yang terjadi. Digunakan analisis regresi linear berganda untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap nilai produktivitas alat mekanis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu berdasarkan perhitungan teoritis diketahui nilai produksi alat mekanis sebesar 284.722 bcm/bulan untuk 3 unit alat muat dan 407.855,14 bcm/bulan untuk 18 unit alat angkut. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap nilai produktivitas alat mekanis adalah parameter efisiensi kerja dengan nilai R2 sebesar 0,63 pada alat muat dan 0,65 pada alat angkut serta koefisien regresi sebesar 525,08 pada alat muat dan 101,90 pada alat angkut. Upaya peningkatan produksi yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan volume pemuatan per curah alat muat, memperbaiki hambatan kerja yang terjadi, serta menyesuaikan jumlah kebutuhan alat angkut sehingga menghasilkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan produksi. Perubahan hasil produksi alat muat excavator Komatsu PC 1250 dari 284.722 bcm/bulan menjadi sebesar 562.652,85 bcm/bulan dan alat angkut rigid dump truck Komatsu HD 785 dari 407.855,14 bcm/bulan menjadi sebesar 565.814,71 bcm/bulan. Dengan demikian, diperoleh secara teoritis bahwa kemampuan dan ketersedian alat mekanis setelah dilakukan evaluasi mampu mencapai target produksi 561.520 bcm untuk bulan Juni 2023 yang telah ditetapkan oleh perusahaan. 
Pengaruh Silika (Si) pada Arang Sekam Padi sebagai Adsorben terhadap Tanaman Holtikultura Situmorang, Herlan Register; Nursanto, Edy; Nurkhamim, Nurkhamim
Action Research Literate Vol. 6 No. 2 (2022): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v6i2.120

Abstract

Pada daerah pertanian tidak selalu subur. Di daerah yang dekat pertambangan tanah dan air pasti akan tercemar dengan air asam tambang. Sehingga petani perlu solusi, salah satunya penggunaan aram sekam padi sebagai adsorben penyerap berbagai logam pada tanah atau air yang tercemar berbagai logam. Arang sekam padi adalah sekam padi yang dibakar namun tidak sempurna. Arang sekam padi mengandung unsur silika kadar yang dapat membantu tanaman atas ketidakseimbangannya tanaman pada zat-zat unsur hari, dan membuat batang tanaman menjadi lebih kokoh, serta membantu dalam meminimalisir cekaman abiotik yang mengakibatkan bertambah kuatnya jaringan pada tanaman holtikultura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silika pada arang sekam padi sebagai adsorben terhadap tanaman holtikultura. Metode yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data yakni dengan analisis berbagai jenis dokumen, baik itu buku, laporan, maupun jurnal melalui penelusuran menggunakan Google Scholar. Penelurusan sumber informasi ini menggunakan beberapa format penulisan, yakni arang sekam padi, holtikultura, dan air asam tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika pada arang mempengaruhi tanaman holtikultura karena silika berfungsi sebagai adsorben yang dapat meningkatkan ruang pori total dan mempercepat drainase air tanah dan arang sekam padi membantu dalam penyerapan logam-logam pada tanah yang tercemar.
Knowledge, Attitude, and Supervision Correlation Analysis in Improving Work Safety Using The Pearson Method at A Tin Ore Refining Company in The Jelitik Industrial Area of Bangka Regency Larasati, Ivana Ardhia; Ernawati, Rika; Haq, Shofa Rijalul; Nurkhamim, Nurkhamim; Cahyadi, Tedy Agung
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i12.8818

Abstract

Occupational safety is a crucial aspect, especially in the mining sector, which has a high risk of accidents due to various factors. These factors include knowledge, attitude, and supervision. Although PT Pemurnian Oreh Timah in the Jelitik Industrial Estate recorded a few incidents of work accidents that occurred in the last 1 year, the risk of work accidents still exists. This study aims to analyze the level of close relationship between independent variables, namely knowledge and attitude, knowledge and supervision, and attitude with supervision in the Engineering Department of PT Pemurnian Oreh Timah in the Jelitik Industrial Estate, Bangka Regency. Pearson's correlation test method was used to analyze questionnaire data from 68 workers in the company's engineering department. The results showed that there was a weak relationship (r = 0.311) between knowledge and attitude, as well as a moderate relationship (r = 0.502) between knowledge and supervision. A moderate relationship (r = 0.484) was also found between attitude and supervision. These findings show that these factors are interrelated, where it is hoped that effective supervision can increase workers' knowledge and attitudes towards occupational safety.