Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Impacts of in-kind transfer to household’s budget proportion: Evidence from early reformation in Indonesia Girik-Allo, Albertus; Rahayu, Yuyun Puji; Sukartini, Ni Made
Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura Vol. 19 No. 2 (2016): August - November 2016
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/jebav.v19i2.499

Abstract

The program distributing rice for reducing poverty for poor household (also known as Raskin) is one of social safety net programs in Indonesian’s government with its subsidized rice to the poor. The purpose of this program is to lessen the financial burden of the targeted households and increase food sustainability at the household level. This paper’s aim is to investigate how the effect of in-kind transfer towards the Raskin program over the household’s budgets proportion. This study used Indonesia Family Life Survey (IFLS) data wave 3 (2000) and wave 4 (2007), with the households level as unit analysis. Estimation strategy is applying regression with data panel in fixed effect model (FEM) and instrumental variable (IV). The result shows that the in-kind transfer program is not work for lessening the household’s burden, but in fact has increased the household expenditure, particularly for buying some food. It was found that during the program implementation, there was a significant increase in informal labor wages in Indonesia. Therefore, for typical household who experiencing higher wage income relatives to rice expenditure, will result in total budgets for rice will also increase significantly. In this case, we could conclude that rice is still being normal goods for Indonesia..
Determinants of Catastrophic Health Expenditure (CHE): An Indonesian Family Life Survey (IFLS) 2007 & 2014 Husna, Afanin; Sukartini, Ni Made
Journal of Economics, Business, and Accountancy Ventura Vol. 24 No. 1 (2021): April - July 2021
Publisher : Universitas Hayam Wuruk Perbanas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/jebav.v24i1.2644

Abstract

This study aims at finding and analyzing the determinants of catastrophic health expenditure (CHE) and its impact on the household economy in Indonesia, using pooled cross section data from IFLS 2007 and 2014. The study used binary logit regression for analyzing the determinants of CHE and OLS regression to see the impact of CHE on household economy. It was found that the occupational status of the head of household, size of the household, age, ownership of insurance, visits to health centers, location of residence, and the interaction variable of educated household heads with chronic disease affect the occurrences of CHE with various threshold. The OLS regression results found that households who experienced CHE with a threshold of 10% and 40% made a reduction in their basic needs (food expenditure). It implies that households that experienced CHE also experienced economic shocks and they are eventually forced to reduce their basic needs (food expenditure) to meet health needs.
Optimalisasi Bumdes di Desa Taro, Pasca PP No. 11 Tahun 2021 Tentang Badan Usaha Milik Desa Ristawati, Rosa; Salman, Radian; Sukartini, Ni Made; Jati Pamoro, Giza'a; Amalia Fitriany, Shafyra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4 No 1 (2024): JPMI - Februari 2024
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.2018

Abstract

Keberlakuan UU No. 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Cipta Kerja memberikan dampak yang signifikan terhadap eksistensi BUMDes. Pengaturan lebih lanjut tentang BUMDes diatur dalam PP No. 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa yang mewajibkan BUMDes melakukan beberapa penyesuaian. Untuk mengoptimalisasi fungsi BUMDes, Desa Taro telah memiliki BUMDes bernama Sarwada Amerta yang memiliki beberapa unit usaha dibawahnya. Pada perkembangannya, BUMDes ini telah melakukan beberapa upaya penyesuaian pasca keberlakuan beberapa peraturan terbaru, namun berdasarkan hasil dari kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan masih terdapat beberapa kekurangan. Metode yang digunakan adalah yuridis dan empiris dengan pendekatan sosiolegal dan partisipatif. Hasil yang diperoleh adalah masih ditemukan beberapa hal yang belum optimal untuk dapat mengembangkan BUMDes lebih jauh seperti pemanfaatan perkembangan teknologi, kesesuaian pada sektor perijinan, kemudian pada aspek peraturan yang dibuat oleh Pemerintah Desa, serta pada sektor promosi yang belum masif. Dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, ada beberapa rekomendasi untuk BUMDes Sarwada Amerta yang berpotensi dapat lebih meningkatkan kiprah BUMDes lebih jauh lagi seperti pemanfaatan teknologi dalam hal promosi, penjualan, serta penyesuaian rancangan kontrak dan regulasi baik untuk kesesuaian peraturan dan prinsip keseimbangan, serta kesesuaian pada aspek leglitas dan perijinan.
PENGARUH SANITASI TERHADAP TINGKAT MORBIDITAS DI INDONESIA Hutapea, Roessy Scarnera; Sukartini, Ni Made
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 1 (2024): Edisi Januari - April 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i1.3952

Abstract

Morbiditas merupakan suatu keadaan dimana seseorang dikatakan sakit apabila keluhan kesehatan yang dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari, serta tidak mampu melakukan aktivitas seperti bekerja, mengurus rumah tangga dan aktivitas lainnya secara normal seperti biasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi angka kesakitan/morbiditas di Indonesia dan seberapa besar pengaruhnya terhadap angka kesakitan di Indonesia, Penelitian ini mengkaji angka kesakitan di kabupaten/kota di Indonesia selama tahun 2010-2020, serta metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. adalah analisis regresi data panel model statis. Sebagai hasilnya, variabel yang mempengaruhi adalah variabel persentase tidak mempunyai akses terhadap sanitasi, pengeluaran per kapita, dan lag DAU. Angka kesakitan akan menurun jika akses terhadap sanitasi membaik, pengeluaran per kapita menurun, dan DAU meningkat (terutama untuk kesehatan). Model yang sesuai untuk data ini adalah model FEM karena adanya kovarians antara efek spesifik individu dan regresi. Melalui penelitian ini kami berharap pemerintah selalu meningkatkan sanitasi di seluruh Indonesia sehingga angka kesakitan dapat menurun. Keterbatasan penelitian adalah data yang dikumpulkan melalui INDO DAPOER tidak lengkap dan terkini. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambahkan variabel lain yang mempengaruhi angka kesakitan. Semakin lengkap variabelnya maka semakin akurat model yang dibentuk.
FLYPAPER EFFECT DANA OTONOMI KHUSUS DAN DANA PERIMBANGAN PADA KABUPATEN/KOTA DI ACEH Fahrizal, M Alief; Sukartini, Ni Made
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 2 (2024): Edisi Mei - Agustus 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i2.4058

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis gejala flypaper effect dari empat jenis dana transfer pemerintah pusat (DAU, DAK, DBH, Otsus) pada jenis Belanja Modal dan Belanja Barang dan Jasa pada level kabupaten/kota di Aceh. Data yang digunakan adalah realisasi APBD kabupaten/kota di Aceh tahun 2007 – 2020 yang dikumpulkan dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analisis regresi linier berganda, variabel dependen yang digunakan yaitu belanja modal dan barang jasa (dibagi pada dalam 2 model penelitian). Variabel bebas yang digunakan yaitu Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terhadap belanja modal, terjadi flypaper effect pada DAU namun tidak terjadi pada ketiga dana transfer yang lain. Sedangkan terhadap belanja barang dan jasa tidak menunjukkan adanya flypaper effect pada ke-empat dana transfer. Meskipun pada sebagian besar dana transfer tidak ditemukan gejala flypaper effect, namun perlu menjadi catatan bahwa ternyata Dana Otsus tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap belanja modal dan belanja barang jasa di Aceh. Hal ini harus menjadi fokus pemerintah untuk melakukan telaah lebih lanjut terhadap penggunaan Dana Otsus.
PENGARUH PENDIDIKAN, PDRB DAN TIPE PEMERINTAH TERHADAP KEMISKINAN Rosdiyanto, Wildan Aryaputra; Sukartini, Ni Made
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 1 (2025): Edisi Januari - April 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i1.4928

Abstract

Kemiskinan di Indonesia, termasuk di Provinsi Jawa Timur, terus mengalami penurunan secara bertahap. Namun, ketimpangan kemiskinan antar wilayah, terutama antara perkotaan dan pedesaan, masih menjadi masalah serius. Perbedaan akses terhadap pendidikan, layanan publik, dan peluang ekonomi berkontribusi pada ketimpangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, PDRB, dan tipe pemerintahan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Timur, dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Data mencakup 29 kabupaten dan 9 kota pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Sebaliknya, variabel PDRB dan tipe pemerintahan ditemukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun PDRB meningkat, distribusi manfaat pertumbuhan ekonomi masih belum merata, sehingga kelompok masyarakat miskin tidak sepenuhnya merasakan dampaknya. Selain itu, tata kelola pemerintahan yang belum optimal dalam merancang dan melaksanakan program pengentasan kemiskinan juga berkontribusi pada ketimpangan yang ada.
Debt And Happiness: A Generalized Order Logit Analysis Purwanto, Edy; Purwono, Rudi; Sukartini, Ni Made
Journal of Developing Economies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jde.v10i2.70785

Abstract

Objective: Financial literacy can influence borrowing attitudes and behaviors. Low financial literacy among Indonesians may impair debt manageability and lead to psychological distress. This empirical research aimed to analyze the effects of debt on happiness in Indonesia. Methods: This study used cross-sectional data from the 2007 Indonesia Family Life Survey (IFLS). Happiness was measured on a four-point ordinal scale, namely very unhappy (1), unhappy (2), happy (3), and very happy (4). Given the nature of the dependent variable, a generalized ordered logit model was applied to estimate the relationship between debt and happiness. This approach is well-suited to address the study objective by capturing varying effects across different levels of happiness. Findings: Results showed a significant negative relationship between debt and happiness (coefficient = -0.145, p < 0.01). The marginal effect indicated that debt reduced the likelihood of being happy and very happy by -0.20% and -0.83%, respectively. Depression had the strongest negative impact (-5.67%), while marriage (4.03%), household economic adequacy (3.40%), health care (2.31%), and physical health (1.99%) were the positive contributors. Originality/Value: This study contributed to the limited research examining the link between debt and well-being in developing economies, focusing on Indonesia’s socioeconomic and cultural context. Practical/Policy implication: Financial literacy needs to be enhanced to improve borrowing decisions and debt management among Indonesians. Strengthening financial education programs and regulating non-formal lenders are essential to prevent exploitative lending practices. Moreover, integrating debt awareness into mental health programs and disseminating information through mass and social media can help mitigate the psychological impact of debt.
Health Policies: Bolstering Human Resources & Healthcare Systems to Reduce Crude Death Rates in 2⁶ Countries Mohamed Sesay; Rudi Purwono; Ni Made Sukartini
Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan Vol. 18 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JEKT.2025.v18.i02.p01

Abstract

This study examines the key determinants of crude death rates (CDR) in selected Countries within Africa, Asia, Europe, and Latin America, emphasising statistical correlations, policy implications, and regional disparities. Using econometric analysis, the study finds that increased life expectancy, higher government healthcare expenditure, and GDP per capita growth significantly reduce mortality rates. Labour force participation and access to potable water further influence mortality trends. However, African and some Asian nations experience higher CDRs due to weak healthcare infrastructure and economic constraints. The findings underscore the need for sustained investment in healthcare systems, human capital development, and policy-driven interventions to mitigate mortality risks and improve public health. This study provides empirical evidence to guide policymakers in designing targeted health policies that enhance healthcare equity and long-term health outcomes.