Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

ANALYSIS OF POVERTY IN JAVA-BALI ISLAND AND REGIONS OUTSIDE JAVA-BALI Sri Nathasya; Tri Haryanto; Ni Made Sukartini
TRIKONOMIKA Vol 21 No 1 (2022): June Edition
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.688 KB) | DOI: 10.23969/trikonomika.v21i1.5340

Abstract

The urgency of this study is to analyze poverty based on the characteristics of districts/cities in Java-Bali and regions outside Java-Bali. This study used panel data from 2010-2019 in 128 regencies/cities in the Java-Bali islands, and 382 regencies/cities outside Java-Bali region. Analysis using the STATA application with the analytical used is Fixed Effect Model (FEM). Access to electricity has a negative and significant effect on poverty while access to sanitation has a negative and insignificant effect on poverty in Java-Bali. The KUR program, access to clean water, GRDP, education and population have positive and significant impact on poverty in the Java-Bali region. The results of the analysis in areas outside Java-Bali suggest that GRDP has a positive but insignificant effect on poverty while the KUR Program, access to electricity, access to water, access to sanitation, education and population have significant and positive effect on poverty.
ANALISIS PENGELUARAN INTERNET UNTUK PENDIDIKAN PADA RUMAH TANGGA Suryana, Yulifah; Sukartini, Ni Made
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 7 No 2 (2023): Edisi Mei - Agustus 2023
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v7i2.3235

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis variasi lokasi tempat tinggal serta infrastruktur mempengaruhi pengeluaran internet dan pendidikan tahun 2021 berdasarkan pembagian wilayah kebudayaan di Jawa Timur. Data yang digunakan berasal dari Susenas MSBP dan survei PODES yang dikumpulkan oleh BPS pada tahun 2021. Studi ini terbatas pada rumah tangga yang melakukan pengeluaran pendidikan untuk kuota internet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analisis regresi OLS, variabel dependen yang digunakan yaitu biaya pengeluaran pendidikan (kuota internet) untuk rumah tangga. Variabel bebas yang digunakan yaitu karakteristik rumah tangga, lokasi tempat tinggal, dan infrastruktur IT. Studi kasus yang digunakan adalah pembagian wialayah berdasarkan kebudayaan di Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan wilayah Kelompok Matraman di Kawasan lereng tempat tinggalnya menjadi yang terbanyak pengeluaran pendidikan untuk kuota internet, berbanding terbalik dengan wilayah kelompok Madura yang tinggal di kawasan lembah. Diketahui pula nilai pengeluaran kuota internet untuk urusan pendidikan yang paling laris kisaran 40.000 hingga 50.000 rupiah, dengan sinyal internet memiliki (4G/LTE) menhyebabkan pengeluaran pendidikan semakin banyak juga. Sinyal HP terbukti tidak signifikan secara statitik jadi tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya pengeluaran pendidkikan untuk kuota internet di Jawa Timur.
Pengembangan Virtual Tour dengan Teknologi Video 360 Derajat di Desa Wisata Aik Berik Lombok Tengah Saputra, Hijrah; Sukartini, Ni Made; Nasution, Muhammad Zamal; Al Ariyah, Mochammad Reiza
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/cendekia.v6i1.4560

Abstract

Virtual Tour Desa Wisata Aik Berik Lombok Tengah merupakan sebuah inovasi dalam promosi wisata yang menggunakan teknologi video. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengunjungi dan menjelajahi desa wisata Aik Berik secara virtual melalui internet. Dalam pengembangan ini, teknologi video 360 derajat digunakan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif kepada pengguna. Selain itu, pengembangan ini juga menggunakan teknologi berbasis web, sehingga pengguna dapat mengakses virtual tour ini dengan mudah melalui browser web tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Dengan adanya virtual tour ini, diharapkan dapat meningkatkan minat wisata. Sehingga dapat memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan menggugah minat wisatawan untuk datang langsung ke desa Wisata Aik Berik, dan pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di sekitar objek wisata.
Urgensi Pembuatan Peraturan Desa Berbasis Nilai Lokal di Desa Taro-Bali Rosa Ristawati; Radian Salman; Ni Made Sukartini; Nur Annisa, Fadila Nur Annisa; Enrico Benedictus Silagen; Rafi Al Malik
Jurnal Dedikasi Hukum Vol. 4 No. 3 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jdh.v4i3.37449

Abstract

Dualisme pemerintahan desa, desa adat dan desa dinas di Bali menjadi salah satu keunikan tatanan pemerintahan desa di Indonesia. Perkembangan jaman dan teknologi mendatangkan keuntungan secara ekonomi baik untuk Desa Adat maupun desa dinas. Namun disatu sisi dapat mempengaruhi tatanan sosial dan budaya masyarakat di kedua desa tersebut. Kearifan lokal yang menjadi ciri khas Masyarakat adat menjadi kewajiban bagi desa dinas dan desa adat untuk melindungi, mengelola, dan menjaga kearifan lokal. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18B ayat (2) menjadi landasan melindungi kearifan lokal yang memiliki urgensi untuk menjaga dan mempertahankan nilai-nilai budaya serta tradisi yang hidup di Desa Taro, Gianyar, Bali. Perlindungan kearifan lokal terkait dengan aspek adaptasi, yang meliputi upaya pengembangan tradisi budaya dan adat istiadat untuk kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masa kini dengan melakukan perubahan terbatas yang tidak akan mengakibatkan kemerosotan nilai pentingnya atau tanpa mengobarkan keasliannya. Maka dari itu perlu di bentuknya peraturan desa yang berkaitan dengan Nilai Lokal di Desa Taro. Artikel ini membahas perlunya sebuah peraturan mengenai perlindungan kearifan lokal di Desa Taro. Dalam membahas isu utama pada artikel ini digunakan pendekatan legal empiris yang melihat peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan kearifan lokal dengan merelevansikan pada data-data empiris mengenai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang hidup dan ada di desa Taro. Artikel ini berkesimpulan ada beberapa alasan urgensi perlunya pengaturan mengenai perlindungan kearifan lokal dalam bentuk peraturan desa di Desa Taro. Abstract The Urgency of Village Regulation on Local Wisdom Values in Taro Village, Tenggallang, Gianyar, BaliThe dualism of village governance; the customary villages and the official villages in Bali is one of the unique governance in Indonesia. The development of time and technology brings economic benefits to both the traditional and the official villages. But on the one hand, it can affect the social and cultural order of the people in both villages. Local wisdom that characterizes indigenous peoples is an obligation for official villages and customary villages to protect, manage, and maintain local wisdom. The 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Article 18B paragraph (2) is the basis for protecting the local wisdom that has the urgency to maintain and protect cultural values and traditions that live in Taro Village, Gianyar, Bali. The protection of local wisdom is related to the aspect of adaptation, which includes efforts to develop cultural traditions and customs for traditional activities. Therefore, it is necessary to form a village regulation relating to Local Values in Taro Village. This article discusses the need for a regulation making regarding the protection of local wisdom in Taro Village. In discussing the main issue in this article, an empirical legal approach is used by looking at the legislation on the protection of local wisdom, thus, by revealing empirical data on cultural values and local wisdom that live and exist in Taro village. This article concludes that there are several reasons for an urgency of the need to regulate the protection of local wisdom in the form of village regulations in Taro Village.
Kesehatan Mental Sumber Daya Manusia Indonesia Khoirunissa, Daerossi Hani; Sukartini, Ni Made
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 1 (2020): Volume 4, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v4i1.9919

Abstract

Kesehatan SDM menjadi penting disebabkan oleh peran SDM sebagai input modal bagi perekonomian.Kerugian akibat gangguan kesehatan mental akan berdampak pada gangguan fungsi fisik penderitanya, serta akan menjadi kerugian ekonomi pada wilayahnya. Peneliti menduga terdapat hubungan antara kondisi wilayah terhadap jumlah penderita kesehatan mental. Peneliti berharap agar masalah kesehatan mental dapat dilihat sebagai prioritas dalam merumuskan kebijakan.Penelitian empiris melalui data bersumber dari sumber Podes 2018 oleh BPS. Gambaran cacat mental menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk akan menghasilkan jumlah cacat mental yang lebih tinggi. Prevalensi cacat mental menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah Sulawesi memiliki prevalensi cacat mental yang sedang di setiap wilayah. Kejadian pemasungan memiliki pola yang sama dengan jumlah cacat mental dengan kejadian terbanyak di provinsi NTT. Semakin sulit topografi wilayah maka akan semakin banyak kasus pemasungan yang terjadi. Metode OLSdengan menggunakan robust standart errormenunjukkan bahwa pengaruh lingkungan fisik seperti topografi tidak terlalu berpengaruh pada jumlah cacat mental, namun pencemaran dan permukiman kumuh berpengaruh positif terhadap jumlah cacat mental.
Strategi BUMDes Kaduara Timur dalam mengembangkan pariwisata desa yang berkelanjutan Sukartini, Ni Made; Purnawanty, Jani; Jayadi, Akhmad; Solihin, Achmad
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v8i2.22636

Abstract

Sumber air belerang Misgilomi adalah wahana wisata baru, yang berlokasi di Desa Kaduara Timur, Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura. Wahana ini mulai dibuka dan dikelola BUMDes Kaduara Timur sejak Tahun 2023. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kaduara Timur ini bertujuan untuk mengawal pengelolaan dan proses pemasaran wahana ini. Metode kegiatan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD), promosi wahana, simulasi tarif jasa wisata, dan pendampingan penyusunan Peratuaran Desa (PerDes). Strategi yang disepakati dan diimplementasikan mulai bulan Oktober 2024 adalah pengelola memungut jasa wisata yang sebelumnya bersifat gratis. Wahana Misgilomi mendapat kenaikan pendapayan hingga 66,67% jika menerapkan harga bundling sebesar Rp. 5.000, dimana harga ini mencakup 1 cangkir jamu kebugaran yang siap dinikmati pengunjung. Dalam setahun, estimasi pendapatan wahana adalah Rp. 120.000.000-an. PerDes yang akan disahkan akhir Tahun 2025 menetapkan 15% dari penerimaan kotor wahana Misgilomi menjadi bagian penerimaan Desa Kaduara Timur. Hal ini bermakna ada sekitar Rp. 18.000.000-an tambahan Pendapatan Asli Desa (PADes) setiap tahun. Tambahan sumber PADes ini akan selain mendorong Desa Kaduara Timur menuju status Desa Maju atau Mandiri juga mendorong UMKM jamu dan UMKM lain bangkit kembali. Kondisi ini akan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Keberlanjutan usaha UMKM juga diharapkan dapat menurunkan arus urbanisasi keluar dari Madura.
Post-eruption economic recovery: Strengthening livelihoods in Lumajang Indonesia after Mount Semeru disaster Hariyono, Hariyono; Purwono, Rudi; Sukartini, Ni Made; Madyawati, Sri Pantja; Chrisnahutama, Adrian
Central Community Development Journal Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/ccdj.v5i1.351

Abstract

Natural disasters in Indonesia result in significant material and nonmaterial losses. According to the National Disaster Management Agency (BNPB), disasters in 2021 have caused 709 deaths, 73 missing persons, and displaced 583,840 people. Post-disaster recovery efforts, including economic assistance, are essential for restoring people’s livelihoods. The implementation of economic assistance after the Mount Semeru eruption in the Lumajang Regency included several stages: preparation, socialization and location survey, group formation, technical guidance, provision of stimulant assistance, exit strategy planning, and monitoring and evaluation. As a result, two livestock groups were established in the Bumi Semeru Damai permanent housing area, each consisting of 10 members and legally recognized by a village decree. These groups successfully carried out daily livestock management, enhanced productivity and welfare, improved market access, and increased the understanding of livestock product marketing. The initiative fostered sustainability and independence, with the groups evolving into leading livestock centers specializing in goats in the Lumajang Regency. Critical factors supporting sustainability included a sufficient supply of animal feed that met nutritional requirements. This economic assistance program played a vital role in revitalizing the local economy by utilizing local commodities, forming community-based economic institutions, and strengthening local capacities through a disaster risk reduction approach. In addition, the program secured local government and stakeholder support, contributing to long-term recovery and alignment with sustainable regional development. This case highlights the importance of integrated economic recovery programs in post-disaster contexts for building resilience and improving community welfare.
Catastrophic Health Expenditure And Multidimensional Household Poverty In Java Island, Indonesia Aryogi, Ista; Sukartini, Ni Made
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 13 No 3 (2025): Juli
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v13i3.7823

Abstract

This study aims to analyze the influence of household catastrophic health expenditure incidents and household characteristics on household multidimensional poverty status in Java Island, Indonesia. The study was conducted quantitatively inferentially based on IFLS 5 data in 2014 obtained from Susenas totaling 8,458 households. The data analysis used logistic regression with ordered logit model. The results of the study revealed that households experiencing catastrophic health expenditure increasingly tend to experience multidimensional poverty. Household characteristics such as the number of family members and the number of toddlers that are getting bigger can also increase this tendency. However, it is different from the level of education and location of residence which can reduce the tendency of households to experience multidimensional poverty.
Impacts of Taxation on Economic Growth in Africa in 2008-2018 - Panel Data Analysis Kessy, Mercy; Sukartini, Ni Made
Journal of Developing Economies Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jde.v8i2.43290

Abstract

The debate over the effectiveness of taxes as a tool for promoting economic growth still needs to be solved, with several studies indicating mixed effects of taxes on economic growth. The purpose of this research is to assess the impact of taxation on economic growth in Africa. The study spans eleven years, from 2008 to 2018, and includes multiple variables for 21 African countries. GDP is a dependent variable used as a proxy for economic growth. Numerous GDP-determining predictors were utilized as independent variables; these variables were categorized into three groups: The supply side consists of human capital (population and literacy rate) and economic activities (trade and services). Demand side variables include consumption, government expenditures, net exports, and gross capital formation. Lastly, taxation variables consist of tax revenue, corporate tax rate, number of tax payments, personal income tax, and taxes on income, profits, and capital gains. The study conducted preliminary tests, including descriptive statistics, correlation matrix, and pooled least square estimations for panel data. Based on the results, all macroeconomic determinants have statistically significant effects on GDP except trade. Tax revenue and corporate tax rate positively affect GDP, while personal income tax rate and tax on income, profit, and capital gain negatively affect GDP. In general, taxation has a favorable effect on the economy of African countries because emerging countries use taxation as an internal key to generate revenue and improve economic growth.
Can Peritoneal Dialysis Be The First-Line Treatment For End-Stage Kidney Disease? A SWOt Analysis Sasmitaningsih, Irine Puspita; Aviati, Kurnia; Lukitasari, Putri Emyta; Mahananny, Nonnytha; Pranasari, Maria Carisita Suci Puspa; Sukartini, Ni Made
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 4 No 2 (2025): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol4.Iss2.1896

Abstract

End-stage kidney disease (ESKD) is a global health challenge, with kidney transplantation being the preferred treatment. However, due to a shortage of donor organs and medical complications, many patients rely on dialysis. Peritoneal dialysis (PD) is a promising alternative but is underused compared to hemodialysis (HD). This study explores whether PD could be considered a first-line treatment for ESKD, using a SWOT analysis to assess its strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Method Systematic literature review (2015–2025) with SWOT framework. PD improves patients' quality of life with treatment flexibility and better preservation of kidney function. However, the risk of infection such as peritonitis is a weakness in the widespread use of PD therapy in the elderly and remote areas. The development of PD use requires government support in equalizing the distribution of healthcare professionals skilled in PD and providing reasonable cost reimbursement. PD has the potential to be an effective first-line treatment for ESKD, but its widespread use is constrained by various challenges. Addressing these barriers could enhance its accessibility and efficacy.