Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Determinants of the Human Development Index (HDI) in Indonesia, 2014 - 2021 Dwi Palupi Panglipuring Tyas; Ni Made Sukartini
MediaTrend Vol 17, No 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/mediatrend.v17i2.14610

Abstract

Human development is a process of community change in improving the welfare andprosperity of their lives which includes aspects of health, education, economic andsocial aspects. This study aims to analyze the effect of protein intake, early marriage,health and educational facilities, unemployment, and MSMEs on HDI in Indonesia.The OLS and FEM model are used to estimate Indonesia’s 34 provinces panel dataset from 2014 in 2021. The study results show the life expectancy was affected byprotein consumption, number of hospitals, and health centers. The average length ofschooling is affected by the number of elementary, high school, and vocational schools and is influenced by the number of elementary and vocational school teachers. Gross Domestic Regional Product (GRDP) per capita is affected by unemployment rate and MSMEs. The increasing of protein consumption, early marriages evidences, number of health care provision, number of school are correlated on HDI. Furthermore, HDI is also affectef by the reduction of unemployment and number of MSMEs.
ANALISIS SWOT PENGEMBANGAN DESA WISATA BERBASIS KEARIFAN DAN POTENSI LOKAL MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA DI DESA AIK BERIK LOMBOK TENGAH Hijrah Saputra; Ni Made Sukartini; Muhammad Zamal Nasution; Mochammad Reizza Al Ariyah; Yuhronur Efendi; Abdur Rohman
Jurnal Pengabdian Masyarakat - Teknologi Digital Indonesia. Vol 2, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Teknologi Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26798/jpm.v2i1.778

Abstract

Kegiatan pengembangan masyarakat untuk program desa binaan dilakukan di desa Aik Berik menggunakan analisis SWOT. Teknik dan metode pengumpulan data dibagi menjadi beberapa tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Tahap persiapan melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Tahap pelaksanaannya melalui workshop bagi masyarakat dan pelaku pariwisata di desa Aik Berik. Hasilnya adalah beberapa potensi Desa Aik Berik sebagai Desa Wisata. Namun potensi tersebut belum dikembangkan dengan baik, sehingga perlu ditingkatkan dengan membangun konektivitas yang baik antar objek wisata. Keduanya memberikan co-branding yang sesuai. Ketiga, keseriusan semua pemangku kepentingan untuk membangun desa wisata secara merata untuk semua lokasi wisata di desa Aik Berik. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, program desa binaan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dengan mengembangkan desa wisata di Desa Aik Berik.
Ketimpangan Ekonomi, Kemiskinan dan Akses Informasi : Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kriminalitas ? Andi Ahmad Mardinsyah; Ni Made Sukartini
Jurnal Ekonika : Jurnal Ekonomi Universitas Kadiri Vol. 5 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/ekonika.v5i1.554

Abstract

This study aims to assess the linkage between inequality and information access concerning criminal acts in Indonesia. Macro-level data of 33 provinces in Indonesia during 2012-2017 from the Central Statistics Agency (BPS) were analyzed using panel data regression methods. The analysis affirms that Fixed Effect Model (FEM) is the most appropriate model in explaining criminal behavior. Interestingly, poverty reduction leads in increasing crime activity. There is not enough evidence that inequality and information access influence crime. It is necessary to reconsider the use of microdata to determine the effect of inequality and access to information on crime.
ANALYSIS OF POVERTY IN JAVA-BALI ISLAND AND REGIONS OUTSIDE JAVA-BALI Sri Nathasya; Tri Haryanto; Ni Made Sukartini
TRIKONOMIKA Vol 21 No 1 (2022): June Edition
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.688 KB) | DOI: 10.23969/trikonomika.v21i1.5340

Abstract

The urgency of this study is to analyze poverty based on the characteristics of districts/cities in Java-Bali and regions outside Java-Bali. This study used panel data from 2010-2019 in 128 regencies/cities in the Java-Bali islands, and 382 regencies/cities outside Java-Bali region. Analysis using the STATA application with the analytical used is Fixed Effect Model (FEM). Access to electricity has a negative and significant effect on poverty while access to sanitation has a negative and insignificant effect on poverty in Java-Bali. The KUR program, access to clean water, GRDP, education and population have positive and significant impact on poverty in the Java-Bali region. The results of the analysis in areas outside Java-Bali suggest that GRDP has a positive but insignificant effect on poverty while the KUR Program, access to electricity, access to water, access to sanitation, education and population have significant and positive effect on poverty.
ANALISIS PENGELUARAN INTERNET UNTUK PENDIDIKAN PADA RUMAH TANGGA Suryana, Yulifah; Sukartini, Ni Made
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 7 No 2 (2023): Edisi Mei - Agustus 2023
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v7i2.3235

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis variasi lokasi tempat tinggal serta infrastruktur mempengaruhi pengeluaran internet dan pendidikan tahun 2021 berdasarkan pembagian wilayah kebudayaan di Jawa Timur. Data yang digunakan berasal dari Susenas MSBP dan survei PODES yang dikumpulkan oleh BPS pada tahun 2021. Studi ini terbatas pada rumah tangga yang melakukan pengeluaran pendidikan untuk kuota internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analisis regresi OLS, variabel dependen yang digunakan yaitu biaya pengeluaran pendidikan (kuota internet) untuk rumah tangga. Variabel bebas yang digunakan yaitu karakteristik rumah tangga, lokasi tempat tinggal, dan infrastruktur IT. Studi kasus yang digunakan adalah pembagian wialayah berdasarkan kebudayaan di Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan wilayah Kelompok Matraman di Kawasan lereng tempat tinggalnya menjadi yang terbanyak pengeluaran pendidikan untuk kuota internet, berbanding terbalik dengan wilayah kelompok Madura yang tinggal di kawasan lembah. Diketahui pula nilai pengeluaran kuota internet untuk urusan pendidikan yang paling laris kisaran 40.000 hingga 50.000 rupiah, dengan sinyal internet memiliki (4G/LTE) menhyebabkan pengeluaran pendidikan semakin banyak juga. Sinyal HP terbukti tidak signifikan secara statitik jadi tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya pengeluaran pendidkikan untuk kuota internet di Jawa Timur.
Pengembangan Virtual Tour dengan Teknologi Video 360 Derajat di Desa Wisata Aik Berik Lombok Tengah Saputra, Hijrah; Sukartini, Ni Made; Nasution, Muhammad Zamal; Al Ariyah, Mochammad Reiza
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v6i1.4560

Abstract

Virtual Tour Desa Wisata Aik Berik Lombok Tengah merupakan sebuah inovasi dalam promosi wisata yang menggunakan teknologi video. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengunjungi dan menjelajahi desa wisata Aik Berik secara virtual melalui internet. Dalam pengembangan ini, teknologi video 360 derajat digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif kepada pengguna. Selain itu, pengembangan ini juga menggunakan teknologi berbasis web, sehingga pengguna dapat mengakses virtual tour ini dengan mudah melalui browser web tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Dengan adanya virtual tour ini, diharapkan dapat meningkatkan minat wisata. Sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan menggugah minat wisatawan untuk datang langsung ke desa Wisata Aik Berik, dan pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar objek wisata.
Urgensi Pembuatan Peraturan Desa Berbasis Nilai Lokal di Desa Taro-Bali Rosa Ristawati; Radian Salman; Ni Made Sukartini; Nur Annisa, Fadila Nur Annisa; Enrico Benedictus Silagen; Rafi Al Malik
Jurnal Dedikasi Hukum Vol. 4 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jdh.v4i3.37449

Abstract

Dualisme pemerintahan desa, desa adat dan desa dinas di Bali menjadi salah satu keunikan tatanan pemerintahan desa di Indonesia. Perkembangan jaman dan teknologi mendatangkan keuntungan secara ekonomi baik untuk Desa Adat maupun desa dinas. Namun disatu sisi dapat mempengaruhi tatanan sosial dan budaya masyarakat di kedua desa tersebut. Kearifan lokal yang menjadi ciri khas Masyarakat adat menjadi kewajiban bagi desa dinas dan desa adat untuk melindungi, mengelola, dan menjaga kearifan lokal. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18B ayat (2) menjadi landasan melindungi kearifan lokal yang memiliki urgensi untuk menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya serta tradisi yang hidup di Desa Taro, Gianyar, Bali. Perlindungan kearifan lokal terkait dengan aspek adaptasi, yang meliputi upaya pengembangan tradisi budaya dan adat istiadat untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau tanpa mengobarkan keasliannya. Maka dari itu perlu di bentuknya peraturan desa yang berkaitan dengan Nilai Lokal di Desa Taro. Artikel ini membahas perlunya sebuah peraturan mengenai perlindungan kearifan lokal di Desa Taro. Dalam membahas isu utama pada artikel ini digunakan pendekatan legal empiris yang melihat peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan kearifan lokal dengan merelevansikan pada data-data empiris mengenai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup dan ada di desa Taro. Artikel ini berkesimpulan ada beberapa alasan urgensi perlunya pengaturan mengenai perlindungan kearifan lokal dalam bentuk peraturan desa di Desa Taro. Abstract The Urgency of Village Regulation on Local Wisdom Values in Taro Village, Tenggallang, Gianyar, BaliThe dualism of village governance; the customary villages and the official villages in Bali is one of the unique governance in Indonesia. The development of time and technology brings economic benefits to both the traditional and the official villages. But on the one hand, it can affect the social and cultural order of the people in both villages. Local wisdom that characterizes indigenous peoples is an obligation for official villages and customary villages to protect, manage, and maintain local wisdom. The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Article 18B paragraph (2) is the basis for protecting the local wisdom that has the urgency to maintain and protect cultural values and traditions that live in Taro Village, Gianyar, Bali. The protection of local wisdom is related to the aspect of adaptation, which includes efforts to develop cultural traditions and customs for traditional activities. Therefore, it is necessary to form a village regulation relating to Local Values in Taro Village. This article discusses the need for a regulation making regarding the protection of local wisdom in Taro Village. In discussing the main issue in this article, an empirical legal approach is used by looking at the legislation on the protection of local wisdom, thus, by revealing empirical data on cultural values and local wisdom that live and exist in Taro village. This article concludes that there are several reasons for an urgency of the need to regulate the protection of local wisdom in the form of village regulations in Taro Village.
Kesehatan Mental Sumber Daya Manusia Indonesia Khoirunissa, Daerossi Hani; Sukartini, Ni Made
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v4i1.9919

Abstract

Kesehatan SDM menjadi penting disebabkan oleh peran SDM sebagai input modal bagi perekonomian.Kerugian akibat gangguan kesehatan mental akan berdampak pada gangguan fungsi fisik penderitanya, serta akan menjadi kerugian ekonomi pada wilayahnya. Peneliti menduga terdapat hubungan antara kondisi wilayah terhadap jumlah penderita kesehatan mental. Peneliti berharap agar masalah kesehatan mental dapat dilihat sebagai prioritas dalam merumuskan kebijakan.Penelitian empiris melalui data bersumber dari sumber Podes 2018 oleh BPS. Gambaran cacat mental menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk akan menghasilkan jumlah cacat mental yang lebih tinggi. Prevalensi cacat mental menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Sulawesi memiliki prevalensi cacat mental yang sedang di setiap wilayah. Kejadian pemasungan memiliki pola yang sama dengan jumlah cacat mental dengan kejadian terbanyak di provinsi NTT. Semakin sulit topografi wilayah maka akan semakin banyak kasus pemasungan yang terjadi. Metode OLSdengan menggunakan robust standart errormenunjukkan bahwa pengaruh lingkungan fisik seperti topografi tidak terlalu berpengaruh pada jumlah cacat mental, namun pencemaran dan permukiman kumuh berpengaruh positif terhadap jumlah cacat mental.
Strategi BUMDes Kaduara Timur dalam mengembangkan pariwisata desa yang berkelanjutan Sukartini, Ni Made; Purnawanty, Jani; Jayadi, Akhmad; Solihin, Achmad
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i2.22636

Abstract

Sumber air belerang Misgilomi adalah wahana wisata baru, yang berlokasi di Desa Kaduara Timur, Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Wahana ini mulai dibuka dan dikelola BUMDes Kaduara Timur sejak Tahun 2023. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kaduara Timur ini bertujuan untuk mengawal pengelolaan dan proses pemasaran wahana ini. Metode kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD), promosi wahana, simulasi tarif jasa wisata, dan pendampingan penyusunan Peratuaran Desa (PerDes). Strategi yang disepakati dan diimplementasikan mulai bulan Oktober 2024 adalah pengelola memungut jasa wisata yang sebelumnya bersifat gratis. Wahana Misgilomi mendapat kenaikan pendapayan hingga 66,67% jika menerapkan harga bundling sebesar Rp. 5.000, dimana harga ini mencakup 1 cangkir jamu kebugaran yang siap dinikmati pengunjung. Dalam setahun, estimasi pendapatan wahana adalah Rp. 120.000.000-an. PerDes yang akan disahkan akhir Tahun 2025 menetapkan 15% dari penerimaan kotor wahana Misgilomi menjadi bagian penerimaan Desa Kaduara Timur. Hal ini bermakna ada sekitar Rp. 18.000.000-an tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) setiap tahun. Tambahan sumber PADes ini akan selain mendorong Desa Kaduara Timur menuju status Desa Maju atau Mandiri juga mendorong UMKM jamu dan UMKM lain bangkit kembali. Kondisi ini akan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Keberlanjutan usaha UMKM juga diharapkan dapat menurunkan arus urbanisasi keluar dari Madura.
Post-eruption economic recovery: Strengthening livelihoods in Lumajang Indonesia after Mount Semeru disaster Hariyono, Hariyono; Purwono, Rudi; Sukartini, Ni Made; Madyawati, Sri Pantja; Chrisnahutama, Adrian
Central Community Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/ccdj.v5i1.351

Abstract

Natural disasters in Indonesia result in significant material and nonmaterial losses. According to the National Disaster Management Agency (BNPB), disasters in 2021 have caused 709 deaths, 73 missing persons, and displaced 583,840 people. Post-disaster recovery efforts, including economic assistance, are essential for restoring people’s livelihoods. The implementation of economic assistance after the Mount Semeru eruption in the Lumajang Regency included several stages: preparation, socialization and location survey, group formation, technical guidance, provision of stimulant assistance, exit strategy planning, and monitoring and evaluation. As a result, two livestock groups were established in the Bumi Semeru Damai permanent housing area, each consisting of 10 members and legally recognized by a village decree. These groups successfully carried out daily livestock management, enhanced productivity and welfare, improved market access, and increased the understanding of livestock product marketing. The initiative fostered sustainability and independence, with the groups evolving into leading livestock centers specializing in goats in the Lumajang Regency. Critical factors supporting sustainability included a sufficient supply of animal feed that met nutritional requirements. This economic assistance program played a vital role in revitalizing the local economy by utilizing local commodities, forming community-based economic institutions, and strengthening local capacities through a disaster risk reduction approach. In addition, the program secured local government and stakeholder support, contributing to long-term recovery and alignment with sustainable regional development. This case highlights the importance of integrated economic recovery programs in post-disaster contexts for building resilience and improving community welfare.