Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Latihan Gerak Lokomotor Sebagai Upaya Mengembangkan Motorik Kasar Anak Down Syndrome Simahate, Salpina; Munip, Abdul
THUFULA Vol 8, No 2 (2020): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v8i2.7656

Abstract

Salah satu aspek  yang sangat penting bagi  perkembangan dan pertumbuhan pada anak usia dini adalah aspek motorik kasar, karena perkembangan motorik kasar akan berimplikasi pada perkembangan anak kedepannya. Begitu juga dengan anak dengan keterbelakangan fisik dan mental (Down Syndrome). Untuk mengoptimalkan perkembangan aspek fisik motorik anak down syndrome seorang guru atau orang tua perlu memberikan latihan-latihan gerak pada anak, misalnya gerak lokomotor. Tujuan penulisan artikel ini untuk mendeskripsikan perkembangan motorik kasar anak down syndrome melalui latihan-latihan gerak lokomotor. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah seorang anak berinisial Jf yang sekolah di TK Islam Pelangi Anak Negeri berusia 5 tahun 5 bulan dan mengalami gangguan down syndrome dengan tingkat hambatan intelektual ringan. Dalam proses penelitian, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tehnik pengambilan data menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model miles dan huberman dengan tahap analisis data yakni reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan pengujian kebasahan data menggunakan  tehnik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek fisik motorik anak down syndrome semakin berkembang setelah diberikan latihan-latihan gerak lokomotor. Anak mampu melakukan gerakan lokomotor seperti berlari, merangkak, berjalan, mendaki, meluncur, berjengket, meloncat, mengguling dan melompat.
Development Of Interactive Digital Media To Improve Early Childhood Reading Skills Cut Ayu Nazila; Rahma Rahma; Salpina Salpina
Early Childhood Research Journal (ECRJ) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early reading skills are an important part of early childhood literacy development that needs to be optimally stimulated. However, the learning process in kindergarten still uses many conventional methods, so the development of children's early reading skills is not optimal. This interactive Digital Media has the potential to attract children's attention, provide an immersive learning experience, and create a participatory atmosphere. The research method used is Research and Development (RND) with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The data collection technique was carried out through observation, and a questionnaire to assess the child's initial reading ability on the Likert scale. The results of the study show that the interactive digital media developed is in the category of very feasible based on expert assessment and teacher response. In addition, the use of interactive digital media is able to improve children's early reading skills, especially in the aspects of letter recognition, reading syllables, and reading simple words. The implications of this study show that interactive digital media can be an effective alternative learning media in supporting the development of early childhood literacy.
Development and Validation of Canva-Based Learning Media for Improving Early Reading Skills in Children Aged 5–6 Rahma Rahma; Salpina Salpina; Darmiati Darmiati; Anisaturrahmi Anisaturrahmi
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 4 (2026): August
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i4.1505

Abstract

Early reading skills are a fundamental aspect of emergent literacy and play an important role in children's future academic success. However, observations at Harapan Bunda Preschool revealed that literacy learning activities still relied primarily on printed books and student worksheets, while the use of digital learning media remained limited. This study aimed to develop and validate Canva-based learning media to support early reading activities among children aged 5–6 years. The study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The participants were 10 children aged 5–6 years enrolled in Harapan Bunda Preschool. Data were collected using media validation sheets, material validation sheets, teacher response questionnaires, and observation sheets to assess children's early reading skills. The validation results showed that the Canva-based learning media received feasibility scores of 91% from media experts and 93% from material experts, both categorized as very feasible according to the established validation criteria. During implementation, the same group of children participated in both the small-group and large-group trial stages. Observation scores increased from 48.75% in the initial trial stage to 90% in the subsequent implementation stage. These findings indicate that the developed Canva-based learning media is feasible and appropriate for supporting early reading activities in preschool settings. Further studies using experimental designs are recommended to examine its effectiveness in improving children's reading outcomes.
Pengembangan E-Lkpd Interaktif Sebagai Media Revitalisasi Budaya Kemali Di Gayo Dalam Penguatan Nilai Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini Salpina; Amna; Cut Ayu Nazila
Jurnal Pelita PAUD Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v10i2.5708

Abstract

Salah satu permasalahan yang terjadi sebagai dampak dari digitalisasi adalah terjadinya dekadensi moral. Nilai-nilai budi pekerti mulai tergerus dan menjadi barang langka bagi generasi baru. Padahal, jika dtelusuri lebih jauh nilai-nilai budi pekerti sebenarnya adalah warisan budaya luhur yang harus dilestarikan. Diantara banyaknya budaya di Indonesia yang mengajarkan budi pekerti salah satunya adalah budaya Kemali di Gayo. Budaya Kemali merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Gayo Provinsi Aceh yang dijadikan sebagai norma-norma tentang tata cara bergaul, bertingkah laku dan berinteraksi. Namun, budaya Kemali juga ikut memudar seiring perkembangan zaman. Oleh karena itu, penting untuk melestarikan kembali nilai-nilai budi pekerti pada budaya Kemali tersebut sejak usia dini. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan budaya Kemali adalah dengan memanfaatkan teknologi, karena permasalahan yang timbul akibat perkembangan teknologi harus diatasi dengan memanfaatkan teknologi pula, yaitu dengan pengembangan e-LKPD pada Pendidikan Anak Usia Dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) melakukan revitalisasi budaya Kemali dengan merancang e-LKPD interaktif berbasis budaya Kemali (2) mengenalkan budaya Kemali pada anak usia dini melalui e-LKPD interaktif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Four-D (Define, Design, Develove, dan Dissemination). Sedangkan Data diperoleh dan dianalisis dengan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan sebesar 24 poin pada perubahan pengetahuan budaya kemali anak, dan pada perubahan nilai budi pekerti terdapat 12 anak dengan kategori tinggi, 2 anak dengan kategori sedang, dan 1 anak dengan kategori rendah.
Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini Melalui Aktivitas Mengolah Botol Bekas Menjadi Kerajinan: Penelitian Salpina; Maisura; Faizah M. Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4792

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini melalui kegiatan mengolah botol bekas menjadi tempat pensil. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok A dan B di TK Darul Azizi, yang berusia 4–6 tahun. Kreativitas anak diukur melalui tiga indikator utama: orisinalitas, kelancaran ide, dan kemampuan eksplorasi bahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kreativitas secara signifikan dari siklus I ke siklus II. Persentase orisinalitas meningkat dari 40% menjadi 75%, kelancaran ide dari 50% menjadi 80%, dan kemampuan eksplorasi bahan dari 45% menjadi 83%. Peningkatan ini terjadi setelah guru mengubah pendekatan dari yang instruktif menjadi fasilitatif, memberi ruang kepada anak untuk berekspresi dan bereksperimen secara mandiri. Penelitian ini memperkuat teori bahwa kreativitas anak dapat tumbuh dalam lingkungan belajar yang memberi kebebasan, stimulasi, dan dukungan emosional. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai pendidikan lingkungan dengan memperkenalkan konsep daur ulang secara praktis dan menyenangkan. Implikasi dari hasil ini mendorong guru PAUD untuk memanfaatkan bahan bekas sebagai media pembelajaran yang kreatif, murah, dan ramah lingkungan, serta mengembangkan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada karakter dan keberlanjutan.
FACTORS INFLUENCING SPEECH DELAY IN EARLY CHILDHOOD: A LITERATURE REVIEW BASED ON VYGOTSKY'S THEORY Irda Rafika; Salpina
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 2 (2026): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i2.382

Abstract

Language development is an important aspect in the growth and development of early childhood because it is directly related to thinking skills , social interaction , and learning readiness . One of the disorders that often appears during the golden age (0–6 years ) is speech delay , which is a condition when a child is not yet able to use spoken language according to his developmental stage . This article aims to identify and analyze factors that influence speech delay in early childhood based on Vygotsky 's social development theory . The study was conducted using the Systematic Literature Review (SLR) method of national and international scientific articles published between January 2019 and December 2025. Of the 245 articles found through four databases, 25 articles met the inclusion criteria and were analyzed thematically . The results of the study indicate that speech delay is influenced by internal factors of the child ( cognitive and emotional ), family factors ( parenting patterns and verbal stimulation ), educational environmental factors ( the role of teachers and learning methods ), and socio-technological factors ( social interaction and exposure to digital devices ). Based on Vygotsky's theory , social interaction through the Zone of Proximal Development (ZPD) and scaffolding plays a central role in accelerating children's language development .